Page 21 of 21 FirstFirst ... 1112131415161718192021
Results 201 to 207 of 207

Thread: Anjing yg bs berdoa

  1. #201
    Junior Member
    Join Date
    Mar 2010
    Posts
    4
    Rep Power
    0

    Re: Anjing yg bs berdoa

    wow...boleh dong titip doa!

  2. #202
    Senior Contributor hon_hon's Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    Indonesia Tercinta
    Posts
    6,782
    Rep Power
    12

    Re: Anjing yg bs berdoa

    Quote Originally Posted by the folks View Post
    NAHA, Japan - Di kuil Buddha Zen ada seekor anjing yang bs berdoa. Anjing Chihuahua berumur 1,5 tahun yg bernama Conan setiap harinya ikut berdoa di kuil Suri Kannondo, Naha, duduk tegak di atas kaki belakangnya dan menempatkan cakar depannya bersama-sama di depan altar, meniru sang majikannya Joei Yoshikuni.

    Anjing ini hanya membutuhkan beberapa hr saja untuk belajar gerakan ini, dan sekarang dia sudah jd bahan pembicaraan di sekitar kota tsb. "Kabar ini sudah tersebar luas, dan kamipun banyak kedatangan para turis" ujar Yoshikuni.
    dan sekarang Yoshikuni ingin mengajari anjingnya bagaimana cara meditasi.....

    hayo bs bayangin kaki anjing nya bersila???







    eh lucu.....pintarnyaa....

    btw...katanya ada yang ngatain aku Chihuahua....
    berarti dia ngatain aku lucu dan pintar dooooong...makaaasiiiiiii yaaaa........ *joged pantat
    The Sea is Deeper Than Your Bathtub DUDE!!!!



  3. #203
    Contributor agatha's Avatar
    Join Date
    Jan 2008
    Posts
    3,690
    Rep Power
    11

    Re: Anjing yg bs berdoa

    numpang di trit ini .....

    Jadi sedih bener.... habiz baca berita hari ini.
    Anjing yang sedemikian setia... ditembak begitu saja tanpa diperiksa ke dokter hewan. Jika sehat... bukankah ada opsi untuk tawarkan ke para penyayang bianatang untuk di urus? Bukankah lebih baik diperiksa ke dokter untuk pastikan kesehatan si anjing sebelum dieksekusi tembak mati?
    .....

    -----###---------

    http://regional.kompas.com/read/2010...ing.Ditembak-8


    Kesetiaan Seekor Anjing
    Sepekan Tunggui Mayat, Anjing Ditembak
    Jumat, 22 Oktober 2010 | 12:02 WIB

    surya
    Anjing herder itu akhirnya matiu



    TERKAIT:
    KOMPAS.com — Ini cerita kesetiaan seekor anjing herder yang akhirnya mati di ujung senapan serbu polisi. Padahal, beberapa menit sebelumnya, si anjing telah menunjukkan kesetiaan tiada tara kepada tuannya yang telah sepekan meninggal.

    Cerita ini bermula dari ditemukannya Jonathan Samiaji (43), pewaris Toko Jamu Pusaka, di Jalan Pasar Besar 39, Kota Malang, yang tewas membusuk di dalam toko tersebut, Kamis (21/10). Kepala Kepolisian Sektor Kota Klojen Kompol Kartono mengatakan, penemuan jenazah ini berawal dari kecurigaan warga dengan bau busuk dari dalam toko tersebut.

    ”Bau busuk ini sudah tercium warga sejak tiga hari sebelumnya,” ujar Kartono.

    Berusaha menjawab kecurigaan, petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di kawasan tersebut, Suroso, akhirnya berinisiatif menelepon Kepolisian Sektor Kota Klojen. Tak menunggu lama, sejumlah polisi pun berdatangan ke lokasi.

    Di saat yang sama, warga juga menjemput Lilik Lusiana (63), bibi Jonathan, yang diyakini menjadi salah satu kerabat terdekatnya. Atas persetujuan Lilik juga, pukul 09.00 WIB, polisi mulai membongkar pintu toko yang memang dalam keadaan terkunci dari dalam.

