Results 1 to 9 of 9

Thread: Gunung Tambora

  1. #1
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    indonesia
    Posts
    17,201
    Rep Power
    32

    Lightbulb Gunung Tambora

    " Gunung Tambora "





    Sebagian dari kita tentu belum tahu kalau Gunung Tambora pernah tercatat sebagai gunung api tertinggi di Indonesia. Itu terjadi sebelum gunung tersebut meletus dahsyat pada April 1815.
    Ketika itu puncak Gunung Tambora mencapai ketinggian sekitar 4.300 meter di atas permukaan laut (dpl). Bandingkan dengan daratan tertinggi di Indonesia saat ini, yakni Puncak Jayawijaya, Papua, yang berketinggian sekitar 3.050 m dpl.
    Usai Tambora meletus hebat, daratan di bagian puncak itu dimuntahkan ke berbagai arah. Akibatnya, ketinggian gunung api yang masih tersisa tinggal setengahnya, yakni sekitar 2.851 m dpl.
    Letusan yang amat mengerikan itu juga menyisakan sebuah kaldera yang sangat besar. Bahkan, menurut catatan, ukuran kaldera tersebut paling luas di Indonesia. Bayangkan, kaldera tersebut memiliki diameter sekitar 7 km, panjang maksimal 16 km, dan kedalaman 1,5 km.
    Kini, gunung api yang secara administratif berada di dua kabupaten; Dompu dan Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu meninggalkan kisah ajaib, bukan saja di Indonesia namun juga berdampak hingga ke berbagai penjuru dunia.

    Sangat Mencekam
    Tragedi itu bermula pada awal April 1815. Ketika itu kawasan di sekitar Gunung Tambora mulai bergetar. Getaran itu semakin menguat pada 10 April 1815, pukul 19.00 waktu setempat. Sejak saat itu hingga lima hari, ledakan Gunung Tambora mencapai klimaksnya.
    Pada malam hari, dari kejauhan Tambora memang benar-benar terang benderang lantaran api yang terus memancar dari puncak gunung tersebut. Suasananya sangat mencekam. Gunung itu seolah berubah menjadi aliran api yang sangat besar.
    Pada saat bersamaan, letusan itu juga memuntahkan gas panas, abu vulkanik, dan batu-batu ke arah bawah sejauh 20 km hingga ke laut. Desa-desa di sekitar Tambora pun musnah dilalap aliran piroklastik tersebut.
    Menurut Haris Firdaus dalam bukunya berjudul Misteri-misteri Terbesar Indonesia (2008), tiga kerajaan kecil hangus dan hancur terkena lahar dan material letusan Gunung Tambora. Ketiga kerajaan itu adalah Pekat yang berjarak sekitar 30 km sebelah barat dari Tambora. Lalu, Kerajaan Sanggar berjarak 35 km sebelah timur Tambora, dan Kerajaan Tambora berjarak 25 km dari gunung tersebut.
    Hampir semua penghuni di tiga kerajaan tersebut tewas. Hanya dua orang yang berhasil selamat. Padahal, lokasi ketiga kerajaan itu tadinya sudah diusahakan cukup aman dari dampak letusan gunung api.
    Letusan Gunung Tambora juga membawa material longsoran yang sangat besar ke laut. Longsoran itu menimbulkan tsunami di berbagai pantai di Indonesia seperti Bima, Jawa Timur, dan Maluku. Ketinggian tsunami tersebut ditaksir mencapai 4 meter.
    Bukan hanya itu, ledakan dahsyat tersebut juga menebarkan abu vulkanik hingga ke Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Bahkan bau nitrat juga tercium hingga ke Batavia (kini Jakarta). Hujan besar disertai jatuhnya abu juga terjadi.
    Menurut para geolog, letusan itu merupakan bencana alam terbesar sepanjang sejarah. Bayangkan, dibandingkan dengan letusan Gunung Krakatau yang terjadi pada Agustus 1883, ledakan Gunung Tambora lebih dahsat empat kali lipatnya.
    Letusan Gunung Tambora itu terdengar hingga ke Pulau Sumatera, Makassar, dan Ternate sejauh 2.600 km. Abunya juga diterbangkan sejauh 1.300 km dengan ketinggian 44 km dari permukaan tanah. Volume debu ditaksir mencapai 400 km3.
    Saking tebalnya debu-debu yang berterbangan di langit, sepanjang daerah dengan radius 600 km dari gunung tersebut terlihat gelap gulita selama dua hari. Maklum, sinar matahari tak mampu menembus tebalnya abu-abu tadi.
    Daerah paling menderita tentu saja yang berdekatan dengan lokasi Gunung Tambora. Menurut ahli botani Swis, Heinrich Zollinger, dalam seketika letusan ini menewaskan sekitar 10.000 orang.
    Setelah itu, jumlah kematian karena kelaparan di Sumbawa mencapai 38.000 orang dan di Lombok 10.000 orang. Sumber lain menyebutkan, letusan itu telah menyusutkan populasi penduduk Sumbawa hingga tersisa hanya 85.000 orang.

