Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 28
Like Tree11Likes

Thread: Cara Kerja Otak dalam Membentuk Perilaku Manusia


  1. #1
    Senior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,108
    Rep Power
    13

    Cara Kerja Otak dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Sumber lengkap ada di sini

    Kemajuan dalam pengetahuan mengenai sistem syaraf menunjukkan bahwa otak memiliki kemampuan untuk membentuk neuron2 baru sepanjang waktu, memperbaharui dan meng-organisasi ulang struktur syaraf di otak kita, sepanjang kita hidup (plasticity, Antonio Damasio).

    Secara sederhana pembentukan susunan neuron2 baru ini bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok dasar:
    (I) Memperkuat perilaku yang sebelumnya sudah dibentuk.
    (II) Mengembangkan atau memodifikasi perilaku yang sudah dibentuk.
    (III) Mengakomodasi perilaku baru yang sebelumnya, belum pernah dibentuk (dipelajari).

    Pada sumber di atas, bisa dilihat lebih mendetail bagaimana ketiga bentuk adaptasi ini bekerja. Pd post ini saya hanya akan membahas bagian pertama.

    Ketika sebuah perilaku yang sudah terbentuk (sudah dipelajari) dilakukan untuk kedua kalinya, maka otak akan mengirimkan sinyal (elektrik & kimiawi), yang kemudian akan memperkuat jalur neuron (sehubungan dengan perilaku tsb) yang sudah terbentuk sebelumnya. Semakin sering perilaku tersebut diulang, maka struktur neuron yang berkenaan perilaku tersebut akan semakin tebal dan kuat.

    Semakin struktur itu menjadi kuat, semakin besar kemungkinan, orang tersebut akan melakukan hal yang sama (bereaksi dgn cara yg sama) yang pada akhirnya membuat struktur itu menjadi lebih kuat lagi. Demikian seterusnya, hingga sebuah kebiasaan pun akhirnya terbentuk.

    Dan sampai pada titik ini, sesuatu yang menarik terjadi. Yang tadinya merupakan satu proses pembelajaran secara sadar, ketika sudah sampai pada tingkat tertentu, maka semakin lama semakin sedikit kesadaran yang diperlukan, untuk memicu perilaku tersebut. Otak akan menggesernya ke alam bawah sadar, di mana perilaku tersebut akan bekerja dengan sendirinya, tanpa memerlukan pikiran sadar untuk memicu perilaku itu.

    Contoh yang mungkin mudah kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, adalah proses ketika kita mempelajari sesuatu yang baru, misalnya belajar menyetir mobil. Pada awalnya, otak kita bekerja keras secara sadar, mengatur setiap perbuatan kita, injak kopling penuh, masuk gigi 1, gas sedikit, kopling lepas sedikit, dst. Lama kelamaan, ketika perilaku itu dilakukan berulang-ulang, sedikit demi sedikit proses itu berpindah ke alam bawah sadar. Dan ketika kita sudah mahir, begitu kita menyalakan mobil, itulah yang kita lakukan, tanpa kita perlu memikirkannya lagi.

    Ada satu keuntungan besar dalam proses belajar ini, di mana setelah perilaku itu dikuatkan beberapa kali, dia digeser ke arah alam bawah sadar, di mana dia bekerja tanpa menunggu pikiran sadar kita memerintahkan hal itu. Hal ini sangat meringankan kerja otak. Bayangkan saja jika segala sesuatu, harus dikerjakan dengan sadar, mengangkat gelas pun bisa jadi pekerjaan yang melelahkan otak (sesuatu yg dipelajari sewaktu kecil dan setelah dewasa bisa otomatis bekerja tanpa perintah secara sadar untuk menggerakkan otot ini dan itu). Pergeseran dari yg sadar, ke alam bawah sadar, sangat membantu kita untuk terus belajar dan berkembang, tidak terhenti pada satu proses pembelajaran saja. Begitu proses itu berpindah ke alam bawah sadar, artinya otak kita memiliki ruang untuk mempelajari sesuatu yang baru atau untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting.

    Tapi sistem ini pun memiliki bahaya tersendiri.

