LENSAINDONESIA.COM: Siapa pun tahu, Presiden Soekarno menyukai wanita dan wanita-wanita juga menggilai Bung Karno.
Begitu lekatnya sosok Bung Karno dengan wanita, sampai-sampai capres Partai Golkar, Aburizal Bakrie, pernah menyindir dirinya tak bisa disamakan dengan sang proklamator, dalam urusan wanita.
Sejarah merekam, bagaimana selebritis wanita di Amerika Serikat rela meluangkan waktu hanya untuk mengenal dan ngobrol santai dengan Bung Karno.
Selebritis papan atas Marilyn Monroe pun rela meninggalkan lokasi syuting film demi bisa menemui Presiden dari Indonesia itu.
Hal yang sama juga dilakukan oleh pemeran utama ‘Cleopatra’ Elizabeth Taylor, yang juga mengosongkan waktunya untuk bisa bertatap muka dengan Bung Karno.
Lantas, apa yang menyebabkan Bung Karno begitu diidolakan para wanita?
Adalah Bambang Widjanarko, ajudan yang selama delapan tahun setia mendampingi Bung Karno, tahu banyak soal kehidupan Bung Karno dan wanita-wanita di sekitar hidupnya.
Mengapa Bung Karno begitu mudah dicintai dan jadi idola wanita, karena setiap wanita yang sedang dihadapinya, Bung Karno selalu
dapat mencurahkan perhatiannya kepada wanita itu.
Sudah barang tentu wanita akan merasa dia saja wanita yang paling dihargai dan paling diperhatikan oleh Bung Karno.
Pesona lain Bung Karno adalah intelektualnya yang cakap serta sikapnya yang ramah dan gentle saat bertemu dengan wanita. Hebatnya Bung Karno, ia tak pernah membedakan wanita muda dan tua.
Sikap ini pada kesan pertama membuat wanita senang, merasa tersanjung dan dihargai.
Tak segan-segan Bung Karno mengambilkan sendiri minuman bagi seorang tamu wanita, atau membantu memegang tangan wanita itu sewaktu turun dari mobil.
Pesona Bung Karno di mata wanita yang lain dan alami melekat pada sosoknya adalah perhatian spontan atas hal-hal kecil yang bisa jadi luput dari perhatian pria lain, bahkan perhatian suami sendiri.
Misal, terhadap istri-istri para menteri atau orang dekatnya, Bung Karno spontan akan mengomentari apa saja yang ia rasa kurang pas.
Atau spontan meluncurkan pujian saat ia melihat adanya keserasian dan keindahan dalam diri wanita itu.
Misalnya, “Lipstick-mu tidak cocok dengan kebaya yang kau kenakan.” Atau, “Nyonya kelihatan jauh lebih muda dengan tatanan rambut yang baru.” Itulah beberapa komentar spontan yang keluar dari mulut Bung Karno.
Penghormatan dan perhatian serupa juga diberikan kepada para istri duta besar yang bertugas di Indonesia.
Di luar negeri, para pembantu Bung Karno kerap mendapat komentar dari wanita-wanita Barat yang terpesona dengan performance Bung Karno.
Sangat sering terdengar komentar para wanita di luar negeri yang mengatakan, “Your President is a real gentleman,” usai bertemu dan berbincang dengan Bung Karno.
SUMBER


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote








Bookmarks