Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 10 of 18
Like Tree1Likes

Thread: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'


  1. #1
    Senior Member kleirin's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    1,615
    Rep Power
    0

    5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    Indonesia terkenal dengan deretan pegunungan yang indah. Banyak di antaranya jadi tujuan pendakian gunung, tentunya dengan kesulitan yang berbeda-beda. Nah, 5 gunung ini tergolong 'berbahaya' untuk didaki, bahkan bagi yang profesional. Namun, jika Anda berhasil berada dipuncaknya, segala penat Anda akan terbayar dengan keindahan dari kelima gunung dibawah ini.

    Tiap gunung punya keunikan masing-masing. Ketinggian, struktur, vegetasi, hingga jalur menuju puncaknya pun bervariasi. Bersyukur Indonesia punya deretan gunung indah untuk didaki. Tapi, beberapa di antaranya memiliki jalur yang cukup ganas. Butuh pengetahuan dan profesionalitas tingkat tinggi untuk bisa melewati alam liarnya.

    DetikTravel pada Selasa (24/4/2012) berbincang dengan Harley Bayu Sastha, penulis seri buku 'Mountain Climbing for Everybody' sekaligus Redaktur majalah elektronik Mountmagz. Harley memaparkan 5 gunung yang tidak cocok untuk pendaki pemula. Unsur utamanya, tentu saja keselamatan.

    "Mendaki kelima ini harus menggunakan jasa guide, atau minimal penduduk setempat yang hafal medan dan jalur," kata Harley.

    Tapi jika Anda termasuk pendaki yang berpengalaman, kelima gunung ini bisa jadi referensi untuk pendakian selanjutnya. Keindahannya menantang!

    1. Gunung Cartenz, Papua

    Mustahil rasanya gunung tertinggi di Indonesia termasuk mudah untuk didaki. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak Cartenz adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang diselimuti salju abadi. Udara dingin tentunya menjadi kendala utama. Di lerengnya saja, suhu bisa mencapai 10 derajat Celcius. Makin dekat dengan puncak, suhu bisa sampai 0 derajat Celcius!

    Tak heran hipotermia dan AMS (Acute Mountain Sickness alias sakit ketinggian) menjadi kendala utama dalam pendakian. Oksigen yang tipis membuat semua pendaki mudah lelah, serta mudah mengalami halusinasi dan pusing kepala.

    Tapi jika mencapai puncak Cartenz, berarti Anda berhasil menaklukkan satu dari Seven Summits. Ya, puncak Cartenz adalah salah satu dari tujuh titik tertinggi di dunia!

    2. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan

    Sebagai gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, Latimojong adalah gunung dengan kemegahan yang tak terelakkan. Gunung ini punya tujuh puncak, yang tertinggi bernama Rante Mario di ketinggian 3.680 mdpl. Medan yang dilewati cukup berat. Treknya curam, dan melewati hutan hujan nan lebat yang membuat kabut semakin pekat. Semakin mendaki, semakin udara dingin menusuk kulit.

    Terkadang Anda harus melewati derasnya sungai hanya dengan berjalan di atas kayu tipis di atasnya. Di beberapa titik, para pendaki juga harus meniti pinggiran jurang dan berpegangan erat pada akar-akar pohon. Jangan lupa pakai sarung tangan jika tak ingin terluka!

    Mencapai puncaknya butuh perjuangan ekstra keras. Setelah melewati beberapa bukit dan hutan lebat, Anda masih dihadapkan dengan tebing yang punya kemiringan ekstrim. Beberapa di antaranya mencapai 70 derajat! Oleh karena itu dibutuhkan beberapa peralatan separti tali-temali untuk bisa memanjatnya.

    3. Gunung Leuser, Nanggroe Aceh Darussalam

    Empat jalur yang ada di Gunung Leuser dibuka langsung oleh tim Wanadri. Satu di antara mereka meninggal ketika menyeberangi sungai yang luar biasa deras. Sepertinya hal ini cukup membuat banyak orang merasa Gunung Leuser punya kesulitan tingkat tinggi untuk didaki.

