Page 3 of 3 FirstFirst 123
Results 21 to 30 of 30

Thread: Tujuan Wisata Sumatera Utara

  1. #21
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Tongging



    Menjelajahi Tongging ibarat mengunjungi sebuah negeri impian. Ya.., demikianlah adanya yang tertangkap mata jika memasuki desa kecil yang terletak di sebelah utara Danau Toba ini. Tongging, selain dikaruniai tanah yang subur, juga dianugerahi panorama alam nan mempesona.

    Jika Anda bukan warga Desa Tongging, maka Anda tak boleh sembarangan memasuki kawasan Tongging dan sekitarnya. Terlebih dulu Anda harus membayar tarif masuk yang telah disesuaikan. Alasannya, selain sebagai tempat pemukiman penduduk, Tongging juga merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Karo. Desa Tongging telah disejajarkan dengan objek wisata Air Terjun Sipiso-piso, yang letaknya tak berjauhan tapi masih terletak dalam satu kawasan yang berada di Kecamatan Merek itu.

    Wajar, panorama alam di kawasan Tongging memang berbeda dengan daerah lain di Kabupaten Karo atau bahkan di kabupaten lainnya. Yang membuat desa dengan penghuni 400 kepala keluarga ini menarik, sebenarnya terletak pada pada lokasinya yang strategis. Berada di tepi Danau Toba, dengan jejeran perbukitan sehingga menarik minat orang yang pernah mengunjunginya untuk menetap di sana.

    Konon, Tongging tak kalah menariknya dengan Tomok atau Penisula Tuktuk Siadong di Kabupaten Samosir. Itulah Danau Toba, keindahan dan kekayaan yang menjadi potensi di dalamnya bukan hanya dapat dinikmati penduduk Samosir, Simalungun, Humbahas atau pun Tobasa saja. Akan tetapi, kawasan yang dikenal secara geografis merupakan kawasan dataran tinggi Karo sekalipun, dapat mereguk untung dari danau terbesar di Asia itu.

    Hanya saja, terdapat perbedaan antara Tongging dengan objek wisata lainnya yang membuat Tongging masih belum menggeliat seperti apa yang pernah dialami Tomok atau Tuktuk. Di antaranya adalah selain minimnya akses transportasi (terbatas hanya melalui jalan darat lintas Karo-Merek-Tongging), juga dkarenakan minimnya objek sejarah dan budaya yang dapat menjadi pendukung nilai wisata serta daya tarik tersendiri. Meskipun adanya, peninggalan sejarah Raja-raja Silalahi misalnya, akses menuju ke lokasi masih tergolong sulit dan peninggalan itu kurang dikelola.

    Sayangnya, meski sudah ditetapkan menjadi kawasan wisata, hingga kini arus transportasi menuju Tongging hanya dapat ditempuh melalui jalan darat saja. Tongging dapat dicapai setelah menempuh perjalanan dari simpang tiga (sebelah kiri) Kecamatan Merek lalu kemudian tiba di Sipiso-piso hingga akhirnya menuruni jalanan beraspal menuruni perbukitan Gunung Sipiso-piso yang curam.

    Tapi, meski demikian perjalanan dari sini merupakan nilai tersendiri karena pemandangan alam yang indah akan mewarnai perjalanan. Dari kejauhan ini Tongging akan terlihat seperti negeri yang terisolasi dari daerah lainnya. Ia tenang dan sepertinya jauh dari hiruk pikuk kebisingan serta carut-marut keramaian.

    Akses menuju Tongging sebenarnya akan lebih mudah dicapai jika seandainya tersedia kapal-kapal penumpang yang mengangkut wisatawan dari Parapat, Samosir atau daerah lainya yang bertepian dengan kawasan indah Danau Toba. Maka sejak tiga tahun terakhir, Dinas Perhubungan telah mendirikan pelabuhan Tongging yang nantinya difungsikan untuk merangsang munculnya pengusaha-pengusaha swata yang ingin bergerak di bidang transportasi danau itu.

    Silalahi, salah satu warga Desa Tongging mengatakan, bukan hanya akses transportasi yang membuat Tongging masih belum mampu menunjukkan taringnya hingga kini. Masalahnya, hingga kini belum ada sarana hiburan dan lokasi penginapan yang strategis. “Sebuah objek wisata seharusnya dilengkapi dengan fasilitas yang juga memadai,” katanya.

    Tapi lagi-lagi hal itu belum tercapai. Tentu saja pencapaian semacam itu membutuhkan terobosan besar dengan modal besar, yang hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda. Penginapan yang ada di Tongging masih bertaraf biasa saja, sedang fasilitas lainnya seperti cafe dan restoran, ataupun fasilitas hiburan lainnya masih minim sekali.

    Padahal, keindahan Tongging tak kalah menarik jika seadandainya di tepi-tepi pinggiran danau sekitar desa dilengkapi sarana hiburan, penginapan juga dilengkapi dengan lampu-lampu semarak menambahi indahnya panoramanya sehingga menarik minta para wisatawan untuk datang berkunjung, tambah Silalahi.

    Meski pelabuhan sudah berdiri, tetapi nampaknya langkah itu pun belum menunjukkan efek yang signifikan. Pasalnya, hingga kini belum ada juga pihak swasta yang memulai dan memanfaatkannya. “Untuk saat ini mungkin belum bisa menggeliat, tapi 10 tahun ke depan saya yakin,” ujar Boru Sinurat, salah satu pedagang di penggiran danau, berkomentar soal rencana pemerintah untuk merelokasi kawasan pinggiran danau untuk menjadi sarana khusus pariwisata.