    Jumlah Korban Meluas
    Bukan hanya itu. Jumlah korban tewas juga meluas hingga ke Pulau Bali, yakni mencapai 10.000 orang. Dampak berikutnya, sebanyak 49.000 orang tewas karena penyakit dan kelaparan.
    Mengapa terjadi bencana kelaparan yang berkepanjangan? Ada beberapa alasan. Pertama, semua tumbuhan di Pulau Sumbawa ketika itu hancur total akibat tertutup abu tebal dan dilalap api.
    Kedua, selama dua minggu awan tebal masih menyelimuti daerah-daerah di sekitar Gunung Tambora, termasuk Bali. Dampaknya, banyak tanaman budidaya hancur dan gagal panen.
    Ketiga, partikel-partikel abu itu dalam jangka waktu lama masih berada di atmofer dengan ketinggian 10 – 30 km. Akibatnya, siklus iklim menjadi tak menentu dan petani pun tidak bisa memanen tanaman budidayanya.
    Kekacauan iklim juga melanda kawasan Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Setahun setelah letusan itu, pada 1816, kawasan tersebut mengalami tahun tanpa musim panas. Cuaca di kawasan tersebut berubah total. Maklum, partikel abu tadi masih membungkus atmosfer bumi sehingga menghalangi sinar matahari menerobos ke permukaan tanah.
    Paceklik pun melanda Kanada, AS, Inggris, dan lain-lain. Udara beku yang terjadi di negara-negara tersebut menghapuskan impian para petani. Penduduk pun kekurangan bahan makanan.
    Dampak terparah dialami Irlandia. Di sana curah hujan dingin terjadi hampir sepanjang musim panas. Sekitar 65.000 orang mati kelaparan dan terkena wabah tipus. Wabah ini lalu menyebar ke Eropa dan menewaskan 200.000 orang.
    Letusan Gunung Tambora memang tragis. Letusan itu melenyapkan ratusan ribu manusia, baik mereka yang terkena dampak langsung maupun tak langsung. Kisah memilukan ini sesuai dengan nama Tambora yang berasal dari dua kata; ta dan mbora yang berarti ajakan menghilang.
    Menurut mitos yang berkembang, masyarakat di sekitar gunung percaya, kabarnya ada sekitar 4.500 pendaki, pemburu, dan penjelajah yang hilang. Mereka itu tak pernah ditemukan di Gunung Tambora yang kini diselimuti hutan dengan aneka bunga anggrek yang sangat mempesona.
    Remember, with great power, comes great responsibility






  2. #2
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    indonesia
    Posts
    17,201
    Rep Power
    32

    Re: Gunung Tambora

    " Napoleon Takluk Akibat Tragedi Gunung Tambora? "