    Ketika kita mempelajari satu perilaku yang merugikan, hal yang sama juga terjadi. Dan ketika perilaku itu sudah masuk ke alam bawah sadar, maka sulitlah bagi kita untuk berperilaku yang sebaliknya. Perilaku buruk itu, pada titik itu, menjadi bagian dari kepribadian kita.

    Misal kemarahan yang meledak-ledak, di mana pelakunya menyesal kemudian ketika kesadarannya mulai bekerja. Meski demikian, perilaku yang sama akan kembali berulang, karena hal itu sudah terekam di alam bawah sadarnya.

    Atau bisa juga, pada bidang pekerjaan, tidak jarang akan terjadi di mana muncul kesulitan besar ketika sebuah kebiasaan baru hendak diterapkan di satu tempat, di mana pegawai2nya sudah bekerja dengan kebiasaan lama mereka selama bertahun-tahun, sehingga perilaku itu (yg mungkin kurang efisien atau bahkan berbahaya) sudah mengakar di alam bawah sadar mereka.

    Jadi jangan heran, jangan lekas kehilangan kesabaran, bila suatu waktu anda bertemu dengan seseorang, di mana sulit sekali untuk diajak berbicara/berdiskusi/diajarkan sesuatu yang baru, yang berbeda dari apa yang sudah dia pelajari sejak masa kecilnya. Kemungkinan besar, apa yang anda sampaikan adalah satu perilaku yang bertentangan dengan perilaku yang sudah tertanam pada alam bawah sadarnya. Buat orang tersebut, apa yang dia lakukan adalah wajar2 saja dan sangat rasional. Meski bila dari sudut pandang anda, hal itu sangat tidak rasional. Daripada anda marah-marah, ada baiknya anda mundur dan introspeksi diri, coba buka pikiran, amati argumentasi orang tersebut, siapa tahu ada kebenaran di dalamnya dan alam bawah sadar anda yang mencegah anda untuk menerima informasi baru itu.

    ADD:: Dengan cara itu, meskipun mungkin anda tidak berhasil menyampaikan pendapat anda ke pihak yang anda ajak berdiskusi, setidaknya anda mendapatkan manfaat, di mana anda melatih kesadaran anda menjadi lebih tajam, melatih pikiran anda untuk terus terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan baru, karena anda jadi lebih sadar terhadap apa yg tersimpan di dalam alam bawah sadar anda.

    CMIIW
    Last edited by Air Mata; 14-02-13 at 04:22 PM.
    ... ... ...

  2. #2
    Senior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,108
    Rep Power
    13

    Re: Cara kerja otak dalam membentuk perilaku manusia.

    Sebagai tambahan, resistansi kepada sesuatu yang baru, juga disebabkan oleh adanya dua mode ketika berhadapan dengan suatu informasi. Yaitu mode bertahan atau mode belajar. Pada mode belajar otak akan terbuka pada nilai2 baru, menyerap dengan cepat hal2 yang baru.

    Tapi pada mode bertahan, maka otak akan berusaha menolak, terhadap nilai2 baru yang berusaha masuk memodifikasi/menggantikan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya

    Penolakan (mode bertahan) biasanya terjadi apa bila nilai yang lama, mengatakan bahwa situasi yang dihadapi mengancam/berbahaya bagi diri manusia.

    Misal pada anak yang pernah terjatuh dari tempat yang tinggi, belajar berjalan di atas tali akan menjadi jauh lebih sulit daripada anak yang belum pernah terjatuh dari tempat yang tinggi.

    Hal ini terjadi, karena pada anak yang sudah pernah terjatuh dari tempat yang tinggi, sudah tertanam bahwa berada pada ketinggian itu berbahaya. Sehingga ditempatkan pada situasi itu, otak akan melepaskan hormon2 yang menimbulkan stress dan membuat perilaku yang baru ini semakin sulit diterima/dipelajari.
    ... ... ...

  3. #3
    Senior Member harusame's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,810
    Rep Power
    14

    Re: Cara kerja otak dalam membentuk perilaku manusia.

    ini sangat menarik, dan sepertinya berlaku tidak hanya untuk manusia, melainkan juga pada berbagai jenis hewan yang memiliki long-term memory
    we do not inherit the earth from our ancestors we borrow it from our children

  4. #4
    Senior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,108
    Rep Power
    13

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Saya juga berpikir kalau neuroscience itu menarik, karena membaca2 hasil penelitian dalam bidang itu membuat saya lebih mawas diri, juga membantu manusia lebih mengenal dirinya sendiri.

