Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 10 of 23
Like Tree6Likes

Thread: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi


  1. #1
    Super Moderator rulz's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    1,599
    Rep Power
    17

    Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    Hari ini, saya hadiahkan apresiasi tertinggi kepada seorang mahasiswi. Ia tampil sangat elegan menghadapi lima dosen penguji. Ia pertahankan karya ilimiahnya dengan penuh spirit, tiada ‘ketakutan’ yang tergambar di wajahnya. Iapun tak segan-segan minta pertanyaan diulangi kepada seorang profesor. “Maaf Prof. Apa pertanyaannya boleh diulangi?”


    Dokumen pribadi by Muhammad Armand

    Tiada perlulah saya ceritakan bagaimana debat ilmiah itu dimulai. Saya terkesima saat sang professor berucap tegas: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”. Kian terkesima saya mendengar langsung sanggahan mahasiswiku ini.

    Saya amati, mahasiswi ini sangat ekspresif. Ia bangga ungkapkan apa yang dia inginkan. Calon sarjana ini sungguh memukau di mata saya. Pertama kalinya, saya sebagai penguji kagum dengan anak ini. Saya perhatikan, tak ada ucapan berlebihan dan subyektif akan jawaban-jawaban mahasiswi ini.

    Hari ini cita-cita saya tergapai, lama sudah saya rindukan sebuah ujian skripsi berlangsung debat ilmiah. Bukan sebuah formalitas yang membuat suasana ujian jauh dari atmosfir akademik. Skripsi adalah buatan murni seorang mahasiswa akhir. Saya sangat percaya, mahasiswi ini membuat skripsi dengan penuh naluri keilmuwan, roh skeptisnya terhadap sebuah perkembangan keilmuan benar-benar tampak dari hasil karya dalam penguasaannya. Potret ini sangat berbeda ekstrim jika seorang mahasiswa akhir yang skripsinya ‘dibuatkan’ orang lain. Wajahnya penuh ketegangan, ketakutan, dan terhantui rasa non akademis dan rasa bersalah.

    Hari ini, durasi ujian berlangsung alot dan menyita waktu dua jam. Bukan basa-basi, perdebatan benar-benar sarat keilmiahan. Bahkan ada penguji yang dibuatnya ‘grogi’, karena pemandangan ilmiah ini pertama terjadi di kampus ini. Apalagi setingkat ujian skripsi, yang identik dengan manut-manutnya seorang kandidat. Angguk-angguk kepala bukan sepenuhnya menunjukkan sebuah kesopanan tetapi tak lebih dari sebuah rasa takut ketidaklulusan alias UJIAN ULANG.

    Saya sering terheran-heran, seorang kandidat di ujian thesis malah tak sanggup mempertahankan karya ilmiahnya, padahal yang lebih menguasai thesis buatannya itu adalah dirinya sendiri. Bukan dosen penguji.

    Ketakutan apakah yang sebetulnya di diri setiap kandidat?. Sungguh saya sayangkan sebab ajang ujian skripsi, thesis, bahkan disertasi kadang menjadi momok non teknis, terjatuh bukan lantaran nuansa akademik tapi karena faktor lain yang di luar marka-marka akademik.

    Di akhir ujian skripsi sang mahasiswi ini, kami berlima sebagai penguji melakukan rapat penentuan kelulusan/ketidaklulusan. Dimintalah sang mahasiswi ini berdiri di depan meja ujian. Sang profesor menyampaikan rekapitulasi hasil ujian, penuh ketegasan profesor ini membacanya: “Saudari kandidat. Setelah memperhatikan proses ujian, nilai dari setiap penguji serta sikap Saudari selama ujian berlangsung. Maka dengan ini, Saudari dinyatakan tidak lulus”.

    Pembacaan hasil keputusan ini tak membuat sang kandidat goyah, sedih, apalagi menangis. Ia malah berucap: “Terima kasih Prof. Saya tidak terima ketidaklulusan ini. Saya mohon tunjukkan dimana kesalahan jawaban saya sehingga nilai saya rendah. Jika terbukti secara ilmiah, jawaban saya salah. Saya terima hasil keputusan ketidaklulusan saya”.

    Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.

    Source: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Penguji di Ajang Ujian Skripsi

    -----

    BIla yang ia pertahankan valid, tidak masalah, namun ada juga mahasiswa yang ngotot melawan dosennya dan ingin merasa dipandang pintar tapi tidak punya argumen dan teori yang kuat....

    Semoga saja mahasiswa sekarang makin kritis dan tidak melihat sidang atau ujian skripsi itu menjadi momom yang mankutkan....

  2. #2
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,805
    Rep Power
    7

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    ssip setuju, penggerak bangsa nich...

    Quote Originally Posted by rulz View Post
    ...

    Semoga saja mahasiswa sekarang makin kritis ......

  3. #3
    Senior Contributor
    Join Date
    Dec 2010
    Posts
    7,427
    Rep Power
    0

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    wah.. bener mahasiswi yang keren ya.. memperjuangkan nilai2nya..

  4. #4
    Senior Member
    Join Date
    Dec 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,599
    Rep Power
    0

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    wah salut buat mahasiwinya...berani mepertahankan teorinya secara ilmiah

  5. #5
    Super Moderator rulz's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    Jakarta, Indonesia, Indonesia
    Posts
    1,599
    Rep Power
    17

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    Quote Originally Posted by hktoyshop View Post
    wah.. bener mahasiswi yang keren ya.. memperjuangkan nilai2nya..
    Betul, yg penting yang dia pertahankan adalah benar!
    Quote Originally Posted by hartzzz View Post
    Besooookkkkkk (mo sidang) ... Ga boleh gugup, stay cool, keep smile.. Semangat!!!! Target A Ngejer Cum Laude ...
    Sukses, Oom!
    Quote Originally Posted by araichi View Post
    wah salut buat mahasiwinya...berani mepertahankan teorinya secara ilmiah
    Jika didukung data valid kenapa harus takut, betul, kan? hehe

  6. #6
    Junior Member
    Join Date
    Jul 2011
    Location
    Pray For IPAD2
    Posts
    108
    Rep Power
    4

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    Quote Originally Posted by rulz View Post
    Hari ini, saya hadiahkan apresiasi tertinggi kepada seorang mahasiswi. Ia tampil sangat elegan menghadapi lima dosen penguji. Ia pertahankan karya ilimiahnya dengan penuh spirit, tiada ‘ketakutan’ yang tergambar di wajahnya. Iapun tak segan-segan minta pertanyaan diulangi kepada seorang profesor. “Maaf Prof. Apa pertanyaannya boleh diulangi?”


    Dokumen pribadi by Muhammad Armand

    Tiada perlulah saya ceritakan bagaimana debat ilmiah itu dimulai. Saya terkesima saat sang professor berucap tegas: “Mestinya Anda merujuk ke teori yang ada”. Dengan sigap sang kandidat menjawab: “Saya jenuh dengan teori orang lain Prof. Saya justru ingin membuat teori”. Kian terkesima saya mendengar langsung sanggahan mahasiswiku ini.

    Saya amati, mahasiswi ini sangat ekspresif. Ia bangga ungkapkan apa yang dia inginkan. Calon sarjana ini sungguh memukau di mata saya. Pertama kalinya, saya sebagai penguji kagum dengan anak ini. Saya perhatikan, tak ada ucapan berlebihan dan subyektif akan jawaban-jawaban mahasiswi ini.

    Hari ini cita-cita saya tergapai, lama sudah saya rindukan sebuah ujian skripsi berlangsung debat ilmiah. Bukan sebuah formalitas yang membuat suasana ujian jauh dari atmosfir akademik. Skripsi adalah buatan murni seorang mahasiswa akhir. Saya sangat percaya, mahasiswi ini membuat skripsi dengan penuh naluri keilmuwan, roh skeptisnya terhadap sebuah perkembangan keilmuan benar-benar tampak dari hasil karya dalam penguasaannya. Potret ini sangat berbeda ekstrim jika seorang mahasiswa akhir yang skripsinya ‘dibuatkan’ orang lain. Wajahnya penuh ketegangan, ketakutan, dan terhantui rasa non akademis dan rasa bersalah.