    Di dalam, polisi menemukan mayat Jonathan yang terbujur membusuk di atas sebuah sofa lusuh. Namun, baru saja hendak mendekati mayat itu, suara salakan anjing mengagetkan para petugas yang hendak mengevakuasi jasad pria lajang itu.

    Seekor anjing herder, berukuran cukup besar, berdiri di sisi jenazah Jonathan. Sebagian polisi, termasuk Kepala Satuan Sabhara Polresta Malang AKP Susanto, menceritakan, anjing itu cukup menakutkan.

    Matanya menatap liar ke arah semua polisi yang memasuki ruangan itu. Sambil terus menyalak, sempat juga ia memamerkan taringnya yang besar.

    Sesekali ia berjalan hilir mudik, menunjukkan rasa tak senangnya terhadap orang asing. Setiap polisi berusaha mendekati mayat, berbalas salakan dari si anjing. Karena itulah, alih-alih mendekati jenazah Jonathan, tak banyak polisi yang bahkan berani masuk ke dalam ruangan tersebut.

    Susanto sebenarnya sempat berinisiatif menjinakkan anjing itu dengan menyemprotkan merica semprot. Namun, senjata semprot bawaan polisi yang dikenal dengan istilah OC (oloresin capsicum)-3 ini nyatanya tak mempan.

    ”Anjing itu hanya berjalan mundur, tapi malah mendekati jenazah korban,” kata Susanto.

    Rencana A gagal, polisi lalu mulai memikirkan cara lain untuk mendekati anjing. Cara yang ditempuh adalah dengan memanggil pawang anjing.

    Rencana B ini rupanya berhasil. Dengan sebilah bambu panjang, tiga orang pawang, dengan pakaian lengkap penjinak anjing, berhasil mengarahkan anjing itu untuk masuk ke kamar mandi.

    Sesegera mungkin setelah anjing itu masuk, seorang pawang mengunci kamar mandi dari luar, hingga akhirnya proses evakuasi jenazah Jonathan berjalan mulus.

    Takut rabies

    Seusai proses evakuasi jenazah, masalah lain muncul, yaitu mau diapakan si anjing itu. Kartono mengaku pihaknya menyerahkan nasib anjing itu kepada Lilik. Kepada bibi Jonathan itu, Kartono memberi dua pilihan, dibawa pulang, atau dibunuh di tempat.

    Opsi kedua ini, menurut Kartono, diberikan polisi mengingat kekhawatiran anjing bisa berbahaya bagi warga sekitar. ”Toh, kita tidak tahu riwayat anjing itu. Misalnya, bagaimana kalau dia kena rabies,” ujarnya.

    Lilik, yang tak bersedia merawatnya, akhirnya menyetujui opsi kedua. Kartono dan sejumlah pejabat polisi pun sepakat untuk menembak mati anjing tersebut.

    Di sebuah kamar kosong, anjing itu ditembak dua kali dengan senjata laras panjang SS1-V2 milik seorang personel Sabhara. ”Tembakan pertama, anjing itu sebenarnya sudah tersungkur, tapi masih bernapas. Dua menit kemudian, kita putuskan untuk beri tembakan kedua,” kata Kartono. Anjing yang nenek moyangnya berasal dari Jerman itu pun menyusul tuannya ke alam baka.

    Kartono juga mengatakan, setelah dipastikan tewas, Lilik sempat meminta warga dan polisi untuk membantu menguburkan anjing itu di sepetak tanah kosong di belakang toko.

    Mengenai peristiwa ini, Lilik tak sempat menjelaskan banyak hal. Ia mengaku masih sangat berduka dengan kematian keponakannya itu.

    Namun, ia menduga, Jonathan tewas karena sakit asma yang dideritanya sejak kecil. Dan dia tahu persis, kalau anjing itu memang milik Jonathan.

