Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 11

Thread: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?


  1. #1
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    Kurikulum 2013 untuk SD dan SMP sedang digodok. Beberapa berita telah mengindikasikan kemungkinan perubahan yang dirancang.

    Salah satu yang paling gamblang adalah kesalahan klise yang sering terjadi di negeri ini, suka merubah format tapi isinya sama. Jumlah pelajaran dikurangi tapi jam belajar ditambah. Bukankah ini absurb.

    Belum lagi kesalahan fatal dalam mengadopsi metode pendidikan yang bias dengan pembelajaran. Ngajari kuwih beda karo ndidik.

    Pemerintah sampai saat ini belum memiliki visi yang jelas tentang arah pendidikan generasi muda bangsa yang merupakan proses jangka panjang untuk membentuk bangsa ini. Bongkar pasang dan perubahan format hanya menunjukan ketiadaan visi yang jelas tersebut. Pemerintah kayak-e bingung dhewe, opo sakjane tenanan ora mudheng?

    Generasi muda saat ini yang banyak merupakan pengangguran intelektual berpendidikan sarjana merupakan bukti korban ketidakbecusan pemerintah mempersiapkan generasi masa mendatang karena tidak adanya arah yang dituju. Akhir-e banyak sing milih dadhi TKI kasaran nang Malaysia terus dijuluki sbg Indon. Lek ngene terus iso-ne mung nesu.

    Kurikulum 2013 menurutku tetaplah RACUN lama yang dikemas dalam bentuk yang berbeda. Aku akan coba berbagi pandangan.

    Pendidikan Agama tidak akan membawa manfaat jika hanya dijadikan pelajaran. Pendidikan Agama memerlukan aksi lebih jauh dari sekedar menyuruh anak-anak membaca dan mengujinya dengan pertanyaan-pertanyaan. Agama tidak bisa sekedar diajarkan tetapi anak-anak harus dididik, salah satunya dengan diberikan contoh nyata. Bagaimana bisa mengajarkan toleransi bila pada prakteknya di luar sekolah anak-anak justru disuguhi intoleransi secara nyata, dikeluarga justru dididik tentang intoleransi. Untuk mengimbanginya di sekolah anak didik harus ditunjukkan secara nyata apa yang ingin disampaikan melalui pendidikan tsb. Begitu juga untuk didikan tentang kesalehan harus diwujudkan nyata dalam lingkungan sekolah secara holistik, bukan cuma pada jam pelajaran. Sing parah maneh, lha wong ngene kok diujikan secara tertulis. Opo lek ulangan agamanya dapat nilai seratus terus masuk Surga?

    Pendidikan Pancasila juga sama dengan pendidikan Agama, memerlukan contoh nyata karena tayangan televisi dan informasi berita yang pada jaman ini sudah merupakan bagian sehari-hari dari kehidupan seorang anak diluar sekolah sering justru menyuguhkan sesuatu yang bertolak belakang. Didikan tentang ke-Bhinneka-an tentu sulit dimengerti dalam imajinasi, perlu suatu contoh nyata. Adalah suatu kenyataan yang alami dan normal secara sosial bila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat secara sosial selalu terkelompokkan dalam batasan ras, budaya, tingkat ekonomi, agama, dsb. Ada pecinan, kampung Arab, kampung Betawi, kampung Madura, dsb, ini bukan cuma di Indonesia dan tidak bisa dihilangkan. Ini merupakan sifat sosial bermasyarakat yang alami. Pendidikan tentang ke-Bhinneka-an harus bisa menanamkan kedalam diri anak didik bahwa hal tersebut bukanlah suatu masalah, bahwa perbedaan-perbedaan tsb adalah normal sebagaimana warna kulit yang tidak bisa didiktekan sehingga bukanlah alasan untuk melihatnya sebagai alasan untuk membedakan. Bagaimana anak didik bisa memahami perbedaan-perbedaan tersebut sebagaimana mereka melihat perbedaan wajah disetiap anak lainnya yang bisa diterima tanpa ada jarak. Tentu saja ini tidak bisa didapatkan dengan cuma menyuruh membaca buku dan yang lebih konyol adalah bila mencoba menggunakan penilaian ujian sebagai tolok ukur. Bukankah test dan ujian tentang hal ini hanya akan menimbulkan kemunafikan?

    Pelajaran Pendidikan Jasmani akan aku bahas nanti, sekarang aku tunggu respon dari bapak-bapak, ibu-ibu, mas-mas, mbak-mbak, dan adik-adik.