    Hari ini, durasi ujian berlangsung alot dan menyita waktu dua jam. Bukan basa-basi, perdebatan benar-benar sarat keilmiahan. Bahkan ada penguji yang dibuatnya ‘grogi’, karena pemandangan ilmiah ini pertama terjadi di kampus ini. Apalagi setingkat ujian skripsi, yang identik dengan manut-manutnya seorang kandidat. Angguk-angguk kepala bukan sepenuhnya menunjukkan sebuah kesopanan tetapi tak lebih dari sebuah rasa takut ketidaklulusan alias UJIAN ULANG.

    Saya sering terheran-heran, seorang kandidat di ujian thesis malah tak sanggup mempertahankan karya ilmiahnya, padahal yang lebih menguasai thesis buatannya itu adalah dirinya sendiri. Bukan dosen penguji.

    Ketakutan apakah yang sebetulnya di diri setiap kandidat?. Sungguh saya sayangkan sebab ajang ujian skripsi, thesis, bahkan disertasi kadang menjadi momok non teknis, terjatuh bukan lantaran nuansa akademik tapi karena faktor lain yang di luar marka-marka akademik.

    Di akhir ujian skripsi sang mahasiswi ini, kami berlima sebagai penguji melakukan rapat penentuan kelulusan/ketidaklulusan. Dimintalah sang mahasiswi ini berdiri di depan meja ujian. Sang profesor menyampaikan rekapitulasi hasil ujian, penuh ketegasan profesor ini membacanya: “Saudari kandidat. Setelah memperhatikan proses ujian, nilai dari setiap penguji serta sikap Saudari selama ujian berlangsung. Maka dengan ini, Saudari dinyatakan tidak lulus”.

    Pembacaan hasil keputusan ini tak membuat sang kandidat goyah, sedih, apalagi menangis. Ia malah berucap: “Terima kasih Prof. Saya tidak terima ketidaklulusan ini. Saya mohon tunjukkan dimana kesalahan jawaban saya sehingga nilai saya rendah. Jika terbukti secara ilmiah, jawaban saya salah. Saya terima hasil keputusan ketidaklulusan saya”.

    Sang profesor diam sejenak, beliau lalu berkata: “Andai semua mahasiswaku seperti Anda, sayalah orang yang paling bangga di dunia ini. Anda benar-benar memperjuangkan hak-hak akademik Anda. Budaya debat ilmiah dari Anda membuat saya kagum. Kami nyatakan Anda LULUS dengan Cum Laude”.

    Source: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Penguji di Ajang Ujian Skripsi

    -----

    BIla yang ia pertahankan valid, tidak masalah, namun ada juga mahasiswa yang ngotot melawan dosennya dan ingin merasa dipandang pintar tapi tidak punya argumen dan teori yang kuat....

    Semoga saja mahasiswa sekarang makin kritis dan tidak melihat sidang atau ujian skripsi itu menjadi momom yang mankutkan....
    Masih ada ya mahasiswa seperti ini ???

  7. #7
    Beginner
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    78
    Rep Power
    3

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    Quote Originally Posted by araichi View Post
    wah salut buat mahasiwinya...berani mepertahankan teorinya secara ilmiah
    Wah mau sidang ya bro, good luck then, hope the best for you

  8. #8
    Contributor dhire's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    3,320
    Rep Power
    8

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    mantab..............bener2 pemberani......................
    ni nih.....................pemuda yg bisa mmbuat bangsa maju (insyaallah)

  9. #9
    Junior Member tonosoe's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Posts
    441
    Rep Power
    4

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    Kebanyakan ujian skripsi khan cuma formalitas saja

  10. #10
    Member Bidan Ismi's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Posts
    875
    Rep Power
    0

    Re: Mahasiswi Ini Tantang Dosen Pengujinya di Ujian Skripsi

    Quote Originally Posted by tonosoe View Post
    Kebanyakan ujian skripsi khan cuma formalitas saja
    Pengalaman ya? hmm malahan banyak ujian skripsi bawa "sesajen" biar lancar...

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0