Page 1 of 17 1234567891011 ... LastLast
Results 1 to 10 of 169

Thread: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)


  1. #1
    Contributor Acing's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Location
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia
    Posts
    2,514
    Rep Power
    10

    Lightbulb [STICKY] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Mahasiswa Indonesia Tusuk Profesor Singapura
    Diduga Depresi Kerjakan Tugas Akhir





    Selasa, 3 Maret 2009 | 03:19 WIB
    SINGAPURA, SENIN - Perguruan tinggi di Singapura yang terkenal aman dan nyaman untuk belajar, tercoreng oleh peristiwa kekerasan berdarah. Seorang mahasiswa Indonesia tiba-tiba bertindak brutal dengan menyerang seorang profesor.
    Mahasiswa tingkat akhir jurusan Electrical & Electronic Engineering di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, menusuk Profesor Chan Kap Luk (40), menggunakan pisau, Senin (2/3) pukul 10.35 waktu setempat. Berdasar penelusuran Tribun pada situs resmi NTU, pemuda yang diidentifikasi bernama David Hartanto Widjaja (22), itu sedang menyelesaikan tugas akhir di bawah bimbingan Prof Chan.
    Nama David berada di urutan tiga matriks Final Year Project No A3026-081, berjudul "Multiview acquisition from Multi-camera configuration for person adaptive 3D Display". David menyerang sang profesor di kantornya yang terletak di lantai 6 gedung Electrical & Electronic Engineering. Dia menusuk punggung dan lengan Prof Chan. Kemudian David menyayat pergelangan tangan kanannya sendiri.
    Situs Channelnewsasia mengutip saksi mata bernama Liu Yan (24), mahasiswa Teknik Elektronika asal Cina, bahwa saat kejadian dia dan temannya sedang belajar di Techno Plaza di lantai empat. Liu melihat seorang mahasiswa dengan tangan berlumuran darah berlari melewati jembatan yang menghubungkan Fakultas EEE dan Techno Plaza dan menaiki gedung.
    "Saya langsung menghubungi polisi dan turun untuk melihatnya. Kami terkejut melihat mahasiswa itu tergeletak berlumuran darah," kata Liu.
    Ternyata David terjun dari lantai 4 gedung itu. Tubuhnya sempat menghantam atap jembatan dari kaca sebelum terempas mengenai pinggiran semen di tanah.
    Tubuh David yang mengenakan kaus kuning muda dan celana tanggung krem, ditemukan sudah tak bernyawa di dekat blok mesin gedung tersebut. Kepala, tangan, bokong, dan kakinya berlumur darah.
    Sementara Prof Chan selamat, namun menderita luka tusuk di bagian punggung dan lengannya. Dia langsung dilarikan ke National University Hospital untuk menjalani operasi darurat. Baju warna biru yang dikenakannya basah oleh darah.
    Prof Chan adalah Wakil Direktur Pusat Riset Teknik Biomedis NTU dan ahli teknik informatika. Dia telah mengabdi di kampus tersebut sejak Juni 1992.
    Otoritas kampus langsung mengeluarkan pernyataan atas peristiwa berdarah tersebut. "Seorang mahasiswa tingkat akhir dari sekolah teknik elektro menikam seorang profesor pagi tadi, 2 Maret 2009. Mahasiswa tersebut kemudian melompat dari gedung. Ambulans dan polisi langsung dihubungi,"demikian pernyataan NTU seperti website Singapura, The Straits Times, Senin (2/3).
    Pihak kampus juga langsung menghubungi keluarga Profesor Chan dan keluarga David. "Universitas sangat terkejut dan bersedih atas apa yang telah terjadi," kata Dr Su Guanin, Presiden NTU.
    "Masalah ini akan diselidiki secara mendalam. Komunitas universitas akan bersatu dalam masa sulit ini dan melakukan segenap upaya untuk membantu keluarga mahasiswa, profesor, dan keluarganya serta mereka yang trauma atas insiden ini," imbuh Guaning.
    Dia menyatakan, pihak universitas akan membantu polisi dalam penyelidikan kasus tersebut. Hingga kini polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut, namun belum jelas apa motif David melakukan tindakan nekat itu.
    Apalagi dia dikenal sebagai mahasiswa cerdas, bahkan berteman baik dengan Prof Chan. David diduga mengalami depresi.
    David adalah alumnus SMA Kristen BPK Penabur 1 Jakarta. Pemuda keturunan Cina ini terkenal sebagai siswa cerdas dan pernah mengikuti berbagai lomba matematika dan sains tingkat nasional maupun mewakili Indonesia ke internasional. (edy/dri)
    Last edited by Acing; 12-03-09 at 03:33 AM.

