View Poll Results: Setujukah anda dengan UAN?

Voters
55. You may not vote on this poll
  • Setuju

    30 54.55%
  • Tidak Setuju

    23 41.82%
  • Abstain

    2 3.64%
Multiple Choice Poll.
Page 4 of 14 FirstFirst 12345678910111213 ... LastLast
Results 31 to 40 of 136
Like Tree5Likes

Thread: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

  1. #31
    Member mbobcoolz's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    jakarte ibu kote kite
    Posts
    508
    Rep Power
    5

    Cool Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    misi, bapak2 ibu2, makasih atas attention yang diberikan disini. hehehe, saya jadi merasa terasah di dalam forum ini. Tapi tolong dong, jangan ampe gontok2an aje ye, hehehe

    saya mau nanya ama bapak/ibu Hatinurani (maaf saya gak tau), kalo anda menjadi kita (anak SMA) dan anda dipaksa membaca padahal, anda tidak mempunyai minat di bidang itu? Jujur, saya suka bidang komputer, saya tidak suka membaca buku-buku pelajaran. Saya hanya mempelajari segala sesuatunya dengan bantuan tombol sakti F1 alias help. Makanan saya pun buku komputer, sampai semua teman saya bilang saya itu, "Kutu Komputer"

    Trus, saya penasaran ama sampeyan, dengan ini

    Quote Originally Posted by hatinurani View Post
    Untuk point no.1 apakah betul hanya ditentukan oleh 3 hari? apakah seorang murid bisa langsung bisa matematika kelas 3 SMA tanpa harus melalui jenjang kelas 1 & 2 ?
    Untuk point 2. apakah bisa tanpa belajar murid tersebut bisa lulus meski hanya pelajaran tertentu saja,boleh jadi ada anak yg bakat pintar bisa seperti itu..tetapi murid yg biasa2 saja tentu harus dibarengi oleh belajar khan...
    Point3 setiap seleksi/ujian pasti ada yg lulus atau tidak lulus,tetapi dengan dibarengi dengan belajar seorang yg kurang pintarpun tidak mustahil untuk lulus..
    Point 4. sekolah biasanya menyediakan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengakomodir bakat2 diluar pelajaran formal..dan biasanya orang yg sukses seperti itu berkembang diluar sekolah..misalnya membentuk gruop band bagi yg berbakat dalam musik dll..
    Point 6. mengecilkan peran guru saya kira tidak seperti itu..mereka bisa lulus karena belajar di sekolah yg diajrkan oleh guru...ataukah mereka belajar sendiri? kelas 1,2,3 tidak dipandu guru?
    Itu pandangan saya terhadap sisi negatif yg anda sampaikan..sorry bukan mendebat anda tetapi itu adalah pemikiran saya tentang point negatif yg anda sampaikan..
    Saya keberatan dengan point ke 6, karena guru yang membimbing kita sampai sejauh ini, maka mereka HARUS, WAJIB, KUDU ikut serta dalam penentu kelulusan kita. Misal, anda jadi guru, anda mempunyai murid2 yang sangat berharga bukan? Bagaimana perasaan anda apabila mereka tidak lulus? (Tentu saja dengan melihat kelakuan dan kepribadian si anak juga).


    Quote Originally Posted by bukanTuhan View Post
    saya pribadi memang tidak membutuhkan ilmu geografi secara langsung, tapi saya membutuhkan informasi cuaca, bencana, iklim yang bisa saya peroleh dari orang-orang yang tekun mempelajari geografi dan sekarang bekerja di BMG.
    Trus, buat om/tante bukantuhan, emangnya semua mau jadi orang BMG? =P Itu kan terserah pribadi si yang bersangkutan bukan? Itu bisa kita dapatkan di bangku kuliah. Tidak semua orang mau jadi orang BMG, tidak semua orang mau jadi Hakim. Saya punya teman dia menyatakan berhenti sekolah karena mendapatkan beasiswa olahraga di Universitas terkenal di luar negeri. Karena dia berbakat di bidang olahraga. Dan kalau boleh buka rahasia, teman saya ini mempunyai nilai yang sangat sangat mengenaskan di bidang teori-teori. Oh ya, saya tidak meremehkan pendidikan, pendidikan yang kita kenyam sekarang, adalah pendidikan "telen semua sampe habis" (menghapal teori dari guru) bukan "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" (berpikir dan argumenkan pendapat kita, tentu saja dengan kontrol dari guru, dan akhirnya teori yang benar dari si guru, serta berlandaskan teori-teori berasal dari sumber-sumber terpercaya). Dan saya sedang berusaha untuk berpikir disini. Kita semua berpikir disini. UAN bukanlah PR untuk pemerintah. (Bukannya saya sok kritis dan offense trus sok jago disini, saya juga masih SMA) PR yang sebenarnya untuk pemerintah adalah Pemerataan pendapatan supaya semua bisa sekolah! Jangan cuman naikin standar. SWT..

