|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Sains Obrolan seru dunia sains, astronomi, arkeologi, biologi, dan terobosan dari dunia kedokteran serta ilmiah populer lainnya. |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
||||
|
Quote:
http://www.learner.org/teacherslab/s...ght/index.html Enjoy |
|
|||
|
Quote:
|
|
||||
|
kata om enstein sih, hanya ada satu yg mutlak, bukan waktu, tetapi kecepatan cahaya.
cahaya bintang yg kita liat sih, emang ibarat fosil dari jaman purba.. dan mungkin saja bintangnya sudah mati, tapi hanya sebagian kecil. hanya bintang2 dari galaksi bimasakti. kalo bintang yg kita lihat adalah sebuah konstelasi, galaksi, nebula, dsb... maka itu adalah kumpulan milyaran bintang yg nggak akan mati, karena hilang satu muncul lagi yg baru. inget, setiap detik di alam semesta ini ada sekitar 1 bintang yg mati. dan ada juga 1 bintang baru muncul. dan bintang yg muncul ini jika mungkin bisa dilihat dari bumi dalam waktu dekat, walau menggunakan teropong sekalipun. karena teropong hanya memberikan "efek" lebih dekat, tetapi jarak sumber cahaya tetap sama. |
|
|||
|
Mungkin saya bisa membantu menjawab, tp kalo jawaban tdk berkenan ya gak papa..
![]() Jawaban: 1. Bila bintang berjarak satu juta tahun cahaya dari bumi, apakah itu berarti butuh waktu satu juta tahun untuk cahaya bintang tersebut sampai ke mata kita di bumi? Jawaban: Iya, utk sampai ke mata kita (di bumi), misal : jika jarak bintang tsb 1 juta tahun cahaya, maka cepat rambat cahaya yg diperlukan dari objek asal (yaitu bintang tsb) sampai ke mata kita memang membutuhkan 1 juta tahun cahaya. Apakah itu berarti bahwa bintang yang sekarang ini kita lihat bisa jadi sebenarnya asalnya sudah mati dan tinggal sisa2 cahayanya saja yang kita lihat? Jawaban: bisa iya dan bisa tidak, karena kita mempunyai waktu "delay" selama 1 juta tahun kedepan dari sekarang. Jadi misal saat di detik ini di bintang tsb, sama dengan dapat dilihat "1 juta tahun kemudian" dari bumi ini dari saat sekarang. Jadi kita tidak dapat mengetahui apakah sinar atau bintang itu masih ada atau sudah meledak (supernova) atau malah sudah tiada. Sama saja saat kita melihat suatu ledakan bintang yg berjarak 1 juta thn cahaya, maka ledakan bintang aslinya adalah 1 juta tahun cahaya yang lalu, malah mungkin jauh sebelum tata surya ini terbentuk. ---> menimbulkan pertanyaan selanjutnya: apakah cahaya itu materi? Jawaban : Bukan, cahaya bukan materi, materi adalah sesuatu yang "dapat dipegang" sedangkan cahaya tidak dapat dipegang, namun sebenarnya bisa di dengar, jadi cahaya termasuk juga dalam gelombang radio, mempunyai frekuensi. 2. Bagaimana kalau pakai teropong? Apakah itu berarti kita memperpendek jarah tempuh cahaya (seakan-akan kita memajukan mata kita beberapa ribu km)? Jawaban: Tidak, semua yg bersifat alat bantu termasuk alat bantu optikal hanyalah alat bantu semata, teropong adalah alat bantu pendekatan jarak yang semu, bukan real layaknya kita lebih dekat ke benda tersebut, sama seperti mikroskop, jarak antara mata dan virus yang terlihat adalah sama. Juga Teropong Hubble diluar angkasa, lensanya tetap tidak dapat melihat benda angkasa yg baru lahir apapun benda angkasa itu, selama cahaya dari benda angkasa yang baru lahir itu belum diterima oleh lensa Teleskop Hubble alias rambat gelombang masih dalam masa merambat menuju lensa teropong tsb dan belum sampai, maka teleskop Hubble tidak dapat menangkap objek benda tersebut. Begitu sangat luas langit ini yg terdiri dari lebih 200 milyar Galaksi, dimana disetiap galaksi terdapat paling tidak 200 milyar bintang. Maha Besar Allah...! Kalau tertarik sama astronomi, googling aja, atau lihat gambar dr google dengan ketikan Galaxy, nanti nonggol deh tuh galaksi˛ yg pernah difoto oleh umat manusia, hehe.. peace.. CMIIW |
|
||||
|
Quote:
Tetapi Bung, banyak sekali bintang yang kita lihat di langit adalah sebuah galaksi yang terdiri dari kumpulan bintang. Tidak semua bintang mati dengan cara supernova (meledak) hanya bintang2 dengan ukuran lebih dari 3.5x ukuran matahari yang berpotensi untuk supernova. Cahaya adalah materi atau bukan sampai saat ini masih menjadi perdebatan. inget, cahaya dapat dibelokan (bukan dibiaskan, Pembiasan karena adanya zat pembias (kaca, dll) tetapi cahaya dapat dibelokan, dan dapat ditarik oleh gravitasi yg luar biasa besar. Black Hole, bise menarik semua cahaya yg melewatinya dan tidak diteruskan lagi. Transit bintang juga pembelokn cahaya bintang ketika melewati bintang lain (cahayanya). salam |
|
|||
|
Para astronom jaman dahulu saat teropong hanya sebatas pendekatan ribuan kali, semua titik cahaya dilangit adalah bintang.