    Diperkirakan, ke depan seluruh kawasan pinggiran Tongging akan direnovasi dengan memfokuskan areanya menjadi kawasan wisata. Sedang penduduk yang sempat bermukim di sekitar lokasi akan digeser. Meski kedengaran mustahil, tapi setidaknya rencana itu disetujui oleh sebagian masyarakat.

    “Saya yakin, jika pemerintah memang serius, masyarakat pasti setuju pindah. Selain itu, asalkan nantinya pemerintah juga memberikan ganti rugi penggeseran areal yang sesuai,” ujar Silalahi. “Kenapa tidak, yang untung kan pasti masyarakat Tongging,”

    Keunikan lain Tongging ialah dikarenakan ia berada tepat di tengah-tengah daerah yang didiami tiga suku, yakni Batak Toba, Pakpak maupun Karo yang bercampur baur menjadi satu. Maka tak heran jika penduduk Tongging sudah lazim menguasai tiga bahasa sekaligus dan mampu menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.

    Perpaduan ketiga budaya yang berbeda dan dapat hidup secara akrab ini juga dapat terlihat dari berbaurnya bahasa yang digunakan sehari-hari. Lazimnya penduduk setempat berkomunikasi dengan menggunakan kata-kata yang dikutip dari ketiga kultur yang berbeda itu.

    Kehidupan di Tongging secara umum hingga kini dapat bertahan dikarenakan potensinya yang mencukupi atau bahkan melimpah. Bayangkan, keramba-keramba ikan emas, nila atau mujahir milik penduduk mampu mencukupi kebutuhan ikan di sekitar daerah Karo, Dairi dan sekitarnya. Meski Desa tetangganya (Haranggaol, Kabupaten Simalungun) juga dikenal sebagai produsen ikan sejenis. Belum lagi penghasilan dari pertanian seperti sayur-sayuran berupa cabai, tomat, bawang dan aneka sayuran lainnya, yang menjadi mata pencaharian utama penduduk.

    Sekali dalam seminggu, tepatnya pada Jumat, berlangsung pekan besar. Biasanya, Desa Tongging akan ramai bertransaksi dagang. Penduduk-penduduk tetangga sebelah juga akan datang, seperti dari Desa Sibolangit, Soping dan Bage misalnya, yang datang dengan menaiki kapal kecil milik sendiri.

    Tongging terus bergerak maju sering waktu berjalan. Demikian juga penghuninya yang semakin betah mendiaminya. “Ya, Tongging memang tempat tinggal yang nyaman. Saya suka tinggal di sini,” ujar Boru Sinurat tersenyum.

  2. #22
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Gunung Sibayak



    Orang Batak Karo sering menyebut Gunung Sibayak dengan sebutan “Gunung Raja”. Sibayak berarti raja dalam bahasa Batak Karo.

    Gunung Sibayak, yang meletus terakhir kali pada tahun 1600, merupakan gunung vulkanik yang masih aktif mengeluarkan gumpalan asap dengan ketinggian hingga 2 km. Gumpalan asapnya berasal dari panas bumi dan berguna sebagai sumber energi listrik. Di Kabupaten Karo telah terdapat sebuah kawasan pembangkit tenaga uap di dekat Gunung Sibayak.

    Ketinggian gunung itu sekitar 2.094 m dari permukaan laut. Dari Desa Sibayak, terlihat jelas kondisi kawahnya yang agak landai (terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga uap), yang kelihatannya seperti membelah gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB, kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung hingga ke bagian bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga ke Desa Semangat Gunung. Kondisi kabut seperti ini, sama dengan kondisi kabut yang ada di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah atau di Genting Highlands, Malaysia.
    B. Keistimewaan

    Gunung itu terlihat begitu indah dan menjadi daya tarik banyak pengunjung, terutama para pendaki gunung. Pada malam Minggu, biasanya pukul 02:00 WIB merupakan malam favorit bagi para pendaki untuk mendaki ke puncak gunung, untuk melihat keindahan panorama matahari terbit. Dari puncak gunung terlihat Kota Medan, di mana pada malam harinya, Kota medan terlihat lebih indah dengan kemilau lampu-lampu kotanya.

    Untuk mencapai kaki Gunung Sibayak, paling dekat ditempuh melalui Desa Semangat Gunung (Desa Raja Berneh). Desa itu sangat indah dengan panorama alam dan hamparan perkebunan sayur-sayuran, tanaman hias dan buah-buahan. Masyarakatnya bercorak masyarakat agraris, yang masih berpegang pada tradisi leluhur dengan kehidupan sosial yang multikultural. Komunitas Muslim dan Nasrani hidup saling berdampingan. Dalam perjalanan menuju Gunung Sibayak, di sepanjang jalan akan terlihat pemandangan tradisional, berupa rumah-rumah adat Batak Karo yang telah berusia sekitar 250 tahun.

