Makacih buat atas dukungan mas
tom percy , awalnya didukung, tapi pada akhir tulisannya lha kok malah tidak ada ruang?
Saya kalau tidak diberi ruang oleh si bos yang punya ruang forum ini nggak mungkin untuk nulis postingan ini dan sebelumnya, dan saya kira juga
hukum itu berlaku juga bagi anda, ataupun materi/partikel lain sejenis kita

.
Terimakasih pula terhadap mas
bembenks78 , ini nih teman sealiran he 3x. Pada postingan sebelumnya saya katakan bahwa
bang itu cuma melahirkan sebuah galaksi, itu disebabkan galaksi-galaksi yang berdekatan membentuk suatu
koalisi (kaya parpol

) disebabkan adanya gravitasi (dan force-force yang lain mungkin); sehingga terbentuk sebuah galaksi super (besar). Sedang galaksi/benda langit yang letaknya berjauhan, akan semakin jauh; dan
menghilang dari pengamatan. Akhirnya, ya cuman 1 galaksi (yang teramati) hasil dari 1
bang tersebut. Itu masih teori pula, dan cuma waktu yang bisa membuktikan akan hal tersebut. Saya tanya-tanya di luar (nggak secara langsung ke institut yang bersangkutan, cuman nebeng pertanyaan di forum-forum sejenis) apakah ada pihak-pihak (diluar sono) yang berusaha melakukan simulasi tentang hal tersebut dengan supercomputer kepunyaan mereka, dan belum dapat jawaban. Jadi cuman bisa kira-kira doang he 3x.
Sebetulnya, teori saya mengenai waktu dan ruang absolute ini cuma satu step untuk melangkah ke teori selanjutnya (lebih menantang).
Teori saya yang selanjutnya ini lebih
gila, tapi yang jadi dasar adalah :
Surah Fushshilat ayat 11-12.
"Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".
Ini bersangkutan dengan agama, sehingga lebih baik saya katakan dulu bahwa saya tidak bermaksud merusak / menghina keyakinan dari umat agama yang dimaksud, dan bahwa apa yang saya lakukan ini adalah karena saya ingin untuk mengenal lebih dekat dengan-Nya; dan saya sangat percaya dengan-Nya, baca posting-posting saya sebelumnya .
-Anda lihat kalimat "...
dan langit itu masih merupakan asap..." Saya tafsirkan bahwa nabi Muhammad diajak melihat keadaan awal
alam semesta.
-Anda lihat kalimat "...
Maka Dia menjadikannya tujuh langit ..." dan"...
Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang ..." Banyak pihak menafsirkan 7 langit ini sebagai banyaknya lapisan dalam atmosfir kita (tapi cuma 6 yang kita ketahui).Tetapi kalau kita baca kalimat selanjutnya, jadi nggak nyambung, lapisan atmosfir terdekat dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang. Jelas tidak mungkin khan, meski kata kata dihiasi ini kita tafsirkan sebagai tampak/terlihat, karena dari lapisan atmosfir apapun bintang-bintang itu akan terlihat, (kecuali mendung).
Dari kejanggalan ini saya lalu berpikir mengenai suatu kemungkinan/tafsiran lain tentang apa yang dimaksud dengan
"...tujuh langit...".
Dulu sempat saya menafsirkannya sebagai 7 langit ini sebagai ruang diantara planet-planet besar yang ada di sistim tata surya kita, yang jumlahnya 8 (ruang diantara planet-planet tersebut jumlahnya khan 7). Tapi tafsir saya ini, saya gugurkan sendiri, karena tidak nyambung juga dengan kalimat "...
Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang...". Berkali-kali saya teriakkan dalam pikiran saya sendiri "
harus nyambung oi, musti rasional dan logis juga "
Kemudian sampailah saya pada pemikiran saya selanjutnya, apakah mungkin langit terdekat yang dimaksud di surat tersebut sebenarnya adalah alam semesta yang secara umum diketahui oleh orang orang, yang secara luas banyak diyakini oleh kalangan umum adalah hasil dari bigbang ini?
Lho kalau ternyata alam semesta (hasil bigbang ini) cuman lapis pertama, berarti lapis-lapis berikutnya ada dimana dong?
Karena kalangan umum percaya dan mengamini bahwa ruang dan waktu (tanpa predikat
relatif) tercipta bersamaan dengan bigbang tersebut, lapis lapis berikutnya apakah tidak menempati sebuah ruang ? Lha kalau tidak menempati ruang, mereka bertempat dimana dong, masa dipikiran doang?
Dari pemikiran-pemikiran tersebut, lalu saya mencoba menuangkannya dalam sebuah teori mengenai ruang absolute.
Karena hanya dengan teori saya tersebut, keberadaan lapisan lapisan (langit) itu menjadi rasional.
Bisa anda bayangkan begini (ayo, bayangkan

) Sebuah singularitas yang
bang (3D) , dimana setelah waktu tertentu bila kita amati dari kejauhan maka
serpihan-serpihan singularitas tersebut terlihat seperti bola yang permukaannya tidak rata. Ruang dalam bola tersebutlah lapis pertama yang dimaksud, sedang lapis diluar bola itulah terletak lapisan-lapisan selanjutnya.
Dalam surat diatas juga tercantum ; "
Maka Dia menjadikannya ... dalam dua masa"
Disini tentunya masa adalah waktu, kalau ada tafsiran lain mohon pencerahannya mas, mbak.
Dalam dua masa..., jadi bukan cuma ada satu yah (waktu bigbang)

. Ada dua, berarti tidak benar bila dikatakan bahwa bigbang menciptakan waktu dong (tanpa embel-embel relatif).
Gimana, ada yang mau sumbang saran, gimana kalau bentuk tim penelitian (tapi dananya darimana yah

). Lumayan kalau bisa memecahkan masalah ini (menjembatani antara tehnologi dan agama). Siapa tahu dapat Nobel (nghayal, boleh dong

)
Peeeeace
Bookmarks