    Letusan hebat Gunung Tambora pada April 1815 bukan saja melumat dan meluluhlantakkan tiga kerajaan kecil di Pulau Sumbawa. Lebih dari itu, nun jauh di daratan Eropa, tepatnya di Belgia, pasukan tentara di bawah komando penguasa Prancis, Jenderal Napoleon Bonaparte harus bertekuk lutut di tangan Inggris dan Prussia.
    Ya, tiga hari setelah Tambora meletus dahsyat, tepatnya pada 18 Juni 1815, pasukan Napolean terjebak musuh. Pasalnya, di sepanjang hari itu cuaca memburuk. Hujan terus mengguyur kawasan tersebut. Padahal, tentara Prancis itu sedang menuju laga pertempuran.
    Akibat cuaca buruk, roda kereta penghela meriam terjebak lumpur. Semua kendaraan tak bisa melaju dengan mulus. Tanahnya licin, berselimutkan salju. Maklum, abu tebal dari letusan Gunung Tambora masih bertebaran di atmosfer sehingga menghalangi sinar matahari yang jatuh ke bumi.
    Perang Waterloo itu menjadi kisah tragis bagi Napoleon. Kehebatan Napoleon dalam menundukkan musuh-musuhnya berakhir sudah. Ia pun menyerah kalah.
    Jenderal itu lalu dibuang ke Pulau Saint Helena, sebuah pulau kecil di selatan Samudra Atlantik. Di pulau terpencil itulah ia menghabiskan waktunya hingga meninggal dunia pada 1821 akibat serangan kanker.
    Kenneth Spink, seorang pakar geologi berteori, bahwa cuaca buruk akibat letusan Gunung Tambora menjadi salah satu pemicu kekalahan Napoleon. Pada pertemuan ilmiah tentang Applied Geosciences di Warwick, Inggris (1996), Spink mengatakan bahwa letusan Gunung Tambora telah berdampak besar terhadap tatanan iklim dunia kala itu, termasuk cuaca buruk di Waterloo pada Juni 1815.
    Di Yogyakarta, letusan Tambora mengagetkan Thomas Stamford Raffles. Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa yang berkuasa pada tahun 1811-1816 itu tadinya mengira ledakan itu berasal dari suara tembakan meriam musuh. Wajar saja demikian karena ketika itu teknologi komunikasi (telegram) memang belum tercipta sehingga letusan itu tak bisa disampaikan ke berbagai penjuru daerah dalam waktu yang relatif cepat.
    Takut diserang musuh, Raffles pun lalu mengirim tentara ke pos-pos jaga di sepanjang pesisir untuk siap siaga. Perahu-perahu pun disiagakan. Apa boleh buat, dugaan Raffles keliru. Tak ada serangan musuh.
    Remember, with great power, comes great responsibility






  3. #3
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Denpasar, BALI
    Posts
    6,898
    Rep Power
    18

    Re: Gunung Tambora

    Quote Originally Posted by GEO View Post
    " Napoleon Takluk Akibat Tragedi Gunung Tambora? "


    Ini sebenernya gambar gunung atau gambar kawah? Illusion effect.
    Gunung tambora itu sebenernya belum seberapa dibandingkan dengan dua gunung moderen Krakatau, Pinatubo (filipina) dan Galunggung.

    Krakatau di jaman prasejarah pernah memisahkan pulau jawa dan sumatra (selat sunda itu laut dangkal akibat dibelah oleh krakatau).
    Kemudian tahun 1889, Krakatau kembali meletus. Dentumannya terdengar sampai ke Afrika Selatan. Gelombang tsunaminya sempat menyapu India selatan. Abu nya sampai ke Perancis ( 8000km) dan menutup sinar matahari ke seluruh Indonesia selama seminggu.

    Galunggung meletus tahun 1983, sempat membuat sebuah Boeing 747 milik British Airways (Flight 9) mendarat darurat di Halim Perdana Kusuma. Seluruh tubuh pesawat tergores dalam oleh abu galunggung dan membuat keempat mesinnya mati di ketinggian 13 km. Pesawat ini turun dan mendarat tanpa dorongan mesin. Seminggu kemudian kejadian berulang, kali ini yang dipaksa mendarat adalah pesawat 747 milik Singapore Airlines. Juga di Halim.
    Peristiwa ini menjadi sorotan Internasional (The Jakarta Incident).

