View Poll Results: Apa yang anda Pikirkan jika menyebut kata Evolusi ?

Voters
18. You may not vote on this poll
  • maaf masbro otak saya ga nyampe ngomongin ginian

    1 5.56%
  • saya sangat tertarik untuk mendalaminya

    8 44.44%
  • saya ga percaya Evolusi

    9 50.00%
Like Tree91Likes

Thread: Kami Penentang Evolusi

  1. #1601
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,325
    Rep Power
    5

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Perseteruan tiada akhir antara evolutionist ( scientist ) VS Creationist
    dikarenakan :



    Sad but true...
    Hahahaha.... Tapi jangan salah, tidak melulu seperti itu. Sains juga banyak memakai pendekatan yg kedua atau gabungan dari kedua metode di atas. Contohnya adalah teori relativitas. Teori Relativitas ditelurkan sebelum fakta-fakta mengenai relativitas itu sendiri dapat dicermati. Einstein tidak pernah bereksperimen dengan benda berkecepatan cahaya atau menyaksikan fenomena relativistik sebelum menggagas ide ttg relativitas. Einstein sendiri tidak pernah meraih Nobel berkat teori relativitas (Nobel diberikan pada bidang eksperimental bukan teoritis) namun banyak ilmuan mendapat hadiah Nobel karena membuktikan teori relativitas ini. Di sinilah terlihat betapa brilliannya pemikiran Einstein sehingga pantas dimasukan ke dalam daftar ilmuan paling hebat yg pernah ada dalam sejarah manusia.

    Bidang fisika teoritis paling kentara bersifat deduktif. Membuat suatu teori baru kemudian dibuktikan secara eksperimental. Adapun ilmu kedokteran hampir berkebalikan. Sangat bersifat induktif. Melihat fenomena baru dicarikan kesimpulan atau teorinya.

  2. #1602
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    6,602
    Rep Power
    26

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by Alphe View Post
    Hahahaha.... Tapi jangan salah, tidak melulu seperti itu. Sains juga banyak memakai pendekatan yg kedua atau gabungan dari kedua metode di atas. Contohnya adalah teori relativitas. Teori Relativitas ditelurkan sebelum fakta-fakta mengenai relativitas itu sendiri dapat dicermati. Einstein tidak pernah bereksperimen dengan benda berkecepatan cahaya atau menyaksikan fenomena relativistik sebelum menggagas ide ttg relativitas. Einstein sendiri tidak pernah meraih Nobel berkat teori relativitas (Nobel diberikan pada bidang eksperimental bukan teoritis) namun banyak ilmuan mendapat hadiah Nobel karena membuktikan teori relativitas ini. Di sinilah terlihat betapa brilliannya pemikiran Einstein sehingga pantas dimasukan ke dalam daftar ilmuan paling hebat yg pernah ada dalam sejarah manusia.

    Bidang fisika teoritis paling kentara bersifat deduktif. Membuat suatu teori baru kemudian dibuktikan secara eksperimental. Adapun ilmu kedokteran hampir berkebalikan. Sangat bersifat induktif. Melihat fenomena baru dicarikan kesimpulan atau teorinya.
    Yup, saya akui memang karikatur diatas agak ekstrim
    tapi bukankah untuk menelurkan suatu teori baru, setidaknya ada beberapa fakta awal yg telah dicermati bukan?
    Saya percaya Einstein tidak mendapat gagasan teori relativitas out of nowhere..atau sejenis wangsit

    fenomena baru dalam ilmu kedokteran juga dapat disebut sebagai fakta awal yang dikarenakannya dicari kesimpulan / pemecahannya.

    demikian juga dalam fisika teoritis,
    saya percaya para ilmuwan dalam membuat teori baru, setidaknya sudah mempunyai fakta / data awal yang melandasi teorinya tersebut. Setelah itu baru dicari perhitungan ataupun eksperiment2 yg dapat lebih sahih untuk membuktikannya.