  2. #2
    Senior Contributor
    Join Date
    Dec 2010
    Posts
    7,478
    Rep Power
    0

    Re: Kurikulum 2013 adakah yang baru?

    ooo jadi kayak gitu ya gan
    ya kita liat saja nanti

  3. #3
    Senior Member anaktasik's Avatar
    Join Date
    Nov 2012
    Location
    tasikmalaya
    Posts
    1,205
    Rep Power
    0

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    kayaknya kurikulum 2013 ini hanya sekedar (maaf) proyek penambah uang saku pejabat saja
    Last edited by anaktasik; 05-12-12 at 11:32 PM. Reason: salah ketik

  4. #4
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    Pelajaran olahraga dan prakarya. Kenapa harus dinilai? Dirating boleh tapi gak usah dinilai apalagi terus dimasukan rapor dan diperhitungkan rata2nya. Harusnya anak2 didik dimotivasi untuk berani aktif dalam olahraga dan menjadi kreatif. Bila dinilai arahnya menjadi salah, anak2 seakan2 cuma dimotivasi untuk mengejar nilai. Apalagi olahraga dan terampil itu juga bawaan orok, alias bakat. Kan mesak-ke lek sing ora bakat olahraga dapat 6, mbok sampai jungkir balik yo ora iso bakal dapat 9. Kan ada ulangan tulis, jaman dulu olahraga digabung karo kesehatan, sik gak melulu praktek. Mungkin ngono jawabane. Trus sing nilai ulangane 9 opo berarti pinter olahraga? Sepak bola opo cukup pinter njawab soal2 ulangan? Lha lek ora iso nendang bola piye? Mungkin pinter pelajaran kesehatannya tapi olahraganya gak pinter, lha lek nilaine dadi satu membedakannya gimana? Olahraga gak usah dijadikan beban karena kondisi fisik setiap anak berbeda-beda. Olahraga kuwih sebenarnyakan seperti mainan yang menyenangkan, kenapa gak dibuat fun gitu.

    Trus Prakarya, mosok sing namanya kreatifitas bisa dipaksakan, maksude bisa dipelajari? Plagiator kali ya. Mestinya sekolah cuma memupuk, mengarahkan dan menstimulasi supaya anak2 didik tsb menjadi lebih berani berkreasi. Diajari trampil boleh. Dirating boleh tapi jangan dinilai. Pelajaran menggambar, lek ora seneng utawa bakat menggambar, mbok sampai jungkir balik orangnya berusaha, gambarnya ya paling banter 5 plus sedikit. Kalo begitu kan kasihan anaknya.

    Makanya selama yang dikotak-katik itu jam pelajaran dan susunan mata pelajaran, atau nama pelajarannya, pemerintah sakjane yo ora melakukan perubahan apa2. Mestinya fundamental sistem pendidikan itu sendiri yang harus dirubah. Pemerintah harus tahu bagaimana menempatkan didikan. Mendidik itu falsafahnya sebenarnya, ing ngarso sung tulada, in madya mangun karsa, tut wuri handayani. Yang terjadi sekarang bukan ketiga2nya, tetapi push, push, and push. Jadinya meong!

  5. #5
    Junior Member
    Join Date
    Oct 2012
    Location
    banten indonesia
    Posts
    383
    Rep Power
    0

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    kalau menurut saya sendiri kurikulum tidak usah diganti yang penting perbaiki kualitas sekolah dan tenaga pengajar serta pengurus-pengurus bidang pendidikannya

  6. #6
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    Quote Originally Posted by benx08 View Post
    kalau menurut saya sendiri kurikulum tidak usah diganti yang penting perbaiki kualitas sekolah dan tenaga pengajar serta pengurus-pengurus bidang pendidikannya
    Betul Pak Benx08. Kasihan anak-anak sekolah sing dijadikan kelinci percobaan para menteri sing gak becus ini. Gak ngerti ya kenapa kok sik sulitnya untuk memahami permasalahan kualitas pendidikan padahal banyak lho di Indonesia ini orang2 pinter jebolan universitas2 kelas dunia.

    Sekolah international di Indonesia sekalipun, gak terkecuali sing pengajarnya expatriat kesulitan untuk melakukan penyetaraan bahasa Inggris di sekolah yang merupakan media utama pengantar dalam aktivitas belajar mengajar. Pernah pas aku mengantarkan teman yang lagi cari sekolah international di Surabaya yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Lha kok ujung2nya sekolah tidak bertanggung jawab terhadap kemampuan bahasa Inggris siswa. Sekolah akan menyediakan jam tambahan tapi juga disarankan supaya les di luar sekolah biar cepat. Lha dalah, lek ngene buat apa sekolah bayar mahal2. Beda karo teman yang kerja di luar negeri dan harus memboyong keluarganya pindah kenegara yang notabene tidak semaju Indonesia.