    British Airways Flight 9 - Wikipedia, the free encyclopedia
    -"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-

  4. #4
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    indonesia
    Posts
    17,201
    Rep Power
    32

    Re: Gunung Tambora

    Quote Originally Posted by KAMIRIN View Post
    Ini sebenernya gambar gunung atau gambar kawah? Illusion effect.
    gambar kawah sepertinya

    hm ...kalo gitu kita dapat versi yang berbeda ya ,bukankah tambora yang lebih dahsyat ledakannya
    Remember, with great power, comes great responsibility






  5. #5
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Denpasar, BALI
    Posts
    6,898
    Rep Power
    18

    Re: Gunung Tambora

    Quote Originally Posted by GEO View Post
    gambar kawah sepertinya

    hm ...kalo gitu kita dapat versi yang berbeda ya ,bukankah tambora yang lebih dahsyat ledakannya
    Kalau kawah maka mestinya bagian gelapnya ada di sebelah kiri (perhatikan cahaya yang jatuh)
    BTW ini adalah suatu contoh efek ilusi yang bagus...

    Mungkin tambora lebih dahsyat dalam hal letusan (karena tambora ini jenisnya land volcano). Tapi krakatau (oceanic volcano) bisa jadi lebih dahsyat dalam hal volume yang dia buang (magma, abu, energi gelombang)...
    -"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-

  6. #6
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    indonesia
    Posts
    17,201
    Rep Power
    32

    Re: Gunung Tambora

    Quote Originally Posted by KAMIRIN View Post
    Kalau kawah maka mestinya bagian gelapnya ada di sebelah kiri (perhatikan cahaya yang jatuh)
    BTW ini adalah suatu contoh efek ilusi yang bagus...
    ok
    Quote Originally Posted by KAMIRIN View Post
    Mungkin tambora lebih dahsyat dalam hal letusan (karena tambora ini jenisnya land volcano). Tapi krakatau (oceanic volcano) bisa jadi lebih dahsyat dalam hal volume yang dia buang (magma, abu, energi gelombang)...
    sip ..menurutmu adakah ledakan gunung api dahyat di masa nanti yang akan terjadi ...ada prediksi ga
    Remember, with great power, comes great responsibility






  7. #7
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Denpasar, BALI
    Posts
    6,898
    Rep Power
    18

    Re: Gunung Tambora

    Quote Originally Posted by GEO View Post
    ok

    sip ..menurutmu adakah ledakan gunung api dahyat di masa nanti yang akan terjadi ...ada prediksi ga
    Pokoknya yang bikin bencana besar (dalam artian radius kerusakan dan korban jiwa) itu adalah oceanic volcano. Sebutin aja. Didunia ini cuman ada beberapa, nggak sampai 20.

    Dua gunung yang sama, tentu saja akan menghasilkan daya ledak yang hampir sama.
    Tetapi jika salah satu gunung tsb diletakkan di laut, maka efek yang dihasilkan oleh gunung laut tersebut 10x lebih dahsyat.

    Oceanic volcano lebih sulit diprediksi oleh seismograf. Karena efek getaran halus sebelum mengamuk (preseismic) direduksi oleh air di sekelilingnya.
    -"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-

  8. #8
    GEO
    GEO is offline
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    indonesia
    Posts
    17,201
    Rep Power
    32

    Re: Gunung Tambora

    efek Gunung meletus lebih dahsyat dari pada Gempa ,Apakah Krakatau akan kembali meletus setelah adanya Gempa Di tasik dan Padang,kalo di ibaratkan saluran knalpotnya ada di Krakatau
    Remember, with great power, comes great responsibility






  9. #9
    Member
    Join Date
    Sep 2009
    Posts
    143
    Rep Power
    4

    Re: Gunung Tambora

    Quote Originally Posted by GEO View Post
    efek Gunung meletus lebih dahsyat dari pada Gempa ,Apakah Krakatau akan kembali meletus setelah adanya Gempa Di tasik dan Padang,kalo di ibaratkan saluran knalpotnya ada di Krakatau
    mudah2an gak kejadian ya.. takut banyak terjadi korban jiwa. Tapi musti antisipiasi nih takut2 kejadian

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0