    Darwin pun dalam menelurkan teori evolusi belum mengenal pemetaan Gen
    Tapi beliau menelurkan teorinya setelah melakukan observasi dari fakta2 awal yg ditemukannya.
    "Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-

  3. #1603
    Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    808
    Rep Power
    5

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Yup, saya akui memang karikatur diatas agak ekstrim
    tapi bukankah untuk menelurkan suatu teori baru, setidaknya ada beberapa fakta awal yg telah dicermati bukan?
    Saya percaya Einstein tidak mendapat gagasan teori relativitas out of nowhere..atau sejenis wangsit

    fenomena baru dalam ilmu kedokteran juga dapat disebut sebagai fakta awal yang dikarenakannya dicari kesimpulan / pemecahannya.

    demikian juga dalam fisika teoritis,
    saya percaya para ilmuwan dalam membuat teori baru, setidaknya sudah mempunyai fakta / data awal yang melandasi teorinya tersebut. Setelah itu baru dicari perhitungan ataupun eksperiment2 yg dapat lebih sahih untuk membuktikannya.

    Darwin pun dalam menelurkan teori evolusi belum mengenal pemetaan Gen
    Tapi beliau menelurkan teorinya setelah melakukan observasi dari fakta2 awal yg ditemukannya.
    Untuk Teori Darwin sepertinya sulit naik peringkat menjadi hukum. Salah satunya karena banyak asumsi-asumsi yang harus dipenuhi.

  4. #1604
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2008
    Posts
    106
    Rep Power
    5

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by achamad View Post
    Untuk Teori Darwin sepertinya sulit naik peringkat menjadi hukum. Salah satunya karena banyak asumsi-asumsi yang harus dipenuhi.
    Tak ada istilah teori naik peringkat menjadi hukum...
    Scientific Laws and Theories


    Given my above arguments for how similar these two words are, it is nonetheless true that "law" and "theory" are different words that can or do have different connotations. So, what's the difference? Look above at the last definitions under Law and Theory. These definitions clearly differentiate the two words. Some scientists will tell you that the difference between them is that a law describes what nature does under certain conditions, and will predict what will happen as long as those conditions are met. A theory explains how nature works. Others delineate law and theory based on mathematics -- Laws are often times mathematically defined (once again, a description of how nature behaves) whereas theories are often non-mathematical. Looking at things this was helps to explain, in part, why physics and chemistry have lots of "laws" whereas biology has few laws (and more theories). In biology, it is very difficult to describe all the complexities of life with "simple" (relatively speaking!) mathematical terms.

    Regardless of which definitions one uses to distinguish between a law and a theory, scientists would agree that a theory is NOT a "transitory law, a law in waiting". There is NO hierarchy being implied by scientists who use these words. That is, a law is neither "better than" nor "above" a theory. From this view, laws and theories "do" different things and have different roles to play in science. Furthermore, notice that with any of the above definitions of law, neither scientists nor nature "conform" to the law. In science, a law is not something that is dictated to scientists or nature; it is not something that a scientist or nature has to do under threat of some penalty if they don't conform.

  5. #1605
    Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    808
    Rep Power
    5

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by Hand15 View Post
    Tak ada istilah teori naik peringkat menjadi hukum...
    Scientific Laws and Theories


    Given my above arguments for how similar these two words are, it is nonetheless true that "law" and "theory" are different words that can or do have different connotations. So, what's the difference? Look above at the last definitions under Law and Theory. These definitions clearly differentiate the two words. Some scientists will tell you that the difference between them is that a law describes what nature does under certain conditions, and will predict what will happen as long as those conditions are met. A theory explains how nature works. Others delineate law and theory based on mathematics -- Laws are often times mathematically defined (once again, a description of how nature behaves) whereas theories are often non-mathematical. Looking at things this was helps to explain, in part, why physics and chemistry have lots of "laws" whereas biology has few laws (and more theories). In biology, it is very difficult to describe all the complexities of life with "simple" (relatively speaking!) mathematical terms.

