
Originally Posted by
ypradita
mahasiswa, kata ini memiliki 2 kosa kata. Maha dan Siswa yang berarti seorang yang sangat terpelajar. seorang yang sangat terpelajar di negeri ini di anggap sebagai manusia paling intelektual. karena di usia yang sangat muda, seorang mahasiswa harusnya mampu untuk melakukan pengembangan diri dan mengambil pelajaran-pelajaran baru, serta mampu mengeksploitasi diri kearah yang lebih baik, mumpuni dan positif, serta harus bisa menemukan dan mencari gagasan baru dalam kehidupan yang bisa menjadi acuan bagi kehidupan globalisasi dunia.
mahasiswa yang dituntut kreatif dan mandiri tidak seharusnya berleha-leha (santai) dalam menghadapi setiap masalah yang ada dalam kehidupan ini. bukan berarti menjadi sok perhatian dalam setiap kejadian yang ada. namun disitulah dituntut kemauan untuk belajar dari mahasiswa. Dan berbesar hatilah kita bisa belajar darimanapun dan mampu menyaring setiap intisari positif dari apa yang kita lihat, kita dengar dan kita rasakan. Harusnya kita bisa menunjukkan kedewasaan cara berpikir kita dengan memnyumbangkan semua energy kita untuk kepentingan cara berpikir kita.
dewasa ini kita di hadapkan pada kenyataan era teknologi yang semakin menggila. dimana setiap kegiatan yang kita lakukan bisa di permudah oleh teknologi. teknologi yang hadir, kadang bisa memudahkan mahasiswa dan kadang menyelaratkan mahasiswa secara tidak sadar. ada yang terjerumus kedunia kegemerlapan teknologi, ada yang tertolong dengan hadirnya teknologi. dimana mahasiswa yang aktif membaca buku, belajar dari mulut kemulut, berdiskusi, berkunjung kepada mahasiswa lain, aktif dalam setiap kegiatan? Kenapa mahasiswa sekarang terlena dengan teknologi? Revolusi pasti terjadi, namun budaya masa lalu tidak semestinya kita tinggalakan.
contohnya saja kampus kita tercinta (institut manajemen Telkom, Bandung), sebagai orang yang bertugas melakukan pengarahan di bidang UKM dan komunitas, saya melihat hanya 20% mahasiswa saja yang benar-benar aktif dalam setiap kegiatan di kampus. sisanya? 80% lagi atau sekita 1500 mahasiswa lagi berada dimana? dengan kampus yang tidak begitu besar, 1500 mahasiswa lagi entah kemana rimbanya. apa yang mereka kerjakan di luar? apakah mereka sadar betapa pahitnya menjadi orang yang tidak serba bisa dan tidak serba tahu bahwa budaya seorang mahasiswa adalah belajar dan berkembang? disinilah permasalah yang fundamental bagi kehidupan mahasiswa dewasa ini. bukan hanya di IM Telkom saja hal ini terjadi, namun di beberapa lembaga pendidikan juga terjadi hal seperti ini. sangat disayangkan bahwa dengan otak yang masih sangat fresh dan 80% masih sangat tidak terisi dan tidak kita kembangkan menjadi benar-benar terpakai. albert einsten saja menggunakan 20% otaknya untuk bisa menjadi populer hingga saat ini. kita yang mungkin sudah menggunakannya 20% apakah sudah merasa populer? atau belum?
sudah saatnya kita belajar untuk mengembangkan diri, sudah saatnya kita berlari dari kenyataan bahwa isi dunia ini melemahkan kaki-kaki kita, sudah saatnya kita berdiri tegak dari buaian kelalaian kita sendiri. kita tidak seharusnya tertidur akan masalah yang ada. kita mengeluarkan opini-opini dari apa yang kita lihat, tapi apa kita sadar kita telah membangun basic yang kuat untuk menopang opini-opini kita tersebut?
produktifitas mahasiswa dapat dilihat dari keaktifan di kelas, di lingkungan kampus, dari karya-karya yang dihasilkan dan dari kegiatan-kegiatan edukatif yang di ikuti. seperti kata seorang pramudya ananta toer : manusia hidup untuk berkarya, jika ia telah berkarya maka setelah ia mati, ia telah mencorengkan segaris namanya diatas dunia ini dan akan selalu dilihat oleh jutaan umat manusia selanjutnya setelah ia mati.
siapapun anda, darimana pun anda berasal, nikmatilah hidup sebagai mahasiswa, hidup sebagai orang yang memiliki jutaan job desk setiap harinya, hidup dalam kubangan masalah negara, hidup dimana di tuntut untuk menyumbangkan setiap akal pikiran dalam bentuk tertulis setiap harinya, untuk menunjukkan setiap produktifitas anda pada setiap dunia, dan menunjukkan bahwa manusia indonesia, mahasiswa indonesia merupakan manusia yang paling elite dalam masalah pengembangan diri dan ilmu pengetahuan. jerman saja bisa, kenapa indonesia tidak?
Bookmarks