Page 84 of 108 FirstFirst ... 34747576777879808182838485868788899091929394 ... LastLast
Results 831 to 840 of 1077
Like Tree19Likes

Thread: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

  1. #831
    Member tom percy's Avatar
    Join Date
    Oct 2010
    Location
    Bandung, Flower City
    Posts
    823
    Rep Power
    5

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Makacih buat atas dukungan mas tom percy , awalnya didukung, tapi pada akhir tulisannya lha kok malah tidak ada ruang?
    Saya kalau tidak diberi ruang oleh si bos yang punya ruang forum ini nggak mungkin untuk nulis postingan ini dan sebelumnya, dan saya kira juga hukum itu berlaku juga bagi anda, ataupun materi/partikel lain sejenis kita .

    Terimakasih pula terhadap mas bembenks78 , ini nih teman sealiran he 3x. Pada postingan sebelumnya saya katakan bahwa bang itu cuma melahirkan sebuah galaksi, itu disebabkan galaksi-galaksi yang berdekatan membentuk suatu koalisi (kaya parpol ) disebabkan adanya gravitasi (dan force-force yang lain mungkin); sehingga terbentuk sebuah galaksi super (besar). Sedang galaksi/benda langit yang letaknya berjauhan, akan semakin jauh; dan menghilang dari pengamatan. Akhirnya, ya cuman 1 galaksi (yang teramati) hasil dari 1 bang tersebut. Itu masih teori pula, dan cuma waktu yang bisa membuktikan akan hal tersebut. Saya tanya-tanya di luar (nggak secara langsung ke institut yang bersangkutan, cuman nebeng pertanyaan di forum-forum sejenis) apakah ada pihak-pihak (diluar sono) yang berusaha melakukan simulasi tentang hal tersebut dengan supercomputer kepunyaan mereka, dan belum dapat jawaban. Jadi cuman bisa kira-kira doang he 3x.

    Sebetulnya, teori saya mengenai waktu dan ruang absolute ini cuma satu step untuk melangkah ke teori selanjutnya (lebih menantang).
    Teori saya yang selanjutnya ini lebih gila, tapi yang jadi dasar adalah :

    Surah Fushshilat ayat 11-12.
    "Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".


    Ini bersangkutan dengan agama, sehingga lebih baik saya katakan dulu bahwa saya tidak bermaksud merusak / menghina keyakinan dari umat agama yang dimaksud, dan bahwa apa yang saya lakukan ini adalah karena saya ingin untuk mengenal lebih dekat dengan-Nya; dan saya sangat percaya dengan-Nya, baca posting-posting saya sebelumnya .


    -Anda lihat kalimat "...dan langit itu masih merupakan asap..." Saya tafsirkan bahwa nabi Muhammad diajak melihat keadaan awal
    alam semesta.
    -Anda lihat kalimat "...Maka Dia menjadikannya tujuh langit ..." dan"...Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang ..." Banyak pihak menafsirkan 7 langit ini sebagai banyaknya lapisan dalam atmosfir kita (tapi cuma 6 yang kita ketahui).Tetapi kalau kita baca kalimat selanjutnya, jadi nggak nyambung, lapisan atmosfir terdekat dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang. Jelas tidak mungkin khan, meski kata kata dihiasi ini kita tafsirkan sebagai tampak/terlihat, karena dari lapisan atmosfir apapun bintang-bintang itu akan terlihat, (kecuali mendung).

    Dari kejanggalan ini saya lalu berpikir mengenai suatu kemungkinan/tafsiran lain tentang apa yang dimaksud dengan "...tujuh langit...".
    Dulu sempat saya menafsirkannya sebagai 7 langit ini sebagai ruang diantara planet-planet besar yang ada di sistim tata surya kita, yang jumlahnya 8 (ruang diantara planet-planet tersebut jumlahnya khan 7). Tapi tafsir saya ini, saya gugurkan sendiri, karena tidak nyambung juga dengan kalimat "...Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang...". Berkali-kali saya teriakkan dalam pikiran saya sendiri "harus nyambung oi, musti rasional dan logis juga "

    Kemudian sampailah saya pada pemikiran saya selanjutnya, apakah mungkin langit terdekat yang dimaksud di surat tersebut sebenarnya adalah alam semesta yang secara umum diketahui oleh orang orang, yang secara luas banyak diyakini oleh kalangan umum adalah hasil dari bigbang ini?
    Lho kalau ternyata alam semesta (hasil bigbang ini) cuman lapis pertama, berarti lapis-lapis berikutnya ada dimana dong?
    Karena kalangan umum percaya dan mengamini bahwa ruang dan waktu (tanpa predikat relatif) tercipta bersamaan dengan bigbang tersebut, lapis lapis berikutnya apakah tidak menempati sebuah ruang ? Lha kalau tidak menempati ruang, mereka bertempat dimana dong, masa dipikiran doang?