    Sayang, kok jarang yang memunculkan masalah neuroscience di sub-forum sains ini, moga2 para pakar sekalian mau mampir dan memberi masukan2, berita2 terbaru dalam bidang ini. Drpd kita debat kusir soal evolusi . Kalau bukan debat kusir sih oke, tapi kalau debat, muter2 ga ada juntrungannya kan capek juga. Sekali dua kali, oke lah buat ramai2, kl terus2an bosen ah.
    harusame likes this.
    ... ... ...

  5. #5
    Senior Member harusame's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,810
    Rep Power
    14

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Quote Originally Posted by Air Mata View Post
    Saya juga berpikir kalau neuroscience itu menarik, karena membaca2 hasil penelitian dalam bidang itu membuat saya lebih mawas diri, juga membantu manusia lebih mengenal dirinya sendiri.

    Sayang, kok jarang yang memunculkan masalah neuroscience di sub-forum sains ini, moga2 para pakar sekalian mau mampir dan memberi masukan2, berita2 terbaru dalam bidang ini. Drpd kita debat kusir soal evolusi . Kalau bukan debat kusir sih oke, tapi kalau debat, muter2 ga ada juntrungannya kan capek juga. Sekali dua kali, oke lah buat ramai2, kl terus2an bosen ah.
    dulu waktu kuliah saya pernah belajar sedikit fisiologi manusia, termasuk hubungan antara indera sensorik kita dan otak

    percobaannya antara air kopi, air jeruk, dan air gula

    jika hidung ditutup, mata terbuka, kita akan merasakan perbedaan antara air kopi, air jeruk dan air gula
    jika mata ditutup, hidup terbuka, kita akan merasakan perbedaan antara air kopi, air jeruk dan air gula

    jika mata ditutup, hidung ditutup, kita tidak dapat membedakan antara air kopi, air jeruk dan air gula
    KARENA lidah hanya mengecap rasa manis, dan otak tidak bisa merecall memory untuk masing2 rasa karena tidak cukup data

    ternyata sensasi citarasa itu disimpan dalam memory otak
    we do not inherit the earth from our ancestors we borrow it from our children

  6. #6
    Senior Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    1,110
    Rep Power
    9

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Quote Originally Posted by harusame View Post
    dulu waktu kuliah saya pernah belajar sedikit fisiologi manusia, termasuk hubungan antara indera sensorik kita dan otak

    percobaannya antara air kopi, air jeruk, dan air gula

    jika hidung ditutup, mata terbuka, kita akan merasakan perbedaan antara air kopi, air jeruk dan air gula
    jika mata ditutup, hidup terbuka, kita akan merasakan perbedaan antara air kopi, air jeruk dan air gula

    jika mata ditutup, hidung ditutup, kita tidak dapat membedakan antara air kopi, air jeruk dan air gula
    KARENA lidah hanya mengecap rasa manis, dan otak tidak bisa merecall memory untuk masing2 rasa karena tidak cukup data

    ternyata sensasi citarasa itu disimpan dalam memory otak
    Yap benar sensasi citarasa, sakit, warna dan posisi benda disimpan di dalam otak, bukan oleh indera. Indera hanya menyampaikan input saja.
    Input dari mata adalah gambar berada dalam posisi terbalik mengikuti hukum pemantulan oleh lensa. Gambar yang terbalik tadi kemudian diinterpretasikan oleh otak sebagai tidak terbalik.
    klaim berlebihan khasiat obat menunjukkan semakin banyak kandungan racunnya

  7. #7
    Senior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,108
    Rep Power
    13

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Lha ini saya baru tahu, percobaannya juga ga sulit, cukup kopi, air gula & air jeruk. Itu airnya cuma di-test pakai ujung lidah apa diminum? Soalnya kayaknya dulu pas sekolah, saya ingat ada gambar lidah dengan rasa manis dirasakan di ujung lidah, dst.

    Itu gambar masih bener atau sudah ada update terbaru soal rasa?