    Banyak terdapat sumber air panas di sekitar Desa Semangat Gunung dan di Gunung Sibayak. Di kaki Gunung Sibayak terdapat sumber air panas yang sering didatangi para pengunjung. Uap airnya mengandung belerang, sehingga tercium agak menyengat. Kondisi alamnya masih natural, dipenuhi pepohonan bambu dan rotan. Untuk menuju arah puncak, para pendaki dapat melewati jalan setapak sebagai jalur resmi pendakian.
    C. Lokasi

    Gunung Sibayak berada di dataran tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia.
    D. Akses Menuju Lokasi

    Dari Kota Medan menuju Berastagi, yang berjarak lebih kurang 77 km, dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih dua jam dengan mengendarai kendaraan roda dua atau empat. Dari Kota Medan, dapat juga ditempuh dengan bus umum Sinabung Jaya dengan biaya Rp.5.000,00 per orang (Mei 2007). Untuk mencapai lokasi gunung, dapat melalui dua rute, yaitu dari Kota Berastagi dan dari Desa Semangat Gunung.
    E. Harga Tiket

    Harga tiket untuk mendaki Gunung Sibayak sebesar Rp. 2.000,00 per orang (Mei 2007).
    F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya


    Oleh karena lokasi ini merupakan salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Karo, dengan demikian tidak sulit mencari penginapan kelas melati di Desa Semangat Gunung atau pun hotel berbintang. Restoran dan kedai makanan juga ada di sekitar Berastagi.

  3. #23
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Taman Alam Lau Debuk-Debuk



    Taman Wisata Alam (TWA) Lau Debuk-Debuk berlokasi di Desa Doulu, Kecamatan Brastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Terletak kurang lebih 10 km dari Bandar Baru menuju Brastagi, di kaki Gunung Sibayak yang memiliki ketinggian sekitar 2.100 km dari permukaan laut.

    Kawasan ini yang memiliki panorama alam yang indah dan udara bersih yang sejuk ini mempunyai luas area mencapai 7 hektar, dengan topografi yang didominasi permukaan tanah yang rata. Daerah ini sering dilalui sebagai jalan lintas alam untuk pendakian menuju Gunung Sibayak yang masih aktif.

    Karena letaknya yang berada di kaki gunung berapi inilah, di taman alam ini terdapat kolam berair panas yang mengandung belerang dan diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit kulit. Mata air panas ini muncul melalui retakan dari aliran lava di daerah selatan lereng Gunung Sibayak. Mata air panas ini kemudian ditampung ke dalam kolam-kolam. Pengelolaan kolam-kolam tersebut ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah Dati II Karo dan masyarakat setempat.

    Terdapat 5 buah kolam pemandian yang temperatur airnya mencapai 35 derajat celcius dan suhu udara disana mencapai sekitar 27 derajat celcius. Sebagian dari para pendaki banyak memanfaatkan kolam-kolam air panas ini untuk melepaskan penat setelah melakukan pendakian, dengan cara berendam di dalam kolam tersebut.

    Masyarakat dari berbagai daerah seperti Jakarta, Jatim, Jabar dan lainnya banyak berkunjung di Taman Wisata Alam Lau Debuk-Debuk untuk mandi di kolam air panas. Penyakit kulit yang dapat disembuhkan seperti penyakit eksim dan gatal-gatal. Bahkan warga yang menderita penyakit kulit menahun dan sulit disembuhkan, banyak yang mengaku kembali sehat setelah mereka mandi dengan air belerang tersebut.

    Dekat dengan kolam air panas terdapat sumur serta kotak-kotak kecil yang dipakai sebagai pemujaan/sesajen. Kawasan Lau Debuk-debuk ini merupakan salah satu tempat suci dan keramat terbesar bagi penganut aliran kepercayaan orang Karo. Penganutnya disebut "Kalak Pemena" (kepercayaan animisme). Pada hari-hari tertentu, menurut hari-hari Karo, para penganut aliran kepercayaan "Pemena" ini melakukan acara “Erpangir” (mandi bersihkan diri dengan air bunga) di Lau Debuk-debuk.

    Air bunga disebut "Lau Pangiren" yang terdiri dari jeruk purut, rimo malem (jeruk biasa) dan bunga rampai. Sebelum “Erpangir” mereka terlebih dahulu menyerahkan sesajen. Kegiatan “Erpangir” ini bagi para penganutnya dianggap sebagai acara sakral. Acara “Erpangir” serta tempat keramat yang ada di Lau Debuk-debuk ini bisa dijadikan sebagai komoditi wisata religi.

    Flora yang tumbuh di kawasan ini tidak begitu banyak lagi, karena area disana sudah mulai banyak digunakan masyarakat setempat menjadi lahan pertanian. Sehingga pepohonan yang tumbuh hanya tinggal sedikit dan itupun kelihatan sudah berusia tua. Sedangkan, jenis fauna yang terdapat di kawasan ini antara lain kera (Macaca fascicularis), ular sawah dan musang.

    Untuk dapat mencapai lokasi Taman Wisata Alam Lau Debuk-Debuk bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, bus umum dan mobil pribadi dengan jarak lebih kurang 60 km arah Selatan Kota Medan. Taman Wisata Lau Debuk-debuk tidak berapa jauh lagi sekitar 3 km dari Sikulikap.

    Kendaraan umum jurusan Medan - Brastagi tidak dapat memasuki lokasi Taman Wisata, hanya bisa sampai di persimpangan (pos polisi Desa Doulu). Dari situ perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh lebih kurang 1 km. Namun bagi yang memiliki kendaraan pribadi dapat terus sampai ke lokasi dan hanya perlu jalan kaki sekitar 300 m.

