Results 1 to 10 of 10

Thread: Pelestarian Penyu di Kompas TV

  1. #1
    Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    806
    Rep Power
    5

    Pelestarian Penyu di Kompas TV

    Aku barusan, minggu pagi 27 Nov 2011, nonton kompas TV (di jabotabek kTV) yang menampilkan program menyelamatkan penyu. Ternyata, para aktifis disitu membantu memindahkan telur penyu, membantu tukik keluar dari sarang, kemudian mereka juga membantu tukik dengan memeliharanya sampai usia tertentu.
    Sekilas ndak ada masalah dengan hal itu, wong dari namanya saja adalah ikut membantu melestarikan alam.
    Tetapi benarkah seperti itu?
    Versi aku nih (orang yang ndak bisa bikin aksi nyata melestarikan lingkungan!), membantu berlebihan terhadap hidupan liar malah menganggu. Konsep-konsep seleksi alam yang alami menjadi tidak bekerja lagi. Penyu telah mengembangkan strategi reproduksi banyak anak. Kemudian secara alami akan ada seleksi: beberapa telur tidak akan menetas, bebebarapa yang menetas tidak mampu keluar dari sarang, bebebrapa yang keluar dari sarang tidak mampu mencapai air pantai, beberapa kemudian dimakan oleh pemangsa, dst, sehingga pada ujungnya-ujungnya yang mampu hidup hanya beberapa ekor saja.
    Lagi-lagi versi aku nih. Kalau proses ini dibiarkan saja terjadi secara alami, maka penyu dewasa yang terbentuk akan mempunyai daya kehidupan yang kuat karena sudah terseleksi.
    Jadi aksi manusia dalam melestarikan kehidupan liar adalah dengan menjaga agar aksi-aksi manusia tidak menginterfensi dan mengalahkan kehidupan liar itu sendiri.
    (AFM)

  2. #2
    Senior Member
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    2,177
    Rep Power
    4

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    intinya kalau sudah ada campurtangan manusia malah jadi kacau ya gan ..

  3. #3
    Senior Contributor
    Join Date
    Dec 2010
    Posts
    7,370
    Rep Power
    0

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    bukankah penyu bisa bertahan lama dengan umur yang panjang..??

  4. #4
    Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    806
    Rep Power
    5

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    Quote Originally Posted by hktoyshop View Post
    bukankah penyu bisa bertahan lama dengan umur yang panjang..??
    Ya penyu memang berumur panjang, ada yang bilang > 8o tahun. Untuk mencapai umur itu, dia memulainya dari telur yang ditanam induknya didalam pasir -> menetas ->keluar dari dalam pasir -> mencari air laut -> tukik tumbuh menjadi remaja -> tua.
    Ini yang paling menarik: sampai sekarang belum ada yang tahu masa-masa remaja dari seekor penyu.
    Kita tahunya ketika dia masih berupa tukik dan ketika dia sudah kawin dan siap bertelur di pantai.
    Penyu dan beberapa hewan lainnya memilih strategi reproduksi banyak anak. Bandingkan dengan manusia, sapi, dll memilih strategi beranak sedikit kemudian diikuti dengan pemeliharaan anak yang intensif.

  5. #5
    Newbie
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    3
    Rep Power
    0

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    Quote Originally Posted by achamad View Post
    Aku barusan, minggu pagi 27 Nov 2011, nonton kompas TV (di jabotabek kTV) yang menampilkan program menyelamatkan penyu. Ternyata, para aktifis disitu membantu memindahkan telur penyu, membantu tukik keluar dari sarang, kemudian mereka juga membantu tukik dengan memeliharanya sampai usia tertentu.
    Sekilas ndak ada masalah dengan hal itu, wong dari namanya saja adalah ikut membantu melestarikan alam.
    Tetapi benarkah seperti itu?
    Versi aku nih (orang yang ndak bisa bikin aksi nyata melestarikan lingkungan!), membantu berlebihan terhadap hidupan liar malah menganggu. Konsep-konsep seleksi alam yang alami menjadi tidak bekerja lagi. Penyu telah mengembangkan strategi reproduksi banyak anak. Kemudian secara alami akan ada seleksi: beberapa telur tidak akan menetas, bebebarapa yang menetas tidak mampu keluar dari sarang, bebebrapa yang keluar dari sarang tidak mampu mencapai air pantai, beberapa kemudian dimakan oleh pemangsa, dst, sehingga pada ujungnya-ujungnya yang mampu hidup hanya beberapa ekor saja.
    Lagi-lagi versi aku nih. Kalau proses ini dibiarkan saja terjadi secara alami, maka penyu dewasa yang terbentuk akan mempunyai daya kehidupan yang kuat karena sudah terseleksi.
    Jadi aksi manusia dalam melestarikan kehidupan liar adalah dengan menjaga agar aksi-aksi manusia tidak menginterfensi dan mengalahkan kehidupan liar itu sendiri.
    (AFM)
    Bung Achamad,

    Sekilas saya setuju dengan konsep sampeyan, bahwa campur tangan manusia mungkin akan berakibat buruk bagi penyu. Tapi konsep yang berkembang sekarang tidak sesederhana itu.