    Dari pemikiran-pemikiran tersebut, lalu saya mencoba menuangkannya dalam sebuah teori mengenai ruang absolute.
    Karena hanya dengan teori saya tersebut, keberadaan lapisan lapisan (langit) itu menjadi rasional.

    Bisa anda bayangkan begini (ayo, bayangkan ) Sebuah singularitas yang bang (3D) , dimana setelah waktu tertentu bila kita amati dari kejauhan maka serpihan-serpihan singularitas tersebut terlihat seperti bola yang permukaannya tidak rata. Ruang dalam bola tersebutlah lapis pertama yang dimaksud, sedang lapis diluar bola itulah terletak lapisan-lapisan selanjutnya.

    Dalam surat diatas juga tercantum ; "Maka Dia menjadikannya ... dalam dua masa"
    Disini tentunya masa adalah waktu, kalau ada tafsiran lain mohon pencerahannya mas, mbak.
    Dalam dua masa..., jadi bukan cuma ada satu yah (waktu bigbang) . Ada dua, berarti tidak benar bila dikatakan bahwa bigbang menciptakan waktu dong (tanpa embel-embel relatif).

    Gimana, ada yang mau sumbang saran, gimana kalau bentuk tim penelitian (tapi dananya darimana yah ). Lumayan kalau bisa memecahkan masalah ini (menjembatani antara tehnologi dan agama). Siapa tahu dapat Nobel (nghayal, boleh dong )

    Peeeeace
    wak wak wak....memang saya dukung anda kok. memikirkan Tiada Ruang cuma sebagai contoh betapa
    "njelimetnya" konsep big bang itu.

    ada teori yang mengatakan alam semesta akan terus berekspansi (selamanya) dan ada yang lain menyatakan
    akan ada waktunya ekspansi berhenti dan alam semesta menyusut dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari ekspansinya.

    pertanyaannya adalah: jika ruang itu Hanyalah alam semesta ini. maka ketika ruang menghilang, apakah yang menggantikan ruang?
    Dalam hidup dan nafasku ada harummu

  2. #832
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,399
    Rep Power
    15

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Makacih buat atas dukungan mas tom percy , awalnya didukung, tapi pada akhir tulisannya lha kok malah tidak ada ruang?
    Saya kalau tidak diberi ruang oleh si bos yang punya ruang forum ini nggak mungkin untuk nulis postingan ini dan sebelumnya, dan saya kira juga hukum itu berlaku juga bagi anda, ataupun materi/partikel lain sejenis kita .

    Terimakasih pula terhadap mas bembenks78 , ini nih teman sealiran he 3x. Pada postingan sebelumnya saya katakan bahwa bang itu cuma melahirkan sebuah galaksi, itu disebabkan galaksi-galaksi yang berdekatan membentuk suatu koalisi (kaya parpol ) disebabkan adanya gravitasi (dan force-force yang lain mungkin); sehingga terbentuk sebuah galaksi super (besar). Sedang galaksi/benda langit yang letaknya berjauhan, akan semakin jauh; dan menghilang dari pengamatan. Akhirnya, ya cuman 1 galaksi (yang teramati) hasil dari 1 bang tersebut. Itu masih teori pula, dan cuma waktu yang bisa membuktikan akan hal tersebut. Saya tanya-tanya di luar (nggak secara langsung ke institut yang bersangkutan, cuman nebeng pertanyaan di forum-forum sejenis) apakah ada pihak-pihak (diluar sono) yang berusaha melakukan simulasi tentang hal tersebut dengan supercomputer kepunyaan mereka, dan belum dapat jawaban. Jadi cuman bisa kira-kira doang he 3x.

    Sebetulnya, teori saya mengenai waktu dan ruang absolute ini cuma satu step untuk melangkah ke teori selanjutnya (lebih menantang).
    Teori saya yang selanjutnya ini lebih gila, tapi yang jadi dasar adalah :

    Surah Fushshilat ayat 11-12.
    "Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui".