    Shogun - Skyfire (Alex Morph Remix)

  2. #2
    Junior Member
    Join Date
    Feb 2008
    Posts
    198
    Rep Power
    7

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Brgkali stress, "digencet" sama dosen pembimbingnya...

    Gw juga denger ada kasus mhs asing yg sekolah di Singapore, krn stress entah gak bisa ikuti mata pelajarannya, lingkungannya ato dosen2-nya...akhirnya gagal....Mau pulang malu...akhirnya suicide.....

  3. #3
    Junior Member Akang's Avatar
    Join Date
    Feb 2009
    Location
    Bandung
    Posts
    102
    Rep Power
    6

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Apapun itu tidak bisa dibenarkan. Semoga tidak terulang lagi di masa depan, kalau stress segera cari release nya biar fress lagi.

  4. #4
    Senior Contributor earsun's Avatar
    Join Date
    Apr 2008
    Location
    where many malls and culinary gathered
    Posts
    7,929
    Rep Power
    33

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Quote Originally Posted by Akang View Post
    Apapun itu tidak bisa dibenarkan. Semoga tidak terulang lagi di masa depan, kalau stress segera cari release nya biar fress lagi.
    Yup.. Singapore kan banyak red district nya, bisa melepas stress disana
    Legion of mindless zombies could even turned insolent marauder into a demigod

  5. #5
    Advisor GEO's Avatar
    Join Date
    Oct 2008
    Location
    <a href="http://geo-geo22.blogspot.com/">
    Posts
    18,489
    Rep Power
    37

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    turut prihatin

  6. #6
    Advisor
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    22,178
    Rep Power
    30

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Quote Originally Posted by poerbean View Post
    Brgkali stress, "digencet" sama dosen pembimbingnya...

    Gw juga denger ada kasus mhs asing yg sekolah di Singapore, krn stress entah gak bisa ikuti mata pelajarannya, lingkungannya ato dosen2-nya...akhirnya gagal....Mau pulang malu...akhirnya suicide.....
    Quote Originally Posted by Akang View Post
    Apapun itu tidak bisa dibenarkan. Semoga tidak terulang lagi di masa depan, kalau stress segera cari release nya biar fress lagi.
    Quote Originally Posted by earsun View Post
    Yup.. Singapore kan banyak red district nya, bisa melepas stress disana

    sauidara2ku, kalau punya anak lebih baik kuliah saja di Negara kita Indonesia, anak2 bisa diawasi oleh ortunya.
    kalau stress, nggak lulus2 , banyak dosen killer, kiriman telat beresiko kalau anak kita kuliah di LN, ya seperti itu bisa "bunuh diri" loncat dari lt.4, ini tentunya akan memalukan keluarga juga negara kita, apa lagi habis nusuk orang.
    hayo saudara2ku, carilah PT di Indonesia saja.

  7. #7
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    http://internasional.kompas.com/read...a.di.Singapura

    SINGAPURA, KAMIS â€" Penyebab kematian David Hartanto Widjaja (21) hingga kini masih misterius. Awalnya, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, itu diberitakan bunuh diri setelah menusuk dosen pembimbingnya. Namun, hingga kini kepastiannya masih misteri.