    Bahkan, menurut Lilik, Jonathan sudah sangat lama membesarkan anjing itu. ”Sejak bayi, anjing itu dibesarkan oleh Jonathan sampai sekarang. Seingat saya dulu diberi seorang temannya,” kata Lilik.

    Lilik juga mengakui, keponakannya yang dikenal sebagai duda sebatang kara itu punya kehidupan yang serba tertutup. Ia adalah pribadi pendiam yang introver.

    Terlebih, sejak ia gagal dalam berumah tangga. Ia dikenal semakin menutup diri dari kehidupan bersosial.

    Kehidupan Jonathan yang menyedihkan itu sebenarnya terlihat dari kondisi dalam rumahnya yang tak terawat dan penuh debu. ”Karena kasihan, sesekali, saya mengantarkan makan ke dia. Tapi, itu juga sangat jarang,” kata Lilik, yang mengaku sudah sebulan lalu terakhir bertemu dengan Jonathan.

    Anjing itu, kata Lilik dan sejumlah warga sekitar, merupakan satu-satunya sosok sahabat yang menemani kehidupan Jonathan sehari-hari. Warga percaya, anjing itu terus menjaga Jonathan, sampai majikannya itu tewas membusuk sekalipun.

    Ada dugaan anjing itu sudah tidak makan selama sepekan. Berdasarkan keterangan seorang warga, toko itu sekitar sepekan tutup, dan baru empat hari lalu warga mencium bau busuk. Warga memperkirakan, Jonathan meninggal sejak sepekan lalu sehingga tidak bisa memberi makan si anjing.

    Sikap bermusuhan yang ditunjukkan anjing itu kepada para petugas diduga karena anjing itu tidak ingin ada yang mengganggu tuannya. Tak mengherankan kalau anjing itu berlaku demikian. (ab)
    Last edited by agatha; 22-10-10 at 02:56 PM.

  4. #204
    Senior Contributor -wie-'s Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    on earth..
    Posts
    7,589
    Rep Power
    12

    Re: Anjing yg bs berdoa

    Quote Originally Posted by the folks View Post

    ya ampyuuunnn.. Lucu banget ssiiihhh...
    mommy wanna be

  5. #205
    Senior Contributor -wie-'s Avatar
    Join Date
    Jul 2008
    Location
    on earth..
    Posts
    7,589
    Rep Power
    12

    Re: Anjing yg bs berdoa

    Quote Originally Posted by hon_hon View Post
    eh lucu.....pintarnyaa....

    btw...katanya ada yang ngatain aku Chihuahua....
    berarti dia ngatain aku lucu dan pintar dooooong...makaaasiiiiiii yaaaa........ *joged pantat
    hahaha... yg gw bold ==> kaya sinchan donk..
    mommy wanna be

  6. #206
    Contributor Swan's Avatar
    Join Date
    Dec 2008
    Location
    Surabaya & Australia
    Posts
    4,124
    Rep Power
    11

    Re: Anjing yg bs berdoa

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    numpang di trit ini .....

    Jadi sedih bener.... habiz baca berita hari ini.
    Anjing yang sedemikian setia... ditembak begitu saja tanpa diperiksa ke dokter hewan. Jika sehat... bukankah ada opsi untuk tawarkan ke para penyayang bianatang untuk di urus? Bukankah lebih baik diperiksa ke dokter untuk pastikan kesehatan si anjing sebelum dieksekusi tembak mati?
    .....

    -----###---------

    http://regional.kompas.com/read/2010...ing.Ditembak-8


    Kesetiaan Seekor Anjing
    Sepekan Tunggui Mayat, Anjing Ditembak
    Jumat, 22 Oktober 2010 | 12:02 WIB

    surya
    Anjing herder itu akhirnya matiu



    TERKAIT:

    KOMPAS.com — Ini cerita kesetiaan seekor anjing herder yang akhirnya mati di ujung senapan serbu polisi. Padahal, beberapa menit sebelumnya, si anjing telah menunjukkan kesetiaan tiada tara kepada tuannya yang telah sepekan meninggal.

