
Originally Posted by
bujangga
Kita bahas satu2:
Transmutasionisme:
Transmutasionisme mungkin sudah ada dalam pendapat beberapa filsuf yunani, dan juga dianut oleh filsuf prancis, maupertuis, pada abad ke 18. beberapa ahli genetika terkemuka awal 1900an, yang disebut para mendelian (de vries, bateson, johannsen) adalah saltasionis.
Pembelaan terakhir bagi teori tersebut diterbitkan pada pertengahan abad ke 20 (Goldschmidt 1940; willis 1940; schindewolf 1950)
Kenapa teori ini bertahan lama?:
Semua spesies dalam suatu fauna dan flora lokal tampak jelas perbedaannya satu sama lain. Selain itu munculnya (dan hilangnya) spesies dikumpulan fosil selalu tampak sebagai peristiwa tiba2. Bila melihat alam, maka yg terlihat adalah ketidaksinambungan, bukan perubahan gradual seperti diperkirakan Darwin.
Kenapa gugur?:
Genotipe suatu individu umumnya adalah system selaras dan seimbang, yang terbentuk selama jutaan tahun dan disesuaikan oleh seleksi alam pada tiap generasi.
Karena diketahui bahwa sebagian mutasi gen bisa berpengaruh buruk atau mematikan, maka bagaimana bisa suatu perubahan besar2an menghasilkan individu yang bisa hidup? Hanya individu yang luar biasa langka (disebut ‘hopeful monster’ oleh gold Schmidt) yang bisa lestari dan berhasil, sedangkan sebagian besar makromutan lainnya adalah kegagalan.
lanjut.........
Bookmarks