    Terlepas motif di balik insiden yang menggegerkan Singapura itu, peristiwa tersebut sedikit menguak "penderitaan" mahasiswa Indonesia di luar negeri. Mereka adalah mahasiswa cerdas, tetapi stres karena terbebani target terlampau tinggi.

    Begitu kasus David mencuat, banyak mahasiswa di Singapura mengungkapkan jeritan hatinya di berbagai situs jejaring sosial. Betapa tekanan untuk berhasil begitu tinggi. Sampai akhirnya sejumlah mahasiswa memilih berusaha bunuh diri. Ada yang membenturkan kepala ke kaca dan ada pula yang sampai masuk rumah sakit jiwa.

    Pengguna situs Multiply bernama Margaritta, misalnya, mengungkapkan isi hatinya tentang penderitaan kuliah berbeasiswa di Singapura.

    "Gue tidak menyesali empat tahun ke belakang karena, memang benar, tanpa apa yang ada empat tahun itu, tidak ada gue yang sekarang. Tapi gue juga tidak menyangkal bahwa hal sama yang telah gue lewati telah membuat kakak temen gue melompat ke rel kereta api dalam percobaan bunuh diri yang gagal. Mengirim anak dokter ternama masuk rumah sakit jiwa. Membawa seorang kawan memecahkan kaca ruang kuliah dengan kepalanya sendiri," tulis Margaritta.

    "Bener2 menggambarkan perasaan kita 'hiks, msh freshie br mau k year 2, msh blm terbiasa sm' suasana di sini," sambung Salzannisa.

    Margaritta kemudian menuturkan bahwa Singapura memberikan pelayanan baik bagi mahasiswa penerima beasiswa. Namun, mereka juga menuntut banyak.

    Berikut penuturannya : Di Singapura, kami dijamu oleh kamar asrama. Kami mendapatkan kamar yang bersih, air listrik-microwave sepuasnya, plus internet 100mbps. Fasilitas sekolah sangat baik. Beberapa dari kami menjadi asisten dosen, digaji untuk belajar dan riset dengan materi tercukupi.

    Sayangnya, terkadang terlupakan bahwa bakat itu melekat pada seorang manusia. Kami dilihat hanya berdasarkan apa yang dapat kami hasilkan, bukan sebagai anak manusia. Hak paten apa yang bisa kami hasilkan? Tulisan untuk jurnal mana yang bisa kami terbitkan? Dapatkah penghasilan kami meningkatkan pendapatan nasional?

    Terlebih gue bukan warga negara, itu artinya gue dan orangtua gue tidak pernah menyumbangkan pajak guna membangun negara. Jadi ketika gue menikmati majunya negara Singapura, gue dituntut untuk ‘membayar’ lebih dari warga-negara biasa, dengan semakin berprestasi dan mengharumkan nama universitas seharum-harumnya."

    Margaritta menyebut kasus David hanyalah salah satu kasus, dan sebenarnya masih banyak kasus yang tidak terungkap. "Senior bbrp tahun di atas qta, yg ke kaca itu seangkatan...sebenernya gw sering denger juga percobaan bunuh diri, tapi yah itulah..selalu ditutup2i, jd ga pernah masuk brita. Seandainya yg ini ga kelewat geger jg pasti ditutup2in.

    "Tapi jangan patah semangat yee...Mungkin bener kata loe, sekarang smua orang jd takut sama anak Indo, niscaya kita akan diperlakukan dengan baik di masa mendatang! hehehe..." *

    Banyak tanggapan disampaikan untuk menemukan solusi tentang tekanan psikologis yang dialami para mahasiswa Indonesia di Singapura. Pengguna Multiply bernama Omadt, misalnya, mengusulkan terbentuknya forum diskusi anak-anak cerdas berbeasiswa di luar negeri.

