Setuju
Tidak Setuju
Abstain
-----------------------------------------------------------------------
Hahahah.... Yuupss setuju sekali bahwa perbedaan itu sangat indah tinggal bagaimana cara kita menyikapi perbedaan itu. Link di bawah ini akan membuktikan betapa indahnya perbedaan yang pernah saya alami...heheh...
http://forum.kompas.com/members/rexa-albums-indahnya-perbedaan.html
Yaaa.. saya sangat juga yakin bahwa Anda punya komitmen untuk memajukan pendidikan yang terpuruk saat ini dan ingin meningkatkan kualitas generasi penerus..
Boleh dikatakan bahwa tujuan kita sama, cuma sayangnya kita masih berbeda pendapat mengenai cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.
Tetapi ini berarti kita sepakat untuk "tidak sepakat" ...hehehe....
Thanks for a very nice discussion too.. Paling tidak saya tambah pengetahuan mengapa pemerintah meneruskan kebijakan mengenai UAN melaui pendapat2 Anda...
Nanti kalo lagi cuti saya sempetin ke Sukabumi dan Bandung untuk mengunjungi Anda dan Pak Komang Merthayasa untuk karaoke bersama...hheheh...![]()
wow......
terima kasih banget buat semuanya....
aku sudah diberikan suguhan diskusi yang bagus sekali...
saling memberi masukan...
terima kasih banget...
dan memang ilmu pengetahuan sangat penting buat kita semua...
karena kita pasti akan membutuhkannya baik secara langsung atupun tidak langsung...
thank's everyone...
Katakanlah yg benar itu benar dan yg salah itu salah walaupun pahit adanya
Apakah UAN itu penting? Tentu tidak penting lagi buat saya karena saya sudah tamat sekolah dan lulus UAN. Jadi penting tidaknya tergantung darimana anda berkepentingan
Apakah test CPNS penting? apakah UMPTN/SPMB penting? Sekali lagi semua perlu standar. Sekarang adalah bagaimana cara kita agar memenuhi standar tersebut, SMA-pun demikian bukan? kalau mau masuk SMA ada yang harus ikut test segala macam padahal nilai UAN-nya tinggi. Itulah standar (termasuk berapa sumbangan yang mau dikucurkan wali murid).
Jadi fokuslah untuk bisa memenuhi standar tersebut yaitu belajar. Positifnya UAN adalah sekolah tidak perlu repot-repot membuat standar-standar kelulusan sendiri yang tentu akan semakin rancu. Cuma perlu membuat standar belajar mengajar saja. Jadi positifnya sudah jelas yaitu SERAGAM dan OBJEKTIF DARI SABANG SAMPAI MERAUKE.
--------------------------------------------------------------------
Wah menurut saya ini adalah salah satu kesalahan fatal yang diakibatkan oleh UAN yaitu menyeragamkan semua soal dari SABANG sampai MERAUKE.....
Bayangkan anak-anak di pedalaman Papua yang tidak pernah melihat kompor baik kompor minyak maupun gas karena saban hari mereka memasak dengan tungku harus menjawab soal yang bergambar kompor karena soalnya dibuat oleh orang-orang pintar dari Jakarta ? Atau mereka tidak pernah melihat mobil tetapi di soal ada gambar mobil apakah mereka nggak semakin bingung ? Inikah yang Anda sebut positifnya UAN ?
Ingat jangan lupakan kearifan budaya lokal, dalam artian apabila soalnya dibuat di Jayapura tentu soalnya akan bergambar tungku bukan kompor, tanpa menghilangkan makna dari soal itu sendiri.... Ini pendapat saya pribadi berdasarkan pengalaman pernah bekerja di remote area di Papua....![]()
-----------------------------------------------------------------------
Maaf, menurut saya keyakinan Anda lah yang harus diubah.
Pernah mendengar Anak yang diterima di ITB tetapi tidak lulus UAN, pernah mendengar Anak yang akan mendapat beasiswa tetapi tidak jadi karena tidak lulus UAN atau pernah mendengar Anak yang diterima di LN tetapi tidak lulus UAN ? Apakah semua anak itu "clever" ? Menurut saya tidak, diantara mereka pasti ada yang "smart" karena harus melalui tahap seleksi dan yang ditest bukan hanya ke "clever"an-nya tetapi juga softskill-nya.
Memang 3 tahun bukan waktu yang singkat untuk mempersiapkan UAN tetapi yang saya tidak setuju adalah UAN dijadikan "standard kelulusan".
Bagi saya silahkan saja diadakan UAN tetapi jangan dijadikan penilaian anak didik boleh lulus atau tidak.
Kebetulan saya sekarang tinggal di Batam, beberapa anak SMA yang sudah diterima Universitas di Singapore tidak bisa melanjutkan ke jenjang kuliah karena tidak mempunyai ijazah SMU karena tidak lulus UAN, inilah yang saya takutkan apabila sebuah nilai beberapa mata pelajaran dipaksakan menjadi "standard kelulusan" untuk mendapatkan Ijazah.[/quote]
Saya juga tinggal diBatam..... kamu tahu kenapa anak2 itu tidak lulus uan..... karna bahasa indonesia mereka fail......
Mereka sekolah di sekolah internasional.... mereka hanya dipersiapkan untuk sekolah di luar negeri....... bahasa inggris mereka paten tapi sekolah mereka lupa mempersiapkan mereka untuk lulus uan..... harus diingat kita di Indonesia dan untuk lulus sekolah saya merasa wajib harus bisa menguasai bahasa Indonesia dengan benar minimal ya lulus uan....
jadi bukan karna smart atau clever.....
saya punya beberapa keponakan yang juga uas dan uan tapi mereka bisa lulus dengan nilai yang memuaskan kenapa karna mereka benar2 belajar untuk menghadapinya.....
BOleh saya kata kasar sikit.... mereka tak jadi kuliah hanya karna mereka memandang rendah pendidikan di Indonesia..... kalau mereka smart or clever maka mereka akan mempersiapkannya dengan baik dan tidak fail di pelajaran BAHASA INDONESIA....
unique wine racks reviews... Memory Foam Pillow
Bookmarks