    Waktu aku tanya apa anaknya tidak kesulitan nanti sekolah disana. Awalnya dia pesimistis dan sudah siap mental kalo anaknya bakal tinggal kelas, setahun paling nggak. Kebetulan anaknya itu umurnya sama dengan anak teman saya satunya itu yang mau ndaftar di sekolah international di Surabaya (ini sekolah besar lho, bukan yang cuma embel2nya saja international). Eh...lha kok waktu ketemu beberapa bulan kemudian saat dia kembali dia bilang anaknya sudah mulai bisa menyesuaikan dengan pelajaran yang diberikan, anaknya baru kelas 2 smp, yang satu sma. Aku tanya apa disana panggil guru privat, jawabnya nggak pakai, cuma sekolah memberikan banyak latihan dan juga pelajaran tambahan bahasa Inggris. Gurunya juga memberikan perhatian khusus buat anak2 yang bahasa Inggrisnya kurang. Kata kepala sekolahnya seperti dikatakan teman saya mengakui kalau itu salah satu tantangan karena sekolahnya adalah sekolah international dalam artian anak didiknya bakal dari bermacam2 negara dan tidak semuanya berbahasa Inggris. Jadi memang gak cuma kurikulumnya yang beraffiliasi dengan Cambridge syndicate tapi juga lingkungan majemuk sudah diantisipasi.

    Di Indonesia ini, pengajaran seringkali menyulitkan ketimbang mempermudah. Kesannya lek pelajarane sulit itu berarti sekolahe bermutu. Gitu kali ya. Terus anak2 gak diajari berinteraksi aktif, tapi pasif sebagai penerima knowledge masio kita bilangnya itu kurikulum CBSA, cara belajar siswa aktif. Mana bisa aktif lek sama gurunya seringnya cuma disuruh njawab soal, ketimbang menulis essay mengemukakan pandangan dan pendapatnya terus dipresentasikan. Trus matematika ketimbang diberi pemahaman dasar, soalnya malah sengaja dibuat kreatif versi gurunya sing mbuletnya minta ampun. Aku pernah lho ketemu teman yang insinyur dari Australia berkomentar ttg soal matematika kelas 3 smp yang membahas sebangun dan sebentuk punya keponakan yang menggambarkan segitiga bertumpuk2, dan disuruh menjlentrehkan ada berapa segitiga dan disuruh menghitung rasionya. Komentar insinyur Australi itu, ini bukan matematika tapi lebih kepada kreatifitas karena menjlentrehkan segitiga2 itu dari tumpukan tsb jauh lebih sulit daripada menghitung rasionya. Nah lu... Memang setelah aku coba minta teman2ku dikantor untuk menjawab, mereka butuh waktu lumayan lama lho untuk mengurai tumpukan segitiga tsb dengan diiringi perdebatan2.

    Makanya matematika jadi momok bagi pelajar kita, soale seringnya digunakan untuk menghukum secara intelektual ketimbang untuk mengajar berpikir sistematis yang menjadi dasar pelajaran matematika itu sendiri.
    Last edited by Laota; 12-12-12 at 03:31 PM.

  7. #7
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    Study Reveals Indonesian Students Flunk Math, Science
    Jakarta Globe | December 13, 2012

    Indonesian eighth-grade students rate poorly in the fields of science and mathematics and are continuing to slide in global rankings, a key study has shown.


    The 2011 Trends in International Mathematics and Science Study, published on Tuesday, showed that Indonesian students in this age group scored an average 406 points for science and 386 points for math, against a world baseline score of 500.

    Singapore topped the science list with a score of 590 and came second in the math ranking with 611, behind South Korea with 613. Perennial East Asian education powerhouses Taiwan and Japan also fared well in both streams, ranking in the top five out of 42 countries.

    Indonesia, by contrast, was in 38th place for math and 40th for science.

    The poor result leaves the nation not just trailing neighbors Malaysia and Thailand, but also falling behind countries such as Palestine and Iran in both streams, as well as Syria in science.

    Indonesia’s 2011 scores are also down from the previous TIMSS in 2007. Back then, Indonesian eighth-graders scored 427 for science and 397 for math.

    In 2003, they managed 420 in science and 411 in math, making the 2011 study the third straight TIMSS in which Indonesia’s math score has dropped.

    The 2011 TIMSS and related Progress in International Reading Literacy Study, carried out by the International Association for the Evaluation of Educational Achievement, assessed nearly 900,000 students.

