|
|
|
|||||||
| PORTAL | FORUM | RULES | Register | FAQ | Members List | Calendar | ARCADE | Search | Today's Posts | Mark Forums Read |
| Sumatera Interaksi dan komunikasi masyarakat Sumatera |
|
Selamat Datang di KompasForum! Saat ini Anda masih berstatus tamu di KompasForum dan hanya mendapatkan akses terbatas pada diskusi, fasilitas serta layanan yang ada. Dengan menjadi anggota KompasForum, Anda dapat berinteraksi dan berpartisipasi secara aktif, serta memanfaatkan seluruh fitur yang ada. Proses registrasinya mudah, cepat, dan gratis. Jadi tunggu apalagi, klik disini untuk daftar menjadi member KompasForum!. |
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
|||
|
Brastagi/Berastagi
![]() Berastagi adalah tujuan wisata dengan jarak 66 km dari Kota Medan. Terletak di ketinggian sekitar 4.594 kaki dari permukaan laut dan dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang sejuk dari hamparan perladangan pertaniannya yang indah, luas, hijau. Brastagi merupakan daerah tujuan wisata yang memiliki fasilitas lengkap di Tanah Karo, seperti hotel berbintang, restoran, golf dan lain-lain Brastagi juga dikenal dengan julukan kota “Markisa & Jeruk Manis�. Dari kota “Markisa & Jeruk Manis� Brastagi, para pengunjung akan menikmati pemandangan yang indah ke arah pegunungan yang masih aktif, yaitu gunung Sibayak dan gunung Sinabung. Untuk mendaki gunung Sibayak diperlukan waktu lebih kurang 3 jam perjalanan dan kita bisa menikmati pemandangan yang indah di pegunungan tersebut atau perlu waktu 3 sampai 4 jam perjalanan di hutan untuk melihat kekayaan alam di dalamnya baik flora maupun fauna di sekitar hutan tersebut. Suasana alam yang hijau dari pantulan dedaunan lereng gunung Rangkap Sibayak (lebih dikenal gunung Sibayak), menjadikan kota Brastagi sejuk dan dibanjiri wisatawan. Barisan bukitnya berikut hamparan ladang pertanian, selalu siap menyejukan mata pengunjungnya. Brastagi yang kaya hasil agroindustrinya, menjadi pilihan tepat lokasi wisata andalan pendukung Danau Toba dan Pulau Samosir yang selama ini menjadi trade mark Sumatera Utara. Brastagi sendiri berada di lereng gunung Sibayak sebelah selatan, secara administratif berada di wilayah Kabupaten Tanah Karo dengan ibu kotanya Kaban Jahe. Posisi Brastagi sangat strategis menjadi tempat singgah, selain karena sejumlah tempat wisata mudah diakses, sarana perhotelan pun cukup lengkap disini. Hotel-hotel banyak dijumpai dengan harga bervariasi, dengan menawarkan desain yang rata-rata khas penduduk setempat. Namun pengunjung pun tetap diberikan pilihan untuk memilih hotel dan villa yang secara historis merupakan warisan masa penjajah. Jarak Bratagi untuk menuju Gunung Sibayak hanya 7 Km, posisi itulah juga membuat para pendaki memilih Kota Markisa ini, sebagai alternatif terdekat untuk mencapai puncak gunung yang berada di ketinggian 2.094 meter dpl itu. Dengan infrastruktur yang tersedia kendaraan tetap bisa digeber hingga mendekati puncak gunung yang dikenal keindahan alamnya itu. Di atas puncak gunung Sibayak, dapat disaksikan danau kawah yang memiliki luas 200 x 200 meter, yang dilengkapi solfatara penghasil belerang yang bersuhu hingga 119,6 derajat celsius dengan suhu udara disekitarnya 21 derajat celsius. Selain puncak gunung Sibayak, kita bisa melihat puncak gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.451 meter dpl, arah sebelah barat. Tak hanya itu, tak jauh dari Brastagi, ke arah puncak Sibayak juga dapat