    btw, om rexa, ikut dong karaokeannya, hehehe,




    regards,




    mbobcoolz

  2. #32
    Senior Member Happy's Avatar
    Join Date
    Aug 2008
    Location
    Jawa
    Posts
    2,311
    Rep Power
    7

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Quote Originally Posted by mbobcoolz View Post
    misi, bapak2 ibu2, makasih atas attention yang diberikan disini. hehehe, saya jadi merasa terasah di dalam forum ini. Tapi tolong dong, jangan ampe gontok2an aje ye, hehehe

    saya mau nanya ama bapak/ibu Hatinurani (maaf saya gak tau), kalo anda menjadi kita (anak SMA) dan anda dipaksa membaca padahal, anda tidak mempunyai minat di bidang itu? Jujur, saya suka bidang komputer, saya tidak suka membaca buku-buku pelajaran. Saya hanya mempelajari segala sesuatunya dengan bantuan tombol sakti F1 alias help. Makanan saya pun buku komputer, sampai semua teman saya bilang saya itu, "Kutu Komputer"

    Trus, saya penasaran ama sampeyan, dengan ini



    Saya keberatan dengan point ke 6, karena guru yang membimbing kita sampai sejauh ini, maka mereka HARUS, WAJIB, KUDU ikut serta dalam penentu kelulusan kita. Misal, anda jadi guru, anda mempunyai murid2 yang sangat berharga bukan? Bagaimana perasaan anda apabila mereka tidak lulus? (Tentu saja dengan melihat kelakuan dan kepribadian si anak juga).




    Trus, buat om/tante bukantuhan, emangnya semua mau jadi orang BMG? =P Itu kan terserah pribadi si yang bersangkutan bukan? Itu bisa kita dapatkan di bangku kuliah. Tidak semua orang mau jadi orang BMG, tidak semua orang mau jadi Hakim. Saya punya teman dia menyatakan berhenti sekolah karena mendapatkan beasiswa olahraga di Universitas terkenal di luar negeri. Karena dia berbakat di bidang olahraga. Dan kalau boleh buka rahasia, teman saya ini mempunyai nilai yang sangat sangat mengenaskan di bidang teori-teori. Oh ya, saya tidak meremehkan pendidikan, pendidikan yang kita kenyam sekarang, adalah pendidikan "telen semua sampe habis" (menghapal teori dari guru) bukan "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" (berpikir dan argumenkan pendapat kita, tentu saja dengan kontrol dari guru, dan akhirnya teori yang benar dari si guru, serta berlandaskan teori-teori berasal dari sumber-sumber terpercaya). Dan saya sedang berusaha untuk berpikir disini. Kita semua berpikir disini. UAN bukanlah PR untuk pemerintah. (Bukannya saya sok kritis dan offense trus sok jago disini, saya juga masih SMA) PR yang sebenarnya untuk pemerintah adalah Pemerataan pendapatan supaya semua bisa sekolah! Jangan cuman naikin standar. SWT..

    btw, om rexa, ikut dong karaokeannya, hehehe,




    regards,




    mbobcoolz

    Kalau boleh nambah, sistem pendidikan indonesia berbeda dengan luar negri, berbeda pula sistem pendidikan berat dengan sistem pendidikan chinna. Dan tiap negara mempunyai sistem pendidikan sendiri-2.
    Di indonesia yg sudah saya alami, bukannya menyalahkan siapa-2, rata-rata anak dari TK sampai sekarang SMU, yg sekolah ortunya, mesti ngikuti perkembangan-nya di sekolah, kalau nggak bisa ya ketinggalan. Guru menyiapkan materi, ortu sibuk mencarikan guru les.

    Yg saya liat disini, sistem pendidikkannya dr SD sampai SMU berat sekali, makin naik makin berat, Anak SD kesekolah yg saya liat rata-2 bawanya kayak ransel nggak tau isinya apa saja, berbeda kalau sudah mahasiswa>>>>>>>nyantai sekali
    Buku jarang sekali, sebagian besar fotokopi!

