supaya tau UAN itu bagus buat anak ato tidak, g perlu repot2. gampang, jangan jadi katak dalam tempurung, lihatlah dunia luar. lihat tu komennya jdw_id, dan ngaca!
Setuju
Tidak Setuju
Abstain
supaya tau UAN itu bagus buat anak ato tidak, g perlu repot2. gampang, jangan jadi katak dalam tempurung, lihatlah dunia luar. lihat tu komennya jdw_id, dan ngaca!
Kita Ambil Jalan Tengahnya saja, UAN tetap ada, tetapi untuk kelulusan seorang Siswa perlu pertimbangan dari Guru2 yang mengajar, pertimbangan baik dari Prestasinya, maupun moral siswa. . . .
ah ga setujulah liat jepang ,kita harus banyak belajarrr sama jepang karena waktu jepang![]()
meningkatkan sumber daya manusia yang baik harus di barengi dengan pendidikan yang bisa merubah sumber daya manusia lebih maju.dan bisa sama dengan standar internasional .saya setuju dengan adanya UAN. satu contoh progam untuk bisa mengetahui kecerdasan yang di miliki pelajar.namun yang menjadi kecemasan , UAN hanya sekedar syarat untuk lulus.tanpa diberikan kemampuan ataw keahlian yang fokus.setelah lulus pelajar bingung maU KERJA apa soalnya waktu sekolah hanya belajar soal materi saja.dan satu lagi sebagai guru harus memberikan motifasi agar si pelajar mau dan giat belajar materi atau praktek
Ujian Nasional adalah "bagian kecil" dari rencana besar untuk menyeleksi manusia menjadi beberapa jenis. Dengan adanya seleksi tersebut, akan memudahkan untuk meng-eliminasi kategori yang "dianggap" terbawah. Ketika kita concern dan fokus untuk "merubah sumber daya manusia lebih maju", seharusnya tidak perlu ada proses eliminasi. Ini adalah LOGIKA sederhana yang seharusnya menjadi landasan suatu proses pendidikan. Fokus dari sistem pendidikan seharusnya adalah "merubah sumber daya manusia lebih maju" dan bukan meng-eliminasi peserta didiknya.
Last edited by nsr150; 17-04-12 at 11:56 PM.
Mas
Seandainya tidak sekolah selama 16 tahun maka jdw_id ndak bakalan bisa menikmati buku-buku best seller....
Menurut saya, sekolah SD kelas 1 sampai 3 adalah yang paling berjasa karena saya bisa menulis, membaca dan berhitung. Sampai sekarang (dan malah sambil ngetik postingan ini), wajah-wajah guruku berkelabatan. Beliau pasti tidak nyangka muridnya yang tulisan awalnya lebih buruk dari benang kusut ternyata sudah bisa menulis pake bantuan keyboard.
Terima kasih pada guru SD-ku (terutama guru kelas 6) yang karenanya saya bisa masuk SMP dan melanjutkan ke SMA dan akhirnya bisa melanglang buana ke dunia buku best seller, ke dunia teknologi yang mungkin ndak terbayangkan oleh ara guruku di SD jaman dulu.
hampir serupa dengan yang saya rasa, cuma 10% saja atau kurang dari apa yang saya dapatkan di sekolah. selebihnya sekrang ini banyak didapatkan dari buku2.
kalau cuma berbicara tentang dasar pendidikan seperti yang dirasa 10%, saya rasa rumah dan orang tua sudah cukup jika kembali pada fungsi sebenarnya dari orang tua. tidak perlu guru bergaji yang hanya bisa perah buah dada di thread sebelah.![]()
Last edited by wisata2; 17-05-12 at 02:20 AM.
Bookmarks