    Cerita ini bermula dari ditemukannya Jonathan Samiaji (43), pewaris Toko Jamu Pusaka, di Jalan Pasar Besar 39, Kota Malang, yang tewas membusuk di dalam toko tersebut, Kamis (21/10). Kepala Kepolisian Sektor Kota Klojen Kompol Kartono mengatakan, penemuan jenazah ini berawal dari kecurigaan warga dengan bau busuk dari dalam toko tersebut.

    ”Bau busuk ini sudah tercium warga sejak tiga hari sebelumnya,” ujar Kartono.

    Berusaha menjawab kecurigaan, petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di kawasan tersebut, Suroso, akhirnya berinisiatif menelepon Kepolisian Sektor Kota Klojen. Tak menunggu lama, sejumlah polisi pun berdatangan ke lokasi.

    Di saat yang sama, warga juga menjemput Lilik Lusiana (63), bibi Jonathan, yang diyakini menjadi salah satu kerabat terdekatnya. Atas persetujuan Lilik juga, pukul 09.00 WIB, polisi mulai membongkar pintu toko yang memang dalam keadaan terkunci dari dalam.

    Di dalam, polisi menemukan mayat Jonathan yang terbujur membusuk di atas sebuah sofa lusuh. Namun, baru saja hendak mendekati mayat itu, suara salakan anjing mengagetkan para petugas yang hendak mengevakuasi jasad pria lajang itu.

    Seekor anjing herder, berukuran cukup besar, berdiri di sisi jenazah Jonathan. Sebagian polisi, termasuk Kepala Satuan Sabhara Polresta Malang AKP Susanto, menceritakan, anjing itu cukup menakutkan.

    Matanya menatap liar ke arah semua polisi yang memasuki ruangan itu. Sambil terus menyalak, sempat juga ia memamerkan taringnya yang besar.

    Sesekali ia berjalan hilir mudik, menunjukkan rasa tak senangnya terhadap orang asing. Setiap polisi berusaha mendekati mayat, berbalas salakan dari si anjing. Karena itulah, alih-alih mendekati jenazah Jonathan, tak banyak polisi yang bahkan berani masuk ke dalam ruangan tersebut.

    Susanto sebenarnya sempat berinisiatif menjinakkan anjing itu dengan menyemprotkan merica semprot. Namun, senjata semprot bawaan polisi yang dikenal dengan istilah OC (oloresin capsicum)-3 ini nyatanya tak mempan.

    ”Anjing itu hanya berjalan mundur, tapi malah mendekati jenazah korban,” kata Susanto.

    Rencana A gagal, polisi lalu mulai memikirkan cara lain untuk mendekati anjing. Cara yang ditempuh adalah dengan memanggil pawang anjing.

    Rencana B ini rupanya berhasil. Dengan sebilah bambu panjang, tiga orang pawang, dengan pakaian lengkap penjinak anjing, berhasil mengarahkan anjing itu untuk masuk ke kamar mandi.

    Sesegera mungkin setelah anjing itu masuk, seorang pawang mengunci kamar mandi dari luar, hingga akhirnya proses evakuasi jenazah Jonathan berjalan mulus.

    Takut rabies

    Seusai proses evakuasi jenazah, masalah lain muncul, yaitu mau diapakan si anjing itu. Kartono mengaku pihaknya menyerahkan nasib anjing itu kepada Lilik. Kepada bibi Jonathan itu, Kartono memberi dua pilihan, dibawa pulang, atau dibunuh di tempat.

    Opsi kedua ini, menurut Kartono, diberikan polisi mengingat kekhawatiran anjing bisa berbahaya bagi warga sekitar. ”Toh, kita tidak tahu riwayat anjing itu. Misalnya, bagaimana kalau dia kena rabies,” ujarnya.

    Lilik, yang tak bersedia merawatnya, akhirnya menyetujui opsi kedua. Kartono dan sejumlah pejabat polisi pun sepakat untuk menembak mati anjing tersebut.