dijumpai lokasi Wisata Sumber Air Panas Lau Debuk-Debuk, Berada di wilayah desa Daulu dan Semangat Gunung, sumber air hangat ini, mengalir dengan temperatur air 35 derajat celsius muncul melalui retakan aliran lava pada lereng gunung api yang kemudian ditampung dalam kolam pemandian. Para pendaki biasanya memanfaatkan kolam air panas ini untuk melepaskan kepenatannya selama perjalanan. Sementara pada hulu mata air panas yang mempunyai temperatur hingga diatas 150 0C itu, dapat disaksikan pula lokasi pembangkit tenaga listrik. Para pengunjung dapat menyaksikan proses alam pembangitan energi listrik dari uap panas bumi ini yang konon memberikan energi yang bebas polusi pada atmosfir ataupun pada air, bahkan dianggap tidak mengakibatkan dampak radioaktif. Brastagi, juga memiliki tempat wisata perbukitan, yang dikenal dengan wisata Bukit Gundaling yang berjarak hanya 3 Km. Untuk mencapai bukit tersebut dapat dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan sado, yaitu sebuah kendaraan khas yang ditarik seekor kuda. Bukit ini menawarkan keindahan tamannya yang cocok untuk bersantai sealigus berolahraga. Dari puncak bukit ini kita bsia menikmati panorama gunungapi Sibayak dan gunungapi Sinabung dengan aktifitas vulkaniknya yang mengagumkan. Sementara itu Objek Wisata Tongging juga menawarkan keindahan di Brastagi, berada di sebelah selatan lebih kurang 35 km dari Brastagi terletak persis dipinggiran danau Toba. Dari lokasi ini sangat bebas dan indah memandang hamparan air danau Toba yang biru dikelilingi untaian bukit dan gunung hingga mengitari pulau Samosir. Panorama yang khas ini diperindah lagi dengan puncak gunung sipiso-piso dan air terjun Tongging di sebelah kiri dan kanannya, memperlihatkan panorama yang menakjubkan. Kampung Lingga, tidak hanya wisata alam yang ditawarkan Brastagi, namun juga wisata budaya yang kaya akan seni tradisi juga menjadi andalan kota ini. Berjarak sekitar 16 km ke arah selatan dari Brastagi, tepatnya di kampung Lingga, ditawarkan wisata budaya kampung Karo, yaitu sebuah daerah yang merupakan tempat warisan etnis Batak Karo yang masih memegang adat secara teguh. Di kampung ini, dapat dinikmati tarian tradisional Batak Karo dan rumah-rumah tradisional Batak Karo, yang diperkirakan berusia 250 tahun, berikut ciri dan bentuknya yang khusus. Bangunan tradisional, seperti rumah adat, jambur atau tempat musyawarah, geriten yaitu tempat penyimpanan kerangka mayat, lesung, dapat disaksikan disini berikut culturnya adat-istiadat yang masih dipegang secara utuh, semuanya melengkapi Brastagi menjadi lebih utuh, sekaligus sebagai wisata budaya. |
|
|||
|
Danau Toba Dari Parapat
![]() Provinsi Sumatra Utara memiliki beragam objek wisata eksotis dan bahkan bernilai sejarah yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Parapat. Di kota inilah terbentang keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir ditengahnya yang terkenal hingga mancanegara. Anda hanya membutuhkan waktu tiga hingga empat jam perjalanan dari Ibu Kota Sumut, Medan. Parapat menyuguhkan pemandangan alam luar biasa, makanan lezat, dan pusat belanja berbagai cinderamata. Di Parapat bertaburan hotel berbintang ataupun bungalow yang menampung para turis yang berniat berpesiar ke Danau Toba. Dari Parapat terdapat pelabuhan feri yang melayani transportasi air ke Pulau Samosir, tepatnya ke pelabuhan Ajibata. Jika hendak mencapai Pulau Samosir lewat jalur darat, Anda harus mengitari