    Saya mengutip kalimat terakhir anda "Jadi aksi manusia dalam melestarikan kehidupan liar adalah dengan menjaga agar aksi-aksi manusia tidak menginterfensi dan mengalahkan kehidupan liar itu sendiri."
    Sekarang ini populasi global penyu itu terancam. Kegiatan2 manusia sudah terlanjur menginterfensi kehidupan penyu, sebenarnya kegiatan manusia di segala tinggkat telah menginterfensi hampir semua tingkatan ekologis di bumi. Jadi saya tidak setuju kalau manusia tinggal diam saja.

    Saya kasih contoh ektrim. Populasi badak Jawa tinggal 40an ekor, dan diperkirakan hanya ada 4 betina. Apa kita tinggal diam saja dan membiarkan "alam" bekerja sendirinya? Perlu diingat cakupan (range) habitat badak telah menyusut lebih dari 90% akibat kegiatan2 manusia. Ini berarti (dari segi luas wilayah habitat, belum faktor lain seperti perburuan dll) kekuatan alam untuk menjaga populasi badak Jawa telah berkurang 90%. Tanpa interfensi manusia, mustahil badak Jawa tetap bertahan. Kalaupun dapat bertahan, coba bayangkan bagaimana Inbreeding Depression yang terjadi pada populasi tersebut.

    Dalam kasus penyu, secara global jelas sekali habitat penyu telah menyusut drastis. Saya tidak tau angkanya persis (silahkan cari di website IUCN) tetapi saya yakin tinggal kurang dari 50%nya. Apalagi ditambah dengan berburuan, polusi, dll. Saya mengerti kekawatiran sampeyan mengenai tertanggunya siklus alami yang telah terjadi jutaan taun dan apa efeknya campur tangan manusia terhadap populasi tersebut. Di sini lah tantangan ilmuwan dan pemerintah dalam mempertahankan populasi penyu se-mirip mungkin dengan keadaan alaminya. Kita harus mengakui tidak mungkin merestorasi menjadi keadaan alami 100%, tetapi tetap harus berusaha sedekat mungkin. Di sinilah ilmu fisiologi, genetika populasi, biologi evolusi, ekologi dan konservasi akan sangat berguna.

    Sebagai contoh, determinasi kelamin pada telur penyu bergantung pada suhu. Kalau tidak salah, telur akan menjadi jantan jika terpapar suhu lebih hangat dan betina terjadi jika terpapar suhu yang lebih rendah (persisnya silahkan cari di google). Jadi dalam lubang sarang penyu, telur yang terdapat di bagian atas dan bagian bawah akan memiliki kelamin yang berbeda. Ini yang harus diwaspadai para petugas/relawan. Perlu juga nantinya telur2 tersebut harus dijaga rasio jantan dan betinanya agar seimbang. Kenapa harus seimbang antar jantan dan betina? Agar effective population size-nya optimal (info lebih lanjut silahkan cari2 konsep mengenai genetika populasi di google).

    Keep up the good work Bung Achamad, saya senang kalau makin banyak pembaca yang ikut konsern terhadap konservasi.

  6. #6
    Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    806
    Rep Power
    5

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    Quote Originally Posted by forestgump View Post
    Bung Achamad,

    Sekilas saya setuju dengan konsep sampeyan, bahwa campur tangan manusia mungkin akan berakibat buruk bagi penyu. Tapi konsep yang berkembang sekarang tidak sesederhana itu.

    Saya mengutip kalimat terakhir anda "Jadi aksi manusia dalam melestarikan kehidupan liar adalah dengan menjaga agar aksi-aksi manusia tidak menginterfensi dan mengalahkan kehidupan liar itu sendiri."
    Sekarang ini populasi global penyu itu terancam. Kegiatan2 manusia sudah terlanjur menginterfensi kehidupan penyu, sebenarnya kegiatan manusia di segala tinggkat telah menginterfensi hampir semua tingkatan ekologis di bumi. Jadi saya tidak setuju kalau manusia tinggal diam saja.

    Saya kasih contoh ektrim. Populasi badak Jawa tinggal 40an ekor, dan diperkirakan hanya ada 4 betina. Apa kita tinggal diam saja dan membiarkan "alam" bekerja sendirinya? Perlu diingat cakupan (range) habitat badak telah menyusut lebih dari 90% akibat kegiatan2 manusia. Ini berarti (dari segi luas wilayah habitat, belum faktor lain seperti perburuan dll) kekuatan alam untuk menjaga populasi badak Jawa telah berkurang 90%. Tanpa interfensi manusia, mustahil badak Jawa tetap bertahan. Kalaupun dapat bertahan, coba bayangkan bagaimana Inbreeding Depression yang terjadi pada populasi tersebut.

