Page 1 of 4 1234 LastLast
Results 1 to 10 of 35

Thread: Cara Menentukan Awal Ramadhan


  1. #1
    Junior Member dade's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    129
    Rep Power
    8

    Cara Menentukan Awal Ramadhan




    Hilal yaitu bulan baru atau Bulan sabit yang waktunya ditentukan ALLAH 12 kali dalam satu tahun, dinyatakan dalam Ayat 10/5 dan 9/36. Itulah yang harus dijadikan dasar penanggalan.

    Perlu dicatat bahwa Bulan mengorbit keliling Bumi sejauh 331˚ 15’, selama 29 hari 12 jam 44,04 menit. Dia bergerak dalam satu hari sejauh 11˚ 12’. Jadi keliling 360˚ - 331˚ 15’ = 28˚ 45’ kalau dikalikan 12 bulan Qamariah maka satu tahun Islam adalah 354 hari 8 jam 48 menit dan 36 detik atau 345 derajat gerak edar Bumi keliling Surya.


    Ramadhan adalah bulan kesembilan setiap tahun Qamariah. Selama siang hari pada bulan itu, lelaki dan perempuan diwajibkan berpuasa yaitu menekan kehendak perut dan kehendak syahwat disamping melakukan ketentuan hukum lainnya dalam Islam. Gunanya tidak lain agar manusia beroleh keinsyafan sejalan dengan tuntunan hidup dalam Alquran yang diturunkan dulunya juga pada bulan itu. Hal demikian menjadi salah satu unsur kenapa orang dianjurkan memakai penanggalan Lunar Year, termuat pada Ayat 9/36 dan 9/37, dan dilarang memakai penanggalan Solar Year yaitu pergantian musim yang dari abad ke abad selalu berkurang waktunya.

    Secara umum, penanggalan Qamariah dapat diketahui berlangsung permanen di seluruh zaman atas perhitungan orbit Bulan keliling Bumi dengan kecepatan tanpa perubahan, dimulai dari waktu berlakunya sesuatu gerhana Surya total ataupun separuhnya. Untuk itu telah kita susun suatu kalender dimulai dari Tahun 1351 sampai dengan Tahun 1450. Itulah yang dimaksud ALLAH pada Ayat 2/185 “siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu, hendaklak mempuasakannya,” dan sebelumnya hendaklah menyampaikan kepada masyarakat tentang ibadah itu. Jadi, bukanlah orang yang mengetahui awal bulan itu Ramadhan agar serentak bersama-sama melakukan ibadah itu. Jadi, bukanlah orang yang mengetahui awal bulan itu harus berpuasa sendiri sambil membiarkan orang lain saling bertanya atau menunggu terbitnya Hilal bulan Ramadhan secara nyata di angkasa. Sikap begini tidak tepat bagi orang-orang beriman yang hidup dalam masyarakat Islam termuat pada awal Ayat 2/185 itu sendiri.

    Tetapi semenjak lama sudah menjadi tradisi pada sementara masyarakat Islam bahwa mereka memahami maksud Ayat Suci tadi dengan melihat Hilal Ramadhan di ufuk barat sewaktu Surya hendak atau sudah terbenam, bahkan ada yang membentuk badan dan jawatan resmi untuk keperluan itu dengan ongkos besar dan usaha susah payah. Mungkin mereka tidak memiliki bahan perhitungan cukup untuk suatu susunan kalender Qamariah jangka panjang, maka dalam hal ini wajarlah mereka memakai Rukyah atau melihat Hilal Bulan di ufuk barat. Dan memang pada Ayat 2/184 dinyatakan puasa itu pada hari-hari berbilang yaitu bukan selama jumlah hari yang tegas ditentukan. Semenjak zaman Nabi Muhammad pernah kejadian bahwa Ramadhan ada kalanya 30 hari dan ada kalanya 29 hari, sedangkan 11 bulan lainnya mempunyai jumlah hari yang tetap dari tahun ke tahun.