    Di sebuah kamar kosong, anjing itu ditembak dua kali dengan senjata laras panjang SS1-V2 milik seorang personel Sabhara. ”Tembakan pertama, anjing itu sebenarnya sudah tersungkur, tapi masih bernapas. Dua menit kemudian, kita putuskan untuk beri tembakan kedua,” kata Kartono. Anjing yang nenek moyangnya berasal dari Jerman itu pun menyusul tuannya ke alam baka.

    Kartono juga mengatakan, setelah dipastikan tewas, Lilik sempat meminta warga dan polisi untuk membantu menguburkan anjing itu di sepetak tanah kosong di belakang toko.

    Mengenai peristiwa ini, Lilik tak sempat menjelaskan banyak hal. Ia mengaku masih sangat berduka dengan kematian keponakannya itu.

    Namun, ia menduga, Jonathan tewas karena sakit asma yang dideritanya sejak kecil. Dan dia tahu persis, kalau anjing itu memang milik Jonathan.

    Bahkan, menurut Lilik, Jonathan sudah sangat lama membesarkan anjing itu. ”Sejak bayi, anjing itu dibesarkan oleh Jonathan sampai sekarang. Seingat saya dulu diberi seorang temannya,” kata Lilik.

    Lilik juga mengakui, keponakannya yang dikenal sebagai duda sebatang kara itu punya kehidupan yang serba tertutup. Ia adalah pribadi pendiam yang introver.

    Terlebih, sejak ia gagal dalam berumah tangga. Ia dikenal semakin menutup diri dari kehidupan bersosial.

    Kehidupan Jonathan yang menyedihkan itu sebenarnya terlihat dari kondisi dalam rumahnya yang tak terawat dan penuh debu. ”Karena kasihan, sesekali, saya mengantarkan makan ke dia. Tapi, itu juga sangat jarang,” kata Lilik, yang mengaku sudah sebulan lalu terakhir bertemu dengan Jonathan.

    Anjing itu, kata Lilik dan sejumlah warga sekitar, merupakan satu-satunya sosok sahabat yang menemani kehidupan Jonathan sehari-hari. Warga percaya, anjing itu terus menjaga Jonathan, sampai majikannya itu tewas membusuk sekalipun.

    Ada dugaan anjing itu sudah tidak makan selama sepekan. Berdasarkan keterangan seorang warga, toko itu sekitar sepekan tutup, dan baru empat hari lalu warga mencium bau busuk. Warga memperkirakan, Jonathan meninggal sejak sepekan lalu sehingga tidak bisa memberi makan si anjing.

    Sikap bermusuhan yang ditunjukkan anjing itu kepada para petugas diduga karena anjing itu tidak ingin ada yang mengganggu tuannya. Tak mengherankan kalau anjing itu berlaku demikian. (ab)
    Agatha, memang sangat disayangkan karena tidak membius si Anjing terlebih dahulu. Seharusnya anjing bisa dibius dan dibawa ke dokter hewan untuk di cek kebenarannya, apakah anjing tersebut positif rabies atau tidak. Penanganan ini (satwa) memang berbeda antara negara kita dengan negara maju, karena di negara maju sudah ada aturan / UU tentang perlakuan terhadap satwa. Jika memang anjing tersebut positif rabies, barulah anjing dibunuh. Karena anjing, kucing, dan kera yang positif rabies haruslah dibunuh karena rabies belum dapat disembuhkan. Btw, thanks artikelnya. Berita yang sangat menarik dan mengharukan, tapi paling tidak si Anjing bisa bertemu dengan tuannya di alam baka. Hehe...

    Salam.

  7. #207
    Senior Contributor ~mamamia~'s Avatar
    Join Date
    Mar 2008
    Location
    in my cozy home (:
    Posts
    5,018
    Rep Power
    12

    Re: Anjing yg bs berdoa

    Quote Originally Posted by agatha View Post
    numpang di trit ini .....

