Results 1 to 10 of 10

Thread: IPDN Pecat Dosen Vokal


  1. #1
    Junior Member Paulus Ism's Avatar
    Join Date
    Jun 2009
    Posts
    291
    Rep Power
    0

    IPDN Pecat Dosen Vokal

    IPDN Pecat Dosen Vokal

    Minggu, 29 November 2009 | 17:40 WIB

    TEMPO Interaktif, Bandung - Departemen Dalam Negeri memecat dosen Institut Pemerintahan Dalam Negeri Andi Azikin. Pemecatan itu terkait upaya dosen tersebut yang pernah menggugat lima praja atas pembunuhan seorang tukang ojek pada 2007. Andi dan kuasa hukumnya meminta surat keputusan pemecatan itu dicabut.

    Menurut Andi, ia telah mengirim surat keberatan atas pemecatan dirinya sebagai dosen kepada Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi. Tembusan surat juga dialamatkan ke Presiden RI, Menteri Dalam Negeri, Komisi II DPR RI, Komnas HAM, dan Tim Evaluasi dan Reformasi IPDN.

    "Pemecatan saya tersebut adalah sebuah kezaliman penguasa kepada aparatnya," kata dosen Ilmu Pemerintahan IPDN itu, Minggu (29/11).

    Surat pemecatan tertanggal 3 September yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri itu berlaku sejak 1 September 2009. Andi sendiri mengaku baru mengetahuinya 18 November lalu ketika akan mengusulkan kenaikan pangkat dan jabatan. "Pemecatan itu atas rekomendasi Rektor IPDN," ujarnya.

    Dalam surat itu, ujarnya, Depdagri menilai Andi melakukan penyalahgunaan kewenangan dan subordinasi dengan Rektor IPDN. "Pemecatan itu pasca-aktivitas saya melakukan class action atas meninggalnya tukang ojek Wendy Budiman di Jatinangor Town Square," jelasnya.

    Bersama Forum Komunikasi Reformasi Pamong Praja, ia yang duduk sebagai sekretaris jenderal di forum itu, menggugat lima praja yang terlibat dalam kasus pengeroyokan pada 2007 itu. Kasusnya sempat disidangkan, namun ia mengaku tak tahu hasil keputusan hakim.

    Selama proses pengadilan, ia mengaku ditekan pihak Depdagri agar mencabut gugatan kasus tersebut. Setelah itu, ia beberapa kali diperiksa oleh Inspektorat Jenderal Depdagri. "Kemudian muncul sanksi bertubi-tubi, tapi saya tak pernah tahu sampai mau mengurus kepangkatan (November) lalu," ujarnya.

    Sanksi yang sempat dirasakan antara lain penarikan beasiswa program doktoral Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran yang dimulainya pada 2006. Beasiswa itu dicabut tahun lalu. "Pas mau ujian, saya tidak bisa terus karena nggak ada biaya," katanya. Selama dua semester terakhir, ia juga telah dilarang mengajar.

    Kepada para pihak yang disuratinya, Andi meminta agar surat keputusan pemecatan itu dicabut. Alasannya, keterlibatannya dalam gugatan kasus meninggalnya tukang ojek oleh keroyokan praja atas nama pribadi, bukan sebagai dosen IPDN. Jika itu dijadikan alasan pemecatan, ia mempertanyakan upaya reformasi di lembaga pendidikan pamong praja itu.

    Andai permintaannya tak digubris, ujar dia, kuasa hukumnya bersiap mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Sejauh ini ia masih menunggu tanggapan dari Rektor IPDN atas suratnya. "Tanggapan sesuai aturan, harusnya disampaikan setelah tiga hari setelah surat keberatan, mungkin besok," katanya.

    Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi lewat pesan pendek menyatakan proses pemecatan Andi Azikin sudah lama berlangsung sebelum dirinya menjabat sebagai Rektor kembali. "Proses tersebut hasil pemantauan oleh Itjen dan Setjen Depdagri, saya belum mendalami kasusnya," ujarnya. IPDN hanya melaksanakan atau mengeksekusi kebijakan atasan.

    Menurut Nyoman, kasus pemecatan Andi ini menjadi pelajaran berharga bagi para pendidik agar dapat menjadi teladan bagi peserta didik. "Dalam bertindak, berpikir, dan berbicara berdasarkan kode etik, serta etika pemerintahan," katanya.

    Nyoman juga mengaku tidak mengetahui persis upaya pembelaan IPDN agar Andi tidak dipecat. "Saya tidak tahu. Ketika prosesnya zaman kepemimpinan Pak (Johannes) Kaloh dan Bu Ngadisah, apakah ada pembelaan atau tidak," katanya.