    Sebaliknya mungkin pula mereka salah tanggap tentang beberapa istilah hingga juga menimbulkan salah terjemah dan salah pasang. Kalimat asli pada Ayat 2/185 diantaranya berbunyi “FAMAN SYAHIDA MINKUMUSY SYAHRA FAL YASHUMHU”, hingga mengandung ketentuan ilmiah tentang perhitungan penanggalan Qamariah, tetapi ada terjemahan Alquran di akhir abad 14 Hijriah memberikan arti lain, di bawah ini kita kutipkan dan membandingkan dengan terjemahan wajar:

    Terjemahan keliru:

    2/185. ………………………………………………
    Barang siapa di antara kamu menjalani bulan itu hendaklah berpuasa selama itu…..

    2/185. ……………………………………………
    Barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
    hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.

    Terjemahan wajar:

    2/185. ... ................
    Siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu, hendaklah mempuasakannya
    .


    Walaupun pada ketiga terjemahan itu terdapat perbedaan yang banyak, namun yang diperbincangkan di sini hanyalah mengenai terjemahan istilah SYAHIDA dan SYAHRA. Kedua macam istilah itu banyak ditemui dalam Alquran, SYAHIDA tercantum pada Ayat 2/185, 3/18, 3/86, 4/15, 6/19, 6/130, 6/150, 7/37, 12/26, 12/81, 21/61, 24/2, 24/8, 24/24, 27/32, 41/20, 43/19, 43/86, 46/10, 59/11, dan 65/2. Semuanya berarti “membuktikan” dan tidak satu juga yang diartikan dengan “menjalani” atau “hadir”. Bagaimana pula cara menterjemahkan dua kalimat syahadah jika SYAHIDA diartikan dengan itu hingga berupa “Aku menjalani (hadir) bahwa tiada Tuhan selain ALLAH.” Jadi SYAHIDA haruslah diartikan dengan MEMBUKTIKAN yaitu pengakuan ilmiah bahwa Tuhan hanya ALLAH dan Muhammad Rasul-NYA sekali pun tidak pernah melihatnya.

    Sejauh ini kita belum sampai pada sasaran tentang sebab-musabab adanya masyarakat yang melihat Hilal Ramadhan agar besoknya mulai berpuasa wajib. Mungkin ada orang yang memahami Ayat 2/185 tadi dengan “Siapa yang melihat dari kamu Bulan itu hendaklah mempuasakannya.” Hal ini pun bersalahan dengan maksud Ayat Suci sebenarnya, karena yang dapat dilihat ialah MOON atau BULAN yang mengorbit di angkasa, dalam Alquran disebut dengan QAMAR, sedangkan yang tercantum pada Ayat 2/185 ialah istilah SYAHRA berarti “bulan” penanggalan yang tidak dapat dilihat dengan mata karena dia hanyalah nama dari sejumlah hari berkelompok jadi satu bagian dari duabelas bagian lainnya dalam setahun. Istilah SYAHRU dapat dibaca pada Ayat 2/185, 4/92, 9/36, 34/12, dan 46/15.

    Jadi, yang dimaksud pada Ayat 2/185 bukanlah melihat Bulan atau Hilalnya di ufuk barat waktu maghrib, tetapi mengetahui bulan penanggalan Ramadhan dan dapat membuktikan dengan perhitungannya,langsung menyatakan kepada masyarakat melalui berbagai media, lalu memulai ibadah puasa Ramadhan pada hari tanggal pertama dari bulan itu.