    Dalam kasus penyu, secara global jelas sekali habitat penyu telah menyusut drastis. Saya tidak tau angkanya persis (silahkan cari di website IUCN) tetapi saya yakin tinggal kurang dari 50%nya. Apalagi ditambah dengan berburuan, polusi, dll. Saya mengerti kekawatiran sampeyan mengenai tertanggunya siklus alami yang telah terjadi jutaan taun dan apa efeknya campur tangan manusia terhadap populasi tersebut. Di sini lah tantangan ilmuwan dan pemerintah dalam mempertahankan populasi penyu se-mirip mungkin dengan keadaan alaminya. Kita harus mengakui tidak mungkin merestorasi menjadi keadaan alami 100%, tetapi tetap harus berusaha sedekat mungkin. Di sinilah ilmu fisiologi, genetika populasi, biologi evolusi, ekologi dan konservasi akan sangat berguna.

    Sebagai contoh, determinasi kelamin pada telur penyu bergantung pada suhu. Kalau tidak salah, telur akan menjadi jantan jika terpapar suhu lebih hangat dan betina terjadi jika terpapar suhu yang lebih rendah (persisnya silahkan cari di google). Jadi dalam lubang sarang penyu, telur yang terdapat di bagian atas dan bagian bawah akan memiliki kelamin yang berbeda. Ini yang harus diwaspadai para petugas/relawan. Perlu juga nantinya telur2 tersebut harus dijaga rasio jantan dan betinanya agar seimbang. Kenapa harus seimbang antar jantan dan betina? Agar effective population size-nya optimal (info lebih lanjut silahkan cari2 konsep mengenai genetika populasi di google).

    Keep up the good work Bung Achamad, saya senang kalau makin banyak pembaca yang ikut konsern terhadap konservasi.
    Secara sederhana, kita akan segera mengapresiasi seklompok orang yang melakukan aksi konservasi. Salut untuk itu. Tetapi aksi konservasi harus didasarkan pada sains. Dalam hal ini, modal sains adalah titik awal kita melakukan aksi. Untuk contoh badak diatas, memang aksinya harus begitu. Sedangkan untuk kasus penyu yang saya tonton di kompas TV, terlalu berlebihan.

    Penyu betina menaruh telur tidak dalam sekali mendarat. Dalam setiap pendaratan, si induk akan menanam telur dengan kedalaman dan lokasi yang berbeda-beda. Aksi konservasi dengan memindahkan telur bisa diartikan meniadakan insting induk penyu dalam "mengatur" rasio seks anak-anaknya dan juga kemungkinan survival rate-nya sampai ke penetasan.

    Strategi reproduksi penyu adalah banyak anak tanpa parental care. Agar bisa keluar dari telur dengan cepat, dia dilengkapi alat ujung moncong. Kemudian, insting dan refleks dia mengatur agar merambat ke permukaan. Di permukaan, dia mengaktifkan mode orientasi dan membentuk memori awal. Aksi konservasi membantu dia sejak keluar dari cangkang sampai ke pemeliharaan bisa diartikan membunuh dia pelan-pelan. Insting, refleks dan pengaturan orientasi yang diperlukan untuk survival menjadi tidak muncul di awal. Kita belum mengetahui tentang perkehidupan tukik kecil sampai remaja.

    Jadi, aksi konservasi penyu yang terlihat heboh bagi saya justru merupakan tindakan yang naif.
    Solusi: biarkan induk-induk penyu menaruh telurnya sendiri, tukik menetas sendiri dan berlarian masuk ke laut juga sendiri. Untuk menjamin hal itu bisa terjadi, maka aksi yang cocok adalah zonasi habitat penyu, mengurangi penjarahan telur oleh manusia dan binatang lain yang non alami (mis. biawak, anjing).

    Info tambahan: ternyata penyu itu poliandri lho! selama perjalanan menuju daratan, si ibu kawin dengan banyak jantan.



    paling

  7. #7
    Senior Member kleirin's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    1,288
    Rep Power
    0

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    banyak faktor juga yg menyebabkan kepunahan penyu, intinya yah manusia lah predator paling berbahaya, lingkungan tercemar yah manusia juga penyebabnya...intinya manusia sebagai penghancur yah manusia juga yg sebgai penyelamat...

  8. #8
    Junior Member
    Join Date
    May 2012
    Posts
    102
    Rep Power
    2

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    Penyu itu binatang lanka, perlu dilestarikan, telurnya yaitu telur katung enak sekali......

  9. #9
    Member
    Join Date
    Apr 2010
    Location
    Bogor
    Posts
    806
    Rep Power
    5

    Re: Pelestarian Penyu di Kompas TV

    Quote Originally Posted by kind_02 View Post
    Penyu itu binatang lanka, perlu dilestarikan, telurnya yaitu telur katung enak sekali......
    kalo dibilang "enak sekali" koq tidak pada tempatnya ya -> dampak kampanyenya itu lho.
    Kalo hanya "enak", masih bolehlah, walau sangat tergantung selera.

  10. #10
    Junior Member Gorian's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    421
    Rep Power
    2

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0