    Tidak hanya kolam air panas yang terdapat disana, terdapat pula pesona Air Terjun Sikulikkap yang mempunyai ketinggian sekitar 25 meter. Bila mengendarai mobil, dapat diparkirkan ditepi jalan dekat pintu masuk ke lokasi. Untuk mencapai tempat air terjun harus berjalan kaki menuruni tangga-tangga kecil (jalan setapak) sejauh kurang lebih 500 meter.

    Disepanjang jalan menuju lokasi akan ditemukan jenis pohon-pohon besar seperti Ficus sp. Hutan di daerah ini terasa lebih basah karena letaknya yang cukup tinggi dan embun butir-butir air terjun yang membasahi. Juga terlihat dari tumbuhnya lumut pada hampir semua pohon dan batu-batuan.

    Pengunjung bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak (penatapan) untuk menikmati makanan ringan berupa jagung rebus dan jagung bakar sembari melihat indahnya kilauan lampu Kota Medan bila dipandang pada malam hari.

  4. #24
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    TAMAN WISATA SIBOLANGIT



    Kelompok Hutan Sibolangit terletak diantara jalan raya Medan Brastagi, sekitar 40 km dari kota Medan dengan waktu tempuh lebih kurang 1 jam. Sebagai jalur wisata, kondisi jalan sangat mulus sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan bermotor roda dua dan roda empat.

    (Gambar 1. Alam yang tampak alami merupakan objek wisata yang menarik)

    Apabila tidak memiliki kendaraan pribadi, tersedia juga pengangkutan umum, baik jurusan (trayek)Medan - Brastagi maupun Medan Sidikalang.

    Untuk dapat lebih menikmati keindahan alam selama perjalanan, banyak pula diantara para wisatawan lokal dan mancanegara yang mengendarai sepeda (bicycle). Walaupun sedikit letih mengayuh sepeda, namun perjalanan dirasakan sangat menyenangkan dan sudah barang tentu lebih bebas, karena dapat berhenti ditempat yang diinginkan guna melepaskan rasa letih (beristirahat).

    Perjalanan semakin mengasyikkan, hampir sepanjang yang dilalui penuh kelokan dan tanjakan. Diperkirakan ketinggian lokasi ini mencapai sekitar 550 m dari permukaan laut. Oleh karena itu disarankan, selama perjalanan sebaiknya tidak menghidupkan AC mobil karena alam memberikan udara yang tidak kalah sejuk dan nyaman.

    Sepanjang perjalanan akan terlihat pula kios-kios dagangan buah-buahan segar yang merupakan hasil bumi setempat, seperti : rambutan, belimbing, apel, semangka jambu batu, dll. Disamping itu Sibolangit juga terkenal dengan duriannya yang harum dan manis. Sehingga kurang lengkap rasanya perjalanan kalau tidak menikmati durian Sibolangit.

    Durian yang didagangkan dipinggir jalan ini dapat dinikmati ditempat ataupun dibawa pulang, tentunya dengan harga yang tidak terlalu mahal.

    Sebelum memasuki Sibolangit, terlebih dahulu melewati kawasan wisata permandian Sembahe. Di lokasi ini mengalir air sungai yang jernih dan sejuk. Pada hari-hari libur tempat ini ramai dikunjungi khususnya oleh wisatawan lokal untuk sekedar mandi-mandi dan bersantai ria.

    Melanjutkan perjalanan, pada tanjakan yang terjal dan berkelok 180, disebelah kanan ruas jalan akan dijumpai sumber air yang telah diusahakan sejak tahun 1959 dan sekarang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Sumber air ini juga sebagai pemasok kebutuhan air bagi Kota Medan dan sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan hutan Sibolangit yang baik akan memberikan manfaat yang cukup besar khususnya dalam hal pengaturan tata air.

    Tidak jauh dari lokasi PDAM Tirtanadi dimaksud, disebelah kiri jalan akan ditemukan papan informasi yang memberikan petunjuk bahwa kita sudah memasuki gerbang kawasan Hutan Sibolangit.

    SEJARAH

    Bermula pada tahun 1914 atas prakarsa DR. J.C. Koningsberger Direktur Kebun Raya Bogor ketika itu didirikan Kebun Raya (Botanical Garden) Sibolangit oleh Tuan J.A. Lorzing sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor. Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 1938 dengan Surat Keputusan Z.B. No. 37/PK, Kebun Raya diubah Statusnya menjadi Cagar Alam.

    Mengingat Cagar Alam ini kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (flora) yang bukan hanya sekedar untuk koleksi, melainkan juga memberikan kontribusi yang sangat pening bagi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan (sebagai laboratorium alam) serta pengembangan pariwisata (rekreasi), maka pada tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 636/Kpts/Um/9/1980 sebagai Cagar Alam Sibolangit (seluas lebih kurang 24,85 Ha.) dialih fungsikan menjadi kawasan Taman Wisata Sibolangit.

    Secara administratif pemerintahan, kawasan Taman Sibolangit ini terletak di Desa Sibolangit Kecamatan Sibolangit Kabupatem Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara.

  5. #25
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Dari Zaman Batu ke Dunia Kartun



    Hillpark Sibolangit merupakan yang terbesar di Asia karena dihamparkan di 12 hektar, sekira 800 meter dari permukaan laut. Aroma pegunungan demikian terasa karena didesain sedemikian rupa dan sempurna menjadi kota wisata yang dikemas dalam tiga dari 10 tema yang direncanakan, yakni herritage, toon town dan lost city.