    Sistem ini berbeda dgn sistem barat, dimana dari SD sampai SMA ringan, universitas malahan berat sekali, tidak ada yg namanya fotokopi!
    Disana anak SD sudah mulai diajari presentasi, berekspresi.
    Biasanya liburan ada tour piknik, setelah itu satu per satu maju kelas menceritakan dan memaparkan semuanya.

    Nah sekarang kembali ke thread :
    Itu hanya sebagian kecil contoh, belum yg lainnya.
    Jadi kesimpulan saya prahara UAN dan Kecerdasan Anak, masing-2 diambil sisi baiknya saja dan masing-2 dibuang sisi buruknya.
    Sehingga tercapai keduanya UAN maju, kecerdasan anak juga maju.
    thx

  3. #33
    Senior Member imobil's Avatar
    Join Date
    May 2008
    Location
    Perbatasan
    Posts
    2,108
    Rep Power
    8

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Terlepas dengan postingan saya diatas.....

    Menurut saya kenapa kita perlu UAN..... karna ada pemikiran pendidikan kita sudah agak terlambat dibandingkan dengan luar negeri.... dan terlalu banyak versi (buku pelajaran) yang beredar..... dan untuk mengejar ketinggalan maka kita perlu suatu standar..... maka dibuatlah UAN.....

    Kalau dilihat dari persentase kelulusan secara nasional maka UAN sama sekali tak salahnya..... orang yang tidak lulus UAN lebih disebabkan oleh hal2 pribadi..... kenapa yang biasa menjadi juara kelas bisa tak lulus,,, saya rasa jawabannya hanya karna dia menganggap remeh dan kurang persiapan..... dan sisanya pasti punya alasan sendiri dan hanya yang bersangkutan yang tahu kenapa.....

    Yang saya melihat satu kelemahan di UAN hanya kemampuan guru2 yang tidak merata disemua propinsi..... sudah bukan rahasia lagi guru2 di kota besar akan mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dari daerah kecil....

    Jadi disini pemerintah harus lebih banyak memberikan pelatihan2 kepada guru2 di daerah kecil......

    Setahu saya mulai tahun yang akan datang porsi kandungn lokal dalam soal2 di UAN akan ditambah..... semoga ini bisa membantu siswa2 yang ada didaerah.....

    KIta harus mendukung pemerintah dalam hal ini..... UAN itu ada harus dianggap sebagai bukti kepedulian pemerintah atas Pendidikan Nasional.....

    @mbobcoolz....
    Saya keberatan dengan point ke 6, karena guru yang membimbing kita sampai sejauh ini, maka mereka HARUS, WAJIB, KUDU ikut serta dalam penentu kelulusan kita. Misal, anda jadi guru, anda mempunyai murid2 yang sangat berharga bukan? Bagaimana perasaan anda apabila mereka tidak lulus? (Tentu saja dengan melihat kelakuan dan kepribadian si anak juga).

    Tugas guru adalah membimbing dan mengajari kamu semua pelajaran yang harus kamu pelajari dan yang menentukan kamu bisa lulus atau tidak adalah KAMU sendiri..... semua guru yang baik akan mengerti hal ini.... dan seorang murid yang baik dan berharga jika sampai tidak lulus maka si guru harus bertanggung jawab..... kenapa dia tidak bisa melihat masalah pada diri anak tersebut sehingga menyebabkan si anak tidak lulus......

    saya mau nanya ama bapak/ibu Hatinurani (maaf saya gak tau), kalo anda menjadi kita (anak SMA) dan anda dipaksa membaca padahal, anda tidak mempunyai minat di bidang itu? Jujur, saya suka bidang komputer, saya tidak suka membaca buku-buku pelajaran. Saya hanya mempelajari segala sesuatunya dengan bantuan tombol sakti F1 alias help. Makanan saya pun buku komputer, sampai semua teman saya bilang saya itu, "Kutu Komputer"

    Saya bukan pak hatinurani,,, tapi saya kasih tahu pandangan saya (karna dulu saya juga pelajar)..... dulu waktu sekolah jika ketemu pelajaran yang saya suka maka saya akan berusahaan jadi no.1 di pelajaran itu dan ketemu yang kurang atau tak suka maka saya akan berusahaan untuk mendapat nilai minimal (supaya jangan membuang banyak waktu saya),,, tanya kenapa? karna saya perlu nilai minimal untuk lulus..... dan selama masih di indonesia maka saya harus mengikuti peraturan yang ada.....

    teman kamu berbakat di olahraga maka dia bisa berhenti sekolah (smu) untuk masuk ke universitas luar negeri ( tanya : U mana yang mau menerima siswa yang tak punya ijazah untuk sekolah ditempatnya biarpun dia sangat berbakat di olahraga).....

