Sejak ditemukannya air di bawah permukaan Mars, eksplorasi Mars jadi meningkat. Terakhir, misi Rusia ke Phobos dan Mars Curiousity menambah panjang daftar misi eksplorasi planet merah ini. Di tengah isu penduduk Bumi yg makin meningkat, bencana akibat pemanasan global, perang, kelaparan, dll, rasanya ide untuk membuka "lahan" di luar angkasa semakin dilirik untuk menjadi solusi bagi semakin tipisnya daya dukung planet Bumi yang tercinta ini. Namun, selain biaya yg tinggi, tipisnya atmosfer Mars, tidak adanya magnetosfer, tidak adanya aktivitas tektonik, menjadi masalah yang tidak terlalu medukung kolonisasi Mars.
Untuk air, jika hitung-hitungan sebelumnya benar, jumlah air di Mars lumayan cukup untuk menampung koloni manusia di sana. Selain untuk kebutuhan minum, air bisa dijadikan sumber oksigen. Dengan adanya air dan oksigen, hidup di planet merah ini sepertinya bisa menjadi keniscayaan.
Adapun model koloni manusia di planet Mars, yang paling mungkin dengan membuat atap buatan atau tinggal di bawah tanah. Dengan menciptakan atmosfer atau udara buatan seperti di Bumi, manusia bisa memanfaatkan sumber air bawah tanah Mars yang membeku. dengan adanya air yg cukup melimpah, kemungkinan untuk bisa bertahan di sana menjadi lebih besar. Tetapi, tanpa lindungan magnetosfer, permukaan Mars menjadi bulan-bulanan dari angin surya atau solar wind. Manusia yg ada di permukaan Mars tanpa pelingdung radiasi bisa dihujani radiasi berbahasa dari matahari. Selain itu, dengan atmosfernya yang tipis, permukaan Mars juga menjadi bulan-bulanan asteroid dan meteor. Jadi, hidup di sana sebenarnya cukup berbahaya.
Mungkin gak ya, punya kampung halaman baru di Mars?



LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote

Saat ini teknologi sangat memungkinkan untuk pergi ke sana. Tetapi ongkosnya itu.... Mana ada krisis ekonomi lagi.... 
Bookmarks