tepian Danau Toba sampai ke Pangururan. Melancong ke Parapat, tak lengkap jika tidak menyambangi Jalan Siburak-Burak. Kawasan ini merupakan pusat belanja oleh-oleh asli Parapat. Berbagai cinderamata ditampilkan, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tujuan wisata lainnya adalah Desa Bakara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara yang masih berada di pesisir Danau Toba. Desa ini merupakan tempat kelahiran Raja Sisingamangaraja XII yang juga pahlawan nasional. Sebelum mencapai Bakara, Anda harus menuju Balige yang menjadi tempat pemakaman Sisingmangaraja XII. Dari Balige, perjalanan dilanjutkan dengan kapal feri menyusuri Danau Toba selama dua jam. Biaya yang diperlukan cukup mahal mencapai Rp 800 ribu. Tiket kapal juga harus dipesan beberapa jam sebelumnya. Untuk menghemat, Anda sebaiknya tidak bertamasya seorang diri. Sepanjang perjalanan, Anda tak hanya disuguhkan pemandangan alam Danau Toba dan Kota Parapat yang menyejukkan mata. Di atas kapal, sejumlah musisi setempat siap menghibur Anda dengan lagu-lagu khas Batak. |
|
|||
|
Bukit Lawang
Bencana banjir bandang yang melanda pesona objek wisata Bukit LawangKecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Minggu malam 2 November 2003 hampir empat tahun lalu, memang masih menjadi suatu kenangan yang tak terlupakan. Bahkan, musibah ini tercatat sebagai bencana nasional yang mendapat perhatian cukup besar, bukan saja bagi warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Indonesia, tetapi juga dari luar negeri, umumnya para wisatawan yang pernah berkunjung ke daerah ini. Objek wisata yang luluh lantak, porak poranda dihantam air bah di kawasan pinggiran sungai Bahorok BukitLawang itu menyisakan suatu kenangan pahit bagi 354 KK yang kehilangan harta benda, puluhan nyawa serta menyapu berbagai bangunan rumah, perhotelan, penginapan tempat peristirahatan, lahan pertanian dan persawahan itu dulu memang cukup tragis dan mengharukan. "Tetapi kini kenangan lama yang telah melanda BukitLawang itu menjadi petunjuk kepada kita betapa dahsyatnya kekuasaan Tuhan yang berkehendak kepada ummatNya yang tak dapat dicegah barang sekejap pun. Rasa trauma yang sempat menghantui perasaan warga itu secara berangsur kini mulai sirna dan kami ingin menatap masa depan yang lebih baik dan kami optimis BukitLawang harus bangkit kembali sebagai objek wisata yang andal,'' ujar Daulat Purba, salah seorang warga BukitLawang yang kini merehabilitir lokasi pertambakan ikan dan kolam pancing seluas 4 Ha di sekitar perbukitan BukitLawang. Rasa optimisme yang tinggi dari seorang Daulat Purba untuk menumbuhkembangkan BukitLawang, bukanlah sebuah angan-angan. Buktinya, objek wisata yang terkenal di mancanegara itu tampak mulai bersinar kembali. Rehabilitasi BukitLawang secara berangsur mulai menjadi kenyataan. Alur Sungai Bahorok yang telah menimbulkan bencana dahsyat itu kini tidak seperti dulu lagi. Segala bebatuan, dan porak poranda bekas bencana itu kini sudah sirna. Berbagai pembangunan terus berjalan, dari pinggiran sungai yang yang telah dibangun beronjongan yang permanen serta alur sungai yang makin melebar, pembangunan dam proyek Irigasi Timbang Lawan Kecamatan Bahorok sudah menjadi suatu antisipasi yang cukup dominan bahwa bencana seperti 4 tahun lalu itu bisa dicegah. Malahan secara berangsur para pebisnis perhotelan dan restoran sudah melakukan renovasi dan pembangunan baru di sekitar kawasan BukitLawang. Salah