Results 1 to 6 of 6

Thread: Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara


  1. #1
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    23
    Rep Power
    0

    Post Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara

    KERAJAAN MEDANG, PENAKLUK NUSANTARA JILID II

    ANALISA PRASASTI LAGUNA

    PENDAHULUAN


    Penulis yakin judul artikel ini bisa jadi menimbulkan kekagetan luar biasa, ya kalau gak kaget luar biasa, cukup dengan istilah kaget saja (jangan terlalu muluk-muluk hehehe). Judul ini berawal dari rasa ingin tahu penulis dari informasi prasasti yang terdapat di Philipina, yang ditemukan pada tahun 1989 Masehi. Prasasti ini dalam bahasa Inggris disebut The Laguna Copperplate Inscription (disingkat LCI). Penulis memberikan perhatian besar terhadap prasasti ini karena disebutkan sebelumnya bahwa ditemukannya terbilang baru, masih anget-anget jahe, terhitung 23 tahun yang lalu dari sekarang, 2012 Masehi.

    Dengan prasasti ini pula penulis memberanikan diri dengan menyebut bahwa Kerajaan Medang (Mataram Kuno - Hindu) adalah kerajaan penakluk nusantara jilid II, tahap kedua, setelah Kerajaan Sriwijaya, tahap pertama, jilid I dan kemudian menyusul si bontot Kerajaan Majapahit, tahap ketiga, Jilid III (semuanya pakai jilid supaya adil hehehe).

    Prasasti Laguna ini adalah dokumen sejarah tertulis yang dikenal paling awal ditemukan di Philipina. Berupa lempengan plat tembaga tipis berukuran kurang dari 20 × 30 cm (8 × 12 inci) dengan bentuk tulisan timbul, ditemukan oleh seorang buruh pasir dekat muara Sungai Lumbang di Barangay Wawa, Lumban, Laguna, tentunya pasti di Philipina, soalnya sudah disebutkan sebelumnya.

    Prasasti tersebut pertama kali dilakukan penelitian oleh seorang antropolog Belanda, Antoon Postma. Penemuan ini sangat penting sebagai bukti hubungan budaya antara Pra-Hispanik orang Tagalog dengan berbagai peradaban kontemporer Asia, terutama orang Jawa (Kerajaan Medang), Kekaisaran Sriwijaya, dan kerajaan-kerajaan di India Tengah (dilihat dari bahasa, lebih lanjut masalah perkiraan agama yang berkembang, pra-Spayol dan Islam).

    Tertulis diatasnya, permulaan teks yaitu era tahun Saka 822, atau setara dengan 900 Masehi pada bulan Waisaka, hari keempat bulan memudar, dan ini dalam penangalan modern tepat jatuh pada hari Senin, 21 April 900 Masehi, dalam kalender Gregorian tentunya.

    Sistem penulisan yang digunakan adalah Script Kawi – Jawa Kuno, sementara dilihat dari bahasa yang digunakan adalah campuran berbagai bahasa yaitu terdiri dari bahasa Melayu Kuno, berisi kata-kata pinjaman dari bahasa Sansekerta dan berbagai elemen kosakata beberapa bahasa non-Melayu yang berasal diantaranya bahasa Tagalog Lama dan Jawa Kuno. Selengkapnya tentang berita prasasti Laguna ini akan dibahas kemudian dibagian artikel lebih lanjut.

    LATAR BELAKANG

    Tentu pengetahuan tentang sejarah nusantara akan membeberkan secara gamblang tentang silsilah raja-raja pada masa abad ke-7, ke-8, ke-9 dan ke-10, baik itu raja-raja dari Kerajaan Sriwijaya, Medang dan kerajaan-kerajaan lain diluar pulau Sumatera dan Jawa, bahkan manca nagara (lingkup Asia tenggara khususnya).

    Tapi bagi siapapun, maksud penulis pembaca yang budiman, acungkan tangan! (kok acungkan tangan, kaya di kelas aja hehehe) kalau ada yang bisa menjawab pertanyaan penulis, “Siapa Raja Sriwijaya pada kisaran tahun 861–960 Masehi? Hayooo, kalau ada yang bisa jawab, pembacaan artikel ini jangan dilanjutkan, hentikan segera, percuma, tapi kalau tidak bisa menjawab, ya harus dengan rela hati untuk melanjutkan membaca artikel ini, mudah-mudahan nambah wawasan, ada manfaatnya...aminnn! Penulis kasih bocoran, liat bagan dibawah!kalau gak keliatan ya pakai kacamata, kalau gak keliatan juga? Harap tenang ada petunjuk selanjutnya.
    <<maaf Gambar di web>>

    Satu lagi pertanyaan penulis, “siapakah Raja Khmer atau setidaknya raja diwilayah Kamboja dan Vietnam pada awal abad ke-9 tepatnya mulai 900-1000 Masehi?“, kalau ada yang bisa jawab, walaupun pertanyaan pertama diatas tidak bisa jawab, silakan boleh-boleh saja pembaca mulai meragukan artikel ini.