    Ini bersangkutan dengan agama, sehingga lebih baik saya katakan dulu bahwa saya tidak bermaksud merusak / menghina keyakinan dari umat agama yang dimaksud, dan bahwa apa yang saya lakukan ini adalah karena saya ingin untuk mengenal lebih dekat dengan-Nya; dan saya sangat percaya dengan-Nya, baca posting-posting saya sebelumnya .


    -Anda lihat kalimat "...dan langit itu masih merupakan asap..." Saya tafsirkan bahwa nabi Muhammad diajak melihat keadaan awal
    alam semesta.
    -Anda lihat kalimat "...Maka Dia menjadikannya tujuh langit ..." dan"...Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang ..." Banyak pihak menafsirkan 7 langit ini sebagai banyaknya lapisan dalam atmosfir kita (tapi cuma 6 yang kita ketahui).Tetapi kalau kita baca kalimat selanjutnya, jadi nggak nyambung, lapisan atmosfir terdekat dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang. Jelas tidak mungkin khan, meski kata kata dihiasi ini kita tafsirkan sebagai tampak/terlihat, karena dari lapisan atmosfir apapun bintang-bintang itu akan terlihat, (kecuali mendung).

    Dari kejanggalan ini saya lalu berpikir mengenai suatu kemungkinan/tafsiran lain tentang apa yang dimaksud dengan "...tujuh langit...".
    Dulu sempat saya menafsirkannya sebagai 7 langit ini sebagai ruang diantara planet-planet besar yang ada di sistim tata surya kita, yang jumlahnya 8 (ruang diantara planet-planet tersebut jumlahnya khan 7). Tapi tafsir saya ini, saya gugurkan sendiri, karena tidak nyambung juga dengan kalimat "...Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang...". Berkali-kali saya teriakkan dalam pikiran saya sendiri "harus nyambung oi, musti rasional dan logis juga "

    Kemudian sampailah saya pada pemikiran saya selanjutnya, apakah mungkin langit terdekat yang dimaksud di surat tersebut sebenarnya adalah alam semesta yang secara umum diketahui oleh orang orang, yang secara luas banyak diyakini oleh kalangan umum adalah hasil dari bigbang ini?
    Lho kalau ternyata alam semesta (hasil bigbang ini) cuman lapis pertama, berarti lapis-lapis berikutnya ada dimana dong?
    Karena kalangan umum percaya dan mengamini bahwa ruang dan waktu (tanpa predikat relatif) tercipta bersamaan dengan bigbang tersebut, lapis lapis berikutnya apakah tidak menempati sebuah ruang ? Lha kalau tidak menempati ruang, mereka bertempat dimana dong, masa dipikiran doang?

    Dari pemikiran-pemikiran tersebut, lalu saya mencoba menuangkannya dalam sebuah teori mengenai ruang absolute.
    Karena hanya dengan teori saya tersebut, keberadaan lapisan lapisan (langit) itu menjadi rasional.

    Bisa anda bayangkan begini (ayo, bayangkan ) Sebuah singularitas yang bang (3D) , dimana setelah waktu tertentu bila kita amati dari kejauhan maka serpihan-serpihan singularitas tersebut terlihat seperti bola yang permukaannya tidak rata. Ruang dalam bola tersebutlah lapis pertama yang dimaksud, sedang lapis diluar bola itulah terletak lapisan-lapisan selanjutnya.

    Dalam surat diatas juga tercantum ; "Maka Dia menjadikannya ... dalam dua masa"
    Disini tentunya masa adalah waktu, kalau ada tafsiran lain mohon pencerahannya mas, mbak.
    Dalam dua masa..., jadi bukan cuma ada satu yah (waktu bigbang) . Ada dua, berarti tidak benar bila dikatakan bahwa bigbang menciptakan waktu dong (tanpa embel-embel relatif).

    Gimana, ada yang mau sumbang saran, gimana kalau bentuk tim penelitian (tapi dananya darimana yah ). Lumayan kalau bisa memecahkan masalah ini (menjembatani antara tehnologi dan agama). Siapa tahu dapat Nobel (nghayal, boleh dong )

    Peeeeace
    Thanks...
    Tapi akan lebih elegan lagi jika kita tidak berbicara Ayat-ayat KS agama di trit ini. Akan timbul banyak dugaan-dugaan yang justru tidak ilmiah sama sekali nantinya. KS A memiliki pandangannya sendiri dengan Universe, KS B juga demikian, KS C juga demikan, dan seterusnya. Maka tak ada yang absolut benar disini, dan ini yang akan sulit dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

    Salam.