    Kelemahan bagi pelaksana Rukyah Hilal antara lain ialah sebagai berikut:

    1. Berbagai catatan memberikan data bahwa pada waktu permulaan bulan Qamariah atau setiap
    tanggal pertamanya, posisi bulan Qamariah atau setiap tanggal pertamanya, posisi Bulan
    selalu berdekatan dengan Surya. Jika waktu itu berlaku gerhana Surya, maka gerhana itu
    berlangsung selama 6 jam, sementara Ijtimak atau gerhana penuh hanyalah selama 7 menit, dan
    Bulan bergerak terus tampak di angkasa dalam 1 hari atau 24 jam sejauh 11º 12’ dari orbitnya
    keliling Bumi.
    Sekiranya ijtimak Bulan dan Surya berlaku hari Rabu pada jam antara 18.00 sampai 06.00
    besoknya atau selama 12 jam malam itu menurut Standard Tme di Jawa, maka sesudah ijtimak
    tersebut harus dicatat tanggal 1 bulan baru. Dan semisalnya hari itu awal Ramadhan, tentulah
    wajib puasa harus terlaksana, tetapi Rukyah Hilal tidak kelihatan hingga penduduk-penduduk
    Jawa tidak berpuasa pada hari Kamis tanggal 1 Ramadhan itu.

    2. Sesuai dengan hukum alam yang berlaku bahwa daerah yang tepat ditantang Surya berudara panas
    dan mungkin berdebu, karenanya angkasa barat sewaktu maghrib tampak berkabut yang
    menghalangi pandangan untuk membuktikan adanya Hilal Bulan bagi penanggalan bulan baru.
    Demikian pula untuk menentukan hari pertama bulan Ramadhan berdasarkan Rukyah Hilal yang
    tentunya sangat tipis halus, setipis kertas kuning. Sia-sialah mereka yang benar-benar
    hendak melihat Hilal tersebut untuk ibadah puasa Ramadhan besoknya.

    3. Angkasa yang dekat sekali pada keliling bulatan Surya dinamakan orang dengan Corona yang
    dalam Alquran disebut Zamharir pada Ayat 76/13, keduanya, baik bulatan Surya maupun Corona
    itu menyilaukan mata kalau kebetulan dapat dilihat sewaktu cuaca baik. Jadi Hilal pada awal
    malam tanggal pertama Ramadhan begitu pun bulan lainnya tentu saja tidak mungkin dilihat
    karena wujudnya baru berupa garis melingkar setipis kertas, karena jauhnya, dan dia berada
    dalam daerah Corona yang menyilaukan. Sekiranya orang masih dapat melihat Hilal itu, atau
    mengatakan telah melihatnya, tentulah yang dilihat orang itu Hilal malam kedua dari Ramadhan
    sejauh 12 derajat lebih dari Surya.

    Dengan kelemahan atau tepatnya usaha yang tidak wajar itu, maka benarlah Alquran dengan ketentuan tercantum pada Ayat 2/185 bahwa siapa yang dengan perhitungannya mengenai penanggalan Qamariah dapat menentukan suatu hari adalah tanggal pertama bulan Ramadhan, lalu dia harus menyatakannya kepada masyarakat ramai dan berpuasa siang hari bersama-sama selama 29 atau 30 hari. Tentang ini berlakulah apa yang dimaksud ALLAH pada Ayat:


    إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ
    أُولَـئِكَ يَلعَنُهُمُ اللّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ

    2/159. Bahwa orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang KAMI turunkan dari keterangan-keterangan
    dan petunjuk sesudah apa-apa yang KAMI terangkan untuk manusia dalam kitab. Itulah yang
    ALLAH kutuki mereka dan dikutuki oleh orang-orang yang mengutuk.


    Buka juga Artikel di bawah (mengenai Kalender Islam) :


    Kalender Nuclear
    l
    Last edited by dade; 02-08-10 at 09:53 PM.

  2. #2
    Newbie
    Join Date
    Aug 2008
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Thumbs up Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    darimana belajarnya nih, sy sependapat tp belum punya referensi, kalau ada info di mana sy bisa dapat buat belajar lebih dalam lagi

  3. #3
    Senior Member WawanPri's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Darkness
    Posts
    1,457
    Rep Power
    8

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    Wah hebat juga kajiannya. Saya tahunya kalau nentuin awal ramadhan ya cuma dari kawan-kawan. Kalau mereka ngajak sholat tarawih pertama ya artinya besok awal ramadhan.