    Lihat saja, herritage dikemas dengan gaya King Arthur lama lengkap dengan Istana Camelot. Di sini juga terdapat merry go round, bumper car, bumper boat dan amphi theatre yang mampu menampung 800 orang dengan sajian spektakuler. Jika Anda masuk ke Istana Camelot, Anda juga dapat membeli suvenir yang khas ala Hillpark.

    Di toon town, anak-anak sekolah lebih dimanjakan dan akan terhanyut dalam petualangan dunia kartun. Mereka nantinya akan menikmati convoy car, magic phone, red baron, tic-tac wheel, mini train, family swinger, tree house, petting zoo, battery bike dan mini scooter.

    Pengelola Hillpark Sibolangit, yakni PT Fantasy Utama Nusantara, juga menampilkan tema lost city yang bisa membawa pengunjung ke suasana zaman batu (zaman Flinstone). Di sini disediakan tele combat, jet coaster dan ferris wheel.

    Pihak Hillpark Sibolangit menjelaskan, pihaknya sengaja memilih kawasan Sibolangit menjadi tempat pusat hiburan ini, karena suasananya memang sangat mendukung.

    "Selain mendukung dengan alam pegunungan, kawasan ini dapat dijadikan sebagai kota wisata. Di sekitar kawasan Hillpark juga terdapat fasilitas theme park, club house, festival walk (pusat jajanan), mini market, klinik, ATM center, resort dan house keeping system," sebutnya.

    Yang menarik tentunya Hillpark Sibolangit akan bekerja sama dengan masing-masing sekolah yang ada di Sumut dalam bentuk memberikan keringanan bila ada rombongan yang ingin masuk ke wisata tersebut.

    "Objek wisata ini sengaja dihadirkan untuk seluruh masyarakat Sumut. Jadi, bukan saja jenis permainan pada kalangan anak-anak, namun juga diciptakan bagi pengunjung remaja. Salah satu contoh adalah Kincir Raksasa," ungkapnya.

    Hillpark Sibolangit dibuka setiap Jumat, Sabtu dan Minggu, juga hari libur umum dan liburan sekolah mulai pukul 09.00 sampai pukul 22.00. Karcis masuk Rp10 ribu per orang dan karcis setiap permainan bervariasi.

  6. #26
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Simalungun Bangun Kebun Binatang Terluas di Dunia

    Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara akan membangun kebun binatang diatas areal seluas 800 hektar yang diklaim terluas di dunia.

    Kebun bintang itu kelak juga berfungsi sebagai cagar alam untuk menjaga kelestarian daerah tangkapan air kawasan Danau Toba, kata Kabag Humas Pemkab Simalungun, Robinson Tampubolon di Parapat, Selasa (23/08).

    Ia mengatakan, pembangunan kebun binatang itu adalah bagian dari upaya menjaring lebih banyak wisatawan karena Simalungun telah bertekad menjadikan pariwisata sebagai andalan pendapatan daerah diluar sektor pertanian dan perkebunan.

    Untuk mewujudkan pariwisata menjadi andalan sumber pendapatan Pemkab juga sedang membenahi 21 objek wisata yang ada di daerah itu termasuk menambah objek wisata baru lainnya yang berprospek untuk menjaring wisatawan nusantara dan mancanegara.

    Objek wisata di Simalungun antara lain terdiri atas obyek wisata budaya, alam dan agro, seperti Parapat, Danau Toba, Simarjarunjung, Rumah Bolon, Tinggi Raja dan perkebunan teh.

    Mengenai objek wisata baru, kebun binatang, ia mengatakan, pihak Dinas Pariwisata sudah melakukan studi untuk itu dan diharapkan pembangunannya bisa direalisasi dalam waktu tidak terlalu lama.

    Tampubolon bersama Humas Pemkab, Pemko, BUMN/D se-Sumut berada di Parapat sejak 21 Agustus guna menghadiri pengukuhan Badan Koordinasi Kehumasan (Bako Humas) Pemkab Simalungun dan pertemuan Humas yang dikordinasi Badan Informasi dan Komunikasi Sumatera Utara.

    Ia menambahkan, lahan untuk kebun binatang itu sudah ada dan langkah berikutnya adalah mencari investor untuk membantu Pemkab Simalungun mewujudkan rencana pembangunannya.

    Dia optimis Bupati Jhon Hugo Silalahi akan mendapatkan investor untuk merealisasikan proyek itu dengan memanfaatkan program kerjasama yang disepakati dalam pertemuan Lake Toba Summit belum lama ini.

    "Dengan adanya kerjasama yang disepakati dalam Lake Toba Summit itu akses Pemkab Simlaungun ke investor asing sangat memungkinkan dan akses itu sedang dijajaki," katanya.

    Mengenai klaimnya sebagai kebun binatang terluas di dunia dia membandingkannya dengan kebun binatang yang juga berfungsi sebagai cagar alam di Cisarua hanya 400 hektar dan di Pasuruan masih seluas 600 hektar.

    Akan tetapi, ketika ditanya kebun binatang di luar negeri sebagai pembanding, Tampubolon hanya diam sambil tertawa dan menyatakan bahwa untuk mendapatkan lahan seluas itu di negara lain sulit.

  7. #27
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    MEMANDANG DARI SIPINSUR



    Sipinsur salah satu lokasi pandang danau toba yang sangat berkesan. Lokasi ini berada di Kecamatan Paranginan Kabupaten Humbahas. Dapat ditempuh sekitar 45 menit dari bandara Silangit.

