1. Melamar pada hari Libur Raya atau hari Ulang Tahun:
Coba cari hari yang lebih berkesan, seperti hari pertama kali kamu pacaran sama si Dia.
Pacarmu ingin peristiwa ini menjadi hari yang paling germerlap dalam hidupnya, jadi jangan melamar pada hari libur dimana biasanya banyak kegiatan keluarga, sehingga kamu sulit berduaan saja.
2. Mengizinkan teman wanita pacarmu untuk mencoba cincinnya (supaya ukurannya tepat).
Sangat bijaksana untuk mendapat masukkan dari pihak lain, tapi jangan jadikan “teman pacarmu” sebagai “kelinci percobaan”. Carilah teman wanita lain. Pastikan pacarmu adalah yang orang yang pertama kali (di antara teman-temannya) yang melihat cincin itu dan memakainya. Biarkan dia bangga menjadi orang yang pertama kali memperlihatkan cincin yang bersinar itu di depan teman-temannya.
3. Berita yang bocor kemana-mana:
Ketika kamu siap melamar si Dia, jangan menginformasikan rencana ini kepada terlalu banyak teman-temanmu.
4. Lupa kepada pihak Keluarga yang dilamar.
Setelah mendapat jawaban “I do” dari si Dia, jangan lupa menghubungi pihak keluarga perempuan untuk membicarakan lamaran ini. Kalau perlu kamu bisa bawa juga keluargamu dalam pertemuan ini.
5. Bermain “petak-umpet” dengan cincin secara berlebihan.
Bayangkan seandainya cincin itu tertelan oleh si Dia karena kamu menyembunyikannya dalam es krim atau cocktail. Melarikan pacarmu ke Unit Gawat Darurat bukan awal yang baik untuk memulai hidup baru.
6. Mendramatisasi suasana dengan Lelucon berlebihan:
Misalnya beberapa menit sebelum melamar, kamu beritahu pacarmu bahwa kamu kecelakaan, atau dipenjara, dll; sedemikian sehingga pacarmu kaget setengah mati. Percayalah, ini bisa mengundang hal-hal yang tidak diinginkan.
7. Gagal memperlakukan pacarmu sebagai VIP.
Lakukan penelitian, banyak tempat-tempat yang bersedia menyediakan pengaturan khusus untuk acara melamarmu. Seperti restaurant yang menyediakan wine yang elegant, music special kesukaan si Dia, dll.
8. Memperlihatkan tingkah laku yang mencurigakan.
Ketika waktunya sudah dekat, pastikan kamu bersikap normal seperti biasanya sehari-hari. Yakinkan dirimu berkali-kali bahwa cincin sudah siap dalam kantongmu. Jangan sampai si Dia yang sudah bahagia dengan lamaranmu ikut sibuk mencari dimana cincinnya.
9. Bersikap seperti orang yang sok bijaksana
Satu cara untuk menghancurkan lamaranmu adalah dengan mengatakan kata-kata seperti ini:
“Ok kamu menang, kita tidak bisa begini terus, ayo menikah!”
"Walaupun ibuku tidak suka sama kamu, engkau tetap pujaan hatiku"
10. Mengabaikan arti sesungguhnya dari lamaran.
Lamaranmu akan menjadi sempurna kalau itu dilakukan atas dasar kejujuran, berasal dari hati yang paling dalam dan sepenuh perasaanmu yang menyayangi si Dia


LinkBack URL
About LinkBacks




Reply With Quote



Bookmarks