    The studies are held every four years “to measure trends in achievement and to show growth or decline over time,” IEA executive director Hans Wagemaker said.

    Ina V.S. Mullis, executive director of the TIMSS & PIRLS International Study Center, suggested that math and science subjects were not being promoted as strongly for eighth-grade students as for fourth-graders, who were also assessed in the study.

    “For the most part, students around the world are very positive about learning mathematics, science, and reading,” she said in a press release.

    “However, in an environment where countries are trying to attract students into future mathematics and science-related careers, it is a matter of some concern that, by the eighth grade, there is an erosion of positive attitudes towards mathematics learning and instruction.”


    Source

    Lek wis ngene mau ngomong apa?????
    Lha kok malah sains mau dihapuskan?
    Kelihatannya Indonesia sedang menuju ke negara gagal dimasa mendatang karena pembusukan intelektual generasi masa depan yang dimotori negara.
    Last edited by Laota; 14-12-12 at 07:49 AM.

  8. #8
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    source


    2009 Programme for International Student Assessment — test scores
    # Reading – Overall Mathematics Science
    1 China: Shanghai 556 China: Shanghai 600 China: Shanghai 575
    2 Korea 539 Singapore 562 Finland 554
    3 Finland 536 Hong Kong 555 Hong Kong 549
    4 Hong Kong 533 Korea 546 Singapore 542
    5 Singapore 526 Chinese taipei 543 Japan 539
    6 Canada 524 Finland 541 Korea 538
    7 New Zealand 521 Liechtenstein 536 New Zealand 532
    8 Japan 520 Switzerland 534 Canada 529
    9 Australia 515 Japan 529 Estonia 528
    10 Netherlands 508 Canada 527 Australia 527
    11 Belgium 506 Netherlands 526 Netherlands 522
    12 Norway 503 China: Macao 525 Chinese taipei 520
    13 Estonia 501 New Zealand 519 Liechtenstein 520
    14 Switzerland 501 Belgium 515 Germany 520
    15 Iceland 500 Australia 514 Switzerland 517
    16 Poland 500 Germany 513 United Kingdom 514
    17 United States 500 Estonia 512 Slovenia 512
    18 Liechtenstein 499 Iceland 507 China: Macao 511
    19 Germany 497 Denmark 503 Poland 508
    20 Sweden 497 Slovenia 501 Ireland 508
    21 France 496 Norway 498 Belgium 507
    22 Ireland 496 France 497 Hungary 503
    23 Chinese taipei 495 Slovak Republic 497 United States 502
    PISA average : 501
    24 Denmark 495 Austria 496 Norway 500
    PISA average : 496
    25 Hungary 494 Poland 495 Czech Republic 500
    26 United Kingdom 494 Sweden 494 Denmark 499
    PISA average : 493
    Reading – Overall Mathematics Science
    27 Portugal 489 Czech Republic 493 France 498
    28 China: Macao 487 United Kingdom 492 Iceland 496
    29 Italy 486 Hungary 490 Sweden 495
    30 Latvia 484 Luxembourg 489 Austria 494
    31 Greece 483 United States 487 Latvia 494
    32 Slovenia 483 Ireland 487 Portugal 493
    33 Spain 481 Portugal 487 Lithuania 491
    34 Czech Republic 478 Italy 483 Slovak Republic 490
    35 Slovak Republic 477 Spain 483 Italy 489
    36 Croatia 476 Latvia 482 Spain 488
    37 Israel 474 Lithuania 477 Croatia 486
    38 Luxembourg 472 Russian Fed. 468 Luxembourg 484
    39 Austria 470 Greece 466 Russian Fed. 478
    40 Lithuania 468 Croatia 460 Greece 470
    41 Turkey 464 Dubai (UAE) 453 Dubai (UAE) 466
    42 Dubai (UAE) 459 Israel 447 Israel 455
    43 Russian Fed. 459 Turkey 445 Turkey 454
    44 Chile 449 Serbia 442 Chile 447
    45 Serbia 442 Azerbaijan 431 Serbia 443
    46 Bulgaria 429 Bulgaria 428 Bulgaria 439
    47 Uruguay 426 Uruguay 427 Romania 428
    48 Mexico 425 Romania 427 Uruguay 427
    49 Romania 424 Chile 421 Thailand 425
    50 Thailand 421 Mexico 419 Mexico 416
    51 Trinidad&T. 416 Thailand 419 Jordan 415
    52 Colombia 413 Trinidad&T. 414 Trinidad&T. 410
    53 Brazil 412 Kazakhstan 405 Brazil 405
    54 Montenegro 408 Montenegro 403 Colombia 402
    55 Jordan 405 Argentina 388 Montenegro 401
    56 Tunisia 404 Jordan 387 Argentina 401
    57 Indonesia 402 Brazil 386 Tunisia 401
    58 Argentina 398 Colombia 381 Kazakhstan 400
    59 Kazakhstan 390 Albania 377 Albania 391
    60 Albania 385 Tunisia 371 Indonesia 383
    61 Qatar 372 Indonesia 371 Qatar 379
    62 Panama 371 Qatar 368 Panama 376
    63 Peru 370 Peru 365 Azerbaijan 373
    64 Azerbaijan 362 Panama 360 Peru 369
    65 Kyrgyzstan 314 Kyrgyzstan 331 Kyrgyzstan 330
    PISA average : 493 PISA average : 496 PISA average : 501
    Reading – Overall Mathematics Science