    "Sayangnya (seperti yang sudah-sudah) kita di Indo baru kebakaran jengot sesudah mengetahuinya dalam keadaan yang parah. Walaupun demikian, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan tersebut dan menyelamatkan Anda sebagai "asset" dari bangsa yang sedang "nyungsep" ini.

    Mungkin ada baiknya untuk membentuk sebuah Forum Group Discussion (FGD) untuk komunitas anak-anak bangsa yang cemerlang ini. Paling tidak, sesama anak bangsa yang sedang merantau mempunyai tempat curhat dan membuka kemungkinan memecahkan masalah secara bersama-sama. Yang mengarahkan, kalo gak ada profesional dari negeri sendiri, ya para alumni yang udah lulus "kawah candradimuka" dan berhasil survive. (Mungkin gak.? sudah ada atau belum ..? atau sudah ada tapi belum berjalan optimal..?)
    Mudah-mudahan keadaan akan menjadi lebih baik.

    ONO
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  8. #8
    Advisor maspras's Avatar
    Join Date
    Jun 2008
    Location
    lombok
    Posts
    14,167
    Rep Power
    23

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    http://internasional.kompas.com/read...i.tangan.david

    SINGAPURA, RABU â€" Penyebab kematian David Hartanto Widjaja (21) masih misterius. Awalnya, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, itu diberitakan bunuh diri setelah menusuk dosen pembimbingnya. Kini, berita itu mulai diragukan banyak pihak.

    Informasi awal yang beredar melalui berbagai pemberitaan media massa Singapura, baik online maupun cetak, menyebutkan bahwa David menusuk Profesor Chan Kap Luk (45) dengan pisau dapur sepanjang 10 cm, lalu menyayat pergelangan tangan kanannya sendiri dan terjun dari lantai 4 gedung kampusnya, Senin (2/3) pukul 10.35.

    Setelah melihat jenazah David, kedua orangtuanya, Hartanto Widjaja dan Chai Li Kim, menyatakan tidak ada luka di pergelangan tangan David.

    Mereka malah kaget karena terdapat luka tusuk di leher putra kedua mereka itu. Belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab luka itu. Malahan muncul spekulasi liar bahwa justru Profesor Chan-lah yang menyerang David.

    Profesor Chan, yang kemarin sudah meninggalkan National University Hospital, menjadi saksi kunci kasus ini karena dia adalah satu-satunya orang yang bersama David di dalam ruangan kerjanya saat peristiwa berdarah itu terjadi.

    Hingga kini, kepolisian Singapura juga masih menelusuri apa motif David menyerang Prof Chan sehingga melukai punggung dan tangannya. Dan masih sekadar dugaan bahwa David yang tengah menyelesaikan tugas akhirnya sedang stres. Apalagi, menurut harian Straits Times, David baru saja kehilangan beasiswanya yang diperoleh sejak 4 tahun lalu. Menurut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), penyelidikan kasus tewasnya David butuh waktu 4-6 bulan.

    Tidak terjun

    Spekulasi mengenai kematian David memicu perdebatan di situs Straits Times, Rabu (3/3), yang berjudul Knife attack at NTU: Student Lost Study Award. Pada kolom komentar, seorang berinisial edwin2026 mengecam pemberitaan di Singapura yang seolah-olah memojokkan David.

    Pria bernama Edwin Lesmana itu mencantumkan alamat e-mail-nya dan siap bertanggung jawab atas semua pernyataannya. Dia juga menjawab e-mail Tribun Batam, namun menolak menjelaskan lebih jauh mengenai statement-nya. Berikut komentar Edwin di Straits Times.

    "Saya adalah salah satu teman dekat David. Saya di sini untuk memberikan beberapa fakta dan asumsi mengenai kasus ini. Faktanya, Lok Tat Seng, Dekan NTU, mengumpulkan semua mahasiswa dari Indonesia di International Student Center pada malam setelah kejadian itu. Dia hanya bilang ada saksi di tempat yang melihat tubuh David tergeletak di tanah, mati. Dekan tidak mengatakan bahwa saksi melihat David terjun dari balkon.