    Regardless of which definitions one uses to distinguish between a law and a theory, scientists would agree that a theory is NOT a "transitory law, a law in waiting". There is NO hierarchy being implied by scientists who use these words. That is, a law is neither "better than" nor "above" a theory. From this view, laws and theories "do" different things and have different roles to play in science. Furthermore, notice that with any of the above definitions of law, neither scientists nor nature "conform" to the law. In science, a law is not something that is dictated to scientists or nature; it is not something that a scientist or nature has to do under threat of some penalty if they don't conform.
    Saya memang termasuk yang mengalami kebingungan membedakan hukum dan teori. Untuk itu, terima kasih ya Hand15.
    Walau begitu, bagi saya "hukum" tetap sebagai formulasi kejadian alam yang lebih pasti dibanding "teori". Di bidang science (termasuk teori evolusi di dalamnya), baik teori maupun hukum didasarkan pada sekumpulan data hasil pengujian dari hipotesis.
    Keduanya bisa salah (atau bisa ditentang) dengan argumen data yang bersifat science juga.

  6. #1606
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    6,602
    Rep Power
    26

    Re: Kami Penentang Evolusi

    LINK

    Hidupkan Dinosaurus Tak Lagi Jadi Hal Mustahil

    Oleh Billy A. Banggawan | Inilah – Rab, 4 Jan 2012





    • IN*LAH.COM, London – Para ahli menemukan cara menghidupkan kembali hewan yang telah lama punah dari muka Bumi ini. Kini, taman jurasic bukan lagi isapan jempol semata. Bagaimana?
      Penasihat teknis Jack Horner mengaku akan menggunakan burung hidup untuk menetaskan dinosaurus. Profesor palaentology dari Montana State University yakin, DNA burung modern mengandung ingatan genetik yang bisa ‘diaktifkan’ kembali untuk menghidupkan kembali sifat-sifat dinosaurus yang telah lama tidur.
      Untuk membuat seekor dinosaurus, ia akan mulai dengan genom Emu. “Emu memiliki semua fitur yang dibutuhkan untuk membuat dinosaurus seukuran Velociraptor dan disinilah saya akan memulainya,” katanya seperti dikutip DM.
      Penelitian ahli ini juga mendapat dukungan dari banyak akademisi terkemuka. Ahli genetik Sean Carroll dari University of Wisconsin mengatakan seperti dikutip DM, “Inventaris gen burung serupa dinosaurus”.
      Tak hanya itu, ahli biologi pengembangan John Fallon di University of Wisconsin menyetujui, sembari mempelajari, kita akan bisa melakukannya. “Pengetahuan genetiknya ada dalam burung. Kini tak ada yang menghalangi kami membawa kembali dinosaurus,” tutupnya. [mor]
    ----------------------------------------------------------

    Jika proyek ini sukses, maka teori evolusi menjadi teori yang valid dan tak bisa terbantahkan lagi.
    "Negara ini TDK bs dipimpin BAIK2, mesti diajak BERANTEM"-Basuki TP-

  7. #1607
    Newbie
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Teori evolusi..? ya..!
    tapi hanya utk hal-hal kecil saja. misalnya manusia lahir cacat/abnormal atau berlainan kondisinya dibandingkan manusia lain pada umumnya.
    teori evolusi, tidak mengubah manusia yg awalnya dari dari ras nabi nuh beserta anak2nya atau adam=hawa yg pada mulanya hanya 1 ras saja.
    jika semua manusia mampu berevolusi akibat beradaptasi dengan lingkungan, kenapa hanya ada 4 ras saja, kok tidak lebih dari 4 ras spt yg ada saat ini?
    Teori evolusi..1000% NONSENSE..!

    sedangkan teori "ciptaan" dari yg disebut TUHAN juga ..sama NONSENSE-nya..!!!
    bagaimana awalnya hanya 1 ras saja [ADAM=HAWA] kok bisa jadi 4 ras manusia yg ada spt saat ini?
    coba deh .., pakar2 sains di forum kompas ini bisa jawab atau tidak pertanyaan saya ini? terserah mau mengacu pd semua teori2 yg ada.
    Terima kasih.