    Anggap aja yang kamu bilang benar..... kamu sangat hebat dalam komputer so kenapa kamu tak belajar seperti BILL GATES dan berhenti sekolah untuk mengembangkan keahlian kamu......

    Kamu menilai pendidikan di Indonesia sebagai pendidikan "telen semua sampe habis" (menghapal teori dari guru) bukan "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" Apakah kamu pernah memikirkan jika sekarang pemerintah menerapkan sistem seperti yang kamu bilang "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" pelajar2 lainnya dan guru2 yang ada sudah cukup kompeten untuk menerimanya.....

    Bagi kamu dan guru yang kamu sebut itu mungkin bisa,,,, tapi yang lainnya apa bisa..... apakah kamu pernah berpikir sampai kesitu.....


    UAN itu hanya sebuah standar kelulusan nasional yang ditentukan oleh pemerintah..... dan saya percaya jika pelajar belajar dengan benar sesuai dengan kententuan yang ada maka dia pasti akan bisa lulus.....

    note: jika ppkn (jika salah tolong dikoreksi) mau juga dimasukan kedalam UAN,,,, itu juga menjadi tanda tanya saya "buat apa".....





    unique wine racks reviews... Memory Foam Pillow

  4. #34
    Senior Member bukanTuhan's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    near
    Posts
    2,187
    Rep Power
    7

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Quote Originally Posted by Rexa View Post
    --------------------------------------------------------------------
    Wah menurut saya ini adalah salah satu kesalahan fatal yang diakibatkan oleh UAN yaitu menyeragamkan semua soal dari SABANG sampai MERAUKE.....

    Bayangkan anak-anak di pedalaman Papua yang tidak pernah melihat kompor baik kompor minyak maupun gas karena saban hari mereka memasak dengan tungku harus menjawab soal yang bergambar kompor karena soalnya dibuat oleh orang-orang pintar dari Jakarta ? Atau mereka tidak pernah melihat mobil tetapi di soal ada gambar mobil apakah mereka nggak semakin bingung ? Inikah yang Anda sebut positifnya UAN ?

    Ingat jangan lupakan kearifan budaya lokal, dalam artian apabila soalnya dibuat di Jayapura tentu soalnya akan bergambar tungku bukan kompor, tanpa menghilangkan makna dari soal itu sendiri.... Ini pendapat saya pribadi berdasarkan pengalaman pernah bekerja di remote area di Papua....

    Anda membahas UAN atau soal-soal UAN? Di sinilah peran dan PR pemerintah bagaimana caranya memeratakan pendidikan di negara kita tercinta. Dan PR pemerintah juga untuk membuat soal-soal UAN seobjektif mungkin akibat dari keseragaman ini.

    Well....apa di Papua murid-muridnya diajar 1+1=3? Apa kalau di Papua diajarkan bumi itu kotak?

    Jika kita terus berpikir seperti ini, kapan Papua bisa mengenal "kompor"? Kapan Papua bisa mengenal "Mobil"? Dan kapan daerah-daerah lainnya bisa memajukan pendidikannya seperti daerah lain? Tolong dicatat: keterbelakangan pendidikan tidak termasuk dalam kearifan budaya lokal. saya tidak mengatakan bahwa orang Papua itu pendidikannya terbelakang, tapi Pemerintah telah membuat pendidikan di Papua tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya. Dan Pemerintah wajib bertanggung jawab terhadap hal ini.

    Dari sini saya sudah bisa melihat bahwa Anda sudah mulai menerima kelebihan dari UAN dan saya ucapkan selamat.

  5. #35
    Senior Member hatinurani's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    sukabumi
    Posts
    4,340
    Rep Power
    9

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Saya keberatan dengan point ke 6, karena guru yang membimbing kita sampai sejauh ini, maka mereka HARUS, WAJIB, KUDU ikut serta dalam penentu kelulusan kita. Misal, anda jadi guru, anda mempunyai murid2 yang sangat berharga bukan? Bagaimana perasaan anda apabila mereka tidak lulus? (Tentu saja dengan melihat kelakuan dan kepribadian si anak juga).


