Mengapa selama ini ilmu fisika tidak dikaitkan dengan tindak-tanduk manusia? Mungkin sebagian ada, tetapi itu lebih ke tindakan fisik manusia seperti pencemaran alam oleh pabrik, penggundulan hutan dan sebagainya.
Bagaimana kaitan antara fisika dengan aspek sosial-budaya -- termasuk politik -- yang terjadi di pelbagai belahan dunia???
Kita bicara soal gempa, banjir, angin puyuh, pemanasan global dll. tetapi mengapa tidak dimasukkan variable sosio kultural Manusia sebagai sebuah faktor yang menyebabkan terjadinya fenomena2 fisik s.d.a. ? Bukankah Manusia juga makhluk fisika?
Sebagai ilustrasi, bulu tangan dapat dipindahkan posisinya dengan cara menjiwit, itu bersifat fisik, tetapi bulu tangan toh juga dapat dipindahkan posisinya dengan daya magnetik dari umpamanya penggaris mika, layar televisi dll.
Manusia itu makhluk fisika dalam pengertian dia memancarkan energi auratic yang walaupun secara kasat mata seolah tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan kejadian alam -- termasuk bencana -- tetapi apakah keadaannya memang begitu?
Bukankah dalam kehidupan sehari2 kita lumrah menjumpai "sesuatu yang tidak kelihatan" atau "tidak berarti" seperti gelombang elektro magnetik, termasuk juga gas dan bensin -- dapat menggerakkan benda2 yang besar seperti mesin, pabrik hingga reaktor nuklir.
Sebelum banjir besar di masa Nabi Nuh (as), kaumnya yang melakukan "penodaan agama" :-) membikin Nabi Nuh akhirnya kepikiran untuk mendoakan kepada Tuhan agar kaumnya itu "dihabiskan".
Atau contoh yang lebih "dekat" adalah, orang2 yang menjadi musuh masyarakat dan akibatnya dikutuk masyarakat, mereka hidupnya dirundung stress dan depresi pula penyakitan.
Pancaran Energi Kutukan ini kan sesuatu yang riil.
Pertanyaan saya: Mengapa ilmu fisika belum beranjak turun ke bumi dan menelusuri hal2 yang bersifat kemasyarakatan yang tengah terjadi dewasa ini, termasuk juga di masa lalu untuk memprediksi kondisi2 yang akan terjadi di masa depan?
Di masyarakat kesadaran ini sudah mulai tumbuh, walaupun seringkali diwacanakan oleh orang2 yang tidak begitu mendalami fisika, karena bukan bidangnya
Maka para pakar sebaiknya mencermati common sense yang muncul di masyarakat sebagai landasan untuk mempercanggih daya analisa agar dia menjadi lebih tajam, dalam, luas dan membumi.


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Bookmarks