    Last edited by Laota; 14-12-12 at 07:44 AM.

  9. #9
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id/main/pengantar

    Link di atas untuk panjenengan yang kepingin download materi uji publik kurikulum 2013

  10. #10
    Junior Member
    Join Date
    Aug 2012
    Posts
    374
    Rep Power
    5

    Re: Kurikulum 2013 Adakah yang Baru?

    Inilah Rasionalitas penambahan jam belajar versi uji publik kurikulum 2013

    1.Perubahan proses pembelajaran [dari siswa diberi tahu menjadisiswa mencari tahu] dan proses penilaian [dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan
    melalui penilaian proses dan output] memerlukan penambahan jam
    pelajaran
    Kenapa perubahan proses tsb harus menambah jam pelajaran yang saat ini justru menyebabkan anak didik terbeban dan hidup mereka seolah2 cuma untuk sekolah? Jati dirinya sudah diidentikkan dengan takaran nilai prestasi sekolah? Metodenya yang perlu diperlukan.

    Masa Pak Menteri balik kucing lagi menimbangnya cuma dengan kuantitas doang? Kagak mau belajar dari pengalaman neh? Metodenya harus bisa memberikan kualitas. Proses belajar mengajarnya yang penting dudu lamanya murid tinggal di sekolah. Rationalitasnya Pak menteri gak masuk.

    2.Kecenderungan akhir-akhir ini banyak negara menambah jam
    pelajaran [Knowledge is Power Program (KIPP) dan Massachusettes
    Extended Learning Time (MELT) di AS, Korea Selatan]
    Lha kok mengekor? Melu2? Kondisi di AS dan Korea kan lain Pak Menteri. Betul kita harus mengukur dengan world class standard tapi strategynya ya ora bisa podho toh pak. Karena raw materialnya juga beda. Kasarane, otak AS, otak Korea dan otak Indonesia kuwih ora podho. IQ mungkin standard tapi habit dan konsep berpikirnya beda.

    3. Perbandingan dengan negara-negara lain menunjukkan jam
    pelajaran di Indonesia relatif lebih singkat
    Iki lho omongane wong mabuk. Sing ngomong ngono kuwih pasti tinggalnya di Hongkong kali yee. Please sir check around. Don't you see Tutorial class menjamur bak cendawan dimusim hujan kala menghadapi UNAS? Berapa persen siswa yang tidak kenal kata "LES pelajaran?"

    4.Walaupun pembelajaran tatap muka di Finlandia relatif singkat, tetapi
    didukung dengan pembelajaran tutorial
    Spy panjenengan podho ora bingung, sing dimaksud tutorial itu pembelajaran di luar jam sekolah, seperti les atau kursus. Jadi maksude jam pelajarane dadi panjang juga walaupun resminya disekolahnya jamnya pendek.

    Lha Pak menteri kuwih urip ning ngendhi toh? Opo di Indonesia gak kurang panjang? Mayoritas anak2 sekolah di Indonesia utamanya dikota2 besar juga mengkonsumsi pelajaran tambahan melalui private tutor, minimal saat persiapan UNAS, atau untuk menghadapi pelajaran2 killer. Memang di daerah ora terlalu populer tapi mestinya kalau mau dijadikan parameter jangan liat daerah yang sarana dan prasarananya minim, tapi justru lihat sing ndik kota2 besar dg sarana prasarana lebih lengkap. Kalo yang sarana prasarana lebih lengkap masih harus mengkonsumsi suplemen pendidikan di luar kelas dg hasil seperti saat ini berarti jam belajar yang panjang tsb tidak efektif.
    Last edited by Laota; 15-12-12 at 04:33 PM.

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0