  3. #833
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Untuk mas Tom Percy yah (ente bukan tompi khan ? );
    Disitu pulalah saya sendiri sempat "hang", pikiran mandeg nggak bisa kemana-mana. Lantas saya bilang kepada diri saya sendiri ada sesuatu yang janggal nich, kemudian saya keliling pada bidang ilmu yang lain dulu (dalam hal ini adalah agama, dan kemudian bahasa (yang terakhir ini, nggak nyambung ya).

    Pada posting sebelumnya saya utarakan bahwa kita tidak menciptakan waktu, demikian pula halnya dengan alam semesta beserta isinya ini. Kita (manusia) cuman memberi nama, dan mendefinisikannya, menurut/berdasar/berpijak pada apa yang telah kita ketahui sebelumnya. Begitu pula halnya dengan istilah ruang disini. Teori ruang absolute yang saya bawa ke dalam forum ini sebetulnya adalah milik Newton, dimana selain ruang, dia juga menerangkan mengenai adanya waktu absolute, dan juga disebutkan adanya ruang dan waktu relatif. Teori ini sendiri kemudian banyak ditentang (terutama oleh pemuka-pemuka agama), karena dalam teori itu tersirat adanya sifat kekal yang dimiliki oleh ruang dan waktu (absolute). Yang berakibat (menurut pemikiran pemuka-pemuka agama tersebut) pelecehan terhadap Tuhan, karena menurut mereka tiada yang kekal di alam semesta ini selain Dia. Saya stop dulu ocehan saya, he 3x , udah kena warning dari yang punya forum.

    Saya mencoba menjawab pertanyaan anda dengan telaah dari ilmu bahasa saja yach, ruang (space) ini saya artikan (pakai bahasa Inggris yah, agar lebih universal sifatnya) sebagai :

    1. ...the unlimited expanse in which everything located
    2. ...an area reserved for some particular purpose
    3. ...an empty area (usually bounded in some way between things)
    4. ...any location outside the earth's atmosphere
    5. ...the interval between two times
    6. ...a blank character used to separate successive words in writing or printing
    Dari nomor 6 di atas, saya membuat pengandaian alam semesta ini bagai selembar kertas dalam posting saya sebelumnya. Dari nomor 5 diatas, dapat anda lihat bahwa kata space (ruang) juga digunakan dalam konsep waktu. Dari nomor 4, yah itu pengertian angkasa luar secara umum.

    Nah yang jadi persoalan adalah nomor 1,2 dan 3, ruang absolute (bagi saya secara pribadi) tersurat pada pengertian ruang (space) adalah ruang tak terhingga dimana segala sesuatunya berada (no 1). Dan juga no 2; bahwa ruang adalah area yang disediakan untuk keperluan tertentu. Sedangkan pengertian ruang relatif terwakili pada no 3, yaitu area kosong (yang biasanya terbatas antara 2 duah benda).

    Dari pengertian-pengertian space yang ada diatas, maka jawaban akan pertanyaan anda saya umpamakan (perumpamaan lagi , habis gimana lagi ):
    1. Selembar kertas putih, yang didalamnya tertera postingan saya ini, yang ditulis menggunakan pensil. Coba anda hapus seluruh huruf, kata, kalimat, titik, koma (semua, pendeknya) yang tertera disana. Setelah selesai apa yang anda dapati,... Sisa-sisa penghapus dan kertas ....
    2. Anda beli rumah baru, dalam rumah, kosong tidak ada apa-apa. Lalu anda beli mebel dan sebagainya, untuk mengisi rumah tersebut. 3 tahun kemudian karena suatu hal, anda memutuskan untuk pindah rumah (lebih besar mungkin ). Anda pindahkan seluruh isi rumah anda yang lama ke rumah yang baru. Setelah selesai, apa yang anda dapati dalam rumah anda yang lama....
    Kertas (no 1) dan rumah anda yang lama (no 2), tidak hilang khan..., begitu juga ruang yang ada di dalamnya.