    Sebagai bagian Taman Nasional Gunung Leuser, puncak tertinggi gunung ini ada di ketinggian 3.404 mdpl. Untuk menuju puncaknya, dibutuhkan waktu 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Dikali dua jika dihitung perjalanan pulang. Pun sebelum mencapai puncak, Anda harus melewati tujuh gunung lagi!

    Di hari ke-8 Anda akan tiba di Bipak Kaleng. Dinamakan begitu karena terdapat banyak kaleng bekas, sisa makanan yang didrop oleh helikopter bagi pendaki yang kehabisan perbekalan. Tapi tenang saja, dari sini, perjalanan 'hanya' 7-8 jam lagi menuju puncak.

    Mengutip situs Belantara Indonesia, mayoritas vegetasi di Gunung Leuser adalah hutan hujan dengan tingkat kerapatan dan kelembaban yang tinggi. Harimau dan badak Sumatera masih banyak ditemukan di sini. Karena medan yang membahayakan, para pendaki harus mengurus perizinan dari beberapa pihak termasuk Kapolres Aceh Tenggara, juga surat keterangan pendakian dan surat keterangan dokter.

    4. Gunung Raung, Jawa Timur

    Gunung Raung menduduki tiga wilayah yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Puncaknya berada di ketinggian 3.332 mdpl, dilengkapi kaldera berbentuk lonjong dengan kedalaman sekitar 500 meter.

    Di awal pendakian, jalanan berkelok dengan kontur naik-turun hingga ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Setelah itu, pendakian mulai sulit. Trek semakin terjal, dan jalur semakin sulit terlihat. Semak-semak pun tumbuh sangat lebat.

    Puncak Raung disebut 'Puncak Sejati'. Untuk mencapainya, para pendaki harus melakukan panjat tebing dengan tali-temali. Treknya sangat sulit, dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya.

    Terlepas dari itu, Gunung Raung juga terkenal angker. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama posnya, yaitu Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin.

    5. Gunung Kerinci, Jambi

    Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, 3.805 mdpl. Gunung ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Trek awalnya cukup mudah, melewati ladang dan perkebunan punya penduduk setempat. Semakin mendaki, trek akan semakin terjal hingga akhirnya sangat curam.

    Yang juga menjadi kesulitan, yaitu larangan bagi pendaki untuk bermalam di ketinggian kurang dari 1.500 mdpl. Hal ini karena banyaknya binatang buas yang masih berkeliaran, seperti harimau Sumatera. Binatang-binatang ini akan menghindari udara dingin di malam hari, dan beristirahat di bawah ketinggian tersebut. Dengan trek yang terjal itu, hal ini tentunya menyulitkan para pendaki yang keletihan.

    Ketika tengah berkutat dengan trek terjal, angin dingin pun senantiasa menghampiri. Para pendaki pun jadi cepat lelah dan menggigil, membuat seluruh tubuh menjadi kaku. Tak jarang hujan es pun terjadi, sehingga hiportermia menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.

    Source: http://www.pangkalanunik.com/2012/07...#ixzz20QG6IkVA

  2. #2
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,650
    Rep Power
    6

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    seru juga, bisa dibikin seri petualangan tuh kayaknya.....

  3. #3
    Member Bidan Ismi's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Posts
    876
    Rep Power
    0

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    1 pun gunung yang diatas belum ada yang saya kunjungi... Hehe

  4. #4
    Contributor keizer's Avatar
    Join Date
    Feb 2012
    Location
    Bandung
    Posts
    2,594
    Rep Power
    5

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    seru juga, bisa dibikin seri petualangan tuh kayaknya.....
    bareng kompas forumer yuk

  5. #5
    Senior Member kleirin's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    1,615
    Rep Power
    0

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    Quote Originally Posted by tamandewi View Post
    seru juga, bisa dibikin seri petualangan tuh kayaknya.....
    tapi jangan lupa yah utamakan faktor keselamatan,

  6. #6
    Senior Member kleirin's Avatar
    Join Date
    Nov 2011
    Posts
    1,615
    Rep Power
    0

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    Quote Originally Posted by Bidan Ismi View Post
    1 pun gunung yang diatas belum ada yang saya kunjungi... Hehe
    hehehe......senasib kita bu.........................