  8. #1608
    Senior Member Alphe's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Location
    Banggai
    Posts
    1,325
    Rep Power
    5

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by Gigolaga View Post
    Teori evolusi..? ya..!
    tapi hanya utk hal-hal kecil saja. misalnya manusia lahir cacat/abnormal atau berlainan kondisinya dibandingkan manusia lain pada umumnya.
    teori evolusi, tidak mengubah manusia yg awalnya dari dari ras nabi nuh beserta anak2nya atau adam=hawa yg pada mulanya hanya 1 ras saja.
    jika semua manusia mampu berevolusi akibat beradaptasi dengan lingkungan, kenapa hanya ada 4 ras saja, kok tidak lebih dari 4 ras spt yg ada saat ini?
    Teori evolusi..1000% NONSENSE..!

    sedangkan teori "ciptaan" dari yg disebut TUHAN juga ..sama NONSENSE-nya..!!!
    bagaimana awalnya hanya 1 ras saja [ADAM=HAWA] kok bisa jadi 4 ras manusia yg ada spt saat ini?
    coba deh .., pakar2 sains di forum kompas ini bisa jawab atau tidak pertanyaan saya ini? terserah mau mengacu pd semua teori2 yg ada.
    Terima kasih.
    Kalau Gigolaga bisa bilang keduanya nonsense berarti punya pemikiran lain dong. Coba sharing aja....

    Saya sependapat kalau mutasi dan perubahan sifat itu sering kali kecil. Tetapi, kadang kalanya tidak. Tergantung dari gen apa yang berubah. Untuk makhluk yg multiseluler dan kompleks seperti manusia, perubahan memang harus berangsur-angsur. Karena makhluk yg kompleks punya banyak gen. Sekali lagi, tidak betul kalau mutasi selalu merugikan. Namun, seringkali mutasi hanya sedikit merubah sifat atau fungsi suatu gen.

    Contoh mutasi yg menguntungkan adalah munculnya org tertentu yg lebih tahan terinfeksi HIV. Hal ini disebabkan ada mutasi yg menyebabkan virus HIV sulit menginfeksi sel imun. Gen-gen tersebut tersebar luas di Afrika. Seperti kita ketahui, HIV menjadi epidemik di Afrika. Orang yg tidak punya gen ini akan kurang bertahan dibandingkan dengan org yg punya gen tersebut. Akhirnya, gen tahan HIV ini survive karena individu pemilik gen itu lebih bisa bertahan hidup.

    Jangan melulu evolusi dikaitkan dengan terciptanya spesies baru. Evolusi itu menjelaskan bagaimana terjadi keberagaman sifat yg ada di dunia ini. Berawal dari perubahan sifat akibat mutasi, ada seleksi alam, kemudian sifat yg baru itu akan bertahan. Dari contoh di atas terlihat ada mutasi yg menyebabkan perubahan sifat sel imun yg tahan terhadap infeksi HIV. Lalu, seleksi alamnya adalah infeksi HIV yg mempengaruhi ketahanan hidup, kemudian sifat itu bertahan dan terlihat dari banyaknya individu yg memiliki gen ini.

    Jika ingin melihat perubahan besar-besaran, lihatlah virus HIV. Virus ini asalnya adalah virus yg menyerang kera. Namun, karena mutasi, ada yg bisa klop sama sel manusia. Karena persinggungan manusia dengan hewan (baik lewat makanan, dll), akhirnya manusia menjadi terinfeksi. Contoh lainnya adalah swine flu dan flu burung. Contoh lainnya adalah bakteri E. coli yang sekarang menimbulkan banyak pernyakit yg sebelumnya disebabkan bakteri lain (ada transfer gen). Jika ingin melihat perubahan besar-besaran pada makhluk multiseluler, lihatlah keberagaman berbagai macam spesies. Padi misalnya. Kenapa ada padi yg tahan wereng, kenapa ada yg tidak, kenapa ada yg tahan kering, kenapa ada yg cepat panennya, kenapa ada yg banyak hasil panennya, dan pertanyaan lainnya yg jawabannya adalah karena ada variasi gen. Kenapa ada variasi gen, karena ada mutasi. Kenapa kok gak semua sifat itu ada di satu padi, karena ada seleksi alam. Untuk daerah yg basah, sifat tahan kering tidak terlalu berkembang. Untuk daerah yg jarang wereng, gen tahan wereng juga tidak akan dominan, dan kondisi-kondisi lainnya.