    Disini saya mengusung space ditinjau dari ilmu bahasa, karena nggak lucu khan, kalau kita berdebat, cuman karena masalah pengertian bahasa yang salah he3x


    Quote Originally Posted by Swan View Post
    Thanks...Tapi akan lebih elegan lagi jika kita tidak berbicara Ayat-ayat KS agama di trit ini. Akan timbul banyak dugaan-dugaan yang justru tidak ilmiah sama sekali nantinya. KS A memiliki pandangannya sendiri dengan Universe, KS B juga demikian, KS C juga demikan, dan seterusnya. Maka tak ada yang absolut benar disini, dan ini yang akan sulit dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

    Salam.
    Benar bos, karna itu saya sudah tulis woro-woro di posting saya yang itu mengenai hal tersebut. Susah memang kalau di negeri mimpi ini, nyinggung masalah itu dikit bisa bang. Ada beberapa forum hampir serupa, dan boleh dibilang bagus sebetulnya, cuman ketika udah sampe disana,... aduuh. Yang ada sekarang disana cuman sumpah serapah doang.

    Saya sendiri cuman ingin nyentil dikit (tapi kebanyakan rupanya ) mengenai pokok bahasan kita ditinjau dari bidang lain (yang itu..). Maaf, nggak bakal terulang.
    Cuman gimana lagi, nha ini sekalian minta saran dari rekan-rekan, Kalau kita membahas masalah alam semesta dari segi sains, selain dari apa yang telah dipublikasikan ke umum oleh para pakarnya, kita khan juga harus melihat sejarah. Nggak nyambung....?, saya ambil contoh misalnya Edmon Halley. Dia bisa memprediksi lawatan dari komet Halley, bukan hanya berasal dari perhitungan, tetapi juga dari arsip-arsip kuno yang berisi penampakan komet tersebut. Saya cuma sebut seorang saja, karena yang teringat cuman dia saja sekarang, tetapi seingat saya bukan hanya dia saja yang melakukan tersebut (saya juga he 3x ).
    Saya menengok ke kitab-kitab suci, karena pikiran saya lagi "hang" waktu itu, seperti yang saya ceritakan diatas, juga disebabkan karena saya mencari suatu hal lain. Hal itu adalah Nibiru (bagi yang belum kenal, silakan ke mbah gugel, minta dikenalin). Karena cerita tersebut bermula dari Sumeria (Irak sekarang), maka wajar dong kalau saya ubek-ubek arsip orang daerah itu dan sekitarnya. Sayangnya banyak sekali arsip-arsip tersebut yang "menghilang" entah karena perang atau bencana (kebakaran), atau mungkin disembunyikan, heh nggak tahu lagi deh. Karena kesulitan, ya mau tidak mau saya harus membaca Bacaan . Eh, saat membaca, lantas saya nemuin suatu teka-teki lain, yang berkaitan dengan teka-teki saya sendiri. Dari situ lantas saya cari-cari lagi, hingga ketemu sama si bos Newton yang lagi bawa-bawa ruang dan waktu absolute. Setelah omong-omong berubahlah mindset saya mengenai ruang dan waktu. Begitu ceritanya.

    Kembali ke masalah saran, ada yang tahu buku kuno lain yang membahas masalah ruang dan waktu ?
    Nenek moyang kita selain pelaut, juga astronomer kok.

    Udah dulu yah, 1.30 pm soalnya,
    biasaaa..., cuci kaki terus bobo'

    Peeeace 4 all

  4. #834
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    7
    Rep Power
    0

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Quote Originally Posted by bingnyata View Post
    Nggak salah yang di Wiki itu, antara 2 titik kejadian emang benar, sama seperti ruang juga.

    Nha ini, yang mungkin salah dimengerti oleh umum, manusia tidak menciptakan waktu, sama seperti manusia juga tidak menciptakan bumi dan alam semesta. Kita (manusia) di sini cuma memberi nama, serta merumuskan definisi berdasar apa yang kita alami atau rasakan dengan panca indera kita (atau sad indera yah ).