    saya mau nanya ama bapak/ibu Hatinurani (maaf saya gak tau), kalo anda menjadi kita (anak SMA) dan anda dipaksa membaca padahal, anda tidak mempunyai minat di bidang itu? Jujur, saya suka bidang komputer, saya tidak suka membaca buku-buku pelajaran. Saya hanya mempelajari segala sesuatunya dengan bantuan tombol sakti F1 alias help. Makanan saya pun buku komputer, sampai semua teman saya bilang saya itu, "Kutu Komputer"

    Saya bukan pak hatinurani,,, tapi saya kasih tahu pandangan saya (karna dulu saya juga pelajar)..... dulu waktu sekolah jika ketemu pelajaran yang saya suka maka saya akan berusahaan jadi no.1 di pelajaran itu dan ketemu yang kurang atau tak suka maka saya akan berusahaan untuk mendapat nilai minimal (supaya jangan membuang banyak waktu saya),,, tanya kenapa? karna saya perlu nilai minimal untuk lulus..... dan selama masih di indonesia maka saya harus mengikuti peraturan yang ada.....

    teman kamu berbakat di olahraga maka dia bisa berhenti sekolah (smu) untuk masuk ke universitas luar negeri ( tanya : U mana yang mau menerima siswa yang tak punya ijazah untuk sekolah ditempatnya biarpun dia sangat berbakat di olahraga).....

    Anggap aja yang kamu bilang benar..... kamu sangat hebat dalam komputer so kenapa kamu tak belajar seperti BILL GATES dan berhenti sekolah untuk mengembangkan keahlian kamu......

    Kamu menilai pendidikan di Indonesia sebagai pendidikan "telen semua sampe habis" (menghapal teori dari guru) bukan "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" Apakah kamu pernah memikirkan jika sekarang pemerintah menerapkan sistem seperti yang kamu bilang "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" pelajar2 lainnya dan guru2 yang ada sudah cukup kompeten untuk menerimanya.....

    Bagi kamu dan guru yang kamu sebut itu mungkin bisa,,,, tapi yang lainnya apa bisa..... apakah kamu pernah berpikir sampai kesitu.....


    UAN itu hanya sebuah standar kelulusan nasional yang ditentukan oleh pemerintah..... dan saya percaya jika pelajar belajar dengan benar sesuai dengan kententuan yang ada maka dia pasti akan bisa lulus.....

    note: jika ppkn (jika salah tolong dikoreksi) mau juga dimasukan kedalam UAN,,,, itu juga menjadi tanda tanya saya "buat apa".....





    [/quote]

    1.Bung Bmobcool saya masih pejantan tulen alias laki2..heheheh
    2.Untuk pertanyaan tentang point 6, bung imob sudah menjawab dan itu juga jawaban saya....
    Katakanlah yg benar itu benar dan yg salah itu salah walaupun pahit adanya

  6. #36
    Senior Member bukanTuhan's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    near
    Posts
    2,187
    Rep Power
    7

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Quote Originally Posted by mbobcoolz View Post
    misi, bapak2 ibu2, makasih atas attention yang diberikan disini. hehehe, saya jadi merasa terasah di dalam forum ini. Tapi tolong dong, jangan ampe gontok2an aje ye, hehehe

    saya mau nanya ama bapak/ibu Hatinurani (maaf saya gak tau), kalo anda menjadi kita (anak SMA) dan anda dipaksa membaca padahal, anda tidak mempunyai minat di bidang itu? Jujur, saya suka bidang komputer, saya tidak suka membaca buku-buku pelajaran. Saya hanya mempelajari segala sesuatunya dengan bantuan tombol sakti F1 alias help. Makanan saya pun buku komputer, sampai semua teman saya bilang saya itu, "Kutu Komputer"

    Trus, saya penasaran ama sampeyan, dengan ini



    Saya keberatan dengan point ke 6, karena guru yang membimbing kita sampai sejauh ini, maka mereka HARUS, WAJIB, KUDU ikut serta dalam penentu kelulusan kita. Misal, anda jadi guru, anda mempunyai murid2 yang sangat berharga bukan? Bagaimana perasaan anda apabila mereka tidak lulus? (Tentu saja dengan melihat kelakuan dan kepribadian si anak juga).




