"Ambisius banget sih?!"
"Makanya, jadi orang jangan terlalu ambisius!" Makan Tuh ambisi"
Pernah 'dicap' dengan perkataan seperti diatas? Yang dianggap terlalu ambisius, punya ambisi terlalu besar, atau apalah.....Kesannya ambisius itu negatif banget.
Entah kenapa, ambisi sering disalah tafsirkan sebagai sesuatu yang negatif atau buruk.
Pokoknya harus dijauhi dalam menjalani hidup. Bikin orang jadi alergi untuk memiliki ambisi.
Padahal...ga selamanya ambisi itu buruk. Justru dengan ambisi kita bisa mengetahui arah hidup manusia.
Kenali Ambisi lebih Dekat
Ambisi berasal dari bahasa Inggris, ambition - yang berarti desired to achieved something atau will to success.
Jadi ambisi adalah keinginan untuk mencapai sesuatu atau kemauan untuk mencapai sukses.Terlihat jelas, arti ambisi bermakna positif, bukan sebaliknya.Sedangkan ambisius menunjuk pada orang yang memiliki ambisi.
Bisa dikatakan ambisi merupakan petunjuk arah hidup kita. Karena itu, ambisi (sesungguhnya) penting dimiliki.
Ambisilah yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuan-tujuan yang ingin diraih dalam hidup ini.Bisa jadi, tanpa ambisi, sseorang seolah olah tidak melakukan apapun.
Dipengaruhi Beberapa Faktor
Setiap orang pasti memiliki ambisi yang berbeda beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Mulai pola asuh dari kecil, pengaruh pada masa perkembangan, lingkungan sosial disekitar, atau saat 'berkutat' di work zone.
Contohnya, Mahatma Ghandi - seorang pemimpin besar India yang terkenal arif dan bijaksana pun mengakui bahwa dirinya berambisi menjadi pemimpin politik karena didorong oleh faktor lingkungan.
Nurani Ghandi terusik ketika melihat ketergantungan India terhadap kolonial Inggris dalam berbagai segi kehidupan.
Karena itu beliau berani meninggalkan karir gemilangnya dibidang hukum dengan penghasilan mapan, untuk mencapai ambisinya menjadi pemimpin politik demi memajukan berbagai segi kehidupan India.
Sisi Positif Ambisi
Ambisi diperlukan agar kita semangat dan termotivasi dalam melakukan apapun. Kita berambisi untuk segera menyelesaikan kuliah, maka kita akan termotivasi untuk rajin belajar agar cepat lulus kuliah.
Begitu juga ketika sudah mulai bekerja. Persaingan dalam berkarir semakin kompetitif. Oleh karena itu, ambisi dibutuhkan untuk membuat kita bergerak maju.
Dalam buku "Think and Grow Rich" disebutkan kurang ambisi adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan kegagalan seseorang.
Kurang ambisi, maka jalan mencapai tujuan menjadi tersendat-sendat, akibat tidak memiliki motivasi. Akhirnya karena terlalu lamban, seseorang pun menemui kegagalan. Nah, ambisi tidak selalu berarti sesuatu yang negatif,bukan?
Bahaya Ambisi : Bisa Menjadi Racun
Ada 'Yin' pasti ada 'Yang'. Begitu juga dengan ambisi, Ada sifat positif pasti ada sifat negatif.
Ambisi bisa berubah jadi 'racun' jika ketika mewujudkan ambisi, seseorang menjadi terlalu obsesi, sehingga ambisinya berlebihan dan tak jarang sampai menghalalkan segala cara. Tak heran, jika akhirnya orang yang berambisi 'dicap' buruk.
Kita bisa melihat ambisi sudah berlebihan melalui reaksi dari orang lain.Contoh, saking berambisi mendapatkan nilai bagus, kita jadi memaksa teman sekelompok terus menerus mengerjakan tugas itu.Padahal masih banyak tugas lain yang harus dikerjakan per individu.
Karena terlallu memaksa, teman - teman sekelompok justru mengerjakan dengan setengah hati dan mulai menjauhi kita.
Selain reaksi orang lain, tubuh kita juga 'pintar' menunjukkkan bahwa ambisi kita sudah berlebihan.Dibebani tugas untuk mewujudkan ambisi, tubuh kita jadi lupa istirahat.
Alhasil, fisik mendera dan mental pun tertekan.
KArena itu,kita oerlu memiliki batasan dalam mengejar ambisi.Pastinya dengan memmpertimbangkan lingkungan, nilai-nilai moral, norma-norma yang berlaku, lingkungan sekitar kita, dan yang paling penting : "kondisi diri sendiri"
So, Hidupkan kembali ambisimu![]()


LinkBack URL
About LinkBacks





Reply With Quote



Bookmarks