    Jangan bilang kematian dong (sedih dan pesimis kesannya), lebih enak disebut daur ulang (emangnya sampah ).
    Karena daur ulang maka disebut infinite. Cuman disini jangan diartikan benar-benar tanpa batas, ada batasnya tapi kemampuan kita sebagai manusia tidak mencukupi untuk melihat/merasakan/membayangkannya.
    Kaya' teori saya diatas, mengenai alam hasil bang ini ; ternyata alam semesta yang kita tahu ini (menurut teori saya) hanya ada pada lapis pertama, belum kedua hingga ketujuh. Yah, tapi itu cuman masih sebatas teori kok

    Saya cantumkan sebuah link dari NASA, mengenai perkiraan luas "lapis pertama" itu yang teramati dan perbandingannya dengan benda-benda yang kita temui sehari-hari ; APOD: 2012 March 12 - The Scale of the Universe Interactive (moga-moga belum dihapus ; bagus bok, apalagi bagi mereka yang punya anak kecil, bisa buat ngajarin mereka masalah alam semesta )

    Peeeace 4 all

    Ya, setuju. Kita hanya membuat alat ukur aja untuk mempermudah. Atau kita memberi nama dan definisi.. atau bahkan memanipulasi saja (manipulasi waktu).

    Oh, infinite.. menurut saya artinya adalah ketidakterhinggaan.. sebuah kata yg "konon" ditakuti oleh kaum fisikawan. Umm.. maksutnya, sebuah kehidupan ini dibatasi oleh kehancuran (ga pake kematian deh..).. nah, setelah melewati batas ini saya menyebutnya infinity.. Ga ada yg tau seperti gimana karena mungkin ini bersifat spiritual yg saya tidak akan jelaskan lebih jauh. Kalo daur ulang saya mungkin membayangkan berjalan ditepi sebuah cincin yang tidak berujung.


    Saya pernah ngobrol dg temen yg juga guru fisika, ttg teori mengembangnya alam semesta. Ada tiga kemungkinan (batas mengembangnya). Pertama, semesta akan mengembang terus secara statis - Kedua, Semesta akan diam berhenti dititik 0 (bagi saya ini ga mungkin) - Ketiga, (yg mungkin terdengar mengerikan), Semesta akan membalik arah "reverse"...
    Sepertinya saya memilih kemungkinan ketiga.


    Ok, kita skip aja masalah infinity ini..


    Yup, semua masih teori. Rasa ingin tahu manusia tidak terbatas tapi kemampuan manusia yang terbatas.. termasuk koneksi internet saya pun terbatas.. saya harus cari tempat dulu buat liat link yang dibawah.. hehehe..

  5. #835
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Quote Originally Posted by Bismarck View Post
    .. Ga ada yg tau seperti gimana karena mungkin ini bersifat spiritual yg saya tidak akan jelaskan lebih jauh. Kalo daur ulang saya mungkin membayangkan berjalan ditepi sebuah cincin yang tidak berujung.

    He he benar, hal yang sama juga diutarakan oleh bung Swan pada posting-posting sebelumnya, jadi keliatan kalau ngekor nih saya . Tapi saya dalam hal ini bukan sekedar mengekor, saya banyak baca buku (mungkin sama judulnya ). Dari apa yang saya baca itu saya menemukan kepingan-kepingan puzzle yang saya rangkai dan pada akhirnya membentuk mindset saya.

    Mengenai bentuk dari sumbu waktu (secara imajiner), yah seperti yang anda utarakan seperti sebuah cincin. Tetapi saya mempunyai pandangan yang sedikit berbeda mengenai hal tersebut. Pada posting saya sebelumnya, saya utarakan bagaimana bila sumbu waktu itu ternyata berbentuk lingkaran, tapi itu bila kita memandangnya dari sudut 2 dimensi.

    Ini memang masih dalam kisar pemikiran teoritis yah, belum dapat saya definisikan secara logis dan rasional menurut rumus-rumus (menurut rumus, karena waktu itu khan tidak terlihat).


    Bagaimana kalau saya katakan bahwa ternyata bentuk sumbu itu dalam tiga dimensi tidak melingkar secara utuh, dalam artian ujung dan pangkal ternyata tidak bertemu secara nyata. Bentuk apa kira-kira yang ada dalam pikiran anda ketika saya menyebutkan hal diatas?
    Spiral

