View Poll Results: Pilihan dan Peran apa yang akan kamu tempuh?

Voters
4. You may not vote on this poll
  • Entrepreneur

    2 50.00%
  • Professional

    2 50.00%
Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 13

Thread: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif


  1. #1
    Beginner nudinlubis's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    81
    Rep Power
    3

    Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Berbicara mahasiswa di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya, apalagi jika yang dibahas adalah soal lapangan pekerjaan. Sejak jaman Iwan Fals menciptakan lagu "Sarjana Muda" pada saat itu pula sebenarnya kritik pedas bukan semata-mata kepada pemerintah namun juga kepada perguruan tinggi yang mencetak mahasiswa menjadi pengangguran baru. Kritik Iwan Fals yang hanya dijadikan nyanyian semata ternyata mampu membuat pemerintah penentu kebijakan pendidikan dengan perguruan tinggi tertidur lelap, dari tahun ke tahun jumlah angka pengangguran dari kalangan sarjana bertambah.

    Pola pendidikan seperti apakah sebenarnya yang dibangun oleh perguruan tinggi hingga berhasil mencetak beberapa pengangguran baru setiap kali periode wisuda. Sedangkan yang nampak adalah prestasi dengan gedung-gedung yang semakin megah di beberapa kampus elit di indonesia. Percuma membuang waktu, tenaga, dan biaya untuk pendidikan yang hanya menghasilkan selembar ijasah yang tidak berguna. Perguruan tinggi berlomba-lomba untuk mencetak ijasah, bukan lulusan yang siap pakai sesuai bidangnya yang mengarahkan anak didiknya pada sebuah pilihan untuk mengambil peran.

    Bagaimana tidak miris jika melihat lulusan sarjana pertanian salah satu universitas terbaik di Indonesia tidak tau bagaimana pola pertanian sesungguhnya di lapangan. Bagaimana tidak miris jika sarjana-sarjana institut pertanian negeri ini kemudian menjadi banker. Bagaimana tidak miris jika sarjana teknik sipil kita lebih tergiur dengan mengambil kuliah lanjutan di managemen untuk dapat posisi yang lebih. Itukan pilihan hidup? Ya memang pilihan hidup, tapi untuk apa jika tujuannya adalah menjadi seorang banker lalu menempuh studi di jurusan pertanian. Artinya ada masalah yang membuat mahasiswa-mahasiswa banyak yang "murtad" dari jurusan yang diambilnya ketika di dunia kerja. Apa masalahnya? Riset.

    Jangankan kampus-kampus yang kecil, kampus-kampus yang besar ini saja banyak membuat sarjana-sarjana "murtad". Yang lurus-lurus saja mungkin jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, psikologi. Jurusan-jurusan yang mempunyai program lanjutan profesi yang spesifik dapat menjaga sarjana hasil didikannya dari "kemurtadan". Bagaimana dengan pertanian, teknik, kehutanan, hukum, fisipol, mipa, sosiohumaniora, semuanya bias. Jurusan ekonomi mungkin fleksibel, salah satu jurusan yang fleksibel. Jurusan-jurusan yang bias ini mempunyai sarjana "murtad" tertinggi dibandingkan jurusan yang mempunyai program spesifik mengarahkan mahasiswanya untuk menekuni satu profesi, salah satu faktornya adalah kemampuan perguruan tinggi melakukan inovasi riset yang tidak cukup baik, profesor-profesor yang tidak begitu kreatif, hanya terpaku pada teksbook dan doktor-doktor yang sibuk mengejar status sebagai guru besar sementara mahasiswanya bingung.

