
Originally Posted by
merenung
Barusan nonton film di star-movie channel tentang spelling contest yang dimenangkan bersama oleh dua sahabat setelah melalui partai final yang sangat kompetitif. Aku belajar bahwa memenangkan sesuatu tidak harus diperoleh dengan mengalahkan orang lain.
Sebelum partai final, saat ingin mengucapkan semoga sukses pada temannya, finalist yang lain, Akeela menemukan ayah temannya sedang menekankan kemenangan dengan pernyataan, "kalau kamu tidak menang sekarang, kalu akan selalu jadi nomor 2 sepanjang hidupmu."
Di partai final, Akeela dengan sengaja mengeja satu huruf yang dia sangat kenal dengan salah untuk memberikan kemenangan pada temannya tapi temannya yang menyadari tujuan Akeela pun dengan sengaja mengeja dengan salah. Pertandingan pun harus diteruskan karena belum ada pemenang.
Kedua sahabat ini pun, masih di atas panggung, saling menyemangati untuk berusaha dan menunjukkan yang terbaik dan saling membesarkan hati bahwa siapa pun yang menang tidak akan mengubah persahabatan mereka.
Partai final pun dilanjutkan dengan suasana kompetisi yang ketat namun tetap penuh persahabatan, keceriaan dan juga fairness. Keduanya mengeja 15 kata dengan benar dan saling menyemangati dan saling menyelamati setiap kali kompetitornya (bukan opponent) melakukan tugasnya dengan baik. Dan akhirnya, setelah berhasil mengeja kata terakhir yang menjadi tugas masing-masing, keduanya pun menjadi juara bersama.
Menang tak harus mengalahkan. Kemenangan harus diperoleh dengan kerja keras dan penghormatan serta penghargaan pada kompetitor. Kemenangan menjadi tanpa maknah bila didapat dengan kompetisi tanpa kejujuran. Akeela dan temannya mengajarkan pelajaran ini pada ayah temannya dan aku mendapatkan pelajaran yang sama dari mereka.
Tidakkah ini sesuatu yang perlu kita tanamkan pada bangsa ini melalui dunia pendidikan?
Bookmarks