  4. #4
    Senior Member speedyrj's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Posts
    1,542
    Rep Power
    8

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    saya ikutin pemerintah aja deh

  5. #5
    Newbie Silver Warrior's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    15
    Rep Power
    0

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    Gimana Pemerintah aja

  6. #6
    Junior Member dade's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    129
    Rep Power
    8

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    Quote Originally Posted by onet View Post
    darimana belajarnya nih, sy sependapat tp belum punya referensi, kalau ada info di mana sy bisa dapat buat belajar lebih dalam lagi
    Saya minta izin dari Moderator !
    Boleh ngak merefer website di bawah ini, kalau ngak boleh hapus saja ...


    1 Ramadhan 1429 H jatuh pada hari SELASA tanggal 2 September 2008.
    Bisa dilihat pada Kalender NUCLEAR di bawah:

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,7637.0.html

    wassalam

  7. #7
    Junior Member dade's Avatar
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    129
    Rep Power
    8

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    Kalau Awal Puasa Ramadhan 1429 jatuh pada hari Senin tanggal 1 September 2008, maka bulan Sya'ban hanya 29 hari, itu menyalahi keadaan sebenarnya. Bulan Sya'ban lamanya 30 hari, makanya ada istilah Nisfu Sya’ban, separuh Sya’ban” atau juga pertengahannya yaitu hari kelima belas Sya’ban bulan kedelapan.
    Seperti yang di pahami oleh Muhammadyah bahwa Awal Puasa Ramadhan 1429 jatuh pada hari Senin tanggal 1 September 2008.

    wassalam

  8. #8
    Senior Member dojimonster's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Posts
    1,134
    Rep Power
    8

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    kalo saya gampang tuh nentuin ramadhan....di rumah saya pake 2 kalender hijriah dan syamsiah (nasional)... kalo kalendernya dah ramadhan ya saya puasa...sama aja seperti bulan2 syamsiah...

  9. #9
    Newbie
    Join Date
    Aug 2008
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    Quote Originally Posted by dade View Post
    Saya minta izin dari Moderator !
    Boleh ngak merefer website di bawah ini, kalau ngak boleh hapus saja ...


    1 Ramadhan 1429 H jatuh pada hari SELASA tanggal 2 September 2008.
    Bisa dilihat pada Kalender NUCLEAR di bawah:

    http://myquran.org/forum/index.php/topic,7637.0.html

    wassalam
    Kalau bgt 1 Syawal 1429 jatuh tgl 1 Oktober 2008, sayangnya kalender Hijriyah yang saya pakai banyak salah nih contoh Sya'ban 29 hari, tp kalau pakai hitungan soft ware instan 1 Ramadhan 1429 jatuh tgl 1September 2008.perlu nih ada yang menjelaskan macam2 cara menghitung dan kelemahan serta kelebihannya. ada gak ya bukunya yang bisa dipakai sebagai rujukan, sayang nih ilmu astronomi beginian kita yang muslim gak pernah belajar , kudunamah dikenalkan dis sekolah2. Ada yang punya info dimana saya bisa belajar atau dapat bukunya, tararengkiyu sadayana

  10. #10
    Newbie
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    8
    Rep Power
    0

    Re: Cara menentukan Awal Ramadhan

    Hmmm...

    Kita sebagai orang Muslim harus mengikuti pemimpin. Yang mana di sini adalah Pemerintah (Menteri Agama)

    Correct me if im wrong,

    Mungkin gak posisi penentu awal ramadhan itu diibaratkan kaya hakim,
    Dapet pahala 2 poin kalo benar membuat keputusan
    Dapet pahala 1 poin apabila salah membuat keputusan.

    Karena Kita Gak Bisa Sendiri.
    ramerame.com

Page 1 of 4 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0