    Bayangkan jika perguruan tinggi mempunyai kemampuan meriset yang sangat luar biasa, negara ini akan mempunyai kualitas sumberdaya manusia yang super luar biasa. Kita tidak perlu mengimpor mobil dari luar negeri karena sarjana teknik mesin kita sanggup membuat mobil sendiri, anak SMK aja bisa. Kita tidak perlu mengimpor segala peralatan komputer, gadget, handphone dari luar negei karena sarjana teknik elektro kita sanggup membuatnya. Kita tidak perlu banyak-banyak mengimpor makan makanan dari luar negeri karena sarjana pertanian kita mengoptimalkan fungsi pertanian di Indonesia dan menciptakan produk-produk yang inovatif untuk kemandirian bangsa. Dan hanya orang-orang kreatif yang mampu melakukan itu, kuncinya adalah di mahasiswanya Perguruan Tinggi dan Pemerintah hanya memberikan dukungan untuk mewujudkan karya anak bangsa.

    Kita semua tau Bill Gates, ternyata yang lebih kaya bukan dosennya, Bill Gates lebih kreatif dari dosennya. Kita juga tau Mark Zukerberg, dia lebih kreatif dari pada dosennya. Negeri ini merdeka, karena anak-anak muda yang kreatif, percayalah generasi yang lebih muda lebih kreatif dari generasi lama meskipun pada saat itu tingkat keilmuan secara spesifik pada satu bidang tidak sebanding, tapi orang-orang kreatif akan mempunyai spesifikasi tersendiri. Rumusnya, Kita Mahasiswa Pasti Lebih Kreatif Dari Pada Dosen Kita Sekalipun itu Rektor.

    Kreatif tidak cukup untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa ini untuk menjadi setara. Tapi juga perlu produktif. Riset (yang saya sebutkan tadi) adalah penumbuh produktifitas mahasiswa-mahasiswa kreatif. Kreatifitas diperlukan untuk memunculkan ide-ide baru, sementara riset dibutuhkan untuk mewujudkan suatu kreatifitas ide untuk menjadi nyata, dan membuat suatu kreatifitas itu menjadi produktif. Lembaga ini yang tidak dimiliki kampus, ada tapi kurang maksimal karena mahasiswa istilahnya bergantung pada proyek dosen. Padahal sebenarnya mahasiswa bisa mengajukan suatu gagasan dengan minat dan bakat yang dimilikinya, dosen dapat mendukung langkah mahasiswanya untuk produktif.

    Dikti telah merangsang mahasiswa kearah yang kreatif dan produktif, melalui program PKM. Itu salah satu program lecutan kreatifitas yang sangat disayangkan adalah ketidak konsistenan mahasiswa yang mengikuti PKM meskipun menang dan hanya menjadi riak-riak belaka di kala hujan. Gempar sebentar lalu padam. Titik temu masalahnya adalah tidak ada wadah bagi mahasiswa untuk jauh lebih berkembang, karena program PKM adalah hanya melahirkan tunas-tunas baru selama dua bulan, maka pengembangan selanjutnya adalah pemupukan bibit-bibit itu untuk menjadi tanaman yang subur lagi menghasilkan. Melalui Lembaga Riset yang dikelola langsung oleh mahasiswa dengan dosen cukup sebagai pembimbing. Kenapa harus mahasiswa yang mengelola? Karena mahasiswa yang harus berkembang, sementara perguruan tinggi menyediakan pot dengan tanah yang subur, dosen dapat memberikan sinarnya untuk proses tumbuh kembang mahasiswa dan mahasiswa bergerak secara alamiah untuk proses pendewasaan diri dan kematangan. Saya kira itu yang akan menjadikan bangsa ini setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Kreatifitas dan Produktifitas didukung dengan kebijakan yang visioner dari perguruan tinggi dan pemerintah.