    Eh, ini bukan alat KB itu yah

    Dengan batas-batas yang telah ditentukan (dan tetap), maka spiral itu akan terlihat seperti lingkaran sempurna ketika kita memandangnya dalam 2 dimensi. Dalam 2 dimensi berarti terjadi di dua sumbu x,y atau terserah anda ingin namakan apa sumbu tersebut.
    Apa hubungannya dengan alam semesta kita ?
    Kalau kita umpamakan dalam sudut derajat, maka saat singularitas ada pada 0 derajat, saat berhenti mengembang (seperti yang anda utarakan juga di atas) 180 derajat, dan saat kembali ke kondisi singularitas 360 derajat atau 0 lagi. Penampakan dalam 2 dimensi ini kita namakan waktu relatif .
    Sekarang kita memandangnya dari sudut pandang 3 dimensi, dimana ada sumbu yang saya sebut z.
    Ruang berjalan sepanjang sudut x,y,z sehingga tertampak seperti sebuah spiral atau pegas dengan panjang tak terhingga, inilah yang saya sebut waktu absolute.
    Waktu absolute versi saya dengan versi Newton berbeda dari sudut pemikiran. Menurut Newton ada suatu waktu yang sama bagi semua orang tidak perduli orang itu di Bumi, atau di Mars, atau di bagian lain di universe ini. Jadi jangan bilang 1 hari itu 24 jam, kalau bicara masalah waktu absolute dengan bos Newton (apa lebih enak dipanggil aki Newton yach, udah uzur sih ). Jadi kita musti lengkap menyebutkan 1 hari bumi, 1 hari Mars dan sebagainya.
    Dan waktu relatif versi saya juga beda dengan waktu relatifnya om Einstein, karena om Einstein menggunakan dalam term kehidupan sehari-hari, sedangkan saya memakainya dalam term dari singularitas ke singularitas, walau tidak mungkin karena disebut relatif, maka teori saya juga dapat digunakan dalam keseharian (bila dihubungkan dengan aki Newton atau om Einstein, eh satu lagi, mas Stephen).
    Kalau anda tanya kegunaannya apa, selain cuma untuk lebih jelas memahami konsep ruang dan waktu, saya jelas tidak bisa jawab, karena mungkin memang nggak ada . Selain itu saya juga masih berusaha menghubungkannya dengan masalah lintasan waktu yang saling berpotongan (tebak sendirilah)

    Tetapi saya kira saya juga bukan orang pertama yang mengemukakan masalah spiral ini, banyak kebudayaan-kebudayaan kuno meninggalkan artifak-artifak yang menggambarkan spiral ini. Cuma tidak jelas, mereka menggunakan simbol spiral ini sebagai perlambang galaksi, kromosom, atau waktu seperti saya. Karena sebetulnya konsep spiral tidaklah nyambung dengan kehidupan mereka yang relatif bersahaja (biasa terwakili dengan bentuk lingkaran, kotak, segitiga, bentuk daun, atau bilah rumput). Terlalu canggih di masa tersebut. Ada memang motif spiral dan biasanya ada pada cangkang kerang, tapi tidak ada hal yang ditemukan, menghubungkan antara keduanya (kerang dan gambar).

  6. #836
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Menambahi postingan saya di atas;

    Telah saya ilustrasikan sumbu waktu itu dalam bentuk 2 dimensi adalah berupa sebuah lingkaran,dalam 3 dimensi bentuknya adalah spiral berbentuk seperti pegas. Akan saya tambahkan lagi, bagaimana bila penampakan lingkaran dalam 2 dimensi itu sebenarnya adalah penampakan bagian depan. Bagaimana kalau kita melihat dari sisi samping ? Apa yang tampak oleh anda ?

    Gelombang




    Rumus dalam gambar jangan dianggap dulu yah, saya cuman butuh gambarnya dan meminjam dari wiki, untuk ilustrasi teori ini. Nah kalau anda tanya dimana alam semesta ini di dalam gambar tersebut, titik-titik berwarna hijau itulah posisi alam semesta berada (jangan marah yah, kalau saya umpamakan alam semesta yang besar ini sebagai sebuah titik ). Kalau bicara masalah gelombang, kita pasti teringat akan getaran, Kalau kita bicara masalah getaran dalam topik forum ini, pasti anda akan teringat dengan mas Stephen dengan String Theori-nya, bagaimana ada suatu partikel kecil berbentuk dawai dan bergetar. Jadi nyambung khan antara quantum (yang kecil banget itu) dengan alam semesta (yang besar banget ini). Memang masih banyak yang harus saya lengkapi dari uraian saya diatas, terutama mungkin pembahasannya dengan memakai rumus-rumus matematis, tetapi secara sederhana uraiannya kira kira seperti itu.
    Nah klau kita bicara masalah gelombang, pasti ada gelombang sinus dan gelombang cosinus (meski dibilang oleh seseorang, lupa namanya, bahwa hampir semua bentuk gelombang di dunia ini adalah sinus)
    Bila ada yang bicara masalah bahwa dunia kita ini punya kembaran (dalam dimensi yang berbeda), saya kira ini bisa menjawab hal tersebut juga.
    Ada yang mau nambahin....