    Sepanjang jalan kita akan merasakan suasana sepi dengan penataan desa yang sederhana. Tidak ada kesan ada sebuah lokasi wisata pandang yang menakjubkan disana. Sekiatr 200 meter menuju lokasi kita akan melintasi pepohonan pinus membuat suasana semakin teduh. Hamparan lokasi pandang belum tertata rapi. Beda dengan lokasi terbang gentole di Hutaginjang Kabupaten Tapanuli Utara yang sudah diratakan rapi, bedanya di Hutaginjang tidak ditemukan pepohonan rindang sehingga kesannya gersang.

    Sipinsur diberi fasilitas duduk yang pekerjaannya asal jadi, memalukan bila dibanggakan kepada turis mancanegara. Di Sipinsur anda harus hati-hati bila tidak memakai sandal atau sepatu radial, karena bisa tergelincir karena rerumputan yang memanjang diatas tanah yang bergelombang. Disisi jurang memang sudah disediakan terali besi namun tidak tersedia pedestrian bagi pejalan kaki.

    Sipinsur cukup potensial dikelola menjadi tujuan wisata pandang danau toba dan bagi para photografher bila fasilitas dikembangkan. Keramahan terhadap lingkungan nampaknya belum dilakoni pelaku wisata di daerah itu. Banyak pepohonan ditempeli papan dengan beragam tulisan sehingga kesannya merusak lingkungan. Seogianya pesan kepada para pengunjung disediakan tempat khusus, tidak ditebar pada setiap pohon pinus.

    Dari Sipinsur anda dapat menuruni lereng bukit dengan seribuan anak tangga yang disediakan dari semen. Tangga ini dikabarkan terpanjang di Asia Tenggara. Kualitasnya sudah dapat ditebak. Pekerjaannya asal jadi, tidak nyaman dijalani. Pegangan dari besi yang disediakan di sisi kiri dan kanan tangga sudah copot dicuri penduduk.

  8. #28
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    MUAL SITIOTIO DI BAKKARA
    Monang Naipospos



    Anda mungkin sudah pernah mandi di air bergerak. Bila air terjun, anda merasakan air menimpa, menekan anda ke arah bawah. Bila di sungai, anda merasakan anda didorong ke arah belakang. Pernahkan anda merasakan didorong ke atas? Datanglah ke Bakkara. Tepatnya di Desa Siunong Julu Kecamatan Baktiraja. Tidak jauh dari kompleks istana Raja Sisingamangaraja.

    Embung air seluas sekitar 400 m2 itu terlihat tenang dan jernih. Terlihat dengan jelas gerakan air mendorong dari bawah di beberapa titik. Pohon kayu yang sudah berumur lama masih berdiri kokoh disekitarnya. Untuk lokasi mandi telah disediakan sekat dibagian hilir aliran air embung itu. Didalam sekat mandi itu masih ditemukan mata air yang menyembul keatas. Disana anda merasakan gerakan air dari bawah tanah saat mandi. Berenang di kolam mandi itu anda akan dihampiri ratusan ikan “pora-pora”. Sejuk dan menggetarkan. Kesan yang jarang didapatkan.

    Tempat itu jarang diketahui sebagai tempat wisata, karena masyarakat mengolahnya untuk kebutuhan mandi penduduk setempat. Kami sendiri tidak sengaja menuju mata air itu.

  9. #29
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Sipiso-piso, Geliatmu Kini…




    Air terjun Sipiso-piso terletak tak jauh dari Desa Tongging. Masih dalam kecamatan yang sama. Jika Tongging berada di dataran rendah Karo, maka sebaliknya Sipiso-piso berada tepat di atasnya. Dengan demikian, menjelajahi Tongging berarti juga menjelajahi Sipiso-piso. Keduanya tak dapat dipisahkan meski keduanya memilki nilai tersendiri.

    Wilayah Sipiso-piso merupakan daerah dataran tinggi yang asri. Air terjun Sipiso-piso dan Gunung Sipiso-piso menjadi hal yang berpengaruh dalam topografinya. Curam. Angin dari gunung dan danau menyatu behembus sepanjang hari menyertai setiap orang yang tinggal di dalamnya.

    Setidaknya itulah yang terekam ketika menjelajahi objek wisata yang berlokasi sekitar 35 kilometer dari Kota Brastagi Kabupaten Karo ini. Hanya saja ucapan orang, “lain dulu, lain sekarang”, mungkin benar adanya. Pasalnya, Sipiso-piso kini lebing sering lengang. Pengunjung yang datang tak seperti dulu lagi. Masalahnya adalah Sipiso-piso sepertinya sedang melewati masa paceklik wisatawan.

    “Memang benar, sekarang sepi sekali, beda dengan waktu dulu” ujar Boru Sidauruk, salah seorang pedagang souvenir di sekitar lokasi wisata. Menurut Sidauruk, sejak munculnya Taman Wisata Iman (TWI) Dairi, jumlah kunjungan wisatawan menuju Sipiso-piso perlahan-lahan berkurang.

    Fadil, yang datang bersama istri dan dua orang anaknya pun mengakui hal itu. Berdirinya TWI cukup mempengaruhi geliat Sipiso-piso. Kalau dulu Sipiso-piso merupakan alternatif kunjungan wisata di wilayah Karo. Tapi sejak adanya TWI yang menawarkan nuansa religius, perlahan-lahan orang mulai meninggakan Sipiso-piso dan beralih ke TWI yang jaraknya tak begitu jauh.