    Trus, buat om/tante bukantuhan, emangnya semua mau jadi orang BMG? =P Itu kan terserah pribadi si yang bersangkutan bukan? Itu bisa kita dapatkan di bangku kuliah. Tidak semua orang mau jadi orang BMG, tidak semua orang mau jadi Hakim. Saya punya teman dia menyatakan berhenti sekolah karena mendapatkan beasiswa olahraga di Universitas terkenal di luar negeri. Karena dia berbakat di bidang olahraga. Dan kalau boleh buka rahasia, teman saya ini mempunyai nilai yang sangat sangat mengenaskan di bidang teori-teori. Oh ya, saya tidak meremehkan pendidikan, pendidikan yang kita kenyam sekarang, adalah pendidikan "telen semua sampe habis" (menghapal teori dari guru) bukan "muntahin semua yang ada di dalem perut lu!" (berpikir dan argumenkan pendapat kita, tentu saja dengan kontrol dari guru, dan akhirnya teori yang benar dari si guru, serta berlandaskan teori-teori berasal dari sumber-sumber terpercaya). Dan saya sedang berusaha untuk berpikir disini. Kita semua berpikir disini. UAN bukanlah PR untuk pemerintah. (Bukannya saya sok kritis dan offense trus sok jago disini, saya juga masih SMA) PR yang sebenarnya untuk pemerintah adalah Pemerataan pendapatan supaya semua bisa sekolah! Jangan cuman naikin standar. SWT..

    btw, om rexa, ikut dong karaokeannya, hehehe,




    regards,




    mbobcoolz

    Om? Tante? Apa gw sudah setua itu?

    Baiklah adik cools yang suka komputer, senang rasanya meladeni sikap kritis kamu. Dan saya yakin banyak adik-adik SMU yang berpikiran seperti kamu.

    Di postingan kamu, kamu bertanya apa pentingnya ilmu geografi? Apa pentingnya fisika, biologi, dan kimia? Dan saya memberikan kamu pencerahan apa pentingnya ilmu itu. belum cukup atau masuk mata kiri keluar mata kanan?

    Saya juga pernah SMU (ups...ngaku), dan saya sering perhatikan
    1.bagaimana setelah selesai mengajar ada seorang guru langsung ngeloyor pergi dari kelas tanpa ada pertanyaan "Ada yang ditanyakan anak-anak?",, dan saya juga perhatikan

    2.saat ada seorang guru setelah selesai mengajar bertanya "ada yang ditanyakan anak-anak? dan semua murid kompak menjawab "Tidaaaa......k".

    Dan sadarkah kamu bahwa poin 2-lah yang sering terjadi. Padahal saat inilah kamu bisa "memuntahkan isi perut kamu". Kamu bisa mendebat guru kamu, kamu bisa berargumentasi. Dulu saya sering melakukannya dan anehnya suasana belajar mengajar menjadi seru tanpa menghilangkan makna pelajaran itu sendiri.

    guru yang membimbing kamu tidak WAJIB, KUDU, HARUS, MESTI ikut menentukan kelulusan kamu. Tapi mereka WAJIB, KUDU, HARUS, MESTI ikut serta dalam mempersiapkan kamu untuk Lulus UAN. Berapa orang guru yang mengajar kamu dari kelas 1 sampai kelas 3? Apakah kamu mengharapkan sistem voting untuk menentukan kelulusan kamu seperti anggota DPR kita kalau membahas Undang-Undang? Ini tentunya menjadi sangat subjektif. SMU bukan sekolah kepribadian, bukan juga sekolah bakat tapi adalah sekolah Umum.

    Pemerataan pendapatan? Ini bukan tentang UAN lagi kan? tapi dengan pemerataan pendidikan dan dibarengi dengan siswa-siswa yang rajin belajar saya yakin akan tercapai. saya pernah bilang di postingan saya

    PENDIDIKAN BUKAN SEGALA-GALANYA TAPI DENGAN PENDIDIKAN KAMU BISA MERAIH SEGALANYA termasuk pemerataan pendapatan tadi.

  7. #37
    Senior Contributor -wie-'s Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    on earth..
    Posts
    7,589
    Rep Power
    13

