Danang, kamu mau jadi dosen ya?
Dosen,tergantung dari Universitasnya, karena sekarang Universitas Negeri juga harus dapat mencukupi kebutuhannya sendiri..
penghasilan BHMN seperti ITB misalnya:
mahasiswa, uang masuk, uang semesteran
Jasa konsultasi, ada pembagian antara dosen dan BHMN
Kerjasama atau bantuan luar negeri
Dana dari penelitian bersama (link and match)
apa lagi ya...mungkin dari alumni..
Seminar, training, dan sejenisnya
Jadi ya konsepnya kalau mau makmur ya harus pintar mengelola dana yg ada, juga pintar mempertahankan dosen2 yg berkualitas..
karena ada banyak exodus dosen ITB ke Singapore dan Malaysia karena disana dibayar lebih tinggi.
Idealnya memang, bayaran dosen harusnya minimal sama dengan temen2nya yg berkarir di luar dosen..
kalau tidak begitu ya hanya mengharapkan hobi mengajar dan dedikasi..
Tapi kalau dosen misalnya setingkat Doktor, kalau gaulnya dengan industri bagus, tidak akan kekurangan order konsultansi, atau training session..
gaulnya itu dalam bentuk, up to date dalam penguasaan teknologi baru, alat2 baru..ilmu2 baru..karena di industry kita selalu up to date..
Dosen gaul biasanya bisa hidup setingkat dengan teman2nya yg kerja di industry..


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote


Bookmarks