Tetapi setelah generasi teknologi teropong terus disempurnakan dan semakin dapat melihat lebih jauh lagi, ternyata titik2 tsb tidak semuanya bintang, bahkan hanya sebagian kecil saja adalah bintang, kebanyakan titik2 kecil tersebut sebenarnya adalah galaksi yg justru terdiri dari milyaran bintang. Karena milyaran bintang tersebut berkumpul dan jaraknya amat jauh, maka jaman dahulu para ahli melihat semua itu hanyalah sebuah titik seperti bintang. Coba lihat disini, suatu perjalanan panjang mulai dari matahari hingga ke luar angkasa yg begitu jauhnya, sangat asik utk dilihat: http://www.youtube.com/watch?v=BGxRW...eature=related Dan memang semua bintang yg mati/meledak (supernova) tidak dapat dilihat seperti yg kita ketahui saat ini karena sangat jauhnya. Tetapi pada dasarnya hampir semua bintang tdk sirna begitu saja, melainkan ada proses meledak (explosive). Tetapi kekuatan sinarnya bermacam2, dari yg sangat kuat (dpt dilihat mata telanjang) hingga yg tidak dapat dilihat bahkan dengan menggunakan teropong krn lemahnya sinar ledakan tsb, sehingga seperti tiba2 bintang tsb hilang begitu saja. -= CAHAYA =- Light, or visible light, is electromagnetic radiation of a wavelength that is visible to the human eye (about 400–700 nm). (Wikipedia Inggris) Cahaya merupakan sejenis energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang bisa dilihat dengan mata. Cahaya juga merupakan dasar ukuran meter: 1 meter adalah jarak yang dilalui cahaya melalui vakum pada 1/299,792,458 detik. Kecepatan cahaya adalah 299,792,458 meter per detik. (Wikipedia Indonesia) |
|
||||
|
Quote:
Quote:
jadi agak bingung baca keduanya.... mohon pencerahan... apakah anda pernah mendengar rumus: e=mc2 ??? wiki memang bagus sebagai refrensi, tetapi bukan tetap saja artikel umum yg bisa ditulis oleh siapa saja. |
|
||||
|
waw, nice discussion, baru skarang bisa ngeliat lagi.
@ fidel castro thx om buat link nya. not quite what i need though, tapi interesting jg untuk tau caranya menetukan materi dalam suatu bintang. @yudiweb: very thorough explanation, jd punya pertanyaan berikutnya: kalo untuk menentukan jarak planet2 baru gt apakah jg pakai metode pengukuran cahaya yg dipantulkan? belon coba googling lg euy, akses terbatas. @ simba: iya tukh, hari kapan gt iseng2 baca2 ttg worm hole, black hole dsb di wiki. ribet jg yah, apalagi diterangkan pake rumus math tingkat tinggi ![]() ![]() tapi pada intinya i was struck at the statement that theorically time could be reversed (lupa baca nya di sebelah mana ) pokoknya intinya keren deh.sayang yah buat orang2 yg tinggal di jakarta, melihat bintang di angkasa dgn mata telanjang uda jadi kemewahan krna polusi cahaya di malam hari. jadi kangen masa2 di kampung halaman, untuk jadi astronom tinggal naik ke atep rumah, trus nongkrong deh semaleman ![]() |
|
||||
|
kalo sebagai hobi asyik aja tuh astronomi..
tapi kalo sebagai siswa SMU yang baru lulus, pikir seribu kali deh kalo pilih jurusan astronomi ITB..susah banget.. math advance semua.. habis gitu kerja dimana..ya orientasi ujungnya kan kerja ya.. bagi para astronomer jangan tersinggung lho, saya sih kagum aja kalo bisa jadi astronomer dan dapat uang dari situ |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|