    ADD::
    Btw kalau sensasi diinterpretasikan di otak, apa mungkin ini penjelasan, mengapa beberapa orang memiliki kemampuan untuk menahan rasa sakit? Misal mistik2 di India yang tubuhnya ditusuk2 jarum dalam ritualnya atau yg saya pernah lihat di Stan Lee's superhuman, ada yg bisa berenang di dalam danau dengan suhu mendekati 0, dsb.
    Last edited by Air Mata; 15-02-13 at 02:07 PM.
    ... ... ...

  8. #8
    Senior Member harusame's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,810
    Rep Power
    14

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Quote Originally Posted by Air Mata View Post
    Lha ini saya baru tahu, percobaannya juga ga sulit, cukup kopi, air gula & air jeruk. Itu airnya cuma di-test pakai ujung lidah apa diminum? Soalnya kayaknya dulu pas sekolah, saya ingat ada gambar lidah dengan rasa manis dirasakan di ujung lidah, dst.

    Itu gambar masih bener atau sudah ada update terbaru soal rasa?


    ADD::
    Btw kalau sensasi diinterpretasikan di otak, apa mungkin ini penjelasan, mengapa beberapa orang memiliki kemampuan untuk menahan rasa sakit? Misal mistik2 di India yang tubuhnya ditusuk2 jarum dalam ritualnya atau yg saya pernah lihat di Stan Lee's superhuman, ada yg bisa berenang di dalam danau dengan suhu mendekati 0, dsb.
    diminum atau dicoba ditest pake sendok teh gitu juga bisa (TIDAK HARUS PAKAI UJUNG LIDAH SAJA)
    NOTE: itu air jeruknya harus air jeruk manis ya, jangan ada asam2-nya, kalau asam ya ketahuan :P

    sebenarnya itu dulu "peta" lidah yang belajar waktu SD salah kaprah
    lidah tidak terpetak2 begitu saja (ujung lidah-manis, sisi-asam/asin, pangkal-pahit)
    kenyataannya semua bagian lidah bisa mengecap semua 5 rasa (manis, asam, asin, pahit, umami)
    Air Mata likes this.
    we do not inherit the earth from our ancestors we borrow it from our children

  9. #9
    Senior Member Air Mata's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    2,108
    Rep Power
    13

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Bicara soal para mistik di India bikin saya dpt ide dan iseng googling.

    Apa bisa agama dibawa ke dalam sains? (If this question cause this, to be removed to another place..., I got to check my mind.)

    Seperti bbrp kali dijelaskan, sebenarnya mungkin saja, yang penting, aspek apa yang dibawa ke dalam forum ilmiah, bgmn merumuskan hipotesanya dan seperti apa eksperimennya.

    Dan ini salah satu contohnya:

    ===========

    Seperti yang kita tahu, meditasi adalah salah satu bentuk latihan/ritual yang erat dgn agama Hindu dan Buddha, tapi juga merupakan bagian dari banyak agama dan bentuk kepercayaan lainnya. Nah beberapa ilmuwan dari beberapa lembaga pendidikan, tertarik utk meneliti adakah pengaruh meditasi dengan otak kita.

    Hipotesanya, meditasi memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian/emosi seseorang.

    Pengujiannya jika meditasi memiliki pengaruh terhadap kepribadian seseorang, utamanya dalam hal pengendalian emosi dan empathy pada sesama, maka seharusnya orang yang tidak bermeditasi, akan berbeda struktur otaknya dengan orang yang bermeditasi. Terutama pada bagian otak yang berhubungan dengan emosi (bag. ini disebut amygdala).

    Eksperimennya : para sukarelawan yang menjadi bagian dari penelitian ini akan di-scan aktivitas otaknya menggunakan MRI.

    Kemudian mereka akan menjalani training meditasi selama 8 minggu.

    Setelah selesai menjalani sesi pelatihan meditasi selama 8 minggu ini, para sukarelawan kembali menjalani pemeriksaan dgn MRI.

    Hasilnya: Terbukti ada perubahan pada aktivitas amygdala setelah seseorang menjalani pelatihan meditasi secara intensif.

    ============

    Jadi asalkan bisa diformulasikan secara ilmiah, bukan tidak mungkin beberapa sisi dari agama dan kepercayaan bisa menjadi satu bahan untuk dibicarakan secara ilmiah. Yang penting adalah pemahaman terhadap prosedur ilmiah itu, kemudian bagaimana memformulasikan, apa yang ingin anda teliti ke dalam bahasa ilmiah.

