
Originally Posted by
Alphe
Kalau Gigolaga bisa bilang keduanya nonsense berarti punya pemikiran lain dong. Coba sharing aja....
Saya sependapat kalau mutasi dan perubahan sifat itu sering kali kecil. Tetapi, kadang kalanya tidak. Tergantung dari gen apa yang berubah. Untuk makhluk yg multiseluler dan kompleks seperti manusia, perubahan memang harus berangsur-angsur. Karena makhluk yg kompleks punya banyak gen. Sekali lagi, tidak betul kalau mutasi selalu merugikan. Namun, seringkali mutasi hanya sedikit merubah sifat atau fungsi suatu gen.
Contoh mutasi yg menguntungkan adalah munculnya org tertentu yg lebih tahan terinfeksi HIV. Hal ini disebabkan ada mutasi yg menyebabkan virus HIV sulit menginfeksi sel imun. Gen-gen tersebut tersebar luas di Afrika. Seperti kita ketahui, HIV menjadi epidemik di Afrika. Orang yg tidak punya gen ini akan kurang bertahan dibandingkan dengan org yg punya gen tersebut. Akhirnya, gen tahan HIV ini survive karena individu pemilik gen itu lebih bisa bertahan hidup.
Jangan melulu evolusi dikaitkan dengan terciptanya spesies baru. Evolusi itu menjelaskan bagaimana terjadi keberagaman sifat yg ada di dunia ini. Berawal dari perubahan sifat akibat mutasi, ada seleksi alam, kemudian sifat yg baru itu akan bertahan. Dari contoh di atas terlihat ada mutasi yg menyebabkan perubahan sifat sel imun yg tahan terhadap infeksi HIV. Lalu, seleksi alamnya adalah infeksi HIV yg mempengaruhi ketahanan hidup, kemudian sifat itu bertahan dan terlihat dari banyaknya individu yg memiliki gen ini.
Jika ingin melihat perubahan besar-besaran, lihatlah virus HIV. Virus ini asalnya adalah virus yg menyerang kera. Namun, karena mutasi, ada yg bisa klop sama sel manusia. Karena persinggungan manusia dengan hewan (baik lewat makanan, dll), akhirnya manusia menjadi terinfeksi. Contoh lainnya adalah swine flu dan flu burung. Contoh lainnya adalah bakteri E. coli yang sekarang menimbulkan banyak pernyakit yg sebelumnya disebabkan bakteri lain (ada transfer gen). Jika ingin melihat perubahan besar-besaran pada makhluk multiseluler, lihatlah keberagaman berbagai macam spesies. Padi misalnya. Kenapa ada padi yg tahan wereng, kenapa ada yg tidak, kenapa ada yg tahan kering, kenapa ada yg cepat panennya, kenapa ada yg banyak hasil panennya, dan pertanyaan lainnya yg jawabannya adalah karena ada variasi gen. Kenapa ada variasi gen, karena ada mutasi. Kenapa kok gak semua sifat itu ada di satu padi, karena ada seleksi alam. Untuk daerah yg basah, sifat tahan kering tidak terlalu berkembang. Untuk daerah yg jarang wereng, gen tahan wereng juga tidak akan dominan, dan kondisi-kondisi lainnya.
Kalau ditanya tentang kenapa hanya 4 ras saja, itu kurang tepat. Kalau melihat keragaman manusia, lihatlah subrasnya. Orang mongoloid juga ada melayu, indian (amerika), oriental, orang-orang pasifik, dll.... sungguh sangat beragam.... Begitu juga dengan kaukasia, orang mediterania, orang Inggris, Jerman, Belanda, Rusia, Persia, dll masing-masing berbeda ciri-cirinya. Bahkan di Indonesia sendiri, ada proto melayu, deutero melayu...
Bookmarks