    Peeeace 4 all

  7. #837
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Denpasar, BALI
    Posts
    6,889
    Rep Power
    18

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    konsep waktu ini menarik. Dari dulu saya masih penasaran. Standar waktu itu berlakunya dimana sih?
    Di bumi kita pasti tahu satuan waktu seperti tahun, minggu, jam, menit detik dll...
    Lha kalau diluar angkasa? Dalam artian tidak terpaku di bumi.
    Apakah sama waktu di bumi (itungannya) dengan di Jupiter (pasti lebih cepat), Venus (pasti lebih lambat, karena Venus itu 1 rotasi (hari venus) = 243 hari bumi, dan 1 orbit (tahun Venus)= 227 hari bumi).

    Belum lagi itungan waktu diluar tatasurya misalnya Oorto Cloud, Bow Shock dll....
    -"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-

  8. #838
    Junior Member bingnyata's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    Malang
    Posts
    485
    Rep Power
    3

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Quote Originally Posted by KAMIRIN View Post
    konsep waktu ini menarik. Dari dulu saya masih penasaran. Standar waktu itu berlakunya dimana sih?
    Di bumi kita pasti tahu satuan waktu seperti tahun, minggu, jam, menit detik dll...
    Lha kalau diluar angkasa? Dalam artian tidak terpaku di bumi.
    Apakah sama waktu di bumi (itungannya) dengan di Jupiter (pasti lebih cepat), Venus (pasti lebih lambat, karena Venus itu 1 rotasi (hari venus) = 243 hari bumi, dan 1 orbit (tahun Venus)= 227 hari bumi).

    Belum lagi itungan waktu diluar tatasurya misalnya Oorto Cloud, Bow Shock dll....
    Heeh, emang benar yang anda bilang, itu konsep waktu relatif ala orang orang era Newton.

  9. #839
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,399
    Rep Power
    15

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Quote Originally Posted by KAMIRIN View Post
    konsep waktu ini menarik. Dari dulu saya masih penasaran. Standar waktu itu berlakunya dimana sih?

    Di bumi kita pasti tahu satuan waktu seperti tahun, minggu, jam, menit detik dll...
    Lha kalau diluar angkasa? Dalam artian tidak terpaku di bumi.
    Apakah sama waktu di bumi (itungannya) dengan di Jupiter (pasti lebih cepat), Venus (pasti lebih lambat, karena Venus itu 1 rotasi (hari venus) = 243 hari bumi, dan 1 orbit (tahun Venus)= 227 hari bumi).

    Belum lagi itungan waktu diluar tatasurya misalnya Oorto Cloud, Bow Shock dll....
    Ada yang menyatakan bahwa jika ada kesamaan periode getaran kristal kuarsa (dibumi dan di planet lain) maka waktu yang berjalan adalah sama. Ini juga belum ada penelitian / praktikum langsungnya (antara bumi dengan pluto misalkan).

    Pandangan Klasik dengan Relativitas pun bisa berbeda dalam rumusan konsep waktu. Kalau klasik Ek = 1/2 mv2, dan sekarang masih menjadi patokan praktikum (tidak ada nya benda yang melebihi kecepatan cahaya).



    Secara teorika, Relativitas terlihat lebih detail (tapi implementasi nya / praktikumnya masih belum total terbukti)

  10. #840
    Senior Contributor KAMIRIN's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Location
    Denpasar, BALI
    Posts
    6,889
    Rep Power
    18

    Re: Awal Mula (Terbentuknya) Alam Semesta

    Kalau dilihat dari rumusnya Bung Swan ini, jika v (velocity) = c atau kecepatan cahaya, berarti faktor pembaginya mendekati nol alias jadi infinity. Energinya jadi besar sekali.
    Kalau v nya > dari c (kecepatan cahaya), maka faktor pembaginya jadi akar minus, alias imaginer. (1/i = ?). Energi nya jadi berapa?
    Anomali atau bagaimana?
    Maaf, saya hanya ingin tahu, pendidikan saya nggak sampai kesana soalnya...

    Oh ya bang Swan, getaran kristal kwarsa itu bukannya terpengaruh oleh gravity?
    -"YOU MAY DRIVE FASTER THAN I AM, BUT I FLY HIGHER THAN YOU OBVIOUSLY-

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0