tapi tetep ajah, guru yg di sekolah kaya, jadi ikutan kaya, gimana kalau yg ngajar di sekolah miskin, pedaleman, gaji gak nentu, sering telat, dsb? gmn? tetep dong tanpa tanda jasa, mungkin katakata itu khusus banget kali ya buat mereka aja yg benerbener ngededikasiin kemampuan, kekuatan, ilmunya buat anak2 pedesaan pedaleman yg gak nentu gajinya?
*ups.. mau share inpo tentang makanan dan kesehatan??? yuk mari.. jajanandepok . com / forum*
up...Mudah2an para guru bisa menjadi penyaring masuknya budaya asing yang tidak pantas diajarkan di SD-SD. Buku pelajaran yang berbau porno...??
Bung, sekarang ini guru adalah profesi. Jadi pelakunya adalah orang yang profesional. Tidak bisa lagi disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Sekarang sudah bukan jamannya lagi guru yang 'melayani' dengan 'tulus ikhlas' tidak perlu diimbal.
Guru yang mengajar 40 siswa, dari keempat puluh wali murid pasti ada satu dua orang yang memperlakukan guru dengan kasar baik verbal maupun tindakan non verbalnya. Namun setiap tahun guru-guru tetap mengajar 40 murid yang lainnya dengan sepenuh kemampuan. Dengan tanggung jawab sebesar itu, sudah sepatutnya guru-guru kita diberikan imbalan yang pantas.
Saya sudah melihat banyak orang yang menggurui cara guru mengajar, tetapi ia sendiri tidak sanggup mengajar. Pada setengah tahun pertama mereka sudah mengajukan permohonan mengundurkan diri. Padahal statusnya baru Guru tidak tetap yang mengajar satu mata pelajaran saja. Sekarang mereka TIDAK PERNAH lagi mengomentari ataupun memberi pendapat cara mengajar yang baik. Kalau tidak percaya, coba sendiri!!
Pertanyaannya tred ini ga asik nih... Main Pukul rata.... Bagaimana kalau pertanyaanya saya balik, Masih Pantaskah murid-murid di Indonesia Disebut Sebagai Murid Yang Berbudi Pekerti Luhur Yang Bisa Menghargai Jasa Orang Lain Yang memberinya Ilmu Sehingga Dia Bisa Menulis Di Forum Ini?
The Servant of Cloneroom @ The Classroom Online
Tergantung gurunya juga sih..
Ada guru yang hanya mengejar target kurikulumnya saja, tanpa memikirkan murid mengerti atau tidak..
Ada juga guru yang peduli terhadap siswa, tidak akan lanjut ke bab selanjutnya klo murid tersebut belum mengerti.
Kalau kerjanya ikhlas dan profesional, tidak peduli gajinya banyak atau tidak, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Bayangkan, profesi guru adalah mencetak generasi unggul. Siswa binaannya nanti ada yg jadi insinyur, dokter, bahkan presiden. Untuk pekerjaan yg semulia itu, gaji standar yg ada sekarang saya kira masih tidak pantas, terlalu kecil.Jika saat ini banyak kasus yg tidak pantas dilakukan oleh oknum guru, itu cerminan masyarakat kita. Toh guru itu juga hasil didikan dalam sistem di masyarakat. Kalau guru ada yg korupsi, bertindak tidak senonoh, tidak profesional, dll maka itu juga cerminan masyarakat kita yg korup, berstandar moral rendah, serta pandir.
Meja kerja yang rapi adalah cerminan jiwa yang sakit
Kalo di desa saya, majalengka masih ada guru yang rela mengajar walaupun tidak di bayar sama sekali. tapi itu guru ngaji bukan guru sekolahan kayak SD smp gitu. jadi beliau mengajar murid2 nya untuk baca dan tulis bahasa arab dan Al Qur'an. beliau bekerja sebagai pedang di siang hari dan mengajar agama di malam hari sehabis isya, itu juga sama kan guru namanya, kalo guru sekolahan keknya saya belum nemu di sini yg rela mengajar tanpa di bayar sepeserpun. Tapi kita juga mesti ngerti, mereka memerlukan biaya hidup walaupun di desa, biasanya guru honorer di daerah saya dikasih 50 ribu sampe 300 ribu perbulan (beda2 tiap sekolah), kasian juga sih..
Bookmarks