|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Sekolah & Pendidikan Diskusi mengenai edukasi dan aspek akademis. |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
| The Following User Says Thank You to unknown For This Useful Post: | ||
antoderman (09-09-2008) | ||
|
||||
|
Sejak SD, aku benci benget sama matematika, rasanya aku ngga jodoh dan ngga sreg dengan hitung-hitungan. Tapi saat aku kelas 1 SMP, aku dapet guru matematika yang ngajarnya enak banget, dia membuat matematika jadi menarik buat aku, dan berkat dia, nilai matematikaku selalu bagus, malah tiap ulangan banyak banget yang ngicer duduk di sebelahku karena aku dianggap jago matematika, hehehe....
Tapi sejak kelas 3 SMP, guru matematikaku ganti, jadi guru killer, wah langsung deh aku benci lagi sama matematika, 'till now.... |
|
||||
|
Ikutan yach,
Sebenarnya, udah banyak guru yang berhasil menorehkan kenangan di hatiku, sejak SD hingga SMA, serta beberapa dosen di kampus. Namun, rasanya tak ada yang lebih berkesan daripada guru SD kelas 6-ku. Namanya Ibu Teti. Ahh, beliau udah seperti Bu Mus-nya Ikal bagiku. Beliau sangat perhatian kepada siswanya. Gaya mengajar yang ia lakukan pun tidak monoton, bahkan sangat menyenangkan. Terkadang beliau mengajar seperti biasanya guru SD mengajar. Tetapi, tak jarang pula beliau memberi kebebasan kepada siswanya untuk memilih tempat yang enak buat belajar. Sesekali belajar di luar kelas dan itu amat menyenangkan bagi siswa SD sepertiku. Selain itu, terkadang beliau juga membuat variasi belajar dengan permainan tebak-tebakan. Aku beberapa kali jadi juara. Dan temanku yang paling sering juara kadang yang menjadi pembawa acaranya. Dia yang bikin soal kemudian aku dan teman2 yang lain menjawabnya. Beliau juga buka warung dan berjualan di samping kelas. Meski udah ada warung resmi kantin, warung ini tetap banyak peminatnya. Soalnya warung ini unik, jajanannya berbeda dengan jajanan yang dijual di kantin sekolah. Beliau sangat kreatif membuat jajanan penuh kreasi yang bikin perutku dan perut teman2 tak tahan ingin mencobanya. Uniknya lagi, yang menjaga warung itu bukan beliau sendiri, bukan pula pembantunya di rumah, namun siswa2nya sendiri. Itu pun sifatnya sukarela. Terutama untuk anak2 yang uang jajannya sedikit. Jadi, jika aku sedang kebagian jaga, aku bisa jajan gratis di warung itu. Oh, satu hal lagi yang sangat berkesan dari beliau. Aku dan teman2 sering main ke rumahnya dan beliau selalu menyambut ramah. Bahkan, beliau juga memberikan beasiswa untuk teman2ku yang keluarganya kurang mampu. Kebetulan, suaminya adalah salah satu kepala bagian di dinas kesehatan kota Serang. Ya, aku menghabiskan masa kecilku di SD Neglasari yang terletak di sudut kota Serang. Tempatnya agak terpencil. Saat aku masih bersekolah di sana, SD itu masih berstatus inpres. Barulah beberapa tahun setelah aku beranjak SMP, SD-ku mendapatkan status sekolah negeri. Banyak juga kenangan yang tidak terlupakan selama sekolah di sana. Yang masih tergambar jelas dalam ingatanku adalah suatu peristiwa di sore hari. Saat itu, waktu KBM di sekolah tlah usai. Aku diajak oleh salah seorang kawan untuk mengambil buah sirsak yang sudah menunjukkan rona matang. Kebetulan, di belakang sekolahku memang ada kebun milik salah seorang warga. AKhirnya, tibalah saatnya aku bersama tiga orang kawan beraksi memetik buah sirsak itu. Dua orang kawanku memanjat pohon, sedangkan aku menunggu di bawah. Belum selesai aksi kami, sang pemilik kebun pun datang. Dua orang temanku yang memanjat pohon berhasil melarikan diri. Begitu pula dengan aku dan temanku yang menunggu di bawah. Namun sayang, dua tas temanku yang memanjat pohon tertinggal di kebun itu. Sang pemilik kebun pun menyimpan dua tas itu sebagai sandera. Tibalah keesokan harinya, saat aku tiba di sekolah, aku pun dipanggil ke ruang guru. Aku sudah tahu apa yang akan terjadi. Waktu itu, aku sangat takut dan menyesal. Ternyata, di ruang guru, telah berkumpul ketiga temanku, bapak pemilik kebun dan pak kepala sekolah, serta beberapa orang guru. Aku pun diinterograsi dan langsung mengakui perbuatan nakalku itu. Ah, kemudian kami pun dihukum. Hehehe...masa2 SD memang masa2 yang penuh kenangan bagiku. Bukan berarti di SMP dan SMA tidak ada. Bahkan, lebih banyak kenangan manis yang aku alami bersama para guru2 di SMA. Akan tetapi, kepolosanku ketika masa2 SD itulah yang membuatnya berkesan bagiku sehingga selalu tertanam dalam ingatanku. Kepolosan itu juga yang membuatku sadar bahwa kini aku telah dewasa. Udah saatnya aku memilih jalan hidupku sendiri, yang terbaik tentunya. Bagiku titel "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" memang pantas disematkan kepada guru2 yang telah mendidikku, meski di antara mereka ada yang galak, ada yang garang, ada yang killer, dsb. Tetapi, di balik itu semua mereka sangat sayang kepadaku dan selalu mendo'akan yang terbaik untuk masa depanku. Bapak...Ibu...."Pahlawan Tanpa Tanda Jasa"-ku.... Terima Kasih telah mendidikku dahulu.... Aku selalu mendo'akan kalian... |
|
|||
|
Pencanangan pekerjaan guru sebagai profesi kita catat sebagai sebuah upaya pemerintah yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Peran guru sangatlah vital dalam proses pendidikan. Guru merupakan salah satu subjek bersama anak didik untuk melakukan transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) dan juga transfer nilai (transfer of value). Mungkin mereka bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik jika para guru tidak mendapatkan penghargaan yang memadai dari pekerjaannya. Lebih sempit lagi, bagaimana mungkin guru bisa menjalankan profesinya dengan baik jika dalam kondisi tidak sejahtera.
![]() Last edited by AmramRede; 09-03-2008 at 11:15 PM.. |
|
||||
|
sampai saat ini saya gak merasa punya guru terbaik dari mulai SD sampai selesai pendidikan yg terakhir..
sebab hampir semua baik2 cuma ada satu guru kimia yg sampai saat ini "no maaf for her" the rest are fine.... and terimakasih untuk guru2 yang telah memberikan ilmunya untukku..
__________________
c yau
|
|
|||
|
Kalau aku kenangan gur yang terbaik keliatane gak ada deh. Guru yang gak baik punya. Ih, galak banget. Itu pas aku kelas 6 SD dia ngajar matematika waktu itu. Aku adalah salah seorang murid yang dia tidak suka. Pelajaran jadi tegang banget. Pokoknya menderita.
Dan sekarang setelah saya jadi guru matematika di SD-ku dulu, saya berjanji tidak akan seperti dia. Ternyata bener, aku banyak disukai murid dan beberapa yang sudah lulus pada kangen tuh dengan cara ngajarku. Jadi, pengalaman berharga dari guru bukan hanya didapat dari yang baik, tapi dari yang gak baik pula. Supaya kitanya jadi baik. ![]() |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|