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    kLw boLeh aQ mau sharing,,,
    UAN dgn kategori pertama kaLi diseLenggarakan waktu aQ keLas 3 SMA,,,
    sebenarnya bagi kami seLaku yg mengerjakan UAN tersebut memang memberatka,,,
    pasaL'na kami sudah beLajar di SMA seLama 3 tahun hanya di tentukan keLuLusan'na hanya daLam waktu 3 hari @ 2jam dan hanya 3 mata peLajaran (kaLau skrg 6 mata peLajaran),,,
    kami sudah m'persiapkan sangat maximaL tapi hasiL'na kurang bahkan tidak memuaskan,,,
    ini pengaLaman setiap tahun'na,,,
    anaQ2 yg pintar maLah tidak LuLus karena mereka terLaLu teLiti daLam mengerjakan soaL,,,
    hasiL'na banyak yg beLum mereka kerjakan karena waktu yg sangat sempit, jadi gak LuLus UAN,,,
    sedangkan anaQ2 yg main "tembak" aja, mereka maLah LuLus UAN,,,
    pernah Lg temanQu d' SMA 70, dia sudah d' terima d' IPB Lewat jaLur PMDK,,,
    gagaL masuk IPB karna tidak LuLus UAN,,,
    jadi menurutQu UAN seharus'na bukan indikator keLuLusan seorang siswa,,,
    bagaimana ketika sedang UAN dia sedang kurang sehat?!?!
    mengisi Lembar jawaban komputer itu suLit,,,
    kira2 ituLah pengaLamanQu & teman2 seLama ini,,,

    mommy wanna be

  8. #38
    Senior Member bukanTuhan's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    near
    Posts
    2,187
    Rep Power
    7

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Quote Originally Posted by -wie- View Post
    kLw boLeh aQ mau sharing,,,
    UAN dgn kategori pertama kaLi diseLenggarakan waktu aQ keLas 3 SMA,,,
    sebenarnya bagi kami seLaku yg mengerjakan UAN tersebut memang memberatka,,,
    pasaL'na kami sudah beLajar di SMA seLama 3 tahun hanya di tentukan keLuLusan'na hanya daLam waktu 3 hari @ 2jam dan hanya 3 mata peLajaran (kaLau skrg 6 mata peLajaran),,,
    kami sudah m'persiapkan sangat maximaL tapi hasiL'na kurang bahkan tidak memuaskan,,,
    ini pengaLaman setiap tahun'na,,,
    anaQ2 yg pintar maLah tidak LuLus karena mereka terLaLu teLiti daLam mengerjakan soaL,,,
    hasiL'na banyak yg beLum mereka kerjakan karena waktu yg sangat sempit, jadi gak LuLus UAN,,,
    sedangkan anaQ2 yg main "tembak" aja, mereka maLah LuLus UAN,,,
    pernah Lg temanQu d' SMA 70, dia sudah d' terima d' IPB Lewat jaLur PMDK,,,
    gagaL masuk IPB karna tidak LuLus UAN,,,
    jadi menurutQu UAN seharus'na bukan indikator keLuLusan seorang siswa,,,
    bagaimana ketika sedang UAN dia sedang kurang sehat?!?!
    mengisi Lembar jawaban komputer itu suLit,,,
    kira2 ituLah pengaLamanQu & teman2 seLama ini,,,

    UAN-nya atau soalnya yang berat?

    anaQ2 yg pintar maLah tidak LuLus karena mereka terLaLu teLiti daLam mengerjakan soaL,,,
    hasiL'na banyak yg beLum mereka kerjakan karena waktu yg sangat sempit


    Salah siapa? UAN? anda perlu berapa jam untuk menyelesaikan 1 mata pelajaran di UAN? atau berapa hari?

    sedangkan anaQ2 yg main "tembak" aja, mereka maLah LuLus UAN,,,

    Ini namanya keberuntungan, bukan salah UAN. Ulangan umum biasa juga sering pake cara ini.

    pernah Lg temanQu d' SMA 70, dia sudah d' terima d' IPB Lewat jaLur PMDK,,,
    gagaL masuk IPB karna tidak LuLus UAN,,,


    berarti dia memang kurang pantas untuk kuliah di IPB. Setahu saya PMDK tidak melulu melihat dia pintar atau tidak dalam mata pelajaran tapi juga karena prestasi-prestasi yang ia miliki di luar mata pelajaran. Mungkin saja teman anda memperoleh PMDK itu karena prestasinya. Dan saya juga punya teman yang begitu diterima di jalur PMDK, dia menjadi malas belajar dan meremehkan UAN karena dia berpikir buat apa belajar toh tanpa test sudah dapet PTN bagus. Akhirnya? ya seperti teman anda ini.


    bagaimana ketika sedang UAN dia sedang kurang sehat?!?!