satunya A Chiang, pengusaha yang telah melirik kawasan wisata ini. Nah, salah satunya Hotel dan Restoran "Rindu Alam" misalnya, telah merenovasi lahannya menjadi indah dan nyaman. Hotel dan restoran berkapasitas 48 kamar dengan fasilitas ruangan pertemuan yang cukup representatif ini akhir-akhir ini sudah menampung berbagai kegiatan seperti acara pertemuan, resepsi dan menampung para penginap lokal dari daerah lain dan para turis dari luar negeri, menjadi tempat peristirahatan yang nyaman dan berkelas, tetapi cukup terjangkau dalam masalah tarif. Soal kunjungan ke hotel ini, kata Ali Wijaya, secara berangsur sudah mulai berjalan, walau belum normal seperti dulu. "Tetapi kami yakin, setelah grand opening nanti, yang menurut rencana akan diresmikan oleh Bupati Langkat H Syamsul Arifin SE,BukitLawang akan menjadi salah satu daerah tujuan wisata lingkungan yang secara perlahan akan berkembang menuju peningkatan arus wisata dan peningkatan kunjungan turis luar negri,'' sebut Ali Wijaya. Selain Hotel dan Restoran "Rindu Alam", bungalow dan tempat peristirahatan lainnya, seperti San Bungalow, Parina, Sibayak Lauser, Jusman Guest House, BukitLawang Indah, Jungle Inn, Ecoluge dan beberapa bangunan di pinggiran sungai sudah mulai beraktivitas, di mana pada hari tertentu dan hari libur mulai banyak dikunjungi oleh warga dan para turis dari luar negeri. Pusat rehabilitasi dan penangkaran mawas di seberang perbukitan BukitLawang juga tampak mulai banyak dikunjungi wisatawan luar negeri. Mereka dapat melintas ke seberang sungai melalui dua jembatan gantung yang membentang di atas sungai selebar sekitar 40 meter itu. Hotel dan Restoran Rindu Alam kini terus berbenah diri menjadi satu lokasi hotel dan restoran yang terbaik di BukitLawang. Selain menjadi tempat penginapan, Rindu Alam juga menyediakan berbagai jenis masakan tradisional dan internasional dengan menu masakan yang cukup lezat cita rasanya. Untuk menu masakan seafood dan ikan tawar seperti ikan durung, nila, emas dan tawas, pasokan ikan segarnya disediakan langsung dari kolam pancing dan tambak milik Daulat Purba. "Kami optimis BukitLawang sebagai objek wisata yang cukup berperan setelah Danau Toba dan Berastagi akan bangkit dan bersinar kembali. Bupati Langkat Syamsul Arifin memiliki peran yang besar agar daerah ini bisa menjadi ramai lagi. Karena sudah tersiar kabar fasilitas ruas jalan sekitar 63 Km dari Binjai ke BukitLawang akan direhab menjadi lebih permanen dan mulus dari kucuran dana APBD Pemprovsu sekitar Rp 50 milar,'' kata Setia Budi Ginting, Ketua Koperasi Tani Sri Handayani BukitLawang. |
|
|||
|
Green Hill Park Sibolangit
![]() Masyarakat sumut punya lokasi wisata wahana berkelas internasional yang berlokasi di dataran tinggi nan sejuk mount of sibayak bumi sibolangit. Masyarakat sumut sekarang tidak perlu lagi liburan keluar negeri, seperti genting highland nya malaysia, atau ancol jakarta. Banyak wahana yang bisa kita temui di green hill sibolangit, seperti roller coaster, baling2 raksasa dimana kita bisa menyaksikan keindahan panorama pegunungan sibayak diatasnya, dan lain2 yang berkelas internasional. Tidak jauh dari green hill sibolangit terdapat juga kolam air blerang sidebuk-debuk. Kolam air panas ini ditampung langsung dari sumber Geotermal gunung sibayak. |
|
|||
|
PANTAI CERMIN, "THEME PARK"