    Begini. Penulis juga tidak bisa menjawab kedua pertanyaan diatas, karena tidak ada datanya, atau mungkin belum dapat datanya. Silakan cek di Wikipedia Online, hasilnya bagan diatas, tentang silsilah raja-raja Kerajaan Sriwijaya, nama raja-raja itu akan terhenti ketika tahun 860–960 Masehi, dengan raja terakhir Balaputradewa 860 Masehi, menurut keterangan prasasti Nalanda, dan kemudian dilanjut lagi oleh Sri Udayaditya Warmadewa atau Se-li-hou-ta-hia-li-tan, menurut berita utusan Tiongkok pada tahun 960 dan 962 Masehi.

    Kerajaan Khmer, juga demikian, raja terakhir mulai tahun 889 Masehi, yaitu Yasovarman I, dia mulai membangun Angkor, yang kemudian berganti nama menjadi Yasodharapura. Raja Yasovarman I ini memerintah sampai tahun 900 Masehi. Akhir tahun ini dan selanjutnya, catatan siapa rajanya tidak diketemukan, hilang dan baru ditemukan lagi seorang Raja pada tahun 1002 Masehi, yaitu Suryavarman I yang merebut tahta kerajaan, merebutnya dari siapa? Tidak diketahui. Di bawah pemerintahannya, Suryavarman I, wilayah kerajaan Angkor bertambah luas sampai ke wilayah-wilayah yang yang dikenal sekarang dan tidak asing lagi yaitu negara Thailand dan Laos. Perhatikan! angka tahun 900 Masehi, itu sama dengan pembuatan prasasti Laguna di Philipina. right!

    Berdasarkan hilangnya catatan sejarah inilah, yang melatarbelakangi penulis mengajukan wacana tentang Kerajaan Medang sebagai Penakluk Wilayah Nusantara Jilid II, padahal dari catatan para sejarah tempo dulu, catatan sekarang juga masih sama, wilayah Kerajaan Medang hanyalah tatar Jawa, Madura dan Bali. Tiga wilayah itu sendiri masih menyisakan pertanyaan, Nusa Tenggara Barat dan Timur atau Timor-timor bagai mana? Mungkin sejatinya kalau Timor-timor pada jaman dahulu kala masih termasuk katagori gugusan pulau Nusa Tenggara, bisa jadi seperti itu. Atau mungkin gugusan Nusa Tenggara juga masih termasuk, secara global ke wilayah Bali, bisa ya bisa tidak, soalnya semuanya pake kata mungkin hehehe.

    Tidak semata-mata penulis mengajukan analisa Prasasti Laguna kalau tidak ada hubungan dengan Kerajaan Medang dan tidak semata-mata pula penulis menanyakan tentang Kerajaan Khmer kalau juga tidak ada hubungannya dengan Kerajaan Medang Juga, bikin cape yang baca aja kalau tidak ada hubungannya alias mubazhir. mari ke bagian selanjutnya, gampang tinggal klik link dibawah.

    Selengkapnya di Menguak Tabir Sejarah Nusantara >>>

  2. #2
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,798
    Rep Power
    6

    Re: Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara

    wah menarik juga, baru tahu saya ada info begini...

  3. #3
    Senior Member posd1's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    1,052
    Rep Power
    5