  7. #7
    Contributor tamandewi's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    http://tips-cara.info
    Posts
    3,650
    Rep Power
    6

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    wah boleh juga tuh, tapi ntar yang bs ikut yg fisiknya kuat aja dong,hehe..

    kayaknya perlu diawali dulu kegiatan yang kecil kecil dulu, buka puasa bareng misalnya,hehe..

    Quote Originally Posted by keizer View Post
    bareng kompas forumer yuk

  8. #8
    Contributor dhire's Avatar
    Join Date
    Nov 2009
    Posts
    3,194
    Rep Power
    8

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    gunung salak gak masuk itungan neh................???

  9. #9
    Member
    Join Date
    May 2012
    Posts
    499
    Rep Power
    0

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    sesuatu banget gan.. gunungnya indah banget..

  10. #10
    Member Alexs's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Posts
    618
    Rep Power
    2

    Re: 5 Gunung Indonesia Paling 'Berbahaya'

    Quote Originally Posted by kleirin View Post
    Indonesia terkenal dengan deretan pegunungan yang indah. Banyak di antaranya jadi tujuan pendakian gunung, tentunya dengan kesulitan yang berbeda-beda. Nah, 5 gunung ini tergolong 'berbahaya' untuk didaki, bahkan bagi yang profesional. Namun, jika Anda berhasil berada dipuncaknya, segala penat Anda akan terbayar dengan keindahan dari kelima gunung dibawah ini.

    Tiap gunung punya keunikan masing-masing. Ketinggian, struktur, vegetasi, hingga jalur menuju puncaknya pun bervariasi. Bersyukur Indonesia punya deretan gunung indah untuk didaki. Tapi, beberapa di antaranya memiliki jalur yang cukup ganas. Butuh pengetahuan dan profesionalitas tingkat tinggi untuk bisa melewati alam liarnya.

    DetikTravel pada Selasa (24/4/2012) berbincang dengan Harley Bayu Sastha, penulis seri buku 'Mountain Climbing for Everybody' sekaligus Redaktur majalah elektronik Mountmagz. Harley memaparkan 5 gunung yang tidak cocok untuk pendaki pemula. Unsur utamanya, tentu saja keselamatan.

    "Mendaki kelima ini harus menggunakan jasa guide, atau minimal penduduk setempat yang hafal medan dan jalur," kata Harley.

    Tapi jika Anda termasuk pendaki yang berpengalaman, kelima gunung ini bisa jadi referensi untuk pendakian selanjutnya. Keindahannya menantang!

    1. Gunung Cartenz, Papua

    Mustahil rasanya gunung tertinggi di Indonesia termasuk mudah untuk didaki. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, puncak Cartenz adalah satu-satunya tempat di Indonesia yang diselimuti salju abadi. Udara dingin tentunya menjadi kendala utama. Di lerengnya saja, suhu bisa mencapai 10 derajat Celcius. Makin dekat dengan puncak, suhu bisa sampai 0 derajat Celcius!

    Tak heran hipotermia dan AMS (Acute Mountain Sickness alias sakit ketinggian) menjadi kendala utama dalam pendakian. Oksigen yang tipis membuat semua pendaki mudah lelah, serta mudah mengalami halusinasi dan pusing kepala.

    Tapi jika mencapai puncak Cartenz, berarti Anda berhasil menaklukkan satu dari Seven Summits. Ya, puncak Cartenz adalah salah satu dari tujuh titik tertinggi di dunia!

    2. Gunung Latimojong, Sulawesi Selatan

    Sebagai gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, Latimojong adalah gunung dengan kemegahan yang tak terelakkan. Gunung ini punya tujuh puncak, yang tertinggi bernama Rante Mario di ketinggian 3.680 mdpl. Medan yang dilewati cukup berat. Treknya curam, dan melewati hutan hujan nan lebat yang membuat kabut semakin pekat. Semakin mendaki, semakin udara dingin menusuk kulit.

    Terkadang Anda harus melewati derasnya sungai hanya dengan berjalan di atas kayu tipis di atasnya. Di beberapa titik, para pendaki juga harus meniti pinggiran jurang dan berpegangan erat pada akar-akar pohon. Jangan lupa pakai sarung tangan jika tak ingin terluka!

