
01-25-2008, 01:35 PM
|
|
Junior Member
|
|
Join Date: Jan 2008
Posts: 1
Thanks: 0
Thanked 0 Times in 0 Posts
|
|
Solidaritas Untuk Guru Merangin, Jambi
Insiden pemukulan yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan terhadap beberapa orang guru dalam menyikapi aksi demonstrasi didepan gedung DPRD Kabupaten Merangin yang dilakukan oleh 6,200 guru se Kabupaten Merangin merupakan hal yang sangat tidak terpuji dan dapat melukai hati para guru. Pahlawan tanpa tanda jasa ini merupakan abdi masayarakat dalam mencerdaskan peserta didik sebaiknya diberi perlindungan yang lebih baik bukannya malah dipukuli. Sebagai bagian dari element masyarakat, sah-sah saja jika para guru melakukan protes dalam bentuk unjuk rasa ataupun mogok mengajar guna menuntut hak-hak yag seharusnya mereka peroleh, karena para guru juga perlu mendapatkan kesejahteraan yang lebih layak guna menunjang kinerja mereka.
Aksi mogok yang dilakukan ribuan tenaga pengajar se Kabupaten Merangin tersebut merupakan bentuk protes mereka terhadap wakil rakyat atas minimnya anggaran pendidikan Tahun 2008 yang dialokasikan oleh panitia anggaran DPRD Merangin yang bernilai Rp. 23 miliar dari total APBD yang berjumlah 503 miliar, sedangkan anggaran pendidikan Tahun 2007 sebesar Rp. 28 miliar dari total APBD 503 miliar. Artinya menurut para guru terjadi penurunan anggaran yang dialokasikan untuk sektor pendidikan di Kabupaten tersebut, disisi lain Kepala Dinas Pendidikan setempat telah mengajukan Rp. 66 miliar untuk anggaran pendidikan diawal penggodokan APBD.
Seharusnya para anggota DPRD Merangin mendukung naiknya anggaran pendidikan yang diharapapkan mampu meningkatkan kualitas dan perestasi pendidikan sehingga masayarakat Merangin memiliki generasi penerus yang cerdas dan dapat bersaing dengan Kabupaten/ Kota lainnya yang berada di Propinsi Jambi. Tapi kenyataannya langkah yang diambil oleh DPRD malah sebaliknya, pertanyaanya adalah : Faktor apakah yang melatar belakangi keputusan DPRD yang tidak populis tersebut? Mungkinkah DPRD Merangin terjebak dalam pusaran politik kepentingan lokal yang kemudian menjadikan dunia Pendidikan sebagai korban. Yang jelas langkah anggota legislatif Merangin menurunkan anggaran pendidikan dinilai sangat ironis dan cenderung menghambat laju pendidikan dan menodai cita-cita demokrasi.
Untuk itu kami yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Merangin di Jakarta (PMMJ) memberikan dukungan moral sepenuhnya terhadap perjuangan yang dilakukan oleh para guru yang melakukan aksi demonstrasi untuk memperjuangkan hak-hak mereka, dan menghimbau pihak-pihak terkait untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut: - Usut tuntas kasus pemukulan yang dilakukan aparat keamanan terhadap para guru yang melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Merangin.
- DPRD Merangin sebaiknya meninjau ulang kebijakan mereka dengan cara melakukan rapat paripurna khusus untuk membahas kembali anggaran pendidikan untuk dinaikkan.
- Hak-hak yang harus diterima oleh para guru sebaiknya dipenuhi.
- Jangan jadikan guru sebagai korban dari kebijakan DPRD yang sarat dengan nuansa politis.
- Menghimbau pada seluruh Element Mahasiswa dan masayarakat se-Kabupaten Merangin untuk mendukung perjuangan yang dilakukan oleh para guru.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, jika tuntutan ini tidak direalisasikan maka kami akan melakukan Aksi Demonstrasi besar-besaran di Jakarta untuk mendukung perjuangan para guru.
Terima Kasih,
|