Berbeda dari pandangan umum, dalam konteks sains saya menganjurkan tidak perlu ada pembedaan antara benda mati dengan makhluk hidup...
perbedaan itu hanya dibuat-buat oleh manusia demi kemudahan pembelajaran
sebab alam sebenarnya tidak benar-benar seperti yang dipahami manusia...
konsep "hidup" sebenarnya konsep mistis yang dibungkus oleh penutur sains demi kemudahan komunikasi
sebenarnya kehidupan adalah ilusi...
Coba pikirkan ini: sifat benda mati apa yg tidak dimiliki makhluk hidup?semua hukum-hukum fisika berlaku pada makhluk hidup, sebab sesungguhnya makhluk hidup adalah kumpulan molekul yang nota bene disepakati sebagai benda mati
jadi pertanyaan apakah virus benda mati atau makhluk hidup tidak perlu dijawab
perbedaan antara benda "mati" atau "hidup" adalah semata-mata gradasi kerumitan jalinan molekul dan reaksi-reaksi kimia yang menyertainya...
Memang secara kasat mata, perbedaannya jelas dan tegas, tapi pada tigkat konsep dan kejujuran sains
sulit menentukan dimana batas "hidup" dan "mati" pada titik tertentu
(mungkin kita akan membutuhkan konsep matematika turunan)
apakah benda mati bertumbuh, berduplikasi? ya, kristal melakukan hal itu...tapi sangat bersahaja dibandingkan kehidupan yang kasat mata.
apakah benda mati melakukan sintesa protein? jawabannya jelas: ya
ribosom sebagai sekumpulan molekul benda mati memang mensitesa polipeptida protein dengan merangkai asam-asam amino.
Entropi sistem yang bertambah berlaku juga pada makhluk hidup..
Lalu kenapa makhluk hidup kelihatannya semakin teratur (alias melawan hkm kedua termodinamika)? sebenarnya tidak, karena dia menggunakan energi dari luar (energi matahari)
bagi saya sulit membuat definisi hidup atau mati pada tatanan mokromolekul organik...
Prion sebagai protein ternyata bisa berperilaku sebagai 'makhluk hidup" khan?dan dia tidak punya DNA sendiri lagi...

moga semakin memperkaya kita semua
Bookmarks