
Originally Posted by
bimbim
halo kawan-kawan,
wah masih semangat padahal aku agak jarang aktif beberapa hari ini.. thanks.
begini..
Charles Darwin adalah konseptor evolusi dalam bukunya yg terkenal The Origin of Species..
sementara DNA dan temuan-temuan atau konsep baru lainnya dapat menjadi alat pembantu untuk menjelaskan bagaimana alam mewariskan keturunan, mengapa kita ada kesamaan dengan orang tua kita..
DNA juga menjelaskan perjalanan Evolusi, kita ada kesamaan dengan Mitochondria mahluk renik bermilyar tahun yg lalu.. yg rupanya misalnya adalah tempat pembakaran energi pada tubuh manusia.
Darwin sendiri dulu pendekatan nya visual, homolog, pada jaman nya belum ada kemewahan pengetahuan mikrobiologi bahkan nano biologi macam DNA.
Jadi Homolog kesamaan bentuk luar, kadang2 ada yg dikoreksi oleh DNA..
sayap burung, dan sayap kelelawar misalnya tidak homolog, DNA yg menjelaskan.
Dalam Science konseptor sering kali tidak mempunyai alat untuk menjelaskan ilmunya..
banyak sekali konseptor angkatan Einstein Cs, yg berusaha menjelaskan perilaku atomic, menjembatani energi, gelombang, gravitasi.
Banyak sekali ide, dari Niels Bohr, Einstein, Heisenberg, schrodinger...
tapi alat berupa matematika simetri kalkulus, ditemukan oleh sang jenius Richard Feynman.. ahli Fisika Teoritis yg flamboyan..
Dia yg menemukan QED Quantum Electro Dynamics..yg merupakan persamaan matematika terbaik yg dapat menjelaskan fenomena alam semesta..
Ide-ide sudah ada di kepala Einstein, dkk.. tapi alat matematika di temukan jenius2 berikutnya..
Begitulah estafet ilmu dikembangkan kawan..
Bookmarks