    Lembaga riset ini akan dapat mengarahkan mahasiswa menjadi Professional maupun Entrepreneur. Kedua hal itu adalah pilihan dan peran. Maka perguruan tinggi harus dapat menjembatani antara kedua pilihan dan peran tersebut cukup hanya dari satu lembara riset. Contoh begini kita melakukan riset tentang hardware sebuah komputer dalam suatu lembaga riset dengan kelompok yang berminat di bidang itu terdiri dari beberapa mahasiswa, dalam waktu sekian tahun, kelompok itu dapat menghasilkan sebuah karya berupa perangkat komputer sekelas milik IDM misalnya. Dari beberapa anggota kelompok ternyata mempunyai bakat yang berbeda-beda, ada yang mempunyai kemampuan menjadi seorang entrepreneur ada yang mempunyai kemampuan sebagai seorang professional. Pada tahap itu seorang mahasiswa yang mempunyai bakat dan minat dengan dunia usaha dan bisnis bisa mengambil perang ia akan menggunakan hasil karyanya untuk dipasarkan, sementara mahasiswa yang berbakat menjadi seorang professional, ia akan siap menjadi ahli dalam bidangnya karena telah mempunyai pengalaman untuk menciptakan sesuatu yang baru. Saya kira jika sampai pada tahap seperti ini perguruan tinggi di Indonesia akan menjadi perguruan tinggi kelah dunia yang mempunyai lulusan siap pakai dan siap terjun membuka lapangan kerja baru. Mahasiswa harus menentukan sebuah pilihan untuk mengambil peran. (Semoga bermanfaat)

  2. #2
    Beginner
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    59
    Rep Power
    3

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Mahasiswa tsb jg hrs kreatif dlm mencari modal. Untuk itu perlu dukungan lebih dari pemerintah jg. Klo mahasiswanya kreatif tapi sulit dapat modal, ga akan jalan jg dia.

  3. #3
    Beginner nudinlubis's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    81
    Rep Power
    3

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Mencari modal itu mudah, yang perlu difasilitasi pemerintah cukup sarana dan prasarana serta kebijakan yg memihak kepada kedaulatan bangsa sendiri. Baru saja curhat-curhatan sama temen yang dia punya gagasan untuk membuat sebuah hardware. yang sulit di indonesia itu industri pendukungnya, pabrik plastik untuk casing yg presisi.

  4. #4
    Beginner nudinlubis's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    81
    Rep Power
    3

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Uraian dari pak yudi wahyudin mengenai tulisan ini (Lengkap sekali tambahan dari beliau):
    Yudi Wahyudin Saya coba urun rembug dengan mencoba menguraikan beberapa hal terkait bagaimanan memnangun mindset mahasiswa secara kreatif dengan mengambil salah satu hasil penelitian Simonton (Dedi. S, 1994) yang melihat kretaivitas ditintau dari berbagai dimensi sosial budaya . Dalam studinya Simonton melibatkan 5000 orang dan karya kreatif istimewa yang tercatat dalam sejarah Barat. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh hasil sebagai berikut;
    Pertama, keberadaan kelompok orang kreatif pada suatu masa yang menjadi contoh atau model bagi generasi yang lahir berkutnya. Bahwa ada bukti kuat bahwa priode produktif kreativitas seseorang merupakan fungsi dari kehadiran orang-orang terdahulu yang mempengaruhi perkembangan kreativitas orang-orang yang dating kemudian.

    Kedua
    , Diversitas budaya mempunyai pengaruh besar terhadap lahirnya orang-orang kratif dengan karya besarnya. Diversifikasi budaya ditandai dari fragmentasi politik yang menimbulkan persaingan antara masyarakat. Misalnya ketika terjadi perang dingin antara amerika dan uni soviet, mereka berlomba-lomba menghasilkan teknologi dalam bidang militer, antariksa, dan pendidikan.

    Ketiga
    , ketidakstabilan politik pada suatu negara mempunyai akibat negative terhadap kreativitas. Ketidakstabilan politik menimbulkan ketidaknyamanan, gangguan keamanan yang dapat menghambat proses kreatif bagi generasi mudanya sehingga kreativitas semakin terkekang.