    Jadi sedih bener.... habiz baca berita hari ini.
    Anjing yang sedemikian setia... ditembak begitu saja tanpa diperiksa ke dokter hewan. Jika sehat... bukankah ada opsi untuk tawarkan ke para penyayang bianatang untuk di urus? Bukankah lebih baik diperiksa ke dokter untuk pastikan kesehatan si anjing sebelum dieksekusi tembak mati?
    .....

    -----###---------

    http://regional.kompas.com/read/2010...ing.Ditembak-8


    Kesetiaan Seekor Anjing
    Sepekan Tunggui Mayat, Anjing Ditembak
    Jumat, 22 Oktober 2010 | 12:02 WIB

    surya
    Anjing herder itu akhirnya matiu



    TERKAIT:

    KOMPAS.com — Ini cerita kesetiaan seekor anjing herder yang akhirnya mati di ujung senapan serbu polisi. Padahal, beberapa menit sebelumnya, si anjing telah menunjukkan kesetiaan tiada tara kepada tuannya yang telah sepekan meninggal.

    Cerita ini bermula dari ditemukannya Jonathan Samiaji (43), pewaris Toko Jamu Pusaka, di Jalan Pasar Besar 39, Kota Malang, yang tewas membusuk di dalam toko tersebut, Kamis (21/10). Kepala Kepolisian Sektor Kota Klojen Kompol Kartono mengatakan, penemuan jenazah ini berawal dari kecurigaan warga dengan bau busuk dari dalam toko tersebut.

    ”Bau busuk ini sudah tercium warga sejak tiga hari sebelumnya,” ujar Kartono.

    Berusaha menjawab kecurigaan, petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di kawasan tersebut, Suroso, akhirnya berinisiatif menelepon Kepolisian Sektor Kota Klojen. Tak menunggu lama, sejumlah polisi pun berdatangan ke lokasi.

    Di saat yang sama, warga juga menjemput Lilik Lusiana (63), bibi Jonathan, yang diyakini menjadi salah satu kerabat terdekatnya. Atas persetujuan Lilik juga, pukul 09.00 WIB, polisi mulai membongkar pintu toko yang memang dalam keadaan terkunci dari dalam.

    Di dalam, polisi menemukan mayat Jonathan yang terbujur membusuk di atas sebuah sofa lusuh. Namun, baru saja hendak mendekati mayat itu, suara salakan anjing mengagetkan para petugas yang hendak mengevakuasi jasad pria lajang itu.

    Seekor anjing herder, berukuran cukup besar, berdiri di sisi jenazah Jonathan. Sebagian polisi, termasuk Kepala Satuan Sabhara Polresta Malang AKP Susanto, menceritakan, anjing itu cukup menakutkan.

    Matanya menatap liar ke arah semua polisi yang memasuki ruangan itu. Sambil terus menyalak, sempat juga ia memamerkan taringnya yang besar.

    Sesekali ia berjalan hilir mudik, menunjukkan rasa tak senangnya terhadap orang asing. Setiap polisi berusaha mendekati mayat, berbalas salakan dari si anjing. Karena itulah, alih-alih mendekati jenazah Jonathan, tak banyak polisi yang bahkan berani masuk ke dalam ruangan tersebut.

    Susanto sebenarnya sempat berinisiatif menjinakkan anjing itu dengan menyemprotkan merica semprot. Namun, senjata semprot bawaan polisi yang dikenal dengan istilah OC (oloresin capsicum)-3 ini nyatanya tak mempan.

    ”Anjing itu hanya berjalan mundur, tapi malah mendekati jenazah korban,” kata Susanto.

    Rencana A gagal, polisi lalu mulai memikirkan cara lain untuk mendekati anjing. Cara yang ditempuh adalah dengan memanggil pawang anjing.

    Rencana B ini rupanya berhasil. Dengan sebilah bambu panjang, tiga orang pawang, dengan pakaian lengkap penjinak anjing, berhasil mengarahkan anjing itu untuk masuk ke kamar mandi.