    Re: Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara

    HOax....
    yang dibawah ini baru bener

    Rabu, 29 September 2010


    Kerajaan Medang Kamulan

    Berdasarkan penemuan beberapa prasasti, dapat diketahui bahwa Kerajaan Medang Kamulan terletak di muara Sungai Brantas. Ibukotanya bernama Watan Mas. Kerajaan itu didirikan oleh Mpu Sindok, setelah ia memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Mpu Sindok mencakup Nganjuk di sebelah barat, Pasuruan di sebelah timur, Surabaya di sebelah utara, dan Malang di sebelah selatan. Dalam perkembang-an selanjutnya, wilayah kekuasaan Kerajaan Medang Kamulan mencakup hampir seluruh wilayah Jawa Timur.
    a. Sumber Sejarah
    Sumber sejarah Kerajaan Medang Kamulan berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti.
    3 Berita Asing
    Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa.
    Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. Catatan-catatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan, sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M), terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. Pada tahun 992 M, pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. Di samping itu, tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa.
    Berita Prasasti
    Beberapa prasasti yang mengungkapkan Kerajaan Medang Kamulan antara lain:
    • Prasasti dari Mpu Sindok, dari Desa Tangeran (daerah Jombang) tahun 933 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani Pu Kbin.
    • Prasasti Mpu Sindok dari daerah Bangil menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan satu candi sebagai tempat pendharmaan ayahnya dari permaisurinya yang bernama Rakryan Bawang.
    • Prasasti Mpu Sindok dari Lor (dekat Nganjuk) tahun 939 M menyatakan bahwa Raja Mpu Sindok memerintah pembuatan candi yang bernama Jayamrata dan Jayastambho (tugu kemenangan) di Desa Anyok Lodang.
    • Prasasti Calcuta, prasasti dari Raja Airlangga yang menyebutkan silsilah keturunan dari Raja Mpu Sindok.
    b. Kehidupan Politik
    Sejak berdiri dan berkembangnya Kerajaan Medang Kamulan, terdapat beberapa raja yang diketahui memerintah kerajaan ini. Raja-raja tersebut adalah sebagai berikut.
    Raja Mpu Sindok Raja Mpu Sindok memerintah Kerajaan Medang Kamulan dengan gelar Mpu Sindok Sri Isyanatunggadewa. Dari gelar Mpu Sindok itulah diambil nama Dinasti Isyana.
    Raja Mpu Sindok termasuk keturunan Raja Dinasti Sanjaya (Mataram) di Jawa Tengah. Oleh karena kondisi Jawa Tengah tidak memungkinkan bertahtanya Dinasti Sanjaya akibat desakan Kerajaan Sriwijaya, maka Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Bahkan dalam prasasti terakhir, Mpu Sindok adalah peletak dasar Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur. Namun, setelah Mpu Sindok turun tahta, keadaan Jawa Timur dapat dikatakan suram, karena tidak adanya prasasti-prasasti yang menceritakan kondisi Jawa Timur. Baru setelah Airlangga naik tahta muncul prasasti-prasasti yang dijadikan sumber untuk mengetahui keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur.
    Dharmawangsa Raja Dharmawangsa dikenal sebagai salah seorang raja yang memiliki pandangan politik yang tajam. Kebesaran Dharmawangsa tampak jelas pada politik luar negerinya. Raja Dharmawangsa percaya bahwa kedudukan ekonomi Kerajaan Sriwijaya yang kuat merupakan ancaman bagi perkembangan Kerajaan Medang Kamulan. Oleh karena itu. Raja Dharmawangsa mengerahkan seluruh angkatan lautnya untuk menduduki dan menguasai Kerajaan Sriwijaya. Akan tetapi, selang beberapa tahun kemudian, Sriwijaya bangkit dan mengadakan pembalasan terhadap Kerajaan Medang Kamulan yang masih diperintah oleh Dharmawangsa.
    Dalam usaha menundukkan Kerajaan Medang Kamulan, Kerajaan Sriwijaya mengadakan hubungan dengan kerajaan kecil yang ada di Jawa, yaitu dengan Kerajaan Wurawari. Serangan dari Kerajaan Wurawari itulah yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan (1016 M). Serangan itu terjadi ketika Raja Dharmawangsa melaksanakan upacara pernikahan putrinya dengan Airlangga (dari Bali). Dalam serangan itu. Raja Dharmawangsa beserta kerabat istana tewas. Namun Airlangga dapat melarikan diri bersama pengikutnya yang setia, yaitu Narottama.
    Airlangga Dalam prasasti Calcuta disebutkan bahwa Raja Airlangga masih termasuk keturunan Raja Mpu Sindok dari pihak ibunya yang bernama Mahendradata (Gunapria Dharmapatni) yang menikah dengan Raja Udayana.
    Ketika Airlangga berusia 16 tahun ia dinikahkan dengan putri Dharmawangsa. Pada saat upacara pernikahan itulah terjadi serangan dari Kerajaan Wurawari, yang mengakibatkan hancurnya Kerajaan Medang Kamulan. Seperti sudah disebut, Airlangga berhasil melarikan diri bersama pengikutnya yang setia, yaitu Narottama ke dalam hutan. Di tengah hutan Airlangga hidup seperti seorang pertapa dengan menanggalkan pakaian kebesarannya.
    Selama tiga tahun (1016-1019 M), Airlangga digembleng baik lahir maupun batin di hutan Wonogiri. Kemudian, atas tuntutan dari rakyatnya, pada tahun 1019 M Airlangga bersedia dinobatkan menjadi raja untuk meneruskan tradisi Dinasti Isyana, dengan gelar Rakai Halu Sri Lakeswara Dharmawangsa Airlangga Teguh Ananta Wirakramatunggadewa.
    Antara tahun 1019-1028 M, Airlangga berusaha mempersiapkan diri agar dapat menghadapi lawan-lawan kerajaannya. Dengan persiapan yang cukup, antara tahun 1028-1035 M, Airlangga berjuang untuk mengembalikan kewibawaan kerajaan. Airlangga menghadapi lawan-lawan yang cukup kuat seperti Kerajaan Wurawari, Kerajaan Wengker, dan Raja Futri dari selatan yang bernama Rangda Indirah. Peperangan menghadapi Rangda Indirah ini diceritakan melalui cerita yang berjudul Calon Arang.
    Setelah Airlangga berhasil mengalahkan musuh-musuhnya, ia mulai membangun kerajaan di segala bidang kehidupan untuk kemakmuran rakyatnya. Dalam waktu singkat Kerajaan Medang Kamulan berhasil meningkatkan kesejahteraannya, keadaan masyarakatnya stabil. Setelah tercapai kestabilan dan kesejahteraan kerajaan, pada tahun 1042 M Raja Airlangga memasuki masa kependetaan. Tahta kerajaan diserahkan kepada seorang putrinya yang terlahir dari permaisuri, tetapi putrinya telah memilih menjadi seorang pertapa dengan gelar Ratu Giri Putri, maka tahta kerajaan diserahkan kepada kedua orang putra yang terlahir dari selir Airlangga. Selanjutnya, Kerajaan Medang Kamulan terbagi dua, untuk menghindari perang saudara, yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Kediri (Panjalu).