    Keempat
    , Pengekangan budaya (culture persecution) juga berpengaruh terhadap kreativitas. Karena kurangnya keleluasaan dalam menyatakan pendapat dan banyak intimidasi sehingga mengakibatkan individu dan masyarakat menjadi terhambat.

    Kelima
    , semangat jaman (Zeitgeist) mempunyai pengaruh positif terhadap lahirnya orang-orang kreatif berupa nilai-nilai intelektual dan sosial yang dominan pada suatu masa, khusunya pada saat individu kreatif berkembang.

    Keenam
    , pendidikan formal memberikan kontribusi positif terhadap kreativitas. Tetapi pendidikan yang eksesif malah dapat menghambat kreativitas.

    Hanya sampai tingkat tertentu pendidikan bernilai positif bagi kreativitas.
    Berdasarkan hasil peneltitian Simonton kita dapat memetakan apakah proses kreatif telah terbangun dalam sistem pendidikan dan budaya kita khusunya diperguruan tinggi (PT) dalam mendorong mahasiswa memiliki kemandirian inteklektual, emosional, dan perekmbangan kreatif yang optimal. Karena PT dapat memberikan lingkungan yang londusif untuk itu dengan cirri-ciri sebagai berikut;
    (a) tersedianya sarana dan prasarana kebudayaan ilmiiah dan kreativitas;
    (b) penekanan pada proses becoming tidak hanya being;
    (c) adanya keleluasaan (keterbukaan) bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan hasil kreatifnya melalui media kebudyaaan yang ada;
    (d) keterbukaan terhadap rangsangan budaya yang beragam;
    (e) berkurangnya keterkungkungan dan penindasan akibat sistem yang menjerat;
    (f) adanya toleransi terhadap pandangan yang divergen;
    (g) adanya interaksi antara para pakar, ahli, praktisi dan profesional dibidangnya;
    (h) adanya promosi, penghargaan, hadiah, insentif bagi orang-orang yang berprestasi.

    Plato pernah mengingatkan bahwa apa yang dihargai dalam suatu masyarakat maka hal itu akan dipupuk disana “what is honored in a culture, will be cultivated there”. Dengan demikian mindset kreatif bagi mahasiswa dapat dibangun dari lingkungan seperti itu, jika dlam kenyaannya pendidikan kita tidak mengarah kesana hanya menjejalkan teori-teori, jauh dari kenyataan, disibukkan dengan simbol-simbil nilai dan gelar kesarjaanaan, maka tentunya sulit sekali kita menghasilkan mahasiswa yang mandiri, kreatif dan matang menghadapi masa depannya.

  5. #5
    Beginner nudinlubis's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    81
    Rep Power
    3

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    membaca berita mengenai keputusan Mendikbud mengenai Nilai UN untuk masuk PT menjadi semakin sulit kita untuk mewujudkan lembaga riset mahasiswa yg mumpuni. Setiap PT mempunyai kriteria tertentu dalam menentukan calon peserta didiknya, tidak bisa di standarisasi secara nasional kecuali jika kualitas pendidikan, sarana dan prasarananya merata.

  6. #6
    Newbie
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    23
    Rep Power
    0

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Quote Originally Posted by nudinlubis View Post
    membaca berita mengenai keputusan Mendikbud mengenai Nilai UN untuk masuk PT menjadi semakin sulit kita untuk mewujudkan lembaga riset mahasiswa yg mumpuni. Setiap PT mempunyai kriteria tertentu dalam menentukan calon peserta didiknya, tidak bisa di standarisasi secara nasional kecuali jika kualitas pendidikan, sarana dan prasarananya merata.
    Salam kenal Pak Lubis,

    kembali lagi saya Mangantar
    Sepertinya bapak sangat tertarik tentang mindset para pelajar muda di masa sekarang,memang sangat penting untuk menjadi orang kreatif seperti yang bapak bilang di masa sekarang ini, tetapi seperti yang bapak tahu bahwa kreatif saja tidak bisa apabila tidak disertai modal untuk merealisasikannya. Sedangkan sekarang, pemerintah cenderung kurang memperhatikan pikiran-pikiran kreatif para orang muda sekarang, hal itulah yang membuat orang muda sekarang menjadi putus asa dan lebih menggantungkan dirinya pada sesuatu yang sudah pasti seperti pekerjaan kantoran.

