|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Sains Obrolan seru dunia sains, astronomi, arkeologi, biologi, dan terobosan dari dunia kedokteran serta ilmiah populer lainnya. |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
|||
|
Nisfu Sya'ban: Cara lain menentukan Awal Ramadhan
Dalam tradisi ada yang disebut Nisfu Sya'ban, "separuh Sya'ban" atau juga pertengahannya yaitu hari kelima belas Sya'ban bulan kedelapan, yang sesudah 15 hari kemudiannya pasti berlaku tanggal satu Ramadhan. Dalam susunan kalender yang berdasarkan orbit Bulan senantiasa Sya'ban memiliki 30 hari. Hal ini telah kita catatkan seperlunya. tampak penanggalan Ramadhan saja yang mempunyai jumlah hari berbeda, 29 pada tahun biasa dan 30 pada tahun kabisat. Dengan pengetahuan tradisional demikian, mungkin juga sudah berlaku semenjak zaman Nabi Ibrahim atau juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad, maka setengah orang ada yang sengaja keluar rumah sewaktu maghrib pada tanggal 15 Sya'ban untuk memperhatikan status Bulan yang tampak terbit di ufuk timur. Sekiranya Bulan terbit sebelum Surya terbenam di ufuk barat maka malam itu dan siang besoknya adalah tanggal 14 bulan itu. Tetapi ingatlah bahwa kejadian ini hanya wajar dan pernah jadi tradisi bagi penduduk daerah Torrid Zone atau di daerah panas sekitar Ekuator. Tetapi ketika terbukti bahwa Bulan tampak terbit di ufuk timur sesudah Surya selesai terbenam di barat, maka malam itu dan siang besoknya adalah tanggal 15 Sya'ban dan 16 malam kemudian tentulah malam tanggal 1 Ramadhan. Itulah Rukyah wajar dan logis jika orang tidak memiliki kalender Qamariah jangka panjang. Melihat atau Rukyah Bulan pada tanggal 15 Sya'ban wajar sekali dilaksanakan di semua tempat kediaman pada daerah Ekuator keliling Bumi untuk menentukan tanggal 1 Ramadhan 16 hari berikutnya, dan dapat dilakukan di sembarang keadaan cuaca kecuali jika angkasa diliputi mendung tebal. Kiranya hal inilah yang patut dilakukan masyarakat Islam setiap tahun pada Nisfu Sya'ban, mereka tidak memerlukan biaya juga pejabat resmi, dan tidak pula usaha susah payah seperti yang dibutuhkan bagi Rukyah Hilal Bulan pada awal bulan Ramadhan. Walaupun Rukyah Nisfu Sya'ban tidak sesungguhnya tepat seluruhnya menurut perhitungan kalender tetapi halnya lebih benar dibanding dengan Rukyah Hilal. |
|
||||
|
Quote:
Mas, Starry Night bisa di donlot Gratis gak? atau harus beli? atau malah beli bajakan di m2m? ![]() yg aku pakai udah program planetari lama, jelek, aku belum pernah cari yg baru di m2m. tq. eh.. kalau emang bisa di donlot, PM aku ya... kalo nulis disini, ntar bung admin marah '------------------------------------------------------------------------------------- eh, ternyata versi basicnya bisa donlot secara gratis di webnya. |
|
||||
|
Quote:
![]() |
|
||||
|
kalau di Jakarta tercatat nisfu sa'ban itu tanggal 17 agustus 2008, maka di kalenderku tercatat tanggal 15 Sya'ban itu bertepatan dengan tanggal 18 Augustus 2008.... berarti sehari setelahnya...........
__________________
c yau
|
|
||||
|
Quote:
![]() |
|
|||
|
Jadi mulai tanggal 16 Agustus 2008 sudah bisa mengamati angkasa sore hari pada ufukm timur, sekiranya bulan terbit pada saat Surya belum terbenam di ufuk barat, maka malam itu atau siang besoknya yaitu tanggal 14 sya'ban.
|
|
|||
|
Hari minggu tanggal 17 Agustus 2008 ini akan terjadi Gerhana Matahari, bertepatan dengan Nisfu Sya'ban 1429 H. Karena memang Gerhana Surya selalu terjadi pada pertengahan bulan Hijriah.
|
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|