    http://suwandi-sejarah.blogspot.com/...g-kamulan.html

  4. #4
    Newbie
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    23
    Rep Power
    0

    Re: Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara

    maaf Gan ini kan pernyataan agan "Berita asing tentang keberadaan Kerajaan Medang Kamulan di Jawa Timur dapat diketahui melalui berita dari India dan Cina. Berita dari India mengatakan bahwa Kerajaan Sriwijaya menjalin hubungan persahabatan dengan Kerajaan Chola untuk membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa.
    Berita Cina berasal dari catatan-catatan yang ditulis pada zaman Dinasti Sung. Catatan-catatan Kerajaan Sung itu menyatakan bahwa antara kerajaan yang berada di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya sedang terjadi permusuhan, sehingga ketika Duta Sriwijaya pulang dari Cina (tahun 990 M), terpaksa harus tinggal dulu di Campa sampai peperangan itu reda. Pada tahun 992 M, pasukan dari Jawa telah meninggalkan Sriwijaya dan Kerajaan Medang Kamulan dapat memajukan pelayaran dan perdagangan. Di samping itu, tahun 992 M tercatat pada catatan-catatan negeri Cina tentang datangnya duta persahabatan dari Jawa.
    Berita Prasasti"

    1. pernyataan ini kontradiksi gan: ahun 1017 dan 1025, Rajendra Chola I, raja dari dinasti Chola di Koromandel, India selatan, mengirim ekspedisi laut untuk menyerang Sriwijaya. Berdasarkan prasasti Tanjore bertarikh 1030, Kerajaan Chola telah menaklukan daerah-daerah koloni Sriwijaya, sekaligus berhasil menawan raja Sriwijaya yang berkuasa waktu itu Sangrama-Vijayottunggawarman.
    artinya tidak ada kerja sama dengan Chola dengan Sriwijaya malah di jajah, dan tahunnya pun gak sama dengan artikel ane....
    2. Namanya Hipotesa bukan Hoak gan....bisa ya bisa tidak, perlu kajian lebih lanjut....hehehe
    3. Pernyataan agan diatas juga mengatakan "membendung dan menghalangi kemajuan Kerajaan Medang Kamulan pada masa pemerintahan Raja Dharmawangsa" dalam artikel ane masa Dyah Balitung sesuai dengan prasasti Laguna yg ditemukan di Filipina.
    tapi ada pernyataan membendung dan menghalangi kemajuan artinya kerajaan Medang dari awal pendirinya sedang melakukan proses ekspansi, bukan bgt gan?
    4. Bedakan kerajaan Medang Awal berdiri dengan Medang Kamulan. ada proses perubahan nama...jgn dianggap satu masa.
    5. Terus apa artinya prasasti Laguna, yg jelas mengatakan adanya kerajaan "Medang", 900 M
    6. Agan bisa Jawab pertanyaan ane diatas siapa raja Sriwijaya yng memrintah kisaran 860-960 Masehi?
    tuk sementara demikian....thanks gan

  5. #5
    Junior Member
    Join Date
    Jan 2013
    Posts
    317
    Rep Power
    2

    Re: Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara

    busyet panjang bener yah. ninggalin jejak aja dulu deh. tar balik lagi

  6. #6
    Junior Member 12betcool's Avatar
    Join Date
    May 2013
    Posts
    212
    Rep Power
    2

    Re: Kerajaan Medang, Penakluk Nusantara

    saling klaim jadi yang paling bener yg versi mana ini ?

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0