    Saya sangat setuju mengenai tidak dibolehkannya nilai UN menjadi acuan untuk masuk PT. karena pendidikan kita yang sangat tidak merata. Jadi seharusnya yang diperhatikan Mendikbud adalah mengenai pemerataan pendidikan didaerah tertinggal seperti Papua,dan Pulau-pulau, serta daerah terpencil di seluruh pelosok negeri Indonesia.

  7. #7
    Beginner nudinlubis's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    81
    Rep Power
    3

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Quote Originally Posted by mangantar View Post
    Salam kenal Pak Lubis,

    kembali lagi saya Mangantar
    Sepertinya bapak sangat tertarik tentang mindset para pelajar muda di masa sekarang,memang sangat penting untuk menjadi orang kreatif seperti yang bapak bilang di masa sekarang ini, tetapi seperti yang bapak tahu bahwa kreatif saja tidak bisa apabila tidak disertai modal untuk merealisasikannya. Sedangkan sekarang, pemerintah cenderung kurang memperhatikan pikiran-pikiran kreatif para orang muda sekarang, hal itulah yang membuat orang muda sekarang menjadi putus asa dan lebih menggantungkan dirinya pada sesuatu yang sudah pasti seperti pekerjaan kantoran.

    Saya sangat setuju mengenai tidak dibolehkannya nilai UN menjadi acuan untuk masuk PT. karena pendidikan kita yang sangat tidak merata. Jadi seharusnya yang diperhatikan Mendikbud adalah mengenai pemerataan pendidikan didaerah tertinggal seperti Papua,dan Pulau-pulau, serta daerah terpencil di seluruh pelosok negeri Indonesia.
    Salam kenal juga pak Mangantar.
    Memang betul pak jika kita menggantungkan kepada pemerintah rasanya pesimis sekali. Beberapa hari setelah saya menulis ini, ada teman saya bercerita, dia mahasiswa berbakat untuk menciptakan hardware, selain dari dana modal dukungan pemerintah ternyata yang menjadi kesulitan utama itu infrastruktur untuk membuat hardware itu. Di Indonesia tidak ada, menurutnya begitu. Industri di Indonesia belum bisa saling mendukung satu sama lain, yang hidup di Indonesia berasal dari kreatifitas mahasiswa sebagian besar UKM.
    Terkait masalah modal, sebenarnya gak cuma dari pemerintah kita bisa menghimpun modal, pengusaha-pengusaha pun bisa dijadikan sumber modal, atau dari bantuan asing. Nah untuk mendapatkan itu harus melalui satu badan yang kredibel, karena diluar sana ada seorang anak muda dia membuat suatu inovasi baru, dia mendapatkan modal untuk merealisasikannya dari donasi seluruh dunia. Sedikit-sedikit dengan gotong royong semuanya terwujud.

  8. #8
    Contributor awico's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Location
    Jepara
    Posts
    4,687
    Rep Power
    7

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    yang bukan mahasiswa bisa nimbring disini gak nih?..................................

  9. #9
    Beginner nudinlubis's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    81
    Rep Power
    3

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Quote Originally Posted by awico View Post
    yang bukan mahasiswa bisa nimbring disini gak nih?..................................
    masuk gan, silahkan semoga ada yg bisa di share kan..

  10. #10
    Senior Member
    Join Date
    Feb 2012
    Posts
    1,296
    Rep Power
    4

    Re: Menggugah Mindset Mahasiswa Untuk Lebih Kreatif dan Produktif

    Bagus memang mahasiswa perlu dikembangkan kreativitasnya melalui pendidikan yang tepat

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0