    Mencapai puncaknya butuh perjuangan ekstra keras. Setelah melewati beberapa bukit dan hutan lebat, Anda masih dihadapkan dengan tebing yang punya kemiringan ekstrim. Beberapa di antaranya mencapai 70 derajat! Oleh karena itu dibutuhkan beberapa peralatan separti tali-temali untuk bisa memanjatnya.

    3. Gunung Leuser, Nanggroe Aceh Darussalam

    Empat jalur yang ada di Gunung Leuser dibuka langsung oleh tim Wanadri. Satu di antara mereka meninggal ketika menyeberangi sungai yang luar biasa deras. Sepertinya hal ini cukup membuat banyak orang merasa Gunung Leuser punya kesulitan tingkat tinggi untuk didaki.

    Sebagai bagian Taman Nasional Gunung Leuser, puncak tertinggi gunung ini ada di ketinggian 3.404 mdpl. Untuk menuju puncaknya, dibutuhkan waktu 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Dikali dua jika dihitung perjalanan pulang. Pun sebelum mencapai puncak, Anda harus melewati tujuh gunung lagi!

    Di hari ke-8 Anda akan tiba di Bipak Kaleng. Dinamakan begitu karena terdapat banyak kaleng bekas, sisa makanan yang didrop oleh helikopter bagi pendaki yang kehabisan perbekalan. Tapi tenang saja, dari sini, perjalanan 'hanya' 7-8 jam lagi menuju puncak.

    Mengutip situs Belantara Indonesia, mayoritas vegetasi di Gunung Leuser adalah hutan hujan dengan tingkat kerapatan dan kelembaban yang tinggi. Harimau dan badak Sumatera masih banyak ditemukan di sini. Karena medan yang membahayakan, para pendaki harus mengurus perizinan dari beberapa pihak termasuk Kapolres Aceh Tenggara, juga surat keterangan pendakian dan surat keterangan dokter.

    4. Gunung Raung, Jawa Timur

    Gunung Raung menduduki tiga wilayah yakni Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi. Puncaknya berada di ketinggian 3.332 mdpl, dilengkapi kaldera berbentuk lonjong dengan kedalaman sekitar 500 meter.

    Di awal pendakian, jalanan berkelok dengan kontur naik-turun hingga ketinggian sekitar 1.600 mdpl. Setelah itu, pendakian mulai sulit. Trek semakin terjal, dan jalur semakin sulit terlihat. Semak-semak pun tumbuh sangat lebat.

    Puncak Raung disebut 'Puncak Sejati'. Untuk mencapainya, para pendaki harus melakukan panjat tebing dengan tali-temali. Treknya sangat sulit, dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya.

    Terlepas dari itu, Gunung Raung juga terkenal angker. Hal ini bisa dilihat dari nama-nama posnya, yaitu Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin.

    5. Gunung Kerinci, Jambi

    Kerinci adalah gunung tertinggi di Sumatera, 3.805 mdpl. Gunung ini masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Trek awalnya cukup mudah, melewati ladang dan perkebunan punya penduduk setempat. Semakin mendaki, trek akan semakin terjal hingga akhirnya sangat curam.

    Yang juga menjadi kesulitan, yaitu larangan bagi pendaki untuk bermalam di ketinggian kurang dari 1.500 mdpl. Hal ini karena banyaknya binatang buas yang masih berkeliaran, seperti harimau Sumatera. Binatang-binatang ini akan menghindari udara dingin di malam hari, dan beristirahat di bawah ketinggian tersebut. Dengan trek yang terjal itu, hal ini tentunya menyulitkan para pendaki yang keletihan.

    Ketika tengah berkutat dengan trek terjal, angin dingin pun senantiasa menghampiri. Para pendaki pun jadi cepat lelah dan menggigil, membuat seluruh tubuh menjadi kaku. Tak jarang hujan es pun terjadi, sehingga hiportermia menjadi hal yang sangat mungkin terjadi.

    Source: http://www.pangkalanunik.com/2012/07...#ixzz20QG6IkVA
    Thanks Infonya..!!

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media. All Rights Reserved.

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0