![]() Kini masyarakat Sumatera Utara dapat menikmati suasana pantai dengan fasilitas modern, layaknya seperti di Ancol. Ya inilah lokasi wisata kebanggaan Sergai: Pantai Cermin Theme Park. Pantai Cermin telah berubah. Itu yang mungkin anda ucapkan saat pertama kembali datang ke pantai ini. Kini tidak ada lagi lokasi wisata yang kumuh dan kotor. Namun yang tampak adalah deretan tempat santai yang rapi, tempat jajanan yang menarik dan tentunya aneka sarana permainan yang mengasyikkan. Ya, menikmati suasana pantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern kini tidak lagi menjadi impian. Kini pantai tidak hanya sekedar memberikan deburan ombak atau bermain pasir. Di pantai Cermin Theme Park anda dapat menikmati kolam renang, jet ski, seluncur air, kayak, speed boat, banana boat atau lazy pool. Fasilitas modern ini akan terus dikembangkan hingga menjadi sebuah kawasan wisata yang lengkap dengan hotelnya. Selain itu ada juga mini zoo (taman hewan) yang berisikan berbagai jenis hewan. Kandang-kandang hewas ini tampak selalu bersih demikian juga dengan hewannya yang selalu dirawat dengan baik. Beberapa hewan yang ada diantaranya burung Merak, Kakatua Hitam, Parrot, Golden Phasant dan 50 jenis burung lainnya. Juga ada Rusa Tutul dan Kangguru Irian. Lokasi wisata yang akan menjadi andalan kabupaten Sergai ini memang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dinikmati dengan nyaman oleh para pengunjungnya. Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, pengelola objek wisata ini menyediakan tenaga-tenaga profesional yang akan membimbing dan menjelaskan fasilitas yang ada. Juga bagaimana menggunakannya dengan aman. Soal keselamatan pengunjung dalam menikmati berbagai fasilitas ini memang menjadi perhatian utama dengan tetap memberikan kesan santai dan nyaman. Petugas penyelamat ini adalah orang-orang profesional di bidangnya. Fasilitas terbaru yang kini tengah diselesaikan adalah permainan seluncur air untuk anak-anak. Bentuknya sangat unik sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Berada persis dengan seluncuran yang telah ada sebelumnya. Fasilitas yang disebut children pool ini bentuknya seperti kastil yang memiliki lorong-lorong yang di setiap sudut dan pinggirannya memiliki pancuran air. Ada sembilan seluncuran mini, ada tong air besar dan kecil yang jika penuh akan tumpah ke bawah. Permainan lainnya juga disediakan tembak-tembakan air, shower, layer air dan pipa air. Yang paling seru adalah permainan zig zag air yakni pindai air saat menaiki anak tangga saat memasuki kastil. Asyiknya lagi kolam bermain anak yang terbesar di Sumatera ini dilengkapi dengan canopy sehingga anak-anak terlindungi dari terik matahari. Karena berada persis di bibir pantai sehingga pemandangan laut lepas bias langsung dilihat. Arena ini diharapkan bukan sekedar menjadi tempat bermain air bagi anak-anak, melainkan juga menjadi tempat menempa mental mereka sekaligus arena belajar berenang. Lokasi wisata yang hanya berjarak 48 km dari kota Medan ini memiliki luas areal sekitar 43 ha yang memang dirancang menajdi one stop service to fun. Menurut Bupati Sergai HT Erry Nuradi, Pantai Cermin Theme Park akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumut dan Sergai. Tidak lama lagi kawasan ini akan dilengkapi dengan hotel bertaraf internasional dan fasilitas lainnya. ”Terwujudnya sarana rekreasi bagi keluarga ini merupakan upaya pemerintah Sergai memberikan kepercayaan kepada pihak yang profesional,” kata Erry Nuradi |
![]() |
| Bookmarks |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|