    Kalau ditanya tentang kenapa hanya 4 ras saja, itu kurang tepat. Kalau melihat keragaman manusia, lihatlah subrasnya. Orang mongoloid juga ada melayu, indian (amerika), oriental, orang-orang pasifik, dll.... sungguh sangat beragam.... Begitu juga dengan kaukasia, orang mediterania, orang Inggris, Jerman, Belanda, Rusia, Persia, dll masing-masing berbeda ciri-cirinya. Bahkan di Indonesia sendiri, ada proto melayu, deutero melayu...

  9. #1609
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,404
    Rep Power
    15

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by Hand15 View Post
    Tak ada istilah teori naik peringkat menjadi hukum...
    Scientific Laws and Theories


    Given my above arguments for how similar these two words are, it is nonetheless true that "law" and "theory" are different words that can or do have different connotations. So, what's the difference? Look above at the last definitions under Law and Theory. These definitions clearly differentiate the two words. Some scientists will tell you that the difference between them is that a law describes what nature does under certain conditions, and will predict what will happen as long as those conditions are met. A theory explains how nature works. Others delineate law and theory based on mathematics -- Laws are often times mathematically defined (once again, a description of how nature behaves) whereas theories are often non-mathematical. Looking at things this was helps to explain, in part, why physics and chemistry have lots of "laws" whereas biology has few laws (and more theories). In biology, it is very difficult to describe all the complexities of life with "simple" (relatively speaking!) mathematical terms.

    Regardless of which definitions one uses to distinguish between a law and a theory, scientists would agree that a theory is NOT a "transitory law, a law in waiting". There is NO hierarchy being implied by scientists who use these words. That is, a law is neither "better than" nor "above" a theory. From this view, laws and theories "do" different things and have different roles to play in science. Furthermore, notice that with any of the above definitions of law, neither scientists nor nature "conform" to the law. In science, a law is not something that is dictated to scientists or nature; it is not something that a scientist or nature has to do under threat of some penalty if they don't conform.
    Lama tidak muncul kayaknya bung Hand15.
    Ada perbedaan porsi antara : Sains sebagai TANGGA antara Teorika - Hukum, dan Sains sebagai EQUALITY antara Teorika - Hukum. Dan pakar ilmuwan tidak pernah serius berdebat tentang hal ini. Saya lebih condong pada Tangga Sains, yang menyatakan bahwa TEORI DAPAT NAIK MENJADI HUKUM. Namun ada juga yang beranggapan bahwa Teori TAK AKAN pernah naik menjadi hukum. Dosen saya dulu yang hampir semuanya profesor juga memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang hal ini. Tidak masalah sebenarnya. Boyle pun dulunya hanya dianggap sebuah TEORIKA, baru setelah semua variabel nya terbukti selalu benar (dalam hal ini Kuantitas Gas yang ideal beratnya, dengan temperatur yang tetap / konstan, maka hasil kali Volume dan Tekanannya pun pasti konstan), maka pada tahun 1662 ia di sah kan menjadi Hukum. Lalu "cara-cara" seperti ini diikuti oleh kaedah-kaedah Sains berkutnya, seperti Hukum Boyle - Lussac, Hukum Coulomb, Hukum Dalton, dst.

    Meskipun begitu... Ada banyak argumentasi scientist yang sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Argumentasi yang anda berikan pun juga TEPAT, dimana tidak akan ada TANGGA STRUKTURAL / Hirarki antara Hipotesis, Teorika, maupun Hukum. Mereka berdiri sendiri-sendiri dan terpisah satu sama lain, namun saling melengkapi.

    Salam.

  10. #1610
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,404
    Rep Power
    15

    Re: Kami Penentang Evolusi

    Quote Originally Posted by Alphe View Post
    Kalau Gigolaga bisa bilang keduanya nonsense berarti punya pemikiran lain dong. Coba sharing aja....