    Sesegera mungkin setelah anjing itu masuk, seorang pawang mengunci kamar mandi dari luar, hingga akhirnya proses evakuasi jenazah Jonathan berjalan mulus.

    Takut rabies

    Seusai proses evakuasi jenazah, masalah lain muncul, yaitu mau diapakan si anjing itu. Kartono mengaku pihaknya menyerahkan nasib anjing itu kepada Lilik. Kepada bibi Jonathan itu, Kartono memberi dua pilihan, dibawa pulang, atau dibunuh di tempat.

    Opsi kedua ini, menurut Kartono, diberikan polisi mengingat kekhawatiran anjing bisa berbahaya bagi warga sekitar. ”Toh, kita tidak tahu riwayat anjing itu. Misalnya, bagaimana kalau dia kena rabies,” ujarnya.

    Lilik, yang tak bersedia merawatnya, akhirnya menyetujui opsi kedua. Kartono dan sejumlah pejabat polisi pun sepakat untuk menembak mati anjing tersebut.

    Di sebuah kamar kosong, anjing itu ditembak dua kali dengan senjata laras panjang SS1-V2 milik seorang personel Sabhara. ”Tembakan pertama, anjing itu sebenarnya sudah tersungkur, tapi masih bernapas. Dua menit kemudian, kita putuskan untuk beri tembakan kedua,” kata Kartono. Anjing yang nenek moyangnya berasal dari Jerman itu pun menyusul tuannya ke alam baka.

    Kartono juga mengatakan, setelah dipastikan tewas, Lilik sempat meminta warga dan polisi untuk membantu menguburkan anjing itu di sepetak tanah kosong di belakang toko.

    Mengenai peristiwa ini, Lilik tak sempat menjelaskan banyak hal. Ia mengaku masih sangat berduka dengan kematian keponakannya itu.

    Namun, ia menduga, Jonathan tewas karena sakit asma yang dideritanya sejak kecil. Dan dia tahu persis, kalau anjing itu memang milik Jonathan.

    Bahkan, menurut Lilik, Jonathan sudah sangat lama membesarkan anjing itu. ”Sejak bayi, anjing itu dibesarkan oleh Jonathan sampai sekarang. Seingat saya dulu diberi seorang temannya,” kata Lilik.

    Lilik juga mengakui, keponakannya yang dikenal sebagai duda sebatang kara itu punya kehidupan yang serba tertutup. Ia adalah pribadi pendiam yang introver.

    Terlebih, sejak ia gagal dalam berumah tangga. Ia dikenal semakin menutup diri dari kehidupan bersosial.

    Kehidupan Jonathan yang menyedihkan itu sebenarnya terlihat dari kondisi dalam rumahnya yang tak terawat dan penuh debu. ”Karena kasihan, sesekali, saya mengantarkan makan ke dia. Tapi, itu juga sangat jarang,” kata Lilik, yang mengaku sudah sebulan lalu terakhir bertemu dengan Jonathan.

    Anjing itu, kata Lilik dan sejumlah warga sekitar, merupakan satu-satunya sosok sahabat yang menemani kehidupan Jonathan sehari-hari. Warga percaya, anjing itu terus menjaga Jonathan, sampai majikannya itu tewas membusuk sekalipun.

    Ada dugaan anjing itu sudah tidak makan selama sepekan. Berdasarkan keterangan seorang warga, toko itu sekitar sepekan tutup, dan baru empat hari lalu warga mencium bau busuk. Warga memperkirakan, Jonathan meninggal sejak sepekan lalu sehingga tidak bisa memberi makan si anjing.

    Sikap bermusuhan yang ditunjukkan anjing itu kepada para petugas diduga karena anjing itu tidak ingin ada yang mengganggu tuannya. Tak mengherankan kalau anjing itu berlaku demikian. (ab)

    Hiksss .... kasihannnn....

    "Character is not formed, nor are rewards earned in the absence of options"
    ~ Bill Johnson ~

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0