    Salahkah UAN dalam hal ini? Bukankah mestinya murid itu harus mempersiapkan diri lahir batin dalam menghadapi UAN. Menjaga kesehatan dan belajar agar siap tempur di hari H? Siapa yang ingin sakit? Memang tidak ada, tapi bisa kita cegah bukan?

    mengisi Lembar jawaban komputer itu suLit,,,

    Lebih sulit dari jawaban soalnya kah? Jaman sekarang murid-murid sudah sangat maju dalam teknologi. Internet, HP 3G, PS 3, dll. Hanya mengisi lembar jawaban komputer dengan pensil masih terasa sulitkah? Manja sekali anak-anak jaman sekarang.....di cina dan Jepang soal ujian bukan lagi dijawab di atas lembar kertas tapi langsung di komputer. Kapan kita bisa seperti itu kalau mengisi lembar jawaban UAN dengan pensil saja masih terasa sulit.

    kira2 ituLah pengaLamanQu & teman2 seLama ini,,,

    dan apakah Anda sudah belajar dari pengalaman Anda dulu? saya pikir belum.

  9. #39
    Senior Contributor -wie-'s Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    on earth..
    Posts
    7,589
    Rep Power
    13

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    @ bukan Tuhan,,,
    hampir seLuruh anaQ d' Indonesia yg aQ Liat d' berita atw scr Lgsg pasti biLang gitu,,
    emg om bukan Tuhan pernah m'rasakan UAN?!!?
    apa om pernah m'isi Lembar komputer!??!
    kaLAu beLum,, om beLum tau rasa'na m'erjakan itu semua,,,

    asaL om tau,,,,
    kLw memang UAN m'nentukan kuaLitas,,,
    m'apa soaL2 yg pernah d' keLuarkan muncuL Lg,,,
    hanya d'rubah sedikit & d' ganti no.na?!?!
    pernah nonton berita gak, sampe ada anaQ yg bunuh diri gara2 UAN,,,
    mungkin sistem p'niLaian pada UAN yg harus d'rubah!!!!

    mungkin menurut om bukan Tuhan saya beLum beLajar dari p'aLaman,,,
    tp om beLum m'enaL saya & tdk tau siapa saya,,,
    jd jgn Lgsg m'niLai saya,,,,
    Last edited by -wie-; 25-09-08 at 01:16 PM.
    mommy wanna be

  10. #40
    Senior Member bukanTuhan's Avatar
    Join Date
    Sep 2008
    Location
    near
    Posts
    2,187
    Rep Power
    7

    Re: Prahara UAN dan Kecerdasan Anak

    Quote Originally Posted by -wie- View Post
    @ bukan Tuhan,,,
    hampir seLuruh anaQ d' Indonesia yg aQ Liat d' berita atw scr Lgsg pasti biLang gitu,,
    emg om bukan Tuhan pernah m'rasakan UAN?!!?
    apa om pernah m'isi Lembar komputer!??!
    kaLAu beLum,, om beLum tau rasa'na m'erjakan itu semua,,,

    asaL om tau,,,,
    kLw memang UAN m'nentukan kuaLitas,,,
    m'apa soaL2 yg pernah d' keLuarkan muncuL Lg,,,
    hanya d'rubah sedikit & d' ganti no.na?!?!
    pernah nonton berita gak, sampe ada anaQ yg bunuh diri gara2 UAN,,,
    mungkin sistem p'niLaian pada UAN yg harus d'rubah!!!!

    mungkin menurut om bukan Tuhan saya beLum beLajar dari p'aLaman,,,
    tp om beLum m'enaL saya & tdk tau siapa saya,,,
    jd jgn Lgsg m'niLai saya,,,,
    Om lagi?????????

    Wie yang manis, Om pernah kok ikut UAN dan SPMB jadi Om juga pernah mengisi lembar jawaban komputer dan bagaimana rasanya.

    Om tidak pernah bilang UAN menentukan kualitas, tapi UAN adalah standar kelulusan bukan standar kualitas.

    Semua soal-soal UAN yang dulu pernah Om kerjakan muncul lagi kok di UAN beberapa tahun setelahnya dan sedikit "diganti" juga nomernya beda. kenapa? Itu artinya, kamu, Om, dan teman-teman kamu yang lainnya juga mendapat pelajaran yang sama di bangku sekolah dulu jadi soalnya ya seputar itu-itu juga. So....kalau belajar pasti bisa menjawab kan???

    Om pernah nonton/baca/dengar berita itu, tapi kalau kamu perhatikan betul isi beritanya penyebab anak-anak itu bunuh diri karena dia GAGAL lulus UAN. Dan kenapa harus UAN yang disalahkan. Misalkan saja kamu ikut tes CPNS, trus kamu gagal ,apa kamu menyalahkan test CPNS itu dan bunuh diri? Hmm.....ada yang aneh kayaknya.

    BTW sorry kalau menilai kamu, dan salam kenal..........

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0