    Saya sependapat kalau mutasi dan perubahan sifat itu sering kali kecil. Tetapi, kadang kalanya tidak. Tergantung dari gen apa yang berubah. Untuk makhluk yg multiseluler dan kompleks seperti manusia, perubahan memang harus berangsur-angsur. Karena makhluk yg kompleks punya banyak gen. Sekali lagi, tidak betul kalau mutasi selalu merugikan. Namun, seringkali mutasi hanya sedikit merubah sifat atau fungsi suatu gen.

    Contoh mutasi yg menguntungkan adalah munculnya org tertentu yg lebih tahan terinfeksi HIV. Hal ini disebabkan ada mutasi yg menyebabkan virus HIV sulit menginfeksi sel imun. Gen-gen tersebut tersebar luas di Afrika. Seperti kita ketahui, HIV menjadi epidemik di Afrika. Orang yg tidak punya gen ini akan kurang bertahan dibandingkan dengan org yg punya gen tersebut. Akhirnya, gen tahan HIV ini survive karena individu pemilik gen itu lebih bisa bertahan hidup.

    Jangan melulu evolusi dikaitkan dengan terciptanya spesies baru. Evolusi itu menjelaskan bagaimana terjadi keberagaman sifat yg ada di dunia ini. Berawal dari perubahan sifat akibat mutasi, ada seleksi alam, kemudian sifat yg baru itu akan bertahan. Dari contoh di atas terlihat ada mutasi yg menyebabkan perubahan sifat sel imun yg tahan terhadap infeksi HIV. Lalu, seleksi alamnya adalah infeksi HIV yg mempengaruhi ketahanan hidup, kemudian sifat itu bertahan dan terlihat dari banyaknya individu yg memiliki gen ini.

    Jika ingin melihat perubahan besar-besaran, lihatlah virus HIV. Virus ini asalnya adalah virus yg menyerang kera. Namun, karena mutasi, ada yg bisa klop sama sel manusia. Karena persinggungan manusia dengan hewan (baik lewat makanan, dll), akhirnya manusia menjadi terinfeksi. Contoh lainnya adalah swine flu dan flu burung. Contoh lainnya adalah bakteri E. coli yang sekarang menimbulkan banyak pernyakit yg sebelumnya disebabkan bakteri lain (ada transfer gen). Jika ingin melihat perubahan besar-besaran pada makhluk multiseluler, lihatlah keberagaman berbagai macam spesies. Padi misalnya. Kenapa ada padi yg tahan wereng, kenapa ada yg tidak, kenapa ada yg tahan kering, kenapa ada yg cepat panennya, kenapa ada yg banyak hasil panennya, dan pertanyaan lainnya yg jawabannya adalah karena ada variasi gen. Kenapa ada variasi gen, karena ada mutasi. Kenapa kok gak semua sifat itu ada di satu padi, karena ada seleksi alam. Untuk daerah yg basah, sifat tahan kering tidak terlalu berkembang. Untuk daerah yg jarang wereng, gen tahan wereng juga tidak akan dominan, dan kondisi-kondisi lainnya.

    Kalau ditanya tentang kenapa hanya 4 ras saja, itu kurang tepat. Kalau melihat keragaman manusia, lihatlah subrasnya. Orang mongoloid juga ada melayu, indian (amerika), oriental, orang-orang pasifik, dll.... sungguh sangat beragam.... Begitu juga dengan kaukasia, orang mediterania, orang Inggris, Jerman, Belanda, Rusia, Persia, dll masing-masing berbeda ciri-cirinya. Bahkan di Indonesia sendiri, ada proto melayu, deutero melayu...
    Mutasi dan adaptasi yang dilakukan virus terhadap Antibiotik misalnya, itu sudah merupakan bukti Evolusi. Sama seperti penelitian bakteri yang selama puluhan tahun, ternyata bisa beradaptasi dalam mencerna nitrat (padahal sebelumnya bakteri tersebut tidak bisa mencerna nya). Ini adalah bukti Evolusi Mikro.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0