    Btw, tulisan saya di atas, adalah versi sederhana dari penelitian yg sebenarnya, ada bbrp yg secara bebas saya tuliskan ulang dan sederhanakan. Tujuannya semata-mata menunjukkan, bgmn sebenarnya agama tidak tabu bagi sains, selama anda tahu bahasa sains itu sendiri.

    Artikel lengkapnya bisa dibaca di sini.
    gurami likes this.
    ... ... ...

  10. #10
    Senior Member harusame's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Posts
    1,810
    Rep Power
    14

    Re: Cara Kerja Otak Dalam Membentuk Perilaku Manusia

    Quote Originally Posted by Air Mata View Post
    Bicara soal para mistik di India bikin saya dpt ide dan iseng googling.

    Apa bisa agama dibawa ke dalam sains? (If this question cause this, to be removed to another place..., I got to check my mind.)

    Seperti bbrp kali dijelaskan, sebenarnya mungkin saja, yang penting, aspek apa yang dibawa ke dalam forum ilmiah, bgmn merumuskan hipotesanya dan seperti apa eksperimennya.

    Dan ini salah satu contohnya:

    ===========

    Seperti yang kita tahu, meditasi adalah salah satu bentuk latihan/ritual yang erat dgn agama Hindu dan Buddha, tapi juga merupakan bagian dari banyak agama dan bentuk kepercayaan lainnya. Nah beberapa ilmuwan dari beberapa lembaga pendidikan, tertarik utk meneliti adakah pengaruh meditasi dengan otak kita.

    Hipotesanya, meditasi memiliki pengaruh terhadap perkembangan kepribadian/emosi seseorang.

    Pengujiannya jika meditasi memiliki pengaruh terhadap kepribadian seseorang, utamanya dalam hal pengendalian emosi dan empathy pada sesama, maka seharusnya orang yang tidak bermeditasi, akan berbeda struktur otaknya dengan orang yang bermeditasi. Terutama pada bagian otak yang berhubungan dengan emosi (bag. ini disebut amygdala).

    Eksperimennya : para sukarelawan yang menjadi bagian dari penelitian ini akan di-scan aktivitas otaknya menggunakan MRI.

    Kemudian mereka akan menjalani training meditasi selama 8 minggu.

    Setelah selesai menjalani sesi pelatihan meditasi selama 8 minggu ini, para sukarelawan kembali menjalani pemeriksaan dgn MRI.

    Hasilnya: Terbukti ada perubahan pada aktivitas amygdala setelah seseorang menjalani pelatihan meditasi secara intensif.

    ============

    Jadi asalkan bisa diformulasikan secara ilmiah, bukan tidak mungkin beberapa sisi dari agama dan kepercayaan bisa menjadi satu bahan untuk dibicarakan secara ilmiah. Yang penting adalah pemahaman terhadap prosedur ilmiah itu, kemudian bagaimana memformulasikan, apa yang ingin anda teliti ke dalam bahasa ilmiah.

    Btw, tulisan saya di atas, adalah versi sederhana dari penelitian yg sebenarnya, ada bbrp yg secara bebas saya tuliskan ulang dan sederhanakan. Tujuannya semata-mata menunjukkan, bgmn sebenarnya agama tidak tabu bagi sains, selama anda tahu bahasa sains itu sendiri.

    Artikel lengkapnya bisa dibaca di sini.
    ya, sebenarnya persepsi rasa sakit dan pengendaliannya bisa dijelaskan secara ilmiah
    dimungkinkan melalui proses adpatasi dan hyposensibelisasi

    saya kurang tahu kalau untuk pain receptor
    tapi pada hidung, misalnya jika kita mencium aroma kopi keras, lama2 aromanya tidak tercium lagi (sensasinya tetap ada meskipun anda mencium botol kosong)
    namun bisa mencium aroma durian

    setelah lama2 mencium aroma durian, baru kembali lagi bisa mencium aroma kopi
    NOTE: ini juga bisa dicoba sendiri, tapi MATA harus ditutup supaya tidak ada input visual
    we do not inherit the earth from our ancestors we borrow it from our children

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0