    “Sekarang, Sipiso-piso barangkali akan dikunjungi wisatawan hanya untuk sekadar melepas penat sementara saja, karena orang sudah merasa bosan dengan suasana yang begitu-begitu saja,” ujarnya.

    Hal ini tentu berimbas besar pada keberadaan para pedagang souvenir. Sidauruk mengakui omzet penjualannya semakin menurun. Ketika kami menemuinya, waktu itu hari sudah siang, hanya satu pengunjung yang membeli dagangannya. Lain pula dengan Boru Saragih, ia bahkan belum “buka dasar” alias belum seorang pun yang membeli dagangannya.

    Siang itu hanya beberapa pengunjung yang datang ke sana. Sorenya tak jauh beda, serombongan wisatawan yang diangkut sebuah biro perjalanan wisata tiba. Wiasatwan itu berasal dari Malaysia dan sebagian adalah wisatawan lokal.

    Goval salah satu di antaranya, yang datang bersama istrinya mengakui, Sipiso-piso tak kalah menakjubkan. “Ternyata Danau Toba bukan hanya dapat dinikmati dari Parapat atau Samosir saja,“katanya. Suasananya tenang dan pemandangannya menawan. Hanya saja, ia tak berkomentar ketika ditanyai soal sampah-sampah yang masih bertebaran di sekitar lokasi wisata.

    Menurut Sidauruk sendiri sudah saatnya menata ulang kembali Sipiso-piso. Kebersihan sangatlah penting untuk dijaga. Ia mengakui masih ada di antara mereka (pelaku wisata) yang lalai dan anggap sepele soa kebersihan. Juga belum “sadar wisata”, belum mengerti bagaimana sebuah daerah yang potensial wisata tapi tak memanfaatkannya dengan baik. Bukan hanya itu, pelaku wisatwa juga seharusnya menjadi pelayan yang ramah bukan sebaliknya melayani hanya semata-mata demi keuntungan sesaat.

    Lelah tapi puas…

    Lelah tapi puas… Begitulah barangkali yang akan teralami jika menuruni terjalnya jalan setapak menuju jatuhnya tumpahan Air Terjun Sipiso-piso sepanjang 120 meter. Air tumpahan itu kemudian akan mengalir jauh sampai ke genangan air Danau Toba.

    Letak Air Terjun Sipiso-piso berada kira-kira sejauh 1 kilometer ke bawah dengan menapaki satu-persatu anak tangga beton. Ketika neuruni satu-persatu anak tangga kan terlihat pemandangan panorama danau yang mementang sednag tepat di tepinya adalah Desa Tongging

    Selain lelahnya menapaki jalan menuju Air Terjun Sipiso-piso, juga terdapat Bukit Sipiso-piso (sekitar 1 kilometer dari air terjun), yang merupakan lokasi strategis untuk olahraga terjun payung. Olahraga ini dapat dilakukan dengan memulai penerjunan dari puncak Bukit Sipiso-piso dan mendarat di Desa Tongging, di tepi danau. Bagaimana.., Anda sudah siap? Jelajahi dan nikmati keindahan dan tantangannya.

    Tonggo Simangunsong

  10. #30
    Member
    Join Date
    Sep 2008
    Posts
    41
    Rep Power
    0

    Re: Tujuan Wisata Sumatera Utara

    Taman Wisata Iman Dairi



    Wisata rohani yang ditujukan bagi pemeluk lima agama, diatas areal sekitar 13 ha, berdiri bangunan-bangunan ibadah yang megah seperti Gereja, Masjid, Vihara, Pura dan Kuil. Fasilitas yang tersedia selain rumah ibadah adalah penginapan, auditorium, restoran, wisata sungai, jogging track, dan gua bunda maria. Dari atas tempat wisata ini dapat dilihat Pemandangan alam yang sangat indah seperti pantai Silalahi di sebelah barat Danau Toba.
    Terletak di Kabupaten Dairi, sekitar 152 kilometer dari Medan

    Taman Wisata Iman Simbol Kerukunan di Atas Bukit

    TIDAK berlebihan jika Taman Wisata Iman Sitinjo dijuluki sebagai simbol kerukunan multiagama di Sumatera Utara (Sumut). Di lokasi ini dibangun rumah ibadah bagi seluruh umat beragama. Kuil Budha, gereja, vihara, dan mesjid, didirikan secara berdampingan.

    Taman Wisata Iman (TWI) terletak di Desa Sitinjo, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Taman ini berjarak sekitar 110 kilometer dari Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumut yang dapat ditempuh sekitar tiga setengah jam perjalanan dengan menggunakan mobil.

    Anda tak perlu cemas dengan jalan yang berliku-liku menuju lokasi ini, sebab keindahan alam dan kesejukan udara di sepanjang jalan bisa menghilangkan rasa letih. Apalagi bagi Anda yang belum pernah melihat ladang sayur-mayur dan jeruk berbuah lebat di hamparan pertanian yang begitu luas.

    Anda mulai memasuki kawasan Kabupaten Dairi di Lae Pondom. Di perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Dairi ini Anda disambut ucapan selamat datang berbahasa Pakpak, Njuah-njuah! Dari kawasan ini Anda bisa menyaksikan keindahan alam yang menakjubkan. Danau Toba, itulah danau yang termasuk terluas di dunia yang mempercantik panorama alam di bentang alam ini.