    Pastinya, kata Nyoman, setelah menjabat kembali sebagai Rektor IPDN, keputusan menteri sudah ada, kemudian disampaikan oleh para kepala biro yang bersangkutan.

    Sebelum Andi, dosen yang rajin mengungkap kasus-kasus di barak mahasiwa di Jatinangor, Sumedang, itu, Inu Kencana, juga telah dipecat pada 2007 lalu. Menurut Inu, ia dipaksa berhenti mengajar karena umurnya sudah tua.

    "Padahal saya pegawai fungsional dan sekarang 57 tahun. Sesuai aturan bisa mengajar sampai 65 tahun, lagipula banyak dosen yang lebih tua dari saya tidak dipecat," katanya.

    Sejak itu, ia dilarang mengajar dan diusir paksa dari rumah dinas. "Kuncinya masih ada sama saya," katanya. Ia pun mengaku tak mendapat uang pensiun walau telah mengurus ke berbagai instansi. "Saya diejek sebagai pengkhianat almamater," ujarnya.


    Kalau calon Pamong Praja berjiwa preman dibela oleh institusinya, besok jadi pejabat seperti apa kelakuannya?

  2. #2
    Senior Contributor paujan,patah's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    202.169.62.13/member.php?u=986695
    Posts
    7,243
    Rep Power
    15

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    Waks,dunia emang udah kebalik.

    Seperti dulu pa Inu Kencana,skr dosen vokalnya.Apakah keluarga terdakwa memiliki koneksitas dgn pihak IPDN/Depdagri/Kepresidenan sehingga pa Andi ditekan & dipecat ???
    Kucing Angop 666,you're cleared to take off

  3. #3
    Junior Member hendito's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    Bintaro Jaya 3A
    Posts
    140
    Rep Power
    7

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    yang vokal dibungkam, karena akan menimbulkan borok kampus tersebut terbongkar

    mosok nyawa praja, dengan mudah terbunuh .... pihak kampus ga mau tau


    I Love U Full Indonesia


  4. #4
    Contributor djunbd's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Posts
    3,914
    Rep Power
    14

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    seolah nyawa seseorang tiada arti, entah apa pula yang diajarkan di institusi yang banyak memakan korban tsb...untuk apa semua ajaran tersebut, seolah hanya kekejaman saja yang akan dihasilkan nantinya...

  5. #5
    Senior Contributor paswa's Avatar
    Join Date
    Oct 2009
    Posts
    5,025
    Rep Power
    16

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    Hehe...lagi2 terjadi ketidakadlian dan penghapusan kebenaran..pendidikan awal untuk mental para aparat nantinya agar tidak jujur...kalau jujur ya seperti cerita diatas...dibuat susah

  6. #6
    Contributor Ki Sunda's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Bandung-Jawa Barat
    Posts
    2,554
    Rep Power
    10

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    Kayaknya birokrat kita punya prinsif "udah kepalang ancur". Ancurin aja sekalian. Negara ini kayak negara tanpa penguasa. Atau, semua menjadi penguasa ? SAma presiden aja kayaknya nggak takut, apa lagi sama rakyat kecil.
    Udah lama mau nanya, KEMANA PAK INU KENCANA SAAT INI ? Sudah dipecat lebih dahulu kayaknya.
    Last edited by Ki Sunda; 30-11-09 at 03:25 PM.
    " Alam Padang, Poe Panjang, Jagat Kamanusaan"

  7. #7
    Senior Contributor paujan,patah's Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    202.169.62.13/member.php?u=986695
    Posts
    7,243
    Rep Power
    15

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    ^bukan dipecat,ttp dimutas & dipindahkan
    Kucing Angop 666,you're cleared to take off

  8. #8
    Junior Member puputwawan's Avatar
    Join Date
    Dec 2009
    Location
    33922.26S, 1050947.82E
    Posts
    100
    Rep Power
    5

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    hahahhaa.....betullll...sekali ancur tetep ancur...awa, ntar di ciduk..

  9. #9
    Junior Member
    Join Date
    Jul 2009
    Posts
    256
    Rep Power
    6

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    Inilah sifat-sifat jaman kolonialis, tidak suka, pecat.

    Seharusnya yang memecat harus dipecat. Ini jaman NKRI yang demokratis.

    Pandangan Rimbawan out.

  10. #10
    Junior Member devogando's Avatar
    Join Date
    Dec 2009
    Posts
    141
    Rep Power
    5

    Re: IPDN Pecat Dosen Vokal

    sampai kapaaan masalah di ipdn selasai........sabung mennyambung

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO