
Originally Posted by
gde
Kayaknya thread ini harus ganti judul jadi pendukung evolusi, wkwkwk
Salut untuk pak swan, alphe, megtroy,mhyworld yang mau mengeduk-ngeduk sedikit dari luasnya samudra iptek, menterjemahkan ke bahasa yang lebih simpel untuk dipahami, sehingga konsep evolusi bisa lebih terpapar secara lebih detail, terima kasih juga pada pak tom percy yang dengan keskeptisannya membuat diskusi bisa terus jalan, sehingga pak swan dan alphe bisa mengeluarkan analisanya....makasi juga untuk pak geo yang udah buka diskusi, tapi belakangan kok ud ga ada argumen lg hwe (sori pak )
kalo mau lihat-lihat sebenere thread ini ga sendirian membahas evolusi, ada thread lain yang bahas evolusi yang dimulai dengan postingan pak hand15 dengan data :
IAP STATEMENT ON THE TEACHING OF EVOLUTION
........ that in various parts of the world, within science courses taught in certain public systems of education, scientific evidence, data, and testable theories about the origins and evolution of life on Earth are being concealed, denied, or confused with theories not testable by science........urge decision makers, teachers, and
parents to educate all children about the methods and discoveries of science and to foster an understanding of the science of nature. Knowledge of the natural world in which they live empowers people to meet human needs and protect the planet....
Yang menandatangani:
1. Albanian Academy of Sciences
2. National Academy of Exact, Physical and Natural Sciences, Argentina
3. Australian Academy of Science
4. Austrian Academy of Sciences
5. Bangladesh Academy of Sciences
6. The Royal Academies for Science and the Arts of Belgium
7. Academy of Sciences and Arts of Bosnia and Herzegovina
8. Brazilian Academy of Sciences
9. Bulgarian Academy of Sciences
10. RSC: The Academies of Arts, Humanities and Sciences of Canada
11. Academia Chilena de Ciencias
12. Chinese Academy of Sciences
13. Academia Sinica, China, Taiwan
14. Colombian Academy of Exact, Physical and Natural Sciences
15. Croatian Academy of Arts and Sciences
de el el ( indonesia di no 25)...bisa di lihat sendiri....jadi mungkin di negara lain ada perdebatan kayak gini juga, dan hasil akhirnya : they agree with evolution
jadi perdebatan disini sih saya setuju2 aja karena setiap diskusi , akan membawa manfaat, asalkan pake logika dan sistematis....cuman mungkin rasanya posisinya telat ya kalo masi menentang konsep evolusi secara bulat2, sementara komunitas sains di negara lain ud mendukung, mungkin esensi diskusi disini adalah penjabaran gimana evolusi terjadi..........
Kalo di dunia medis sendiri saya rasa analogi matematik/hard science seperti yang pak tom pakai sangat minim bisa digunakan, sebagai contoh kasus kanker paru small cell (SCLC) yang sudah metastase jauh, angka median survival rate pada kasus ini dengan kemo paling sensitif (regimen Etoposide Cisplatin/Carboplatin) adalah sekitar 10 bulan, tapi sekitar 3-5% bisa bertahan sampai 5 tahun, kenapa? banyak faktor seperti kecocokan genetik dengan obat kemonya ( gen yang mutasi sehingga menjadi tumor, cocok dengan obat kemonya), keadaan umum pasien yang bisa terjaga dengan baik ( terkait dengan nutrisi, personal hygiene dll) , atau hal2 yang bersifat kualitatif seperti kondisi kejiwaaan, optimisme bertahan hidup de el el.....semua tidak bisa diukur secara hard science semacam probabilitas...sangat banyak faktor perancu atau modfying faktor dll pada mahkluk hidup, dorongan terbesar mahluk hidup (basic instict) adalah to survive: mempertahankan hidupnya....begitu juga evolusi terjadi karena bukan hanya ada survival of the fittest, tapi juga karena basic instinct mahluk hidup sendiri adalah to survive.....saya ingin sampaikan bagaimana sel kanker dan proliferasinya berusaha untuk bisa tetap survive setelah diberikan kemo terbaru yang bahkan sudah spesifik mentargetkan kepada gen yang mengalami mutasi,ini real terjadi pada pasien,tapi nie susah bgt attach bagannya, lambat bgt internetnya....bnyak hal yang belum sanggup dinalar manusia sehingga hukum probabilitas/peluang ga bs diterapkan...disinilah ilmu biologi dan fisika lebih banyak berperan dibandingkan ilmu matematis.....di dunia medis sendiri paradigma pemberian terapi sudah bergeser dari logika-logika dasar yang kaku ( hard science ) menjadi ke Evidence based medicine ( semua terapi masih mungkin asal bisa dibuktikan melalui clinical trial dengan melibatkan jumlah sampel tertentu)...tetapi evidence based itu sendiri ada gradenya berdasarkan sumber bukti dan jumlah sampel yang terlibat dan pengujian sistematik setelahnya...kompleks, kasuistis dan bervariasi...jadi sangat tidak dianjurkan menggunakan hard science seperti ilmu probabilitas ...semua mungkin dalam tingkat relativitas tertentu....tidak bisa ditarik garis lurus yang kaku...
Bookmarks