    Keindahan alam ini akan membuat Anda kagum. Rasa kepenatan akan hilang, apalagi sebelum memasuki kawasan TWI Sitinjo, Anda mendapat suguhan pemandangan air terjun alami. Tinggal hitungan menit dari lokasi air terjun Sitinjo, Anda sudah memasuki kawasan WTI. Jika perjalanan Anda dari Medan-Sidikalang, posisi WTI berada di sebelah kiri, persimpangan tiga. Pada persimpangan jalan menuju lokasi TWI dipasang gapura dan ucapai selamat datang.

    Jika Anda sedikit agak letih bisa sejenak beristirahat sejenak di warung-warung dekat persimpangan jalan menuju WTI. Apalagi bagi Anda yang ingin berjalan kaki menelusuri lokasi WTI tersebut.

    Sebaiknya Anda jalan kaki menelusui kawasan WTI. Sangat berbeda suasana dan makna yang Anda rasakan ketika berjalan kaki. Anda bisa merasakan tiupan angin sejuk, mendengar suara jangkrik, dan merasakan aura alam bebas. Bak kepercayaan nenekmoyang pegunungan itu bernuansa spritual.

    Anda tidak melihat pendeta kuil Budha di kawasan ini. Tapi begitu memasuki kawasan ini, Anda bisa melihat kuil yang dirancang sedemikian rupa seperti Candi Borobudur. Kuil ini merupakan bangunan pertama yang Anda jumpai begitu memasuki kawasan TWI ini. Suatu kelak Anda akan menyaksikan banyak umat Budha yang beribadah di kuil itu.

    Lokasi kuil yang dibangun di tengah-tengah pepohonan pinus itu cukup sejuk. Pintu utamanya menghadap pepohonan di puncak gunung Sitinjo. Dinding rumah ibadah tersebut dihiasi ukiran-ukiran. Dari lokasi kuil ini Anda membutuhkan waktu sekitar 10 menit menelusuri jalan aspal menuju objek wisata lainnya di kawasan ini.

    Wisata Kristen

    Sebelum memasuki kawasan TWI lainnya, Anda harus melewati pos pengamanan. Lokasi kuil Budha memang berada di luar pos keamanan. Patung Nabi Musa yang menerima sepuluh titah dari Allah, itulah yang Anda jumpai pertama kali setelah meninggalkan pos keamanan menuju WTI. Di sekitar lokasi ini juga Anda menjumpai patung nabi Abraham yang mempersembahkan putranya kepada Allah yang disamping ada patung seekor domba yang akhirnya disembelih pengganti putra hamba Tuhan itu.

    Perjalanan selanjutnya Anda bisa menyaksikan perjalanan penyaliban (via dolorosa) Yesus Kristus seperti tertulis dalam Kitab Suci Injil Kristen. Topografi TWI bergunung dibelah oleh aliran Sungai Sitinjo. Aliran sungai yang melawati bebatuan dan tebing terjal menimbulkan suara gema yang menambah suasa alami spritual.

    “Bagi umat Kristen yang mau merenungkan via dolorosa dan menelusuri jalan yang dirancang di Taman Wisata Iman Sitinjo ini secara sungguh-sungguh, saya yakin akan mengukuhan iman dan kepercayaannya,” kata Nelson Lumbantoruan, Batakolog yang mengunjungi TWI, baru-baru ini.

    Menurut Nelson TWI lebih menonjolkan wisata spritual. “Tapi jangan lupa, bahwa TWI merupakan wujud dari gagasan kerukunan umat beragama. Bagi saya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi telah menciptakan sejarah dengan mewujudkan gagasan kerukunan beragama dalam bentuk miniature Taman Wisata Iman,” kata Magister Humaniora Bidang Budaya Batak itu.

    Di sekitar lokasi via dolorosa Anda juga menjumpai patung Bunda Maria yang dipuja umat Agama Katolik. Patung Bunda Maria ini persis di pinggir Sungai Sitinjo. Untuk menempuh lokasi ini cukup menelusuri tangga-tangga dari dekat patung-patung via dolorosa.

    Bagi umat Kristen yang telah melakukan perjalanan via dolorosa hingga menyaksikan patung Bunda Maria, Anda bisa berjalan kaki sekitar seratus meter untuk menempuh gereja kecil. Di gereja itu Anda bisa melaksanakan ibadah dengan kusuk, sebab di bukit itu tidak ada gangguan kebisingan, tetapi yang ada ialah keindahan dan kesejukan.

    Tidak jauh dari gereja itu, Anda menemukan sebuah rumah ibadah (vihara) Hindu. Vihara tersebut berada di puncak bukit Sitinjo. Dari vihara ini Anda bisa menerawang jauh ke hamparan Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Karo.

    Vihara tersebut dirancang berdasarkan rumah ibadah Hindu dengan warna dan coraknya berdasarkan karakter vihara di masa lampau.

    Perjalanan di TWI ini berakhir pada posisi paling ujung jalan. Di lokasi ini dibangun miniature kabbah yang dirancang sesuai kepercayaan yang dianut Agama Islam. Di dekat Kabbah tersebut ada sebuah mesjid.

    Mesjib tersebut dibangun khusus untuk wisatawan. Posisi Mesjib agak jauh dari pemukiman. Di lokasi WTI ini juga tersedia mes untuk agama Islam. Mes tersebut sudah mulai dioperasikan. (Kennorton Hutasoit)

Page 3 of 3 FirstFirst 123

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  

Content Relevant URLs by vBSEO 3.6.0