    Satu-satunya pernyataan resmi dari kepolisian adalah David ditemukan sudah meninggal. (Menurut polisi, David diperkirakan meninggal pukul 10.45). Mereka tidak menyebutkan apakah dia melakukan bunuh diri.

    Mereka juga hanya menyebutkan ‘profesor itu diyakini akan ditikam’. Tapi tidak mengatakan bahwa ‘profesor yang telah ditikam’. Di mana asumsi ini berasal? Mengapa mereka tidak mengatakan tentang hal ini?

    Saya dan beberapa mahasiswa Indonesia berkumpul di International Student Center pukul 8 malam setelah kejadian dan berbicara kepada orangtua David. Mereka mengaku tak melihat luka pada pergelangan tangannya dan polisi juga telah dikonfirmasi soal itu. Asumsi saya, orangtua David tidak akan berbohong. Berarti berita semua media massa bahwa David menyayat tangannya adalah bohong.

    Menurut orangtuanya, ada juga luka di kepala David (diasumsikan itu cedera karena jatuh), sayatan dan luka di lehernya. Menurut opini saya, luka di lehernya sangat mencurigakan. Bagaimana mungkin dia bisa terluka seperti itu? Sekali lagi, menurut orangtua David, polisi menduga luka itu karena kepalanya menghantam tanah saat jatuh. Jika demikian, dagunya pasti terluka. Kenyataannya tidak. Pertanyaan saya, dari mana asal luka di lehernya"?

    David diserang

    Berikut asumsi-asumsi yang disampaikan oleh Edwin. (1) David ditikam profesor. Bagaimana Anda tahu? Kejahatan itu terjadi di ruangan tertutup yang hanya ada David dan profesor. Tidak ada seorang pun melihat apa yang terjadi. Saksi mata hanya melihat David berjalan keluar ruangan.

    (2) Bila David memang bunuh diri, bagaimana bisa seseorang yang melakukan bunuh diri bisa jatuh ke atas atap kaca baru jatuh ke tanah, bukannya langsung menjatuhkan diri ke tanah. (3) David menyayat pergelangannya. Saya tak tahu dari mana berita ini berasal.

    Menurut Edwin yang pernah dua tahun sekamar dengan David, informasi bahwa David punya motivasi menyerang lantaran Prof Chan memberikan nilai yang tidak memuaskan karena David belum menyerahkan laporannya. Apalagi ada kebijakan di NTU untuk tidak memberitahukan kepada siswa mengenai nilai mereka sebelum nilai itu keluar.

    “Saya menduga justru Prof Chan-lah yang menyerang David. Ada beberapa poin mengenai alasan saya. Pertama, menurut berbagai laporan, pakaian David dipenuhi darah. Jika itu darah dari pergelangan tangannya, dia tidak mungkin membersihkan darah di tangannya menggunakan pakaian yang dia kenakan. Lebih bisa dimengerti bila luka itu berasal dari lehernya,†tulis Edwin.

    Kedua, David mencoba meloloskan diri keluar dari ruangan setelah diserang oleh profesor. Namun dengan leher yang terluka, akhirnya dia terjatuh dari atas balkon. Mungkin dia panik dan tidak sadar setelah kehilangan banyak darah sehingga dia terjatuh", pungkas Edwin.(edy)
    argumentasinya yang didebat dan didiskusikan bukan orangnya.. kecuali tong kosong.

  9. #9
    Senior Contributor Flores's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    6,972
    Rep Power
    14

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Quote Originally Posted by maspras View Post
    http://internasional.kompas.com/read...a.di.Singapura

    SINGAPURA, KAMIS â€" Penyebab kematian David Hartanto Widjaja (21) hingga kini masih misterius. Awalnya, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Nanyang Technological University (NTU), Singapura, itu diberitakan bunuh diri setelah menusuk dosen pembimbingnya. Namun, hingga kini kepastiannya masih misteri.

    Terlepas motif di balik insiden yang menggegerkan Singapura itu, peristiwa tersebut sedikit menguak "penderitaan" mahasiswa Indonesia di luar negeri. Mereka adalah mahasiswa cerdas, tetapi stres karena terbebani target terlampau tinggi.

    Begitu kasus David mencuat, banyak mahasiswa di Singapura mengungkapkan jeritan hatinya di berbagai situs jejaring sosial. Betapa tekanan untuk berhasil begitu tinggi. Sampai akhirnya sejumlah mahasiswa memilih berusaha bunuh diri. Ada yang membenturkan kepala ke kaca dan ada pula yang sampai masuk rumah sakit jiwa.

    Pengguna situs Multiply bernama Margaritta, misalnya, mengungkapkan isi hatinya tentang penderitaan kuliah berbeasiswa di Singapura.

    "Gue tidak menyesali empat tahun ke belakang karena, memang benar, tanpa apa yang ada empat tahun itu, tidak ada gue yang sekarang. Tapi gue juga tidak menyangkal bahwa hal sama yang telah gue lewati telah membuat kakak temen gue melompat ke rel kereta api dalam percobaan bunuh diri yang gagal. Mengirim anak dokter ternama masuk rumah sakit jiwa. Membawa seorang kawan memecahkan kaca ruang kuliah dengan kepalanya sendiri," tulis Margaritta.

    "Bener2 menggambarkan perasaan kita 'hiks, msh freshie br mau k year 2, msh blm terbiasa sm' suasana di sini," sambung Salzannisa.

    Margaritta kemudian menuturkan bahwa Singapura memberikan pelayanan baik bagi mahasiswa penerima beasiswa. Namun, mereka juga menuntut banyak.

    Berikut penuturannya : Di Singapura, kami dijamu oleh kamar asrama. Kami mendapatkan kamar yang bersih, air listrik-microwave sepuasnya, plus internet 100mbps. Fasilitas sekolah sangat baik. Beberapa dari kami menjadi asisten dosen, digaji untuk belajar dan riset dengan materi tercukupi.

    Sayangnya, terkadang terlupakan bahwa bakat itu melekat pada seorang manusia. Kami dilihat hanya berdasarkan apa yang dapat kami hasilkan, bukan sebagai anak manusia. Hak paten apa yang bisa kami hasilkan? Tulisan untuk jurnal mana yang bisa kami terbitkan? Dapatkah penghasilan kami meningkatkan pendapatan nasional?

    Terlebih gue bukan warga negara, itu artinya gue dan orangtua gue tidak pernah menyumbangkan pajak guna membangun negara. Jadi ketika gue menikmati majunya negara Singapura, gue dituntut untuk ‘membayar’ lebih dari warga-negara biasa, dengan semakin berprestasi dan mengharumkan nama universitas seharum-harumnya."

    Margaritta menyebut kasus David hanyalah salah satu kasus, dan sebenarnya masih banyak kasus yang tidak terungkap. "Senior bbrp tahun di atas qta, yg ke kaca itu seangkatan...sebenernya gw sering denger juga percobaan bunuh diri, tapi yah itulah..selalu ditutup2i, jd ga pernah masuk brita. Seandainya yg ini ga kelewat geger jg pasti ditutup2in.

    "Tapi jangan patah semangat yee...Mungkin bener kata loe, sekarang smua orang jd takut sama anak Indo, niscaya kita akan diperlakukan dengan baik di masa mendatang! hehehe..." *

    Banyak tanggapan disampaikan untuk menemukan solusi tentang tekanan psikologis yang dialami para mahasiswa Indonesia di Singapura. Pengguna Multiply bernama Omadt, misalnya, mengusulkan terbentuknya forum diskusi anak-anak cerdas berbeasiswa di luar negeri.

    "Sayangnya (seperti yang sudah-sudah) kita di Indo baru kebakaran jengot sesudah mengetahuinya dalam keadaan yang parah. Walaupun demikian, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki keadaan tersebut dan menyelamatkan Anda sebagai "asset" dari bangsa yang sedang "nyungsep" ini.

    Mungkin ada baiknya untuk membentuk sebuah Forum Group Discussion (FGD) untuk komunitas anak-anak bangsa yang cemerlang ini. Paling tidak, sesama anak bangsa yang sedang merantau mempunyai tempat curhat dan membuka kemungkinan memecahkan masalah secara bersama-sama. Yang mengarahkan, kalo gak ada profesional dari negeri sendiri, ya para alumni yang udah lulus "kawah candradimuka" dan berhasil survive. (Mungkin gak.? sudah ada atau belum ..? atau sudah ada tapi belum berjalan optimal..?)
    Mudah-mudahan keadaan akan menjadi lebih baik.

    ONO

    Ini dia...

    masih banyak misteri yang tidak diungkap

    Informasi yang kita tahu hanya yang bersumber sari universitas dan dari polisi (yang juga bersumber dari universitas).

    Seluruh teman-teman David dibungkam, dilarang berbicara oleh polisi (atau oleh universitas?)

    Singkatnya, jangan terlalu cepat mengadili, karena informasi yang kita punya sungguh tak lengkap dan baru sepihak.



    Salam!

  10. #10
    Newbie
    Join Date
    Jun 2008
    Posts
    1
    Rep Power
    0

    re: [merged] seputar polemik David Hartanto (mahasiswa Indonesia di NTU Singapura)

    Awalnya saya hanya tertarik mengamati isi FK saja, namun lewat peristiwa ini, saya tergerak untuk membagi sedikit informasi yang saya punya (ini juga hanya dari koran lokal). Ini sepotong berita (tidak semuanya saya tulis), yang menunjukkan kalau ada saksi mata bagaimana David meloncat dari gedung.

    Diambil dari: The New Paper, Tuesday 3 March 09, page 2-3.

    ...
    The New Paper understands that after the attack, Widjaja made his way to B2, a level below the staff offices. He climbed over the parapet onto the roof of the covered link-bridge.

    He sat there cross-legged, leaving blood stains on the bridge. Witnesses said they saw a trail of blood from the professor's office to the bridge.

    Mr. Tuen Choy Fa, 56, a plumber, recounted: "I saw the boy sitting there with a lot of blood. I did not notice if he was holding anything.

    "I shouted at him, 'Hey! What are you doing?', but he just stared blankly. He seemed to be in a daze."

    Traumatised

    Sensing something amiss, and fearing for the student's safety, Mr. Tuen ran into a nearby office to get help.

    When he came out with some of the staff, Widjaja had already fallen five storeys to his death. Mr. Tuen said: "It is such a loss, a life is lost."

    Dr Su (kalau saya tidak salah, Dr. Su Guaning adalah rektor NTU) said that just before Widjaja leapt from the bridge, a female student saw him sitting there and had tried to persuade him to come down.

    Widjaja jumped before her eyes. The traumatised student is receiving counselling.

    ...

    Saya juga tidak tau apa yg terjadi sebenarnya, saya hanya mengikuti berita ini dari koran. Tapi klo boleh saya berbagi, kehidupan perkuliahan disini memang bisa menjadi sangat keras.

    Terkadang para professor bisa menekan mahasiswa-nya untuk memberi hasil sebanyak2nya dan sebaik2nya, tanpa si mahasiswa bisa menolak (ya iyalah, mo diputus apa itu beasiswa?!)

    Saya harap sedikit info dari saya